Anda di halaman 1dari 14

Akuntansi keprilakuan

pengendalian keuangan
Latar Belakang

 Akhir akhir ini, keterbatasan dalam akuntansi menjadi


luas karena permintaan atau kebutuhan dan teknologi
baru atas bagian yang selama ini dicari oleh pemakai
akuntansi sebagai bentuk dukungan dalam pelaporan
akuntansi. Pertumbuhan yang signifikan dalam
manajemen penyedia sistem informasi baru yang
terdapat disetiap organisasi selalu menjadi pemicu
hadirnya kebutuhan kebutuhan klien seperti yang
disebutkan diatas. Setiap klien membutuhkan suatu
dukungan untuk perancangan dan penerapan sistem
sistem pengendaliann keuangan. Pada kesempatan ini
akan dibicarakan masalah masalah yang terkait dengan
topik pengendalian dan dampak dari design serta
implementasi dari sistem pengendalian keuangan.

Pentingnya Manajemen
Keuangan
 Manajemen keuangan adalah sebuah subjek yang sangat menarik
saat kita mendekati abad ke-12. Radio dan televisi menyajikan
cerita-cerita dramatis tentang pertumbuhan dan penurunan
perusahaan-perusahaan, pengambilalihan perusahaan, dan berbagai
jenis restrukrisasi perusahaan. Pentinganya prinsip keuangan ini
digaris bawahi dengan adanya perkembangan dramatis yang terjadi
dalam pasar keuangan. Misalnya, pada bulan September 1989,
Campeau Corporation tidak dapat melunasi pembayaran bunga
untuk sebagian utangnya.Campeau telah membeli Federated
Departemen Store dan Allied Store sebelumnya pada tahun 1989
dengan menanggung hutang $10 milyar Campeau mencari tambahan
utang untuk memenuhi pembayaran bunga yang jatuh tempo atas
yang sudah ada dan mencoba menjual properti-properti utama
seperti rangkaian tokoserba ada, Bloomingdale, untuk mengurang
pokok pinjaman. Kegagalan Campeau untuk memenuhi pembayaran
bunganya mengejutkan seluruh pasar obligasi.
2.2 Fungsi Keuangan
 Walaupun perincian antar organisasi bervariasi, fungsi
keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi,
penghitungan biaya, dan deviden untuk suatu organisasi.
Tujuan manajer keuangan adalah memuat rencana guna
memperoleh dan menggunakan dana serta memaksimalkan
nilai organisasi. Berikut beberapa kegiatan yang terlibat :
 Dalam perencanaan dan peramalan, manajer keuangan
berinteraksi dengan para eksekutif yang bertanggungjawab
atas kegiatan-kegiatan perencanaaa strategis umum
 Manajer keuangan harus memusatkan perhatiannya pada
keputusan investasi dan perhutingan biaya serta segala hal
yang berkaitan dengan nya.
 Manajer keuangan harus bekerja sama dengan manajer lainnya
agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
 Manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar
uang dan pasar modal.
Dilema Pengendalian
 Beberapa tahun lalu, suatu perusahaan yang menghasilkan
produk baja didirikan oleh tiga orang pemilik untuk
menyediakan produk-produk spesial dengan metode produksi
berdasarkan komputer, perusahaan mereka mengkhususkan
diri pada pabrikasi baja, mengutamakan desain inovatif, dan
berkualitas tinggi. Perusahaan telah sangat berhasil dengan
keunggulan utama pada fleksibilitas, kualitas pengendalian dan
layanan pelanggan namun dalam jangka panjang, karena
mengutamakan layanan , kualitas produksi, perputaran yang
begitu cepat dan layanan purnajual, harga perusahaan mungkin
lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa pesaingnya, namun
mereka tenggelam dalam kesibukan mengelola pertumbuhan
dan keberadaan bisnis mereka, meskipun mereka menyadari
terdapat banyak peluang untuk memperluas keberadaan dan
pertumbuhan bisnis mereka atau melakukan diversifikasi
kebidang lain, kesibukan tersebut telah membuat mereka
mengabaikan komitmen terhadap ekspansi.
Definisi Pengandalian Keuangan
 Pengendalian keuangan adalah upaya yang dilakukan agar supaya investasi, alokasi biaya,
dan perolehan laba berjalan sesuai dengan rencana perusahaan. Pengendalian ini sangat
penting dilakukan agar kita mengetahui bagaimana keungan perusahaan sehingga tidak
terjadi kerugian.
 Ketika sistem pengandalian dirancang secara tepat untuk menghasilkan informasi yang
akurat dan andal, fokus sistem pengambilan secara tradisional terletak pada tujuh faktor
berikut :
 Memperkerjakan karyawan yang akan melaksanakan tanggung jawabnya dengan kompeten
dan penuh integritas.
 Menghindari fungsi-fungsi yang tidak harmonis dengan memisahkan tugas dan tanggung
jawab.
 Mendefinisikan wewenang yang terkait dengan suatu posisi sehingga kesesuaian dari suatu
transaksidilksanakan dan dapat dievaluasi.
 Menetapkan metode yang sistematis guna memastikan bahwa transaksi telah dicatat
dengan akurat.
 Memastikan bahwa dokumentasi memadai.
 Menjaga aset dengan mendesain prosedur yang membatasi akses terhadap aset tersebut.
 Mendesain pengecekan independen untuk meningkatkan akurasi.
Secara formal, sistem pengendalian komprehensif
merupakan suatu kofigurasi yang saling
melengkapi, yaitu sub-sistem formal yang didukung
Pengendalian
proses administratif.Terpadu
Untuk dapat diformalkan
suatu sub-sistem pengendalian seharusnya
terstruktur dan berkelanjutan, serta didesain
dengan suatu proses yang tepat untuk mencapai
tujuan yang spesifik. Untuk bisa menjadi
pengendalian yang komprehensif, suatu sistem
pengendalian seharusnya mencakup aktivitas
perencanaan, operasional, dan fungsi umpan balik.
Faktor-Faktor Kontekstual

 Konteks dapat menjadi menjadi penting untuk


keberhasilan dalam mendesain dan
mengimplementasikan sistem pengendalian
keuangan. Konteks mengacu serangkaian
karakteristik yang menentukan susunan empiris
dalam sistem pengendalian yang akan ditetapkan.
Proses dalam mengindentifikasikan fakttor-faktor
kontekstual yang penting merupakan subjek
tertinggi dan sangat temporer, seperti apakah
pendapat seorang manajer lebih penting daripada
pendapat manajer lainnya? Semua daftar dari
faktor-faktor kontekstual kritis merupakan subjek
untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Pertimbangan-Pertimbangan
Rancangan
 Pengendalian telah didefinisikan sebagai
suatu inisiatif karena diyakini bahwa
kemungkinan pencapaian hasil yang
diharapkan tinggi. Untuk memperbaiki
kemungkinan keberhasilan, para desainer
akan mencari cara untuk menghubungkan
yang dipercaya bersifat nyata dalam
lingkungan.
Penyeimbagan Pemberdayaan
Dan Pengendalian
 Manejer yang efektif akan memberdayakan
organisasinya karena mereka percaya pada potensi
dasar manusia untuk melakukan inovasi dan
menambah nilai. Secara kolektif ,keempat jenis
pengendalian tersebut disusun dalam kekuatan
yang saling mendukung,Karena organisasi menjadi
lebih kompleks,para manejer akan selalu
berhubungan dengan kesempatan dan kekuatan
kompetitif yang bertambah serta penurunan
dalam waktu dan perhatian untuk mencapai
keuntungan dari inovasi dan kreativitas yang tidak
dapat dicapai dengan mengorbankan pengendalian.
Kasus Pengendalian Keuangan
 PT Kimia Farma adalah salah satu produsen obat-obatan milik
pemerintah di Indonesia. Pada audit tanggal 31 Desember 2001,
manajemen Kimia Farma melaporkan adanya laba bersih sebesar Rp
132 milyar, dan laporan tersebut di audit oleh Hans Tuanakotta &
Mustofa (HTM). Akan tetapi, Kementerian BUMN dan Bapepam
menilai bahwa laba bersih tersebut terlalu besar dan mengandung
unsur rekayasa. Setelah dilakukan audit ulang, pada 3 Oktober 2002
laporan keuangan Kimia Farma 2001 disajikan kembali (restated),
karena telah ditemukan kesalahan yang cukup mendasar. Pada
laporan keuangan yang baru, keuntungan yang disajikan hanya
sebesar Rp 99,56 miliar, atau lebih rendah sebesar Rp 32,6 milyar,
atau 24,7% dari laba awal yang dilaporkan. Kesalahan itu timbul pada
unit Industri Bahan Baku yaitu kesalahan berupa overstated
penjualan sebesar Rp 2,7 miliar, pada unit Logistik Sentral berupa
overstated persediaan barang sebesar Rp 23,9 miliar, pada unit
Pedagang Besar Farmasi berupa overstated persediaan sebesar Rp
8,1 miliar dan overstated penjualan sebesar Rp 10,7 miliar.
 Kesalahan penyajian yang berkaitan dengan persediaan timbul
karena nilai yang ada dalam daftar harga persediaan digelembungkan.
PT Kimia Farma, melalui direktur produksinya, menerbitkan dua
buah daftar harga persediaan (master prices) pada tanggal 1 dan 3
Februari 2002. Daftar harga per 3 Februari ini telah digelembungkan
nilainya dan dijadikan dasar penilaian persediaan pada unit distribusi
Kimia Farma per 31 Desember 2001. Sedangkan kesalahan
penyajian berkaitan dengan penjualan adalah dengan dilakukannya
pencatatan ganda atas penjualan. Pencatatan ganda tersebut
dilakukan pada unit-unit yang tidak disampling oleh akuntan,
sehingga tidak berhasil dideteksi. Berdasarkan penyelidikan
Bapepam, disebutkan bahwa KAP yang mengaudit laporan keuangan
PT Kimia Farma telah mengikuti standar audit yang berlaku, namun
gagal mendeteksi kecurangan tersebut. Selain itu, KAP tersebut juga
tidak terbukti membantu manajemen melakukan kecurangan
tersebut.

 Selanjutnya diikuti dengan pemberitaan di harian Kontan yang menyatakan
bahwa Kementerian BUMN memutuskan penghentian proses divestasi
saham milik Pemerintah di PT KAEF setelah melihat adanya indikasi
penggelembungan keuntungan (overstated) dalam laporan keuangan pada
semester I tahun 2002. Dimana tindakan ini terbukti melanggar Peraturan
Bapepam No.VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan poin 2
– Khusus huruf m – Perubahan Akuntansi dan Kesalahan Mendasar poin 3)
Kesalahan Mendasar, sebagai berikut: "Kesalahan mendasar mungkin timbul
dari kesalahan perhitungan matematis, kesalahan dalam penerapan kebijakan
akuntansi, kesalahan interpretasi fakta dan kecurangan atau kelalaian.
Dampak perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan
mendasar harus diperlakukan secara retrospektif dengan melakukan
penyajian kembali (restatement) untuk periode yang telah disajikan
sebelumnya dan melaporkan dampaknya terhadap masa sebelum periode
sajian sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode. Pengecualian
dilakukan apabila dianggap tidak praktis atau secara khusus diatur lain
dalam ketentuan masa transisi penerapan standar akuntansi keuangan
baru."
SEKIAN