Anda di halaman 1dari 22

TUNTUTAN HUKUM

TERHADAP RUMAH SAKIT

Oleh:
Dr. M. Fakih, S.H., M.S.
Doctrine of Charitable
Immunity
Vs. Private Goods
MENGAPA
PASIEN ATAU
MASYARAKAT
MENGGUGAT /
MENUNTUT
RUMAH
SAKIT
Secara umum, pasien menggugat
rumah sakit dikarenakan:
1.Kekurangan pengertian dan
komunikasi.
2.Respons emosional
3.Kelalaian medis
Upaya Medis penuh dg
Uncertainly & hasilnya tdk
dpt dihitung secara
matematis, ada bbrp
pengaruh:
1. Daya tahan tubuh pasien.
2. Mekanisme pertahanan
tubuh, jenis & tingkat
virulensi penyakit.
3. Stadium penyakit &
kwalitas obat.
4. Respon pasien thd obat
& kepatuhan pasien dlm
ikuti prosedur/nasihat
dokter
Dasar Hukum Gugatan
RS:
1.
1 Setiap orang yang mengetahui
PASAL 66 atau kepentingannya dirugikan
atas tindakan dokter dalam
menjalankan praktik dapat
mengadukan secara tertulis
kepada Ketua MKDKI.

2. Pengaduan kepada MKDKItidak


3
menghilangkan hak setiap
orang untuk melaporkan
adanya dugaan tindak pidana
kepada pihak yang berwenang
dan/atau menggugat kerugian
perdata ke pengadilan.
PASAL 58 Ayat (1)

“Setiap orang berhak


menuntut ganti rugi
terhadap seseorang,
tenaga kesehatan,
dan/atau
penyelenggara
kesehatan yang
menimbulkan kerugian
akibat kesalahan atau
kelalaian dalam
pelayanan kesehatan
yang diterimanya “
Pasal 32 huruf
q & Pasal 30
(1) huruf e
Ps. 32 q: “Setiap pasien mempunyai
hak menggugat dan/atau menuntut
Rumah Sakit apabila Rumah Sakit
diduga memberikan pelayanan yang
tidak sesuai dengan standar baik
secara perdata ataupun pidana”

Ps. 30 ayat (1) e: “Setiap Rumah Sakit


berhak menggugat pihak yang
mengakibatkan kerugian”
Pasal 77
“Setiap Penerima
Pelayanan
Kesehatan yang
dirugikan akibat
kesalahan atau
kelalaian Tenaga
Kesehatan dapat
meminta ganti rugi
sesuai dengan
ketentuan Peraturan
Perundang-
undangan.”
Strategi RS thd tuntutan
hukum:
1. Program patient safety
2. Tata kelola klinik yang
baik
3. Sesuai dengan standar
profesi dan SOP
4. Tidak menjanjikan
kesempuhan pada
pasien (Innspaning
Verbintenis)
5. Informed Consent &
Rekam Medik
6. Komunikasi dan empati