Anda di halaman 1dari 17

Mufti Farriz

AK16C
 Kebijakan akuntansi merupakan prinsip dasar,
konvensi, peraturan dan praktik tertentu yang
diterapkan entitas dalam menyusun laporan
keuangan. Entitas dalam menyusun laporan keuangan
akan memilih kebijakan akuntansi yang diatur dalam
standar akuntansi keuangan.
Definisi
Kebijakan akuntansi dalam PSAK 25 (Revisi 2009)
didefinikan dalam prinsip, dasar, konvensi, peraturan dan
praktek tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan
dan keuangan laporan keuangan.
Konsistensi Penerapan Kebijakan Akuntansi
Entitas memilh dan menerapkan kebijakkan akuntansi
secara konsisiten untuk transakasi peristiwa dan kondisi
lainnya ynag serupa, kecuali PSAK secara soesipik mengatur
atas mengiizinkan pengelompokan pos-pos dengan
kebijakan akuntansi berbeda adalah hal tepat, jika PSAK
mengizinkan pengelompokan tersebut, mka kebijakan
akuntansi yang dipilih dan diterapkan secara konsisten.
Definisi
Dalam standar PSAK 25 (revsis 2009) menjelaskan
entitas mengubah suatu kebijakan akuntansi hanya jika
perubahan tersebut :
 Dipersyaratkan oleh suatu PSAK, atau
 Menghasilkan laporkan keuangan yang memberikan
informasi yang andal dan lebih televan tentang
dampak transaksi, peristiwa atau kondisi lainnya
terhadapa posisi keuangan, kinerja , atau arus kas
entitas
Perubahan kebijakan akuntansi yang diatur dalam
ketentuan transisi atau perubahan kebijakna akuntansi
yang dlakukan secara sukarela diterapakan secara
retospektif.
 Penerapan Retsopektif adalah penerpan kebijakan
akuntansi baru untuk transaksi, peristiwa dan kondisi
lain seolah-olah kebijakna tersebut telah di terapakan.
 Penyajian kembali retrospektif adalah
peneyelesaian pengakuan, pengukuran, penyajian dan
pengungkapan jumlah unsur-unsur laporan keuangan
seolah-oleh kebijakan akuntansu tersebut telah
diterapkan.
Ketika perubahan kebijakan akuntansi di terapakan
secara retsospektif, maka entitas menyesuaikan ;
 Saldo awal setiap komponen ekuitas yang
terpengaruh utnuk periode sajian paling awal dan
 Jumlah komparatif lainnya diungkapkan untuk
setiap periode sajian seolah-olah kebijakan akuntansi
baru terrsebut sudah di terapkan sebelumnya
 PSAK 25 (Revisi 2009) menjelaskan saat terjadi
perubahan kebijakan akuntansi keuangan periode
komparatif harus disajikan kembali dengan
menggunakan kebijakan akuntansi baru. Khusus
untuk laporan posisi keuangan, entitas harus
menyajikan laporan posisi keuangan awal periode
komparatif, sehingga terdapat tiga laporan posisi
keuangan.
Dalam catatan atas laporan keuangan, entitas
mengungkapkan hal berikut :
 Sifat dari perubahan kebijakan akuntansi.
 Alasan mengapa kebijakan akuntansi baru memberikan
informasi yang andal dan lebih relevan.
 Jumlah penyesuaian Untuk periode berjalan dan setiap
periode lalu sajian, sepanjang praktis untuk pos yang
terpengaruh dan penyasuaian laba perlembar saham.
 Jumlahh penyesuaian yang terkait dengan periode
sebelumnya disajikan, sepanjang praktis.
 Keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak
praktis untuk suatu periode tertentu.
Definisi
Unsur dalam laporan keuangan tidak semuanya diukur
secara langsung namun pengukurannya dengan
diestimasi. Penggunaan estimasi yang rasional adalah
bagian dasar dalam penyiapan laporn keuangan. Untuk
melakukan estimasi entitas menggunakan informasi
yang tersedia dan andal.
Dampak perubahan estimasi akuntansi, diakui secara
prospektif dalam laporan laba rugi pada:
 periode perubahan, jika dampak perubahan hanya
pada periode itu; atau
 periode perubahan dan periode mendatang, jika
perubahan berdampak pada keduanya.
 Perubahan estimasi menyebabkan perubahan nilai
yang diakui dalam beban atau pendapatan. Pos yang
mengalami perubahan akan disajikan berdasarkan
dasar perhitungan estimasi yang baru. Ketika disajikan
laporan keuangan komparatif, pos yang berubah juga
tidak perlu diterapkan untuk periode komparatifnya.
 Entitas mengungkapkan sifat dan jumlah perubahan
estimasi akuntansi yang berdampak pada periode
berjalan atau diperkirakan akan berdampak pada
periode mendatang. Jika dampak pada periode
mendatang tidak diungkapkan karena estimasinya
tidak praktis, maka entitas mengungkapkan hal itu.
Definisi
Menurut PSAK 25 (Revisi 2009) kesalahan periode lalu
adalah kelalaian mencantumkan dan kesalahan
mencatat dalam laporan keuangan entitas untuk satu
atau lebih periode laluyang timbul dari kegagalan atau
kesalahan untuk menggunakan informasi andal yang :
 Tersedia ketika penyelesaian laporan keuangan untuk
periode tersebut; dan
 Secara rasional diharapkan dapat diperoleh dan
dipergunakan dalam penyusunan dan penyajian
laporan keuangan.
Entitas mengoreksi kesalahan material periode lalu
secara retrospektif pada laporan keuangan lengkap yang
diterbitkan setelah ditemukannya dengan :
 Menyajikan kembali jurnal komparatif periode lalu
ketika dimana kesalahan tersebut terjadi; atau
 Jika kesalahan terjadi sebelum periode lalu sajian
paling awal, maka entitas menyajikan kembali saldo
awal asset, liabilitas, dan ekuitas untuk periode lalu
sajian paling awal.
Koreksi kesalahan akan langsung disesuaikann pada pos
dikoreksi, sehingga tidak ada penyajian khusus untuk
pos tersebut. Dampak dari koreksi terkait dengan saldo
laba periode sebelumnya akan dikoreksi dan disajikan
dalam laporan perubahan ekuitas. Pada bagian saldo
laba di laporan perubahan ekuitas, saldo laba awal
periode yang telah dilaporkan, disesuikan dengan
dampak koreksi kealahan untuk mendapatkan saldo
laba awal setelah disesuikan.
Pada saat melakukan koreksi kesalahan, entitas harus
mengungkapkan berikut ini :
 Sifat kesalahan periode lalu.
 Jumlah koreksi untuk setiap periode sajian, untuk
setiap item yang terpengaruh dan LPS dasar dan LPS
dilusian.
 Jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal.
 Jika penyajian kembali retrospektif tidak praktis ,
keadaan yang membuat keberadaan kondisi itu dan
penjelasan bagaimana dan sejak kapan kesalahan telah
dikoreksi.
Kebijakan akuntansi merupakan hal yang penting
diketahui oleh pemakai laporan keuangan sebelum
melakukan membaca dan menganalisis laporan
keuangan.
Bagi pembaca laporan keuangan, informasi perubahan
kebijakan akuntansi, perubahan estimasi dan koreksi
kesalahan menjadi informasi penting karena akan
memengaruhi daya banding laporan keuangan antar
periode. Analisis harus dilakukan dengan lebih hati-hati
karena informasi tersebut memengaruhi kinerja periode
sebelumnya dan atau berdampak pada kinerja dimasa
depan.