Anda di halaman 1dari 29

Visual Acuity Outcomes

after CataractSurgery
High-Volume versus Low-Volume Surgeons
O L EH
RO NI L I NSON G I RSA NG

P E M B I MB I N G: D R . KU SWAYA WA S L A N, S P. M
Pendahuluan

Katarak

Etiologi Epidemologi

Operasi

SICS PECE

Komplikasi
Tujuan
Tujuan utama adalah untuk menilai hubungan antara volume kasus ahli bedah tahunan dan hasil
ketajaman penglihatan setelah operasi katarak.
Tujuan sekunder termasuk
1. Menilai hubungan antara kasus lain dan karakteristik pasien dan hasil ketajaman visual dan
2. Menilai hubungan antara volume kasus dokter bedah tahunan dan tingkat komplikasinya.
Metode Tempat dan
Waktu
penelitian
Desain
penelitian Populasi

Rumah Sakit Mata


penelitian Aravind di
deskriptif analisis 35.880 mata
Madurai selama
berbasis data pasien yang
tahun 2015
dengan model melakukan
efek acak operasi katarak
KRITERIA

INKLUSI EKSKLUSI
• Semua pasien yang melakukan operasi • Operasi yang dilakukan oleh residen atau peserta pelatihan
ekstraksi katarak SICS dan PECE dengan • Operasi yang dilakukan oleh dokter dengan < 100 ekstraksi katarak
penempatan IOL sepanjang tahun 2015 • Pengukuran ketajaman visual (UCVA) pasca operasi tidak dikoreksi
di Rumah Sakit Mata Aravind dalam rekam medis
• kompleksitas kasus level 1 • Data ketajaman penglihatan yang dikumpulkan kurang dari 3
minggu pasca operasi
• pemeriksaan awal pasien ditemukan : glaukoma, sindrom
pseudoeksfoliasi, guttata, pupil kecil, retinopati diabetes,
degenerasi makula terkait usia, trauma okular tembus
sebelumnya, atau operasi okular sebelumnya
• Usia pasien <16 tahun
• Jumlah kasus ahli bedah tahunan < 50 kasus per tahun
• IOL tidak ditempatkan atau ada ketidaksesuaian antara
pengukuran daya IOL pasien dan pengukuran IOL
Pengumpulan data
Seluruh subjek penelitian diambil melalui database operasi
katarak AECS, dilakukan pengelompokan pasien dalam 6
kelompok berdasarkan tingkat jumlah operasi dokter mata
pertahun. Pengukuran visus post operasi dan komplikasi
diambil dari data rekam medis pasien
Analisis Data
Data hasil penelitian diolah dan dianalisis secara
deskriptif dan analitik. Analisis data bivariat diolah
kedalam analisis multivariat sesaui dengan uji good-of-
fit Hosmer dan Lemeshow.
Jumlah kasus ahli bedah pertahun
Variable
50-250 251-500 501-1000 1001-1500 1501-2000 >2000 Total

Hasil
Karakteristik ahli bedah
- Jumlah ahli bedah
10 13 9 11 12 14 69
- Lama pengalaman, (tahun)
2.8 3.2 3.9 4.0 4.7 4.1 3.7
median (IQR)
435 254 557 8417 5237 4527 2200
- Total kasus

Karakteristik kasus
- Total kasus dalam kriteria
985 (15%) 2255 (34%) 3602 (40%) 6918 (40%) 9889 (45%) 12 231 (45%) 35 880 (41%)
inklusi (%)
- UCVA pada follow up, mean
0.39 ± 0.22 0.37 ± 0.23 0.29 ± 0.23 0.28 ± 0.23 0.35 ± 0.25 0.30 ±0.24 0.32 ±0.24
±SD
- Usia pasien, mean ±SD 59.9 ± 8.1 60.3 ± 8.4 60.3 ± 8.6 60.5 ± 9.0 60.8 ± 9.1 60.6 ± 9.5 60.5 ± 9.1

Jenis kelamin pasien


- Laki-laki
37,3 43.1 44.0 44.9 44.9 47.2 45.3
- perempuan
62,7 56.9 56.0 55.1 55.1 52.8 54.7
Tipe operasi
- SICS
95,5 83.6 59.4 57.3 71.7 61.9 65.8
- PECE
4,5 16.4 40.6 42.7 28.3 38.1 34.2
Adanya komplikasi
- Tidak
97,6 97.4 98.7 97.8 97.9 98.3 98.1
- Ada
 Persentase ekstraksi katarak yang memenuhi kriteria inklusi umumnya meningkat dengan
meningkatnya jumlah operasi dokter mata.
 Proporsi jenis kelamin wanita (54,6 %) lebih banyak dari pada laki-laki (45,3 %).
 Proporsi teknik operasi lebih banyak pada teknik SICS (65,8 %) lebih banyak daripada teknik
operasi PECE (34,2%)
Variabel Regresi bivariat Regresi multivariat
Koefisien Nilai P Koefisien Nilai P
• Secara statistik tidak ada hubungan yang
(95% CI) (95% CI)
signifikan antara jumlah kasus operasi dokter
Karakteristik ahli bedah mata dengan tingkat UCVA (P= 0,33)
- Jumlah kasus pertahun -0.0010 0.33 ― ― • Secara statistik tidak ada hubungan yang
signifikan antara lama pengalaman dan
(100 kasus/tahun)
beban kasus sebelumnya dengan tingkat
- Lama pengalaman (tahun) -0.0040 0.049 -0.0032 0.27 UCVA (P= 0,27 dan P = 0,55)
- Beban kasus sebelumnya -0.0002 0.037 -0.0001 0.55
• usia pasien yang lebih rendah secara
independen terkait dengan peningkatan hasil
(100 kasus)
UCVA (P <0,001).
Karakteristik pasien
- Usia (tahun) 0.0039 <0.001 0.0038 <0.001
Jenis kelamin* 0.0026 0.38 ― ―
Variabel Regresi bivariat Regresi multivariat
Koefisien (95% CI) Nilai P Koefisien (95% CI) Nilai P
Operasi PECE jumlah kecil (<300 PECE/tahun)
Karakteristik ahli bedah
- Jumlah kasus pertahun (100 PECE/tahun) -0,0322 <0.001 -0.0238 0.02
- Lama pengalaman (tahun) -0.0100 0.003 -0.0033 0.27
- Total kasus ahli bedah (100 PECE) -0.0013 0.24 ― ―
Karakteristik pasien
- Usia (tahun) 0.0036 <0.001 0.0038 <0.001
- Jenis kelamin* -0.0206 0.02 -0.0279 0.001

Operasi PECE jumlah besar (>300 PECE/tahun)


Karakteristik ahli bedah
- Jumlah kasus pertahun (100 PECE/tahun) -0.0001 0.80 ― ―
- Lama pengalaman (tahun) -0.0002 0.58 ― ―
- Total kasus ahli bedah (100 PECE) 0.0000 0.48 ― ―
Karakteristik pasien
- Usia (tahun) 0.0026 <0.001 0.0027 <0.001
- Jenis kelamin* -0.0066 0.04 -0.135 <0.001
• Terdapat hubungan antara peningkatan hasil ketajaman visual dan peningkatan jumlah operasi
ahli bedah paling menonjol ketika jumlah kasus tahunan kurang dari 350 PECE/tahun (P =
0,02).

• Hasil UCVA sebagian besar konstan untuk setiap volume bedah lebih dari 350 PECE / tahun
(P = 0,80).

• Pada 2 kelompok hasil UCVA secara statistik lebih baik secara signifikan pada kelompok
jumlah operasi ahli bedah > 350 PECE/tahun daripada 350 PECE/tahun (P =0,01).
Plot yang menunjukkan hasil UCVA dibandingkan volume
kasus ahli bedah dalam kasus ekstraksi katarak
phacoemulsification (PECE). Garis merah adalah kurva
scatterplot smoothing. Garis vertikal tipis menunjukkan
titik belok (350 PECE / tahun). Kedua garis putus-putus
hitam mewakili garis paling cocok di atas dan di bawah
titik belok
 komplikasi intraoperatif dan pasca operasi rata-rata
adalah 1,9 ± 1,0%.
 Tingkat komplikasi SICS rata-rata adalah 1,7 ± 1,0%,
dengan tingkat komplikasi 2,4 ± 1,9% di antara ahli
bedah dengan jumlah operasi rendah (500 kasus /
tahun) dan 1,6 ± 0,8% di antara ahli bedah dengan
jumlah operasi tinggi (> 500 kasus / tahun).
 Tingkat komplikasi PECE rata-rata adalah 2,4 ± 1,8%,
dengan tingkat 4,4 ± 3,2% di antara ahli bedah
volume rendah (350 PECE / tahun) dan 2,0 ± 1,1%
di antara ahli bedah volume tinggi (> 350 PECE /
tahun).
• Analisis multivariat ini menemukan bahwa usia pasien yang lebih muda
secara statistik signifikan untuk tingkat komplikasi yang lebih rendah di
kedua teknik bedah (P =0,002 untuk SICS dan P <0,001 untuk PECE).

• Peningkatan beban kasus sebelumnya juga signifikan secara statistik untuk


tingkat komplikasi yang lebih rendah dalam PECE (P = 0,01) tetapi tidak SICS
(P =0,17)
Diskusi
• Teknik phacoemulsifikasi berhubungan dengan peningkatan hasil tajaman
penglihatan dibandingkan dengan SICS (P <0,001) mirip dengan temuan yang
dilaporkan dalam Cochrane 2014. Cochrane menemukan bahaw
phacoemulsifikasi memiliki manfaat UCVA jangka pendek dan tidak ada
perbedaan yang signifikan dalam hasil BCVA antara 2 teknik. Pada penelitian
ini mengingat 84,8% pengukuran UCVA dikumpulkan 21 hingga 35 hari
setelah operasi. Selain itu SICS juga dikaitkan dengan tingkat astigmatis yang
sedikit lebih tinggi daripada PECE.
Diskusi
 Temuan kami berbeda dari Habib et al yang membandingkan jumlah operasi
tinggi dan jumlah operasi rendah dokter mata yang melakukan PECE dan
tidak menemukan hubungan antara jumlah operasi dan ketajaman visual
pasca operasi.
 studi mereka membagi ahli bedah hanya secara luas menjadi kelompok
volume tinggi dan volume rendah. kisaran yang lebih kecil dari volume kasus
tahunan (48 - 1161 kasus / tahun vs 76 - 2900 kasus / tahun). Perbedaan
desain ini bisa menjelaskan mengapa kami melihat perbedaan yang
signifikan secara statistik dalam hasil PECE dan mereka tidak.
Diskusi
 Kami menemukan distribusi asimptotik di mana hasil UCVA di antara ahli
bedah dengan >350 PECE / tahun sebagian besar tetap konstan. Maka dari itu
setipa peningkatan volume bedah jumlah operasi dokter mata tidak lagi
memberikan manfaat tambahan untuk UCVA pasca operasi.
 Kami tidak dapat menjelaskan mengapa volume kasus tahunan menunjukkan
hubungan yang signifikan secara statistik dengan ketajaman visual pasca
operasi di PECE tetapi tidak dalam SICS. Ini mungkin menunjukkan bahwa
kecakapan SICS dicapai dan dipertahankan lebih mudah daripada di PECE,
seperti yang disarankan oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan
bahwa peserta memiliki tingkat komplikasi yang lebih rendah dalam SICS
daripada PECE
Kesimpulan
 peningkatan volume bedah secara signifikan terkait dengan peningkatan hasil
ketajaman pasca operasi untuk pasien yang menjalani PECE, terutama pada
kelompok <350 PECE per tahun
 Dokter mata dengan jumlah operasi tinggi juga menunjukkan tingkat
komplikasi yang jauh lebih rendah
 Usia pasien yang lebih muda juga secara konsisten dikaitkan dengan hasil
ketajaman visual yang lebih baik dan tingkat komplikasi yang lebih rendah,
sedangkan pengalaman ahli bedah yang lebih besar dalam hal jumlah kasus
sebelumnya signifikan untuk tingkat komplikasi PECE yang lebih rendah tetapi
tidak untuk hasil ketajaman visual yang lebih baik
TELAAH JURNAL
Patient of problem
 Katarak adalah penyebab utama kebutaan secara global terutama pada
negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (AECS)
 WHO memproyeksikan bahwa angka operasi katarak pertahunnya sebesar
4000 kasus per 1 juta orang diperlukan untuk menghilangkan kebutaan akibat
katarak. Implementasi dari banyaknya teknik operasi katarak berpotensi dapat
menurunkan prevalensi kebutaan yang disebabkan katarak di Negara
berkembang.
 Komplikasi operasi katarak terdiri dari komplikasi intraoperatif dan
postoperatif. Meskipun telah dilaporkan bahwa peningkatan volume kasus
tahunan dikaitkan dengan penurunan tingkat komplikasi, data mengenai
dampak jumlah kasus pada hasil ketajaman penglihatan terbatas.
Intervention
 ini merupakan penelitian statistic deskriptif dengan hasil yang dilaporkan
dalam bentuk proporsi, dengan standar deviasi, atau median dengan rentang
interkuartil yang sesuai, anailis dibagi dalam 2 kelompok berdasarkan teknik
bedah: SICS atau PECE.
 Tajam penglihatan di ukur dengan snellen chard. Ketajaman visual yang tidak
dikoreksi (UCVA) dipilih sebagai hasil utama karena dapat memperhitungkan
astigmatisme yang diinduksi melalui pembedahan
Comparison
 Sebanyak 35.880 mata yang dioperasi dengan teknik SICS dan PECE,
didistribusikan dalam 6 kelompok berdasarkan tingkat jumlah kasus ahli
bedah pertahunya, yaitu 50-250, 251-500, 501-1000, 1001-1500, 1501-2000
dan >2000 kasus.
 Kemudian tiap kelompok dibandingkan berdasarkan karakteristik kasus (total
kasus dalam kriteria inklusi, UCVA pada follow up, dan usia pasien), jenis
kelamin, teknik operasi dan adanya komplikasi.
Outcome
 Peningkatan jumlah kasus ahli bedah tahunan secara independen
dihubungkan dengan peningkatan UCVA signifikan secara statistik dan secara
klinis pada operasi PECE tetapi tidak dalam SICS
 Peningkatan jumlah kasus tahunan dikaitkan dengan tingkat komplikasi yang
secara signifikan lebih rendah, baik di PECE dan SICS.
 Usia pasien yang lebih muda secara independen terkait dengan peningkatan
hasil ketajaman penglihatan dan tingkat komplikasi yang lebih rendah pada
PECE dan SICS.
 Pengalaman ahli bedah yang lebih besar dikaitkan dengan tingkat komplikasi
yang lebih rendah pada PECE, tetapi tidak pada SICS, dan tidak ada hubungan
yang signifikan dengan hasil ketajaman penglihatan
Validity
 Metode penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan desain
penelitian berbasis data dengan model efek acak
 Waktu penelitian
Penelitian ini dilakukan tahun 2018
 Subjek penelitian
Semua pasien yang menjalani SICS atau PECE dengan penempatan IOL di
Rumah Sakit Mata Aravind di Madurai
Validity
 Tujuan penelitian
Tujuan utama adalah untuk menilai hubungan antara volume kasus ahli
bedah tahunan dan hasil ketajaman penglihatan setelah operasi katarak.
Tujuan sekunder termasuk (1) menilai hubungan antara kasus lain dan
karakteristik pasien dan hasil ketajaman visual dan (2) menilai hubungan
antara volume kasus dokter bedah tahunan dan tingkat komplikasinya.
 Analisis statistik
Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan analitik. Analisis dibagi
menjadi 2 kelompok: SICS atau PECE. Dalam setiap subset, analisis regresi
linier bivariat dijalankan dengan pemodelan efek acak untuk menimbang
masing-masing ahli bedah. diagnostik regresi logistik dilakukan sesuai,
termasuk uji good-of-fit Hosmer dan Lemeshow.
Important
Hasil penelitian ini memberikan informasi tentang hasil tajam
penglihatan pasca operasi katarak dengan teknik SICS dan PECE serta
hubungan pengalaman bedah dokter mata mengenai komplikasi
yang muncul dari operasi katarak.
Applicabality
Informasi dalam jurnal ini dapat digunakan yaitu untuk mengetahui prevalensi
visus pasien pasca operasi katarak dan komplikasinya. Penelitian ini dapat
dilakukan di RSUD Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan informasi tentang
visus yang tidak terkoreksi pasca operasi katarak serta adanya komplikasi operasi
katarak.
TERIMA KASIH