Anda di halaman 1dari 55

GR.

TERRY
( PRINCIPLES OF MANAGEMENT )

MANAGEMENT MERUPAKAN PROSES YANG KHAS ,


TERDIRI DARI TINDAKAN-TINDAKAN
PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN,
MENGGERAKAN DAN PENGENDALIAN YANG
DILAKUKAN UNTUK MENENTUKAN SERTA
MENCAPAI SASARAN YANG TELAH DITENTUKAN
MELALUI PEMANFAATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAN SUMBER SUMBER LAINNYA
HAROLD KOONTZ DAN CYRIL O'DONNEL
( PRINCIPLES OF MANAGEMENT )

MANAGEMENT ADALAH USAHA UNTUK


MENCAPAI TUJUAN TERTENTU MELALUI
KEGIATAN ORANG LAIN
JAMES AF STONER & R.E. FREEMAN
( MANAGEMENT )

MANAJEMENT ADALAH PROSES


PERENCANAAAN ,PENGORGANISIRAN,
MEMIMPIN DAN MENGONTROL PEKERJAAN
ANGGOTA ORGANISASI DAN MENGGUNKAN
SEMUA SUMBER ORGANISASI YANG ADA
UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI
YANG TELAH DITETAPKAN
D. JOHN A PEARCE DAN RICHARGE B ROBINSON
( MANAGEMENT )

MANAJEMENT ADALAH PROSES


OPTIMALISASI MANUSIA, MATERIAL
DAN UANG UNTUK MENCAPAI TUJUAN
ORGANISASI.
Dari keempat definisi tersebut diatas dapat ditarik suatu
kesimpulan bahwa MANAJEMEN adalah :
Suatu proses / kegiatan usaha
Mempunyai tujuan tertentu
kerja sama orang lain

Bahan Baku Tujuan


6M Hasil Akhir

Men
Materialis P A
Machine
Method
Money O C
Market
KEMAMPUAN atau KETERAMPILAN UNTUK MEMPEROLEH
SESUATU HASIL DALAM RANGKA PENCAPAIAN TUJUAN
MELALUI KEGIATAN-KEGIATAN ORANG LAIN

FUNGSI – FUNGSI MANAJEMEN

Planning, Organizing, Motivating


Controlling, Evaluating ( POMCE )

Planning, Organizing, Actuating,


Controlling ( POAC )

Planning, Organizing, Commanding,


Coordinating, Controlling ( POCCC )

Planning, Organizing, Motivating


Controlling ( POMC )
KEPEMIMPINAN ( LEADERSHIP )

KEPEMIMPINAN : Merupakan inti dari pada Manajement

Kemampuan dan keterampilan yang menduduki jabatan sebagai pimpinan


satuan kerja untuk mempengaruhi prilaku orang lain terutama bawahannya,
untuk berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui prilaku yang
positip ia memberikan sumbangsih yang nyata dalam pencapaian tujuan
organisasi
A. Untuk mendapatkan orang yang cakap

B. Menyampaikan kepada mereka tujuan yang perlu dicapai

C. Menjelaskan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana


melakukannya.

D. Memberikan kewenangan - kewenangannya

E. Membangkitkan rasa kepercayaan pada diri sendiri mengenai


kemampuannya dalam mencapai tujuan.
PENGGERAKAN ( Motivating )

Keseluruhan proses pemberian motif bekerja kepada para bawahan


sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi
tercapainya tujuan organisasi dengan effisien dan ekonomis

Suatu pernyataan bathin yang berujud daya kekuatan , untuk bertindak atau
bergerak, secara langsung atau melalui saluran prilaku mengarah terhadap
sasaran
1. Jenuh

2. Hanya sekedar mendapatkan upah semata

3. Tidak Menyenangi pekerjaan yang sedang dilakukan

1. Kompetisi / Persaingan
2. Sasaran Sementara
3.
Tujuan Harus Jelas
4.
Minat
PEMBELAJARAN MELANJUTKAN Usaha / MOTIVASI PRESTASI
MOTIVASI KEHIDUPAN Bekerja
Menjalankan Sesuatu Melalui Orang Lain
( Gets Thing Done Trought Other People )

Proses Yang Mengarahkan Langkah-Langkah


Kelompok Manunggal Menuju Tujuan yang Sama

FREDERICK HARBISON & CHARLESS Dalam bukunya


" Management In The Industrial World " menyajikan konsep
terpadu untruk menghasilkan suatu ruang lingkup yang lebih luas
guna titik pandang management.
Mereka melihat mangement sebagai 1. SUMBER EKONOMI
2. SISTIM OTORITAS dan 3. SUATU TINGKATAN / KLAS
Pandangan seorang ahli ekonomi, MANAGEMENT :

SALAH SATU FAKTOR PRODUKSI


BERSAMA DENGAN TANAH, TENAGA
KERJA dan MODAL.
Apabila industrialisasi suatu bangsa meningkat,
maka kebutuhan akan manjement pula sebagai
pengganti modal dan tenaga kerja
Pandangan seorang spesialis bidang ADM dan Organisasi,
MANGEMENT:

SISTIM OTORITAS (a SYSTEM of


AUTHORITY )

1 Mengembangkan Filsafat

2 Konsep-konsep manusiawi

3 Manjement konstitusional yang bercorak khas dengan


melibatkan kebijaksanaan yang tegas dan konsisten serta
prosedur-prosedur yang menyangkut kelompok-kelompok kerja
Pandangan seorang sosiologi, MANAJEMENT :

Pandangan seorang sosiologi, MANAJEMENT ialah


SUATU SISTIM KLAS DAN STATUS.
Perkembangan didalam kompleksitas hubungan dalam
masyarakat modern menuntut para manager menjadi
kelompok elite pemikir pendidikan.
Lebih ditentukan oleh tingkat pendidikan dan ilmu
daripada ikatan keluarga atau politik
SUATU ILMU YANG MEMPELAJARI BAGAIMANA MENCAPAI
SUATU TUJUAN DENGAN EFECTIF DAN EFFISIEN DENGAN
MENGGUNAKAN /BANTUAN ORANG LAIN

Apakah manajemen itu pertama-tama SENI, ILMU


atau PROFESI ---> tergantung pada pengertian
yang jelas tentang arti dari ketiga istilah kunci itu
Bila ide tentang seni tersebut diterapkan pada
aktivitas mangerial, jelas bahwa MANAGEMENT itu
adalah SENI

Mencari pengetahuan baru dengan cara


mengumpulkan , mengklarifikasi dan mengukur data-
data, membangun hypotesa dan mencoba hypotesa-
hypotesa tersebut maka MANAGEMENT ITU adalah
ILMU
Sulit / rumit untuk dijawab karena management itu
subjek yang luas karena ada bagian-bagian yang
bercorak profesional dan yang bercorak tidak
profesional
1 Suatu Bentuk pengetahuan yang sistimatis dan teruji menuntut
latihan ( Training Intelektual )

2 Memiliki sikap senang mecoba /mengadakan experiment


terhadap informasi ---> haus akan ide-ide baru

3 Menekankan pengabdian kepada orang lain dan mempunyai


kode etik ---> bukan semata-mata mencari keuntungan

4 Dibatasi suatu standar / kaidah yang telah ditetapkan oleh suatu


asosiasi dengan ketentuan bagi anggota-anggota yang diterima
harus sependidikan / sepaham
1. MENENTUKAN TUJUAN dan MENJELASKAN
2. MENENTUKAN ASUMSI DAN KONDISI AWAL UNTUK
MELAKSANAKAN PEKERJAAN

3. MEMBUAT RAMALAN ( FORECAST )


4. MERUMUSKAN CARA YANG TERBAIK UNTUK
MENCAPAU TUJUAN
5. MENENTUKAN POLICY DAN PROSEDURE KERJA
6. MENGANTISIPASI KEMUNGKINAN MUNCULNYA
MASALAH

7. MEMODIFIKASI RANCANGAN ATAS DASAR HASIL


PENGAWASAN
PERENCANAAN

Dalam buku "PRINCIPLES OF MANAGEMENT" disebutkan


bahwa perencanaan adalah sbb :

Planning is the selecting of facts and the making and using of


asumption regerding the future in the visualization and formulation
of proposed activity believed necessary to achieve desured result.

Perencanaan adalah MEMILIH DAN MENGHUBUNGKAN


FAKTA-FAKTA, MEMBUAT DAN MEMPERGUNAKAN
ASSUMPTION MENGENAI SESUATU YANG AKAN DATANG
DALAM MENGGAMBARKAN DAN MERUMUSKAN
AKTIVITAS-AKTIVITAS YANG DIUSAHAKAN , YANG
DIANGGAP PERLU UNTUK MENCAPAI TUJUAN-TUJUAN
YANG DIINGINKAN.
Pentingnya PERENCANAAN

1. TO COPE WITH FUTURE AND CHANGE

2. SEBAGAI DIMANA FUTURE ACTION TIMBUL

3. SEBAGAI PENUNTUN

4. MEMBANTU MINIMIZE COST


PERENCANAAN YANG EFEKTIF

•DIDASARKAN ATAS FAKTA-FAKTA

•TIDAK PADA EMOSI atau

•PENGHARAPAN – PENGHARAPAN

•BERSIFAT INTELEKTUAL

* MERUPAKAN PEKERJAAN MENTAL


PERENCANAAN PRODUKSI terdiri dari :

Adalah : MEMBUAT PROGRAM TENTANG


APA YANG HARUS DIKERJAKAN

Adalah : MENENTUKAN URUTAN - URUTAN


DARI SUATU PROSES PRODUKSI
KATEGORI YANG TERMASUK DALAM
PERENCANAAN :

1. PHYSICAL PLANNING PRODUKSI

2. FUNCTION PLANNING

3. COMPREHENSIVE PLANNING

4. GENERAL - COMBINATION PLANNING


PERBEDAAN
PERENCANAAN dengan RENCANA

Sebuah perusahaan akan mengadakan motor


trip peta jalan yang menunjukan jalan-jalan
yang akan dilalui, dimana akan membelok ke
kiri dan ke kanan dan lain-lain

Dimulai sejak keinginan pertama untuk


mengadakan trip, kemudian dilanjutkan
dengan pelaksanaan trip itu sendiri termasuk
bilamana akan membeli bensin, pada rumah
makan mana akan berhenti, menginap dimana
dll
KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN DARI SEBUAH
PERENCANAAN YANG BAIK

1. Semua tindakan ditujukan untuk mencapai tujuan seefective


mungkin

2. Mengurangi ketidakefektifan, hanya pekerjaan yang penting


dilaksanakan, kapan dimulainnya dan berakhirnya pekerjaan
oleh setiap bagian

3. Planning promate the use of measure of performance


Ini menyebabkan pekerjaan lebih tertentu dalam space dan time
limitation

4. Memberi pedoman tentang arah, motif dan koinikasi sehingga


pekerjaan lebih effektif
KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN DARI SEBUAH
PERENCANAAN YANG BAIK

5. Kemungkinan digunakannya fasilitas-fasilitas yang tersedia


dengan sebaik-baiknya, menyebabkan biaya yang lebih
mudah

6. Memberi kemungkinan bagi para manger untuk melihat


hubungan-hubungan yang penting, mendapat pengertian yang
penuh dari tiap-tiap aktivitas, menghargai dasar tindakan-
tindakan mangerial yang disokong serta mengurangi adanya
isolasi dan keributan

7. Dapat dicapai identifikasi yang konstruktif mengenai


kemampuan - kemampuan sebagai keseluruhan
BAGAIMANA KITA MENGHADAPI MASALAH

1, Sumber-sumber Informasi:
- TV Media - Tokoh Masyarakat - Sumber-sumber resmi
- Pimpinan MCL - Departemen Terkait - Data
2, Menggali Informasi

3, Sorting Informasi

4, Interprestasi

5, Rekomendasi
Identifikasi Sumber - Sumber

Kumpulkan Informasi ( Fakta dan Catatan )

Penulisan Informasi

Interprestasi

Penjabaran dan Rekomendasi


1, TINGKAT PENERIMAAN RESIKO

TPR = Ceroboh / Gegabah


TPR = Tidak Selesai
2, TINKAT KETERBUKAAN INFORMASI (Sikap Peng. Ke
PTS ) TPI = Keputusan Lambat
TPI = Keputusan Cepat
3, TINGKAT PENERIMAAN RESIKO ( TPR )
TPR = Cepat
TPR = Lambat
Untuk mendapatkan usaha dan hasil-hasil
yang maksimum dari karyawan :

1. Usahakan agar pekerjaan menjadi penting dimata karyawan

2. Pilih karyawan yang paling potensial untuk melaksanakan pekerjaan teresbut


3. Perjelas apa yang diharapkan dari karyawan sehubungan dengan pekerjaan
tersebut
4. Latih karyawan tersebut dalam pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang
dibutuhkan
5. Nilai kinerja dan beritahu karyawan mengenai hasil-hasil dan harapan-harapan

6. Bantu dia untuk meningkatkan kinerja

7. Pertahankan hubungan yang ramah dengan karyawan

8. Beri imbalan pada kinerja yang baik.

9. Dll.
1, Dari sudut Subjek, yang mengawasi dibedakan :
a. Pengawasan Internal dan External
b. Pengawasan Langsung dan Tidak Langsung
c. Pengawasan Formal dan Informal
d. Pengawasan Manajerial dan Pengawasan Staff

2, Dari sudut Objek, yang diawasi dibedakan


a. Material dan Produk Jadi / Setengah Jadi, yang sasarannya meliputi :
- Kualitas dari material, produk dengan menggunakan suatu
standar kualitas ( Qualitas Standar )
- Kuantitas dari material, produk dengan menggunakan suatu
standar kuantitas ( Quantitas Standar)
- Penyimpangan barang digudang
Exp. Adanya persediaan besi digudang
2, Dari sudut Objek, yang diawasi dibedakan
b. Keuangan dan Biaya
- Anggaran dan Pelaksanaan
- Biaya - biaya yang dikeluarkan
- Penerimaan atau pendapatan dalam bentuk uang (tunai/kredit/piutang)
c. Waktu
- Penggunaan waktu atau TIME USE
- Pemberian waktu atau TIMING
- Kecepatan atau SPEED
d. Personalia, yang sasarannya meliputi :
- KEJUJURAN dalam melaksanakan wewenang
- KESETIAN, LOYALITAS terhadap organisasi, pimpinan serta tugas
yang dilaksanakan
- KERAJINAN, dengan menggunakan daftar absebsi atau prasensensi
serta hasil kerja
- TINGKAH LAKU, menjamin adanya kerja kelompok dan mencegah
terjadinya perselisihan para karyawan.
- KESETIAKAWANAN (Solidaritas), dengan menilai ucapan-ucapan
atau tindakan pegawai sehari-hari.
Internal Control atau Kontrol Intern atau sering disebut/ ditulis
sebagai Pengawasan Intern / Pengendalian Intern yaitu :

Mencakup rencana organisasi semua prosedur dan metode serta


tindakan (Measure) yang dijalin dan dipakai dalam perusahaan
untuk mengamankan kekayaannya, mencek ketelitiannya dan
dapat dipercayainya data akuntasi, meningkatkan effisiensi
operasi dan mendorong kepatuhan terhadap kebijaksanaan
pimpinan (management) yang telah ditetapkan.

A. Accounting Control
Pengendalian
Intern B. Administrative Control
A ACCOUNTING CONTROL atau FINANCIAL CONTROL
Rencana organisasi dan semua metode serta prosedure yang terutama
menyangkut dan berhubungan langsung dengan pengamanan kekayaan
dan dapat dipercayainya catatan keuangan :
Sistim organisasi dan persetujuan (Aprroval)
Pemisahaan fungsi mengenai pembukuan dan laporan akuntasi
Laporan akuntasi mengenai operasi
Penyimpanan Aktiva
Kontrol secara physik atas aktiva dan pemeriksaan intern
B ADMINISTRATIVE CONTROL :
Rencana organisasi dan semua metode serta prosedure yang terutama
mengenai effisiensi operasi dan ketaatan terhadap kebijaksanaan
pimpinan dan biasanya berhubungan tidak langsung dengan catatan
keuangan
Analisa Statistik
Penyelidikan waktu dan gerak
Laporan Pelaksanaan
Program latihan pegawai
Kontrol kualitas ( mutu )
Internal Auditor External Auditor
1. Pemeriksaan dilakukan oleh pegawai 1. Pemeriksaan dilaksanakan oleh orang
perusahaan / unit organisasi itu sendiri independen ( pihak luar perusahaan )

2. Pemeriksaan berfungsi sebagai staff pembantu 2. Pemeriksaan berfungsi sebagai pemeriksaan


mangement yang objektif dan sebagai penasehat
(advisor) untuk hal-hal yang perlu
diperbaiki.
3. Pemeriksaan menilai dan membahas prosedur
operasi dan keuangan / pembukuan 3. Menilai internal control untuk menentukan
ruang lingkup pemeriksaan.
4. Pemeriksaan menghususkan pada investigasi, 4. Pemeriksaan bekerja secara sampling sesuai
bekerja kontinyu dengan penugasan dari pihak ke 3 (tiga)
yang diterimanya ( umum atau mendetail
untuk audit khusus atas hal tertentu.
Pemeriksaan bekerja sangat mendetail dalam
5. 5. Pemeriksaan tidak bekerja terus menerus
menilai dan menganalisa pelaksanaan sesuatu tapi berhenti bekerja setelah tugas tertentu
serta melaporkan hasilnya kepada manager tersebut selesai ( memeriksa secara periodik,
apakah prosedur, metode dan kebijaksanaan biasanya setahun sekali)
yang digariskan telah ditapati

6. Pemeriksaan harus independent terhadap 6. Pemeriksaan harus independent terhadap


bendaharawan dan kepala pembukuan, tetapi mangement, baik dalam kenyataan maupun
tidak independent terhadap management dalam sikap mental.
Takwa Kepada Tuhan Yang Maha
Aspek Kepemimpinan Esa
Jujur, Terpercaya
ING NGARSO
SUNG TULODO
P ENDOGE Bijaksana
E N
N Sederhana / Wajar
J
A Kondisi Fisik / Jiwa Sehat
B
A
R
A Berani Mawas Diri
AZAS N
ING MADYA
KEPEMIMPINAN MANGUN
MIX Memiliki Wibawa
PANCASILA KARSA D EN + EX
A Berjiwa Besar & Sifat Ingin Tahu
L
A
M

S Mengayomi
I
F Berani dan Mampu mengatasi
TUT WURI
A EXOGEN Kesulitan
HANDAYANI
T Penuh Pengertian Terhadap Tugas

Tegas dan Bertanggung Jawab Atas


Keputusan Yang Telah di Ambil
" Manusia bisa Bahagia bisa tidak
adalah tergantung pilihannya sendiri
"
( Abraham Lincoln )

CONSCIENCE SALF - INDEPENDENT IMAGINASI


Hati Nurani AWARENESS WILL KRATIF
Kesadaran Hati kehendak Bebas

Hal - hal yang paling penting tidak pernah boleh berada di bawah kekuasaan hal-hal
yang paling tidak penting ( Goethe )
PRINSIP -PRINSIP
Obyektif & Realitas
DAYA DIRI
Sungguh-sungguh Benar PROAKTIF
Bagian Hukum alam Yang Berlaku Bertanggung Jawab Hidup
Hati Nurani
sepanjang masa & universal Berdasar Prinsip
Kesadaran Diri
KOMPAS Kehidupan Proses, Bahagia, Aman
Kehendak Bebas
Keadila, Cinta Kasih
Imaginasi Kreatif

HN > KD + KB > IK >


S

PARADIGMA
Cara memnadang Dunia ( Nilai & PENGALAMAN HIDUP
Realistis ) PERISTIWA KEBIASAAN
Sumber berpikir, Prilaku & Berelasi Respon Stimulus Dlm PERAN-PERAN KARAKTER
dengan sesama Keluarga
PETA Sistim Nilai Obyektif Kampus
Kebebasan Memilih
Kantor
Masyarakat

NILAI - NILAI REAKTIF


KESEMENTARAAN DAYA DIRI Tidak mau bertanggung jawab
Menyalahkan
Kekayaan, Uang, jabtan, Prestasi, HN < KD + KB < IK < S
Tertekan, Cemas, Takut
Prestise
ELEMEN KONTROL

Kebijaksanaan, Peraturan-
peraturan, Tujuan
Faktor Latar Belakang
Keadan

ELEMEN MASUKAN ELEMEN PERUBAHAN

Negoisasi Internal dan Eksternal


Pelanggaran Toleransi Interprestasi Informasi, Pengaruh,
Pengambilan Keputusan

ELEMEN INGATAN

Penyimpanan Data
ELEMEN KELUARAN

Kontrak
Sikap Negosiatror dan Unsur
Pokok

Umpan bakik dari dampak yang ada Data


TINGKAT GAYA KEPEMIMPINAN YANG SESUAI
PENGEMBANGAN

P1 G1
Kompetensi Rendah MENGARAHKAN
Keikatan Tinggi Struktur - Pengendalian Supervisi

P2 G2
Kompetensi Sedang MELATIH
Keikatan Rendah Mengarahkan dan Mendukung

P3 G3
Kompetensi Tinggi MENDUKUNG
Keikatan Variable Memuji - Mendengarkan -
Memberi kemudahan
P4 G4
Kompetensi Tinggi MENDELEGASIKAN
Keikatan Tinggi Melimpahkan Tanggung Jawab
Untuk Pengambilan Keputusan Sehari - Hari
Tanggapan Terhadap Ketidaksetujuan
Perilaku Tanggapan yang Tanggapan
Tampaknya Tinggi Tampaknya Benar
KETIDAK MEMBERITAHUKAN / TIDAK PENCAHAYAAN
SETUJUAN MENJELASKAN 42 % SETUJU INFORMASI
31 % 10 %

Tanggapan Terhadap Ketidaksetujuan Dukungan


Perilaku Tanggapan yang Tanggapan
Tampaknya Tinggi Tampaknya Benar
MEMBERITAHUKAN / PENCALONAN
DUKUNGAN MENJELASKAN 29 % SARAN
33 % 21 %

Tanggapan Terhadap Kesulitan Mengungkapkan


Perilaku Tanggapan yang
Tampaknya Benar
KESULITAN MEMBERITAHUKAN /
MENYATAKAN MENJELASKAN 18 % PENCALONAN TIDAK
17 % SETUJU 15 %

PENCARIAN PENCARIAN IDE SARAN


INFORMASI 11 % 10 %
12 %
Tanggapan Terhadap Kesulitan Mengungkapkan
Perilaku Tanggapan yang
Tampaknya Benar
KESULITAN MEMBERITAHUKAN /
MENYATAKAN MENJELASKAN 18 % PENCALONAN TIDAK
17 % SETUJU 15 %

PENCARIAN PENCARIAN IDE


INFORMASI 11 % SARAN
12 % 10 %
DISIPLIN PRIBADI :

PENGENDALI
PRIBADI
PENGAWAS

DISIPLIN KELOMPOK
:
PENGENDALI
KETUA
PENGAWAS (Kelompok )

PENGAWAS ( Individu )
DISIPLIN ORGANISASI :

Kepala
PENGENDALI

PENGAWAS

Kepala Kepala Kepala PENGENDALI


PENGAWAS

Kepala Kepala Kepala PENGENDALI


PENGAWAS
KEBIJAKSANAAN PENGAWASAN DALAM PEMBINAAN NASIONAL
Tugas pengawasan harus makin ditingatkan dalam era ini baik pengawasan dari dalam maupun
1. pengawasan dari luar

Wapres bertugas mengadakan koordinasi dalam perencanaan pengawasan dan pelaksanaan


2.
pengawasan.

3. Pengawasan dari dalam dilakukan oleh Menko EKUIN dan WASBANG, BPKP, para
IRJENBANG, IRJEN dan INSPEKTUR pada departemen dan pejabat yang ditugasi pengawasan
dalam kantor Menko, MENEG dan lembaga pemerintah non departemen lainnya
4. Dalam pengawasan dari dalam ini akan diadakan penataran mengenai pengawasan yang akan
diikuti semua pejabat eselon I, II, III, dari departemen dan instansi pemerintah lain.

5. PENATARAN BERTUJUAN :
- Menanamkan KESADARAN DAN KEHARUSAN PENGAWASAN CMELEKAT
- MenumbuhkanBUDAYA PENGAWASAN dan FUNGSIASDSSADA BPENGAWASAN
- Membuat Pengawasan berjalan WAJAR, EFEKTIF DAN EFISIEN

6. Sebagai bagian yang mutlak dari kegiatan administrasi pemerintah pada umumnya, maka setiap atasan
memikul kewajiban untuk melakukan pengawasan terhadap bawahannya, yakni dalam menjalankan
pengawasan melekat

7. Disamping pengawasan dari dalam, perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh berfungsinya


pengawasan dari luar

8. Kantor WAPRES akan menampung, mengolah serta menggunakan segala informasi dari masyarakat
luas sebagai bahan untuk tindakan yang diperlukan.

9. Keseluruhan kegiatan dan langkah pengawasan tersebut secara khusus ditujukan untuk MENCEGAH
dan MENINDAK : - PENYALAHGUNAAN WEWENANG, PEMBOROSAN, KEBOCORAN
POLA UMUM PENGAWASAN INSPEKTORAT JENDRAL

1. INSPEKTORAT JENDRAL sebagai UNSUR PENGAWASAN FUNGSIONAL DEPARTEMEN

2. Dengan demikian merupakan SUB SITIM PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH

3. Oleh karenanya selalu berpedoman kepada KEBIJAKSANAAN PENGAWASAN PEMERINTAH

Sebagai unsur pengawasan fungsional departmen, maka inspektorat jendral merupakan BAGIAN DARI
4. SISTIM PENGENDALIAN DEPARTEMEN, sehingga akan selalu terlibat dalam mekanisme arus
informasi sistim pengendalian departemen.

Pola pengawasan inspektorat jendral BERSIFAT MENYELURUH dan TERPADU, berkesinambungan


5. serta normatif dengan moto PEKA

Mendorong / mengembangkan pengawasan atasan langsung dan pengawasan melekat serta menjamin
adanya KEPASTIAN DALAM MEMIKUL TANGGUNG JAWAB digunakan KETENTUAN BAHWA
6.
PEJABAT YANG MENGAMBIL KEPUTUSAN HARUS IKUT BERTANGGUNG JAWAB atas
AKIBAT KEPUTUSAN YANG DIAMBILNYA.

Temuan masalah hasil pengawasan pada dasarnya dikelompoknya menjadi 2 bagian yakni :
7. A. BERSIFAT MANAJERIAL
b. BERSIFAT PIDANA
FALSAFAH PE N GAWASAN

Pengawasan merupakan SALAH SATU FUNGSI MANAJEMEN yang ada pada


1.
setiap organisasi
Pengawasan sama sekali BUKAN DITUJUKAN UNTUK MENCARI CARI
2. KESALAHAN. Tujuan utama pengawasan MEMAHAMI APA YANG SALAH
DEMI PERBAIKAN DI MASA MENDATANG

3. Pengawasan merupakan PROSES BERLANJUT yang berkesinambungan.

4. Pengawasan bersifat PREVENTIF dan REPRESIF yang dinamis

Pengawasan juga harus menjamin adanya kemungkinan untuk MENGAMBIL


5.
TINDAKAN KOREKSI YANG CEPAT DAN TEPAT

6. Pengawasan memakai MOTO P E K A (Preventif, Edukatif, korektif, Akurat /


Aktif )
Tujuan akhir pengawasan adalah TERCIPTANYA APARATUR PEMERINTAH
7.
YANG BERSIH DAN BERWIBAWA
PREMISE

1. Pada umumnya SECARA NALURI MANUSIA TIDAK


SENANG DIAWASI

2. Manusia merasa TERSINGGUNG / MALU kalau perbuatannya


yang salah DIKETAHUI / DITEMUKAN ORANG LAIN

3. SECARA KODRATI sebagai manusia biasa, kita TIDAK LUPUT


DARI KESALAHAN / KEKHILAPAN.

4. Pengawasan membantu MENCEGAH / MENGINGATKAN kita


untuk tidak terjadinya atau terulangnya kesalahan

5. Karena itu PENGAWASAN harus diterima sebagai S3ESUATU


YANG WAJAR
ACTUATING : Menggerakan Orang - Orang Untuk mencapai Tujuan
Yang Telah Ditetapkan Secara Efektif dan Effisien

Prof. DR. H. ARIFIN


ABDULRACHMAN : Penggerakan merupakan kegiatan Management untuk
membuat orang lain suka dan dapat bekerja.

Untuk dapat menggerakan Management :

Harus mampu / mempunyai seni untuk


menggerakanorang lain.
Kemampuan tersebut disebut LEADERSHIP
FUNGSI - FUNGSI PENGGERAKAN :

1. Untuk mempengaruhi seseorang supaya bersedia menjadi


pengikut
2. Melunakan daya resistensi pada seseorang atau orang - orang

3. Untuk membuat seseorang suka mengerjakan tugas dengan


sebaik-baiknya
4. Untuk mendapatkan serta memelihara dan memupuk kesetiaan,
kesayangan, kecintaan kepada pimpinan, tugas serta organisasi
tempat mereka bekerja
5. Untuk menanamkan, memelihara dan memupuk rasa tanggung
jawab sepenuhnya pada seseorang / orang - orang, tuhannnya,
negara, masyarakat serta tugas yang diembannya.
Dalam bahasa asing terdapat beberapa istilah yang merupakan terminologi untuk
PENGGERAKAN Antara lain :

1. DIRECTING : MENGGERAKAN ORANG-ORANG LAIN DENGAN


MEMBERIKAN PENGARAHAN

2. ACTUATING : MENGGERAKAN ORANG LAIN SECARA UMUM

3. LEADING : MENGGERAKAN ORANG LAIN DENGAN CARA


MENEMPATKAN DIRI DIMULAI ORANG-ORANG YANG
DIGERAKAN, MEMBAWA MEREKA MENUJU SUATU
TUJUAN TERTENTU SERTA MEMBERIKAN CONTOH-
CONTOH
4. COMMANDING : MENGGERAKAN ORANG LAIN YANG DISERTAI ADANYA
UNSUR PAKSAAN

5. MOTIVAING : MENGGERAKAN ORANG LAIN DENGAN TERLEBIH


DAHULU MEMEBERIKAN ANGAN-ANGAN MENGAPA
HAL TERSEBUT HARUS DILAKSANAKAN
Mengenal Diri Tidak Mengenal Diri Diri

Diketahui
Orang Lain

Tidak
Diketahui Orang
Lain
Prestasi Kerja Penilaian Umpan Balik
karyawan Prestasi Kerja Bagi Karyawan

Ukuran-ukuran
Prestasi Kerja

Kriteria Yang Ada


Hubungannya Dengan
Pelaksanaan Kerja

Keputusan-keputusan Catatan-catatan Tentang


Peronalia Karyawan
Menginstruksikan Saya Memutuskan apa yang perlu dikerjakan
Kelompok dan Saya memberitahukan kelompok apa
yang dikerjakan dan Bagaimana Caranya
Manajer

Konsultatif
Saya Menjelaskan situasi dan Meminta
informasi dari kelompok kemudian saya
Kelompok
Memutuskan apa yang perlu dikerjakan
Manajer

Bekerja Sama Saya Menjelaskan situasi kemudian


Meminta ide dari kelompok dan bersama-
Kelompok
sama kami setujui apa yang perlu dikerjakan
Manajer

Penyerahaan Wewenang Saya Menjelaskan situasi dan Tantanaga dan


Menyerahkan kelompok untuk memutuskan
Kelompok apa dilakukandan Bagaimana caranya
Manajer