Anda di halaman 1dari 35

Bedside theaching

Oleh:
Nadia Rahmayanti, S.Ked (2170410178)
PLEXUS LUMBOSACRALIS Pembimbing:
dr. Inggrid Melia Kartika, Sp.KFR

LABORATORIUM ILMU KEDOKTERAN FISIK


DAN REHABILITASI
RSUD BLAMBANGAN KABUPATEN
BANYUWANGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
ISLAM MALANG
2019
PLEKSUS LUMBALIS

– Pleksus lumbalis di dalam massa


musculus psoas  bagian atas dari
plexus lumbosacralis.
PLEKSUS LUMBALIS (T12-L5)
 L 1, L 2, dan L 4 terbagi menjadi
cabang-cabang atas dan bawah.
 Cabang bawah dari L2, seluruh L3
cabang atas dari L4 pecah masing-
masing menjadi bagian anterior yang
lebih kecil dan bagian posterior yang
besar.
MYOTOME
– L1 : Ligamen inguinal
– L2 : Fleksi hip (M. Iliopsoas)
– L3 : Ekstensi Knee (M. Quadrisep)
– L4 : Dorsofleksi Ankle (M. Tibialis
anterior)
– L5 : Ekstensi Ibu jari kaki ( M.
Ekstensor Hallucis longus)
N. Femoralis
• Berasal dari L2 - L4.
• Saraf terbesar dari pleksus lumbalis. Dalam substansi otot
psoas yang melewati ke paha di bawah ligamentum inguinalis.
• Inervasi motorik  pada iliopsoas, m. sartorius, dan bagian
paha depan m. femoralis.
• Inervasi sensorik  paha anterior dan lateral, tungkai bagian
medial.
N. Obturator
• Berasal dari bagian depan L2 - L4.
• Nervus Obturator naik melalui m. psoas mayor dan
ke pinggir panggul medial otot  ke dinding lateral
panggul  ke foramen obturatorius  masuk ke paha.
N. Femoralis dan
N. Obturatorius
N. Femoralis cutaneus lateral
• Berasal L2 - L3.
• Dari lateral m. psoas mayor sepanjang perjalanan m. iliacus untuk
memasuki permukaan paha di bawah ligamentum inguinalis.
• Terbagi menjadi cabang anterior dan cabang posterior.
• Inervasi sensorik  lateral paha sampai ke lutut.
N. Iliohipogastrikus dan
N. Ilioinguinalis
• Berasal dari T12 - L1
• Menggerakkan m. rektus abdominis, m. oblicus eksternus
abdominis, m. oblicus internus abdominis, m. transversus
abdominis.
• Inervasi n. iliohipogastrikus  otot abdomen; inervasi sensoris
 daerah bokong dan dinding perut di bagian simfisis.
N. Ilioinguinal
• Berasal dari bagian depan L1.
• Dari perbatasan superolateral m. psoas mayor  melewati kuadratus
lumborum  menembus transversus abdominis  kanalis inguinalis.
• Inervasi sensorik  superomedial paha dan area genital.
N. Genitofemoralis
• Berasal dari bagian depan L1 - L2
• Melewati m. psoas mayor dan muncul dari permukaan
anterior
• Terbagi menjadi cabang genital dan femoral.
• Inervasi Sensorik nervus genitofemuralis berada pada
segitiga femoralis dan area genital.
Definisi
• Pleksus lumbo menyalurkan sebagian saraf ke
ekstremitas bagian bawah sama seperti pleksus
brakialis menghubungkan medulla spinalis ke
ekstremitas bagian atas.

• Jadi, cedera komplit atau parsial pleksus lumbo


dapat menyebabkan penurunan fungsi dari
ekstremitas bagian bawah.
Lumbar plexus
(be able to label femoral, obturator and saphenous nerves)
Manifestasi Klinis

nyeri neuropatik
(berat, membakar atau Kesemutan
menusuk)

Mati rasa pada daerah Kelemahan dan otot


kulit tertentu atau tertentu di daerah
hipersensitif paha, pantat dan kaki.
SACRAL PLEXUS
– Spinal nerves cabang dari lumbar (L4-5) dan sacral
(S1-4) dari pleksus sacralis.
– Cabang dari pleksus menginervasi ekstremitas dan
daerah panggul.
– Disebut pleksus lumbosacral  saling berhubungan.
Plexus Sakralis
Sacral Plexus
– Sciatic
– Motor:
– Hamstring
– Branches into:
– Tibial nerve
– Cutaneous
– Posterior leg and sole of foot
– Motor
– Posterior leg, foot
– Common fibular (peroneal) nerve
– Cutaneous
– Anterior and lateral leg, dorsum foot
– Motor
– Lateral compartment, tibialis anterior, toe extensors
– Superior gluteal nerve
– Motor
– Gluteus medius and minimus, tensor fasciae latae
Sacral Plexus
– Inferior gluteal nerve
– Motor
– Gluteus maximus
– Posterior femoral cutaneous
nerve
– Sensory
– Inferior buttocks, posterior thigh,
popliteal fossa
– Pudendal nerve
– Sensory
– External genitalia, anus
– Motor
– Muscles of perineum
Dermatomes
(area of skin innervated by the
cutaneous branches from a single
Dermatomes
spinal nerve is called a dermatome)
(innervation
of skin)

Reveal sites of
damage to spinal
nerves or spinal cord
LBP (Low Back Pain)
– Suatu sindroma klinik ditandai gejala utama rasa nyeri atau perasaan yang
tidak enak di tulang punggung bagian bawah dan sekitarnya.
TES PROVOKASI NYERI
Tes Bragard
Tes Laseque Tes Patrick Tes Valsava
dan Sigard
IRITASI RADIKS L3-S1
29
NEUROPATI PERONEAL
– Menyebabkan drop foot

PATOFISIOLOGI
– Penekanan n. peroneus : sering pada leher fibula. Misalnya
pada bed rest lama.

– Injeksi intramuskular  kerusakan n.sciatic menyebabkan


kerusakan n.peroneal dan n.tibial (peroneal lebih berat)
DROP FOOT
– Motoris:
• Drop foot  (Dorsofleksi kaki dan
phalang proksimal jari kaki (-))
• Steppage gait  (Lutut terangkat tingi
dengan kaki tergantung fleksi dan
adduksi)
• Abduksi dan eversi kaki (-)
• Berdiri dengan tumit (-),

– Sensorik:
• Hipestesia dorsum
• kaki dan sisi luar tungkai
N. Tibialis(L4-5, S1-3)
– Motorik:
• Fleksi plantaris, adduksi, inversi kaki (-)
• Fleksi, abduksi, adduksi, jari kaki (-)
• Berdiri dengan ujung jari kaki (-)
• Berjalan sukar, melelahkan, dan sering nyeri
• Reflek aschilles (-)
• Claw foot
– Sensoris:
• Hipestesia telapak kaki, permukaan lateral tumit,
• permukaan plantar jari kaki serta phalang unguium
• Nyeri sifatnya causalgia hebat.
Tarsal Tunnel Syndrome
Tarsal Tunel Syndrom (TTS) atau disebut Syndrom Terowongan tarsal/Sindrom
Kanal Tarsal merupakan kompresi neuropathy dan kondisi kaki yang menjadi nyeri
akibat terjadinya penekanan pada nervus tibia yang melewati terowongan tarsal
TERIMA KASIH