Anda di halaman 1dari 21

Dr. Sumardiyono, SKM, M.Kes.

POPULASI
 Sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit
mempunyai satu sifat yang sama.
 Wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang
mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya.

Sifat sama yang dimaksud dari populasi, misalnya :


 Jenis kelamin laki-laki
 Semua pekerja dibagian workshop
 Mempunyai masa kerja antara 5 – 20 tahun
dll
SAMPEL
 Sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut.
 Sebagian dari populasi atau sejumlah penduduk yang
jumlahnya kurang dari jumlah populasi, dan harus
mempunyai paling sedikit satu sifat yang sama.
SAMPLING
 Tata cara untuk memperoleh sampel dari populasi
Sampel harus Representatif
KEGUNAAN SAMPEL :
 Menghemat Waktu, Biaya, Tenaga, dan Kesempatan
 Memperluas Ruang Lingkup Penelitian dengan
biaya sama wilayah penelitian bisa diperluas.
 Hasil penelitian akurat.

FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM


SAMPLING
 Membatasi Populasi
 Mendaftar Seluruh Unit yang Menjadi Anggota
Populasi
 Menentukan Sampel yang akan Dipilih
 Menentukan Teknik Sampling
TEKNIK SAMPLING
Probability Sampling
Nonprobability Sampling
1. Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik
sampling yang memberikan peluang
yang sama bagi setiap unsur
(anggota) populasi untuk dipilih
menjadi anggota sampel.
1) Simple Random Sampling
Sampling yang dilakukan secara acak
tanpa memperhatikan strata yang ada
dalam populasi itu.

Populasi
homogen Diambil secara Random Sampel
2) Proportionate Stratified Random
Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi tidak
homogen dan berstrata secara proporsional.

Random
Proposional
3) Disproportionate Stratified Random
Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi
berstrata, tetapi tidak proposional.

Non Random
Proposional
4) Cluster Sampling (Area Sampling)
Teknik sampling daerah (area) digunakan untuk menentukan
sampel bila wilayah objek yang diteliti sangat luas, misal
penduduk suatu Negara, Propinsi, Kota atau Kabupaten.

Teknik ini sering digunakan melalui dua tahap, yaitu:


 Tahap pertama menentukan sampel daerah
 Tahap kedua menentukan subjel/sampel pada daerah yang
dipilih.

Misalnya, di Karesidenan Surakarta ada 6 daerah (kabupaten/kota)


akan digunakan 3 kabupaten sebagai daerah penelitian :
 Tahap pertama mengambil 3 daerah dari 6 daerah menggunakan
random sampling.
 Tahap kedua mengambil sampel/subjek dari 3 daerah terpilih
menggunakan random sampling.
2. Nonprobability Sampling
Teknik sampling yang tidak
memberi peluang/ kesempatan
sama bagi setiap anggota
populasi untuk dipilih menjadi
sampel.
1) Sampling Sistematis
 Sampling sisitematis adalah teknik
sampling berdasarkan urutan dari anggota
populasi yang telah diberi nomor urut.
 Misal, populasi 100 orang yang sudah diberi
nomor urut, sampel yang diambil bisa saja
nomor ganjil, nomor genap, nomor
kelipatan 5, dan sebagainya.
2) Sampling Kuota
 Sampling kuota adalah teknik mengambil
sampel dari pupulasi yang mempunyai ciri-
ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang
diinginkan.
 Misal, penelitian di wilayah Surakarta
menggunakan sampel 100 orang di 5
kecamatan, dilakukan 5 orang, maka
masing-masing peneliti mewawancara 20
orang pada kecamatan yang menjadi
tugasnya.
3) Sampling Aksidental
Sampling aksidental adalah teknik
pnenentuan sampel berdasarkan
kebetulan, yaitu siapa aja yang secara
kebetulan bertemu dengan peneliti
dapat digunakan sebagai sampel, bila
cocok sebagai sumber data.
4) Sampling Purposive
 Sampling purposive adalah teknik penentuan
sampel didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat
tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut
yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi
yang sudah diketahui sebelumnya.
 Misal, penelitian tentang pengaruh debu terhadap
fungsi paru, maka pertimbangannya antara lain
faktor usia, masa kerja, pemakaian masker, lama
kerja, dan lain-lain yang berhubungan dengan sifat
populasi.
5) Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik
penentuan sampel bila semua anggota
populasi digunakan sebagai sampel.
Hal ini sering dilakukan bila jumlah
populasinya relatif kecil (kurang dari
30 orang). Istilah lain sampel jenuh
adalah sensus.
6) Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang
mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh
memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Begitu
seterusnya, sampai jumlah sampel mencukupi.
KRITERIA INKLUSI DAN EKSKLUSI
 Tujuan : agar karakteristik sampel tidak menyimpang dari
populasi.
 Dilakukan sebelum pengambilan sampel.

 KRITERIA INKLUSI :
 Kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi oleh setiap
anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel.

 KRITERIA EKSKLUSI :
 Ciri-ciri anggota populasi yang tidak dapat diambil sebagai
sampel.
Contoh Kriteria Inklusi :
1. Tenaga kerja bagian Packing
2. Umur 20 – 40 tahun
3. Masa kerja lebih dari 5 tahun
4. Sehat jasmani dan rohani
5. Bersedia menjadi responden
dll

Contoh Kriteria Eksklusi :


1. Tidak hadir saat wawancara
2. Menderita sakit saat pemeriksaan
3. Tidak lengkap mengisi kuesioner
dll