Anda di halaman 1dari 13

PRIAPISMUS

Pendahuluan
 Priapismus merupakan keadaan dimana
terjadi ereksi penis terus-menerus selama
4-6 jam yang nyeri tanpa disertai
dorongan atau hasrat seksual.
Epidemiologi
 Obat-obatan  21-80% penyebab
priapismus di negara barat.
 Penyakit sel sabit  89% penyebab
priapismus di negara lainnya.
Anatomi
Histologi
Klasifikasi priapismus
 Low flow priapism adalah tersumbatnya
jalan keluar aliran darah dari penis
akibatnya, aliran darah yang masuk ke
dalam penis terus tertumpuk dan tidak
dapat keluar.
 Hight flow priapism adalah peningkatan
aliran darah arterial ke dalam jaringan
erektil penis akibatnya, darah terus
mengalir ke dalam penis walaupun masih
mengalami aliran keluar.
Etiologi dan Faktor Risiko
1. Priapismus primer (idiopatik); tidak diketahui pasti
penyebabnya.
2. Priapismus sekunder; dapat disebabkan oleh:
 Kelainan pembekuan darah (anemia bulan sabit,
leukemia dan emboli lemak),
 Trauma perineum/genitalia, neurogenik (anestesi
regional),
 Keganasan,
 Obat-obatan (alkohol, psikotropik, antihipertensi),
dan
 Injeksi intrakavernosa dengan zat vasoaktif untuk
diagnosis dan terapi impotensia (papaverine).
Patofisiologi
Diagnosis
 Riwayat ereksi yang nyeri dan berlangsung
selama beberapa jam. Corpus cavernosum
mengeras dan nyeri saat dipalpasi.
 Diagnosis dapat ditegakan dengan
pemeriksaan penunjang sebagai berikut:
 Pemeriksaan darah lengkap
 Pulsasi arteri kavernosa (Doppler
UtraSonografi),
 Analisa gas darah intrakavernosa dapat
membedakan jenis “ischemik” atau “non
ischemik”.
Panatalaksanaan
 Aspirasi dan irigasi intrakavernosa
Shunting (Jalan pintas) dari kavernosa
 Shunting korporo-glanular / winter :
 Shunting korporo-spongiosum :
 Shunting saveno-kavernosum :
Komplikasi
 Darah yang terperangkap dalam penis menjadi
beracun terhadap jaringan. Jika ereksi
berlangsung lebih dari 4 jam, darah yang
kekurangan oksigen akan mulai merusak jaringan
penis. Bila tidak segera ditangani priapismus
dapat menyebebkan:
 Disfungsi ereksi, ketidakmampuan penis menjadi
atau bertahan untuk ereksi dengan rangsangan
seksual.
 Impotensi.
 Nekrosis jaringan penis.
 Hidronefrosis.
Kesimpulan
 Priapismus adalah suatu gangguan
berupa ereksi penis yang terjadi terus-
menerus dalam waktu lebih dari 6 jam.
Ereksi yang berkepanjangan ini terjadi
tanpa adanya rangsangan seksual.
 Ada 3 cara untuk mengatasi priapismus:
1.Konservatif
2.Aspirasi dan irigasi intrakavernosa
3.Shunting (Jalan pintas) dari kavernosa