Anda di halaman 1dari 74

ANATOMI MUSCULO

SCELETAL & PELVIS


Anjarwati
Sistem Sceletal
Sistem Musculi
Posisi Anatomi
 Posisi badan berdiri tegak
 Arah pandangan lurus ke
depan
 Tangan dan kaki
dirapatkan
 Posisi telapak tangan
menghadap ke depan
 Arah ibu jari menjauhi
garis tengah tubuh
Istilah-istilah Umum Anatomi
(Termini generales)
 Superior : atas  Lateral : samping
 Inferior : bawah  Medial : tengah
 Anterior : depan  Sentral : pusat
 Posterior : belakang  Perifer : tepi
 Internal : dalam  Profunda : dalam
 External : luar  Superficial: permukaan
 Dextra : kanan  Ascendens: naik
 Sinistra : kiri  Descendens: turun
Istilah-istilah Umum Anatomi
(Termini generales)
 Cranial : kepala  Apical : puncak
 Caudal : ekor  Basal : dasar
 Ventral : depan (perut)  Frontal : depan (ke
 Dorsal : belakang arah os frontale)
(punggung)  Occipitalis: belakang
 Transversal: melintang (ke arah os occipitale)
 Longitudinal: membujur  Dll
 Proximal : dekat
 Distal : jauh
PELVIS
 Bag inf cavitas abdominis
 Dinding:
 Tulang:
 Os sacrum

 Os coxae (2)

 Os coccygis

 Jaringan lunak:
 Ligamenta

 Musculi
PELVIC BONE
PELVIC BONE
PELVIC BONE
Musculi
Os Sacrum
 Persatuan 5 vertebra sacralis
 Bentuk segitiga
 Bangunan-bangunan:
 Facies pelvica
 Canalis sacralis  medulla spinalis 
cauda equina
 Foramina sacralia anterior
 Dilalui plexus sacralis & vasa darah 
bumil pada saat kepala turun  plexus
tertekan  kram/nyeri kaki
Os Sacrum

 Bangunan-bangunan:
 Promontorium (bag cranial
sacrum yang berhubungan
dengan Vertebra Lumbal V yang
menonjol di atas facies pelvica)
 Basis ossis sacri
Os coccygeus
 3-5 vertebra yang
bergabung
 Partus  terdorong ke
dorsal  PBP makin
lebar
COXAE
 = Os Innominata
 2  kanan dan kiri sacrum
 Terbentuk dari tulang-tulang:
 Os Ilium
 Os Ischium
 Os pubis
 Ketiga tulang bertemu pada
cekungan berbentuk
mangkok: acetabulum
Os Ilium
 Crista iliaca
 Ala ossis ilii
 Spina iliaca anterior
Superior (SIAS)
 Spina Iliaca Anterior Inferior
(SIAI)
 Spina Iliaca Posterior
Superior (SIPS)
 Spina Iliaca Posterior
Inferior (SIPI)
 Incisura ischiadica major
 Linea arcuata
 Acetabulum
Os Ischium
 Corpus
 Ramus superior
 Ramus inferior
 Spina ischiadica
 Incisura ischiadica
minor
 Tuber ischiadicum 
menopang berat tubuh
pada posisi duduk
Os Pubis
 Corpus
 Ramus superior
 Ramus inferior
 Os pubis kanan dan kiri
bersendi  symphysis
pubis
 Foramen obturatorium
 foramen yang
dikelilingi oleh os
ischium dan pubis
Articulatio dan ligamen pelvis
 4 articulatio pelvis:
 Articulatio sacroiliaca (2)
 Articulatio sacrococcygea
 Symphisis pubis
 Ligamentum:
 Ligamentum sacroiliaca
 Ligamentum sacrospinosum
 Ligamentum sacrotuberosum
 Ligamentum pubicum
 Ligamentum sacrococcygeum
 Ligamentum inguinale (ligamentum Poupart)
 Membrana obturatoria
PELVIC BONE
PELVIC BONE
PELVIC BONE
Cavum pelvis
Oleh linea terminalis (linea
arcuata ka-ki & basis ossis
sacri) pelvis dibagi menjadi:
 Pelvis major (spuria) 
cranial, isi: organ abdominal
 Pelvis minor (vera)  caudal,
isi: organ reproduksi, sebagai
jalan lahir
Cavum pelvis
 Terdapat 2 pintu:
 PAP (aditus pelvis/apertura
pelvis superior/inlet)  bulat

 PBP (exitus pelvis/apertura


pelvis inferior/outlet)  belah
ketupat

INCLINATIO PELVIS: sudut antara


bidang horisontal & aditus pelvis
Pelvis
Pintu Atas Panggul/aditus pelvis
 Batas:
 Promontorium
 Sacrum
 Linea inominata
 Ramus Superior
ossis Pubis
 Tepi atas
Symphisis pubis
Superior Aperture
Pintu Bawah panggu/exitus pelvis

Batas:
 Ujung bawah
Sacrum
 Tulang Tuber
Ischiadica
 Sacro-coccygeal
 Lower border of
symphisis pubis
Inferior Pelvic Border
Ukuran pelvis
 Pada aditus pelvis:
 Conjugata vera anatomica: promontorium – tepi
cranial simp pubis
 Conjugata vera obstetrica: promontorium –
dinding dorsal simp pubis
 Conjugata diagonalis: promontorium-tepi caudal
simp  diukur dengan VT untuk memperkirakan
conjugata vera
CV = CD dikurangi 1,5-2 cm
Normal pelvic measurement

Distansia
Cristarum

Distansia
Spinarum

Distansia Cristarum: 28—29 cm


Distansia Spinarum: 25—26 cm
Inside Pelvic measurement

• Conjugata Diagonalis = 12,5—13cm


• Conjugata Vera = CD – (1,5—2cm)
• Conjugata Obstetrika = terpendek
Ukuran pelvis lanj
 Diameter transversa: jarak terbesar antara linea
arcuata ka-ki
 Diameter obliqua I: art sacroiliaca ka – eminentia
iliopectinea ki
 Diameter obliqua II: art sacroiliaca ki – eminentia
iliopectinea ka
Ukuran pelvis lanj
 Pada exitus pelvis:
 Diameter recta: tepi caudal simp-ujung caudal os
coccygeus
Terbesar  pertengahan dorsal simp – pertengahan
facies pelvina ossis sacri pada linea mediana
 Diameter transversa: jarak kedua tuber
ischiadicum

AXIS PELVIS (curvatura Carus): garis yg melalui


pertengahan conjugata vera anatomica, diameter
recta pada tempat terlebar dan diameter recta pd
exitus pelvis
Ukuran pelvis
 Dipengaruhi oleh:
 Asal etnik
 Tinggi badan
 Berat badan
 Ukuran pinggang
 Ukuran kaki dan tangan
 Penyakit, trauma
Bidang Hodge
Bidang untuk menentukan seberapa jauh penurunan
bagian anak ke dalam cavum pelvis:
 Hodge I : sesuai PAP

 Hodge II : sejajar H I, mll tepi caudal symphisis

 Hodge III : sejajar H I, mll spina ischiadica

 Hodge IV : sejajar H I mll ujung os coccygeus


Klasifikiasi bntk panggul
menurut Caldwell-Moloy
 Bentuk panggul (PAP)
Caldwell-Moloy
 Ginekoid : oval,
T>AP, arcus >90o
 Antropoid : AP>T,
arcus <90o
 Android : jantung,
AP=T, spina
menonjol, arcus <90o
 Platipeloid :
AP<T, arcus >90o
Pemeriksaan Vagina
 Untuk menentukan bentuk & ukuran panggul
 dinilai:
 Promontorium (teraba/tidak)
 Diukur conjugata diagonalis
 Linea terminalis (teraba seluruhnya/sebagian)
 Dinding samping (lurus/konvergen/divergen)
 Spina ischiadica (menonjol/tidak)
 Os sacrum (inclinatio ke depan/belakang & konkavitas)
 Sudut arcus pubis (luas/tidak)
Dinding pelvis: Musculatur pelvis

 Pelvis major:
 M. psoas major, psoas minor, m.
iliacus
 Pelvis Minor:
 Dinding: m. piriformis, m.
obturatorius
 Diafragma pelvicum (dasar
panggul)
Anterior Pelvic Wall
PELVIC MUSCLE
Dasar pelvis
 Fungsi: menyokong viscera pelvis
 Bila lemah: prolapsus uteri
 Lapisan:
 Kulit
 Lemak subkutan
 Otot-otot superficial
 Otot-otot profundal
 Fascia pelvis
 Peritoneum
Dasar pelvis: otot superficial
 M. tranversus perinei
 M. bulbocavernosus
 M. ichiocavernosus
 M. sphincter ani ext
Diafragma urogenitalis

 Diafragma urogenitalis: bentuk segitiga


Dilalui oleh: urethrae dan vagina
 Fascia diafragmatica urogenitalis sup
 Otot: m. sphincter urethrae
m. transversus perinei
 Fascia diafragmatica urogenitalis inf
Dasar pelvis: otot profundal
 M. levator ani (mm. coccygei):
 M. ischiococcygeus
 M. iliococcygeus
 M. pubococcygeus  paling penting 
mengelilingi dan memperkuat urethra, vagina
dan rektum
 Fungsi:
 Pengendalian miksi dan defekasi
 Fungsi seksual normal
Pelvic Floor - Female
Pelvic Diaphragm
PERINEUM
Dibagi 2 regio:
 Regio analis (trigonum
analis): m. sphincter ani
externa
 Regio urogenitalis
(trigonum urogenitalis);
 M. bulbospongiosum
 M. ischiocavernosum
 M. transversus perinei
Episiotomi
 Manfaat:  Kerugian:
 Mencegah trauma  Luka mudah terbuka lagi
perineum  Garis jahitan  nyeri
 Mengurangi tekanan  Introitus lebih luas
tulang kepala janin  Infeksi vagina, gangguan
 Penyembuhan rapi respon seksual
 Mencegah kekendoran
otot dasar pelvis
Jenis episiotomi
 Insisi medial
 Insisi mediolateral
 Insisi bentuk J
Episiotomi mediolateral
Akan memotong:
 Kulit
 Dinding posterior vagina
 M. bulbospongiosus
 M. transversus perinei
superficialis
 Fascia inferior
membrana urogenitale
Perbedaan pelvis pria dan wanita

Pria Wanita

Struktur umum Tebal, berat Tipis, ringan

Perlekatan otot Nyata Tdk nyata

Pelvis major Dalam Dangkal

Pelvis minor Sempit, dalam Lebar, dangkal

Apertura pelvis sup Btk jantung Oval/bulat


(aditus pelvis)
Perbedaan pelvis pria dan wanita

Pria Wanita
Apertura pelvis inf/ Relatif kecil Relatif besar
exitus pelvis
Angulus subpubicus Sempit (<90) Lebar (>90)
Foramen obturatum Bulat Oval
acetabulum Besar Kecil
Inclinatio pelvis 60 70-75
Differentiation between female and male pelvic
Female Pelvis
Male Pelvis
Tipe pelvis
 Gynecoid  Anthropoid
 41% wanita  Laki-laki
 Aditus bulat  Wanita dengan perawakan
 Kelengkungan sacrum: baik tinggi dengan tungkai yang
 Spina ischiadica tumpul panjang
dan tidak menonjol  PAP oval, sempit,
 Sudut arcus pubis memanjang ventrodorsal
membulat

 Android
 33% pria  Platypelloid
 Spt jantung  Pria/wanita: jarang
 Curvatura sacrum hampir  Gangguan perkembangan,
lurus rakitis, herediter
 Angulus subpubicus sempit  PAP ellips, sumbu panjang
transversal
Tipe pelvis
Pelvic Shape
Pelvic Shape Deviation
A. Panggul Naegele
B. Panggul Rakhitis
C. Panggul Skoliosis
D. Panggul Kifosis
E. -”- dari Samping
F. Panggul Osteomalasia
G. Panggul Spondilolistesis
H. Panggul Robert
Causes of pelvic deviation
 Congenital:
- Narrow palvic
- Simple flat
- Funnel (narrow outlet)
- Assimilation
 Disease :
- Rachitic
- Osteomalasia
- TBC
- Lordosis
- Skoliosis
- Kifosis
- Spondilosis
Deviation impact
 Prolonged labor
 CPD (Chepalo Pelvic Disproportion)
 Breech presentation
 Infertility
thank you