Anda di halaman 1dari 13

Laporan Kegiatan Koasistensi Kesehatan Masyarakat

Veteriner
di Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya

Oleh :

Paulin Alfagreet , S.KH 18830050


Fareintya, S.KH 18830054
Gymnastiar Galuh Usodo, S.KH 18830070
Dwi Bagus Utomo, S.KH 18830074
Bintang Maulidya, S.KH 18830079
Vidya Kurnia, S.KH 18830082
Pengertian

Karantina adalah tempat pengasingan dan atau tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan
tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu dari luar negeri dan dari suatu area ke
area lain di dalam negeri atau keluarnya dari suatu wilayah negara Republik Indonesia.

Karantina sebagai tempat pengasingan meliputi pelabuhan laut, sungai dan pelabuhan
penyebarangan, bandar udara, kantor pos, pos perbatasan dengan negara lain, serta
tempat-tempat lain yang dianggap perlu yang ditetapkan sebagai tempat untuk
memasukkan dan atau mengeluarkan media pembawa hama dan penyakit hewan
karantina (HPHK)
Tujuan Karantina
Mencegah masuknya hama penyakit hewan
karantina (HPHK) dan organisme pengganggu
tanaman karantina (OPTK) dari luar negeri ke dalam
1 wilayah negara Republik Indonesia.

Mencegah tersebarnya HPHK, OPTK dari suatu area


ke area lain di dalam wilayah negara Republik
2 Indonesia.

Mencegah keluarnya HPHK dari wilayah negara


Republik Indonesia.
3
Mencegah keluarnya HPIK dan OPTK tertentu dari
wilayah negara Republik Indonesia apabila negara
4 tujuan menghendakinya.
Persyaratan Karantina
Dilengkapi SKKH

Dilengkapi sertifikat kesehatan bagi hewan, bahan asal hewan, dan hasil bahan asal
hewan, kecuali media pembawa yang tergolong benda lain.

Melewati jalur Legal

Melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan.

Pelaporan

Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat-tempat pengeluaran


untuk keperluan tindakan karantina.
Tindakan Karantina
1 Pemeriksaan 5 Penahanan

2 Pengasingan 6 Penolakan

3 Pengamatan 7 Pemusnahan

4 Perlakuan 8 Pembebasan
Dasar Hukum
• UU No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, ikan dan tumbuhan

• PP No. 82 tahun 2000 tentang karantina hewan

• Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif


Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Kementerian Pertanian

• Kepmentan No.3238 Tahun 2009 tentang Jenis HPHK, Penggolongan dan


Klasifikasi Media Pembawa

• Permentan No.44 Tahun 2014 tentang Tempat Tempat Pemasukan dan


Pengeluaran Media Pembawa Penyakit Hewan Karantina

• Peraturan terkait lainnya


Laporan Harian Kegiatan
Senin, 21 Oktober 2019
Kantor Pusat Unit Pelayanan I, Juanda
• Pengarahan dari Drh.Rina
• Pembuatan media Baird Plate Agar Base, Hektoen Enteric Agar dan Xilosa Lisin Deoksikolat di
Laboratorium Bakteriologi
• Preparasi sampel sarang burung walet yang akan dilakukan uji nitrit dan nitrat di Laboratorium Kimia

Unit Pelayanan II, Kalimas-Tj.Perak


• Melakukan pemeriksaan TPC pada sampel sosis, bakso, dan daging kambing
• Diskusi bersama Drh. Devine
Unit Pelayanan III, Cargo Bandara Juanda
• Pengarahan dan diskusi oleh Drh.Siska
• Pengambilan sampel darah pada ayam Bangkok
• Pengambilan sampel feses burung love bird
• Melakukan pengecekan dokumen dan fisik pada sarang burung walet yang akan diekspor ke Cina
Laporan Harian Kegiatan
Selasa, 22 Oktober 2019
Kantor Pusat Unit Pelayanan I, Juanda
• Pembuatan media BPW dan LSB serta rapid diagnostic test bakteri pada sampel sarang burung walet
di Laboratorium Bakteriologi
• Materi dari Drh. Rina
• Melakukan pengujian nitrit dan nitrat pada sampel sarang burung walet di Laboratorium Kimia
• Mendata kode sampel, lalu melihat cara uji HA dan HI Avian Influenza pada sampel serum darah
unggas di Laboratorium Serologi
• Membantu administrasi
Laporan Harian Kegiatan
Rabu, 23 Oktober 2019
Kantor Pusat Unit Pelayanan I, Juanda
• Pemberian barcode pada sampel yang masuk
• Pemisahan sampel antara darah dengan serum serta melihat cara pengujian HA, HI dan ELISA di Laboratorium Serologi
• Pembuatan media dan melakukan pemeriksaan E.Coli, Coliform pada sampel sarang burung wallet di Laboratorium Bakteriologi
• Membantu administrasi

Unit Pelayanan II, Kalimas-Tj.Perak


• Diskusi bersama Drh. Devine
• Melakukan pemeriksaan Bahan Asal Hewan (kulit sapi) di PT. KT Trading

Unit Pelayanan III, Cargo Bandara Juanda


• Membantu pelayanan administrasi
• Pengambilan sampel serum darah pada ayam Bangkok
• Melakukan swab trakea pada burung dan DOC
• Pengambilan sampel feses burung cucak hijau
• Melakukan pengecekan dokumen dan fisik pada sarang burung walet
• Melakukan pengecekan dokumen dan pemeriksaan fisik pada kucing yang akan dikirim ke Jakarta
Laporan Harian Kegiatan
Kamis, 24 Oktober 2019
Kantor Pusat Unit Pelayanan I, Juanda
• Membantu pemberian barcode pada sampel yang masuk
• Melihat pengujian PCR pada sampel swab trakea ayam
• Melihat pengujian HA AI pada sampel serum darah unggas, dan HI AI pada sampel swab trakea

Unit Pelayanan II, Kalimas-Tj.Perak


• Pengecekan kesesuaian dokumen dan fisik BAH di Surabaya Northquay
• Melihat contoh dokumen karantina hewan
• Diskusi bersama Drh. Devine
Unit Pelayanan III, Cargo Bandara Juanda
• Membantu pelayanan administrasi
• Pengambilan sampel serum darah pada ayam Bangkok
• Pengambilan sampel feses pada burung murai
• Melakukan pengecekan dokumen dan fisik BAH (keju, daging B2, daging sapi)
Kesimpulan
• Tugas dan tanggung jawab Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya sebagai instansi yang
terkait dalam pengaman pencegahan dan penyebaran penyakit zoonosis sudah sesuai
dengan dasar hukum tentang karantina. Dasar hukum mengacu pada Undang-undang No.16
tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Karantina Ikan, dan Karantina Tumbuhan. Pada
Peraturan Pemerintah No.82 tahun 2000 menganai Karantina hewan. Untuk jenis dan tarif
penerimaan negara bukan pajak pada Kementerian Pertanian sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No.35 tahun 2016. Untuk jenis Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK),
penggolongan dan klasifikasi media pembawa sesuai dengan Kepmentan No.3238 tahun
2009. Selanjutnya tentang tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa penyakit
hewan karantina diatur dalam Permentan No.44 tahun 2014.
• Balai besar karantina pertanian Surabaya memiliki tindakan 8P yang sesuai dengan Pasal 10
Undang-undang 16 tahun 1992 yang meliputi Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan,
Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan dan Pembebasan. Tindakan tersebut
dilakukan untuk mencegah keluar masuknya agen penyebab penyakit zoonosis antar daerah,
pulau, dan negara.
Saran
– Perlu penyebaran informasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya
Balai Karantina Pertanian dalam pencegahan, penyebaran penyakit
zoonosis.
– Meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas media pembawa
HPHK dan OPTK dengan menjalin kerjasama dengan instansi terkait