Anda di halaman 1dari 8

EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT

Efisiensi Penggunaan Input


• Efisiensi adalah upaya penggunaan input yang sekecil-
kecilnya untuk mendapatkan produksi yang sebesar-
besarnya.
• Efisiensi produksi terjadi jika :
NPMx = Px ; atau

NPMx = 1
Px
Efisiensi Penggunaan Input
Dalam kenyataan NPMx tidak selalu sama dengan Px,
yang terjadi adalah :
• NPMx > 1, artinya, penggunaan input x belum efisien.
Untuk itu, input x perlu ditambah
• NPMx < 1, artinya, penggunaan input x tidak efisien.
Untuk itu, input x perlu dikurangi
Penggunaan input yang optimum
• ∆Y.Py = ∆X.Px ; atau
∆Y = Px
∆X Py

Keterangan :
Y = output
X = input
∆Y = tambahan output
∆X = tambahan input
Py = harga output
Px = harga input
∆Y = produk marjinal
∆X
Penggunaan input yang optimum
• Px/Py dinyatakan sebagai “garis harga”, maka suatu
usaha dikatakan menguntungkan kalau setiap tambahan
nilai input atau ∆Y.Py > ∆x.Px.
• Keuntungan akan berhenti bila ∆Y.Py = ∆x.Px, yaitu
terjadi pada situasi garis harga menyinggung garis
produksi total
Penggunaan input yang optimum
• Contoh :
Respon tanaman padi terhadap pemupukan
nitrogen
Produksi maksimum tercapai pada pemupukan
sebesar 180 kg/ha. Pada saat demikian PM = 0
dan PR dalam keadaan menurun
Kalau harga pupuk nitrogen sebesar Rp. 100,-/kg
dan harga padi sebesar Rp. 2.000,-/kw gabah
kering, maka Px/Py = 100/2000 = 0,05
∆Y = Px = 0,05
∆X Py
• Jika harga pupuk Rp. 200,-/kg dan harga gabah kering
Rp. 1600,-/kw, maka :
• ∆Y = Px = 0,125
∆X Py
Ini menunjukkan bahwa di dalam kenyataan sering terjadi
bahwa keuntungan maksimum tercapai sebelum produksi
mencapai maksimum
Terima kasih