Anda di halaman 1dari 27

1

0
2
4
3
5
Hukum Waris
Anggota Kelompok :
Ilmu Hukum E’18 Annisa Jumiati
M.Iqbal Arsy Putra
Resti Istiqomah
Adi Irawan
Indra Gunawan
Materi
Pembahasan

01 02 03
Hukum Waris Hukum Waris Hukum Waris
Perdata Menurut Islam Adat
Pengertian Hukum


Waris menurut
Soebekti dan
Hukum yang mengatur
Tjitrosudibio
tentang apa yang harus
terjadi dengan harta“
kekayaan seseorang yang
meninggal dunia
Pewaris
01 Orang yang telah meninggal dan
Mewariskan harta nya

Unsur – Unsur Ahli Waris


Hukum Waris 02 Orang yang secara hukum diberi hak
Menerima peninggalan pewaris, baik harta
Maupun kewajiban

Harta Warisan
03 Segala sesuatu baik harta atau hak yang
Diberikan pewaris untuk dimiliki ahli waris
Hukum Waris Perdata
Ada 2 cara untuk mendapatkan warisan secara adil:

01 Abstentatio

Testamentair 02
Golongan I
Suami, Istri dan Anak – anak beserta keturunan nya

01
(masing masing ¼ bagian)

Golongan II
Orang tua dan saudara beserta keturunan nya
(masing masing ¼ bagian)

Golongan III
Abstentatio Kakek, Nenek serta seterusnya keatas
(½ bagian garis Ayah, ½ bagian garis Ibu)
Mewariskan berdasarkan
Undang – undang Golongan IV
Keluarga dalam garis menyamping yang lebih jauh, termasuk saudara-
saudara ahli waris gol. III beserta keturunannya (masing-masing ½ bagian,
½ bagian sisananya untuk ahli waris garis lain dan derajatnya paling dekat
dengan pewaris)
02 Sesuai dengan kitab Undang-undang Hukum
Perdata Pasal 992:

Surat wasiat yaitu pernyataan seseorang tentang


Testamentair apa yang dikehendakinya setelah ia meninggal dunia
yang oleh si pembuatnya dapat diubah atau dicabut
kembali selama ia masih hidup
Mewariskan berdasarkan
Surat wasiat Cara pembatalannya harus dengan wasiat
baru atau dilakukan dengan notaris
Ahli waris dianggap tidak patut menerima warisan,
apabila:

Orang yang Orang yang dengan


menggelapkan, putusan hakim Orang yang karena
memusnahkan dan Orang yang telah keputusan hakim telah
memalsukan surat telah terbukti memfitnah
menggelapkan,
wasiat atau dengan dinyatakan bersalah orang yang meninggal
Memalsukan atau
memakai kekerasan dan dihukum dunia dan berbuat
telah menghalang-
merusak surat kejahatan sehingga
karena membunuh
halangi pewaris untuk wasiat diancam dengan
atau telah mencoba
membuat surat wasiat dari Pewaris hukuman lima tahun
menurut kehendaknya membunuh atau lebih
sendiri pewaris
“ Apabila Ahli waris
dianggap tidak patut oleh
Undang-undang,
Maka ahli waris wajib
mengembalikan seluruh
hasil dan pendapatan

yang telah dinikmatinya
sejak ia menerima warisan
Harta Peninggalan Yang
Tidak Terurus

“ Weeskamer (Balai Harta Peninggalan) akan


bertanggung jawab penuh dan harta
peninggalan akan menjadi milik negara”
Hukum Waris
Menurut Islam

Hukum waris islam ialah hukum yang


mengatur segala sesuatu yang berkenaan
dengan peralihan hak dan atau kewajiban
atas harta kekayaan seseorang setelah ia
meninggal dunia kepada ahli warisnya
Dasar Hukum Waris Dalam Islam

• QS An - Nisa ayat 11
• QS An - Nisa ayat 12
• QS An - Nisa ayat 176
Asas – Asas Hukum KewarisanIslam

1.Asas Ijbari ( Paksaan)


2.Asas Bilateral
3.Asas Individual
4.Asas Keadilan Berimbang
5.Kewarisan Akibat
Kematian
6.Asas Tandhidh
Rukun Kewarisan Dalam islam

1. Al-Muwarris (Pewaris)

2. Al-Maurus (Harta
Warisan)

3. Al-Waris (Ahli Waris)


Syarat – syarat Mewarisi Dalam Islam

1. Meninggal Dunia
Muwaris (Pewaris)

2. Hidupnya Warits (Ahli


Waris)

3. Mengetahui Status
Kewarisan
Sebab – sebab Mewarisi Dalam Islam

1. Kerabat Hakiki
2. Pernikahan
3. Al - Wala
Halangan Mewarisi Dalam Islam

1. Pembunuhan
2. Perbudakan
3. Perbedaan Agama
Hukum Waris Menurut Adat

Hukum waris adat adalah aturan-aturan hukum yang


mengatur harta dari abad ke abad, dari kepengurusan
dan peralihan harta kekayaan yang berwujud dan tidak
berwujud dari generasi ke generasi berikutnya
Sistem Matrilineal
Contoh: Minang

Teoritis Sitem Adat, Sistem Patrilineal


Terbagi Atas: Contoh: Jawa

Sistem Parental atau Bilateral


Contoh: Melayu, Batak
Warisan Dalam
Adat Minangkabau

1.Warisan Harta Pusaka


2.Warisan Harta Bawaan
3.Warisan Harta Tepatan
4.Warisan Harta Pencarian

‘’Pembagian Warisan Dalam Adat Ini Condong


Lebih banyak ke Anak Perempuan Karna
Minangkabau Menganut Sistem Matrilineal”
Contoh Warisan Dalam
Adat Minangkabau

Ada Warisan 3 juta, pewaris


mempunyai 2 anak . 1 anak laki-laki
dan 1 anak perempuan. Maka anak
perempuan mendapatkan lebih banyak
dari pada anak laki-laki. Yaitu 2 Juta
Rupaih.
Warisan Dalam
Adat Jawa
Adat Jawa menganut istilah sepikul
segendongan, yakni anak laki-laki memperoleh
bagian dua kali lipat dari bagian anak
perempuan. Prinsip Sepikul Segendongan
mengandung makna Laki-laki dan perempuan
memiliki hak mewaris yang sama, namun bagian
nya dibedakan
anak laki-laki (sepikul) memiliki peranan dan
menangung tanggung jawab besar maka
memperoleh
bagian lebih banyak daripada perempuan
(Segendong)
Contoh Warisan Dalam
Adat Jawa

Adat jawa menggunakan sistem


Patrilineal, kebalikan dari sistem
Matrilineal.
Warisan Dalam
Adat Melayu

Ahli waris diberikan pilihan, memilih pembagian


harta warisan secara :

01 Islam

02 Adat
Pembagian harta Warisan
Masyarakat Melayu

1. Reto Tuo ( Harta tua/harta pusaka )


2. Harta hasil jerih payah suami istri
3. Harta yang dibawa oleh suami istri
Terima
Kasih