Anda di halaman 1dari 29

FISIOLOGI

PEMBERIAN OKSIGENASI
Nama Anggota Kelompok 5

Bella Anggraini
Dina malinda
Ditta Shafira
Fatma Rizki Wijanarko
Gina Sofia
Ita kumalasari
Putu Angriani
Wahdatul Misbah
Latar Belakang
Pemenuhan kebutuhan Oksigenisasi adalah bagian
dari kebutuhan fisiologis (Hurarki Maslow). Kebutuhan
oksigen diperlukan untuk proses kehidupan, oksigen
sangat berperan dalam proses metabolisme tubuh,
kebutuhan oksigen dalam tubuh harus dipenuhi karena
apabila kebutuhan dalam tubuh berkurang, maka terjadi
kerusakan pada jaringan otak. Dan apabila hal tersebut
terjadi berlangsung lama akan mengakibatkan kematian.
Pengertian
Oksigenisasi adalah pemberian tambahan aliran gas
oksigen lebih dari 20 % pada tekanan/Atm. Sehingga
konsentrasi oksigen meningkat dalam darah pada kondisi
klien yang membutuhkan.
Oksigenisasi adalah pemasangan oksigen yang
diberikan pada pasien untuk mengatasi masalah
pernapasan. Misalnya pada penderita Asma,
Bronkopneumonia, pasien tidak sadar, pasien penyakit
jantung, dll.
TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI

1. Memenuhi kekurangan oksigen.


2. Membantu kelancran metabolisme
3. Sebagai tindakan pengobatan.
4. Mencegah hipoksia.
5. Mengurangi beban kerja alat nafas dan jantung.
Proses Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi di
dalam Tubuh terdiri 3 tahap :

1. Ventilasi
2. Difusi Gas
3. Transportasi Gas
1. Ventilasi
Merupakan proses keluar masuknya oksigen dari
atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer.
Proses ventilasi di pengaruhi oleh beberapa hal, yaitu
adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru
Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor :
1) Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer
2) Adanya kondisi jalan napas yang baik
3) Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru
dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis.
2. Difusi Gas
Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen
dialveoli dengan kapiler paru dan co2 di kapiler dengan
alveoli. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh
beberapa Faktor, yaitu luasnya permukaan paru, tebal
membran respirasi.
Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 (hal ini
sebagai mana O2 dari alveoli masuk kedalam darah
oleh karena tekanan O2 dalam rongga alveoli lebih
tinggi dari tekanan O2 dalam darah vena pulmonalis,
masuk dalam darah secara difusi).
3. Transportasi Gas
Transportasi gas merupakan proses
pendistribusian O2 kapiler ke jaringan tubuh dan Co2
jaringan tubuh ke kapiler. Transportasi gas dapat
dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu curah jantung
(kardiak output), kondisi pembuluh darah, latihan
(exercise), perbandingan sel darah dengan darah secara
keseluruhan (hematokrit), serta eritrosit dan kadar Hb.
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan
oksigenasi adalah :
1. Saraf otonomik
2. Hormonal dan obat
3. Alergi pada saluran nafas
4. Faktor perkembangan
5. Faktor lingkungan
6. Faktor perilaku (pola makan)
Pemberian oksigen
• Nasal kanul
• Rebreathing mask
• Non rebreathing mask
Nasal kanul
• Tabung plastik yang mempunyai cabang kecil yang
menonjol untuk dimasukkan ke dalam lubang hidung.
• Metode ini merupakan metode yang paling mudah
dan paling dapat diterima karena lebih efektif, mudah
dipakai dan nyaman untuk pasien ( Potter & Perry,
1997 )
• Pasien yang menerima oksigen melalui nasal kanul
ke hidung dapat berkomunikasi dengan mudah, dapat
makan dan melakukan aktifitas setiap hari.

• Keuntungan:
Lebih dapat ditolerir (anak-anak dan dewasa)
Lanjutan…
• Kerugian :
Konsentrasi yang dihasilkan kecil pemberian
tidak boleh lebih dari 6 liter/menit jika berlabihan =
iritasi pada mukosa hidung
Rebreathing mask
• Keuntungan :
Konsentrasi O2 lebih tinggi
• Kekurangan :
Udara bersih dengan udara ekspirasi masih
tercampur, sehingga konsentrasi oksigen masih belum
maksimal
Non rebreathing mask
Keuntungan:
 Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari pada nasal
kanul dan rebreathing mask
 Dilengkapi dengan klep agar udara inspirasi dan
ekspirasi tidak tercampur
 Memiliki kantung resepoir (kantung udara) untuk
menampung udara untuk inspirasi
Kerugian :
 Kantung oksigen bisa terlipat
 Berisiko untuk terjadi keracunan oksigen
 Tidak nyaman bagi klien
Non rebreathing mask
Alat oksigen 4. Tabung
oksigen
1. Flowmeter

2. Manometer

3. Humidifier

5. Nasal kanul
Flowmeter

• Sebuah alat yang melekat ke oksigen outlet, yang


mengatur jumlah oksigen yang dihasilkan.
• Ada 2 tipe flowmeter; balon air raksa dan ukuran,
kedua tipe mencatat jumlah liter oksigen yang
dikeluarkan per menit
Manometer
Alat yang berfungsi untuk mengukur
tekanan udara dalam ruang tertutup. Udara
ternyata memberikan tekanan pada ruang
tertutup. Untuk mengukur tekanan gas dalam
ruang tertutup digunakan manomater.
Humidifier
• Humidifier dilengkapi dengan kontainer air steril
yang bisa di isi kembali dan sekali pakai.
• Alat ini melekat pada alat yang menghasilkan
oksigen.
• alat ini berfungsi melembabkan, membasahkan
oksigen sebelum bergerak melalui hidung ke paru -
paru
Tabung Oksigen
• Berasal dari pusat di dalam institusi dimana
salurannya berada di dinding / dalam tembok dan
disiapkan untuk digunakan secara cepat dihubungkan
melalui sebuah pipa yang bertekanan 50 - 60 pound
per inchi persegi.
• Alat pengukur aliran ini membuka jalan keluar dan
pembukaan katup membuat aliran oksigen terjadi
• Selain dari sentral, oksigen biasanya disimpan di dalam
tabung. Dan pada tabung tersebut dapat alat tambahan
yang disebut dengan regulator
• Berfungsi mengurangi tekanan dan untuk
penyelamatan.
• Ketika tabung hamper kosong, jarum menunjuk ke area
merah
• Terdapat juga tabung yang lebih kecil yang disediakan
untuk keadaan darurat, dapat dipindah - pindahkan dan
dapat digunakan di rumah
Nasal Canula

• Tabung plastik yang mempunyai cabang kecil yang


menonjol untuk dimasukkan ke dalam lubang hidung.
• Metode ini merupakan metode yang paling mudah
dan paling dapat diterima karena lebih efektif, mudah
dipakai dan nyaman untuk pasien ( Potter & Perry,
1997 )
Pemberian Oksigen dengan Nasal Canula
1. Tahap Pre Interaksi
▫ Cek catatan keperawatan dan catatan medis klien terhadap
indikasi tindakan
▫ Siapkan alat-alat:
 Tabung humidifier
 Plester (k/p)
 Gunting Plester (k/p)
 Flowmeter
 Tabung Oksigen
▫ Cuci tangan
2. Tahap Orientasi
▫ Berikan salam, panggil klien dengan namanya
▫ Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan kepada pasien dan keluarga
▫ Beri kesempatan pasien untuk bertanya
▫ Jaga privacy klien
▫ Atur posisi klien agar nyaman
3. Tahap Kerja
▫ Mengisi glass humidifier dengan for irrigation setinggi
batas yang tertera
▫ Menghubungkan pressure regulator dengan tabung 02
(jika belum terhubung) kemudian buka pengatur aliran
02 (kran) antara tabung dan pressure regulator atau jika
sumber 02 sentral hubungkan flow meter dengan outlet
dinding dari sentral 02.
▫ Cek fungsi flow meter dan humidifier dengan memutar
pengatur konsentrasi 02 dan amati ada tidaknya
gelembung udara dalam glass flowmeter.
▫ Menghubungkan catheter nasal/ kanul nasal dengan
flowmeter.
Alirkan oksigen ke: kateter nasal dengan
menggunakan punggung tangan untuk mengetahui
ada tidaknya aliran 02. 1-6 L/m
Cek kanul tiap 6 – 8 jam
Membereskan alat dan melepas sarung tangan

4. Tahap Terminasi
▫ Evaluasi hasil yang dicapai (subyektif dan
obyektif)
▫ Beri reinforcement positif pada klien
▫ Kontrak pertemuan selanjutnya
▫ Mengakhiri pertemuan dengan baik
▫ Cuci tangan
Pemberian Oksigen dengan Rebreathing
Mask
1) Tempatkan masker ke arah wajah klien dan
letakkan dari hidung kebawah
2) Atur masker sesuai dengan bentuk wajah , Masker
harus menutup wajah (6-10 l/m)
3) Ikatkan karet pengikat melingkar kepala klien shg
masker terasa nyaman
4) Alasi karet di belakang telinga dan diatas tulang
yang menonjol.
Cara pemakaian NRM
1) Terangkan prosedur pada pasien
2) Hubungkan selang oksigen dengan humidifier dgn aliran
rendah
3) Isi O2 keldm kantong dgn cara menutup menutup
lubang antara kantung dgn sungkup, minimal 2/3 bagian
reserpoir
4) Atur tali pengikat sungkup shg menutup rapat dan
nyaman
5) Pakai kasa pada daerah yang tertekan (k/p)
6) Sesuaikan aliran oksigen, sehingga kantung akan terisi
waktu ekspirasi dan hampir kuncup waktu inspirasi
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai