Anda di halaman 1dari 34

Potential Life Threatening

pada Trauma Thoraks


Siti Aminah 1810029034
Nur Ahlina Hanifah 1810029039
Reny indriyani 1810029033
Tracheobronchial Injury

50% pasien meninggal dalam 1 jam pertama cedera.


Laserasi pada trakea atau bronkus
Mekanisme: trauma tumpul ataupun trauma tembus.
pada trakeobronkial injury bisa terjadi :
hemoptosis
empisema subkutis
dan tension pneumothorax
1. Trakeobronkial Injury

Manifestasi Klinis:
Dispneu
Sianosis
Hemoptisis
Emfisema subkutis masif
Evaluasi trauma thorax tertutup lainnya

Pemeriksaan penunjang
Bronkoskopi
Tracheobronchial Injury

Tatalaksana
Patensi jalan napas
Berikan O2 aliran tinggi, dapat dipertimbangkan pemasangan
intubasi jika tidak dapat menjaga patensi jalan napas.
Observasi kemungkinan terjadinya tension pneumothorax dan
emfisema
Operative repair
2. Pulmonary Contusion

 Mekanisme: 30-75% pada kasus trauma tumpul.


 Trauma dapat berupa deselerasi (benturan dada dengan setir mobil)
atau kavitasi peluru (amunisi kecepatan tinggi).
 Manifestasi Klinis:
 Hemoptisis
 Fraktur costae
 Microhemorhage pada jaringan alveolar (1- 1 ½ liter kehilangan darah)
 Status ventilasi akan mengalami deteriorasi secara progesif
Pulmonary Contusion

 Penatalaksanaan
 Penatalaksanaan definitif dapat berubah seiring waktu sehingga diperlukan
observasi yang hati-hati dan evaluasi pasien secara berkesinambungan .
 Pasien dengan hipoksia bermakna (PaO2 < 65 mmhg atau saturasi < 90 %) pada
udara bebas mungkin memerlukan intubasi dan ventilasi pada jam pertama
setelah trauma.
 Pengawasan pulse oxymetry, analisis BGA, EKG dan ventilasi mekanik sangat
diperlukan untuk tatalaksana yang optimal.
Pulmonary Contusion

 Penatalaksanaan
 Intubasi ET dan Ventilator
 Diuretic
 Pembatasan cairan
3. Traumatic Aortic Disruption
Di Amerika, trauma menjadi penyebab
kematian pada usia <44 tahun

Salah satu dari 5 trauma tertinggi yang


menyebabkan kematian

Salah satu trauma yang harus segera


ditangani karena mengancam nyawa
Etiologi

Luka tumpul Luka tusuk

deselerasi Penusukan atau


senjata api
Epidemiologi

Pada trauma
>15% kematian
tumpul, menjadi
>80% kasus trauma pada kecelakaan
penyebab
aorta mengalami lalu lintas
kematian kedua
kematian disebabkan
setelah trauma
trauma aorta
kepala
Mekanisme
 Akselerasi &
deselerasi
 Jatuh dari
ketinggian >4 m
 Perputaran pada
ligamentum
 Ruptur adventisia

Tipe cedera
 Intimal tear
 Mediastinum hematoma
 Transeksional aorta
Lokasi

Ismus aorta

Distal dari left


subclavia arteri

Dekat ligamentum
arteriosum

Aorta asendens

Aorta desendens
Tingkat
keparahan

 Type 1: Intimal tear


 Type 2: Intramural
hematoma
 Type 3: Pseudo-
aneurysm
 Type 4: Rupture
Manifestasi Klinis

 Nyeri dada retrosternal


 Kesulitan bernapas
 Disfagia
 Stridor
Pemeriksaan Fisik

 Tanda klinis tidak khas


 Ada bekas trauma luar
 Perbedaan tekanan darah pada kedua lengan
 Denyut nadi femoral tidak teraba
 Tekanan ekstremitas atas lebih tinggi dan tekanan ekstremitas bawah lebih rendah
 Murmur tidak selalu ada
Diagnosis

 Radiografi
 CT-Scan
 CT-Angiography
Management

 ABCDE
 Operative repair
a. Pasien tidak stabil
b. Perdarahan dari chest tube >200 ml
c. Ekstravasasi dari pemeriksaan CT Scan
d. Mediastinal hematoma yang masif
e. Akibat luka tusuk
4. Traumatic Diaphragmatic Injury

 Trauma pada diafragma yang jarang


terjadi. Angka kejadian dari seluruh
trauma < 1 %
 Biasanya trauma tusuk lebih sering
dibandingkan trauma tumpul
Etiologi

1/3 Luka tumpul 2/3 Luka tusuk

Kecelakaan lalu Penusukan atau


lintas, jatuh senjata api
Epidemiologi

 Trauma tumpul kisaran usia 44 tahun, trauma tajam kisaran usia 33 tahun
 Kematian terbanyak pada pasien dengan trauma tumpul
 >25% pasien mengalami kematian
 75% pada sisi sebelah kiri, 35-49% pada sisi sebelah kanan
Mekanisme

Luka tumpul Luka tusuk

Tusukan setinggi
Peningkatan tiba- torakal 4 -12
tiba tekanan
intraabdominal
Klinis dan pemeriksaan fisik

 Gangguan pernapasan
 Pada auskultasi terdapat suara bising usus di thorax
 Dapat ditemukan trauma pada thorax atau abdomen
Pemeriksaan Lanjutan

 Radiografi
 USG
 CT Scan
 Thoracoscopy/laparoscopy
Management

 ABCDE
 Pemasangan oral / nasogastric tube
 Pemasangan chest tube jika ada pneumotorax atau hematotorax
 Direct repair
5. Myocardial Contusion

 Mekanisme: 76% pada kasus trauma tumpul thorax.


 Atrium dan ventrikel kanan paling sering mengalami cedera.
 Cedera dapat menurunkan kekuatan kontraksi jantung  menurunkan cardiac
output.
 Kerusakan sel miokardial menyebabkan gangguan elektrikal jantung.
 Manifestasi Klinis:
 Memar pada dinding dada
 Takikardia / irama ireguler
 Nyeri retrosternal
 Fraktur costae / sternum
 Nyeri dada yang tidak mereda dengan oksigen
5. Myocardial Contusion

Pemeriksaan:
Hipotensi
Kelainan EKG
Gerakan dinding jantung tidak normal pada Ekokardiografi

Penanganan:
Monitor EKG, waspada terjadinya disritmia
Berikan antidisritmia bila diperlukan
6. Traumatic Esophageal Rupture

 Mekanisme: trauma tumpul ataupun trauma tembus.


 Mortalitas 30%.
 Isi esofagus dan lambung dapat berpindah ke dalam mediastinum
 Manifestasi Klinis:
 Infeksi
 Iritasi kimiawi
 Kerusakan struktur mediastinum
 Udara memasuki mediastinum
 Emfisema subkutis
6. Traumatic Esophageal Rupture

 Penatalaksanaan
 Penatalaksanaan terdiri dari drainase luas permukaan pleura dan
mediastinum dengan repair langsung trauma. Repair yang dilakukan segera
dalam beberapa jam setelah trauma akan meningkatkan prognosis.
TERIMA KASIH