Anda di halaman 1dari 26

KALOR BAHAN

BAKAR DAN
PEMBAKARAN
Bahan Bakar

Bahan bakar adalah zat yang dapat dibakar dengan cepat bersama udara (oksigen)
dan akan menghasilkanpanas. Oleh karena itu bahan bakar harus mengandung satu
atau lebih unsur yang dapat terbakar

Biasanya unsur-unsur pokok dalam bahan bakar adalah karbon (C), hidrogen (H),
oksigen (O), belerang (S),nitrogen (N). Selain itu bahan bakar juga mengandung
logam-logam mineral, yang merupakan ikutan daritambang seperti, natrium (Na),
besi (Fe), aluminium(Al), mangan (Mn), Silika (Si), Vanadium (V), Kalsium(Ca),
Timah hitam (Pb), dsb
Nilai Kalor
Nilai Kalor atau “Heating Value” atau “Calorific
Value” atau Kalor Pembakaran. Nilai kalor adalah kalor
yang dihasilkan oleh pembakaran sempurna 1 kilogram atau satu satuan
berat bahan bakar padat atau cair atau 1 meter kubik atu 1 satuan volume
bahan bakar gas, pada keadaan baku. Nilai
kalor atas atau
“gross heating value” atau “higher heating value”
adalah kalor yang dihasilkan oleh pembakaran sempurna satu satuan berat
bahan bakar padat atau cair, atau satu satuan volume bahan bakar gas, pada
tekanan tetap, suhu 250C, apabila semua air yang mula -mula berwujud cair
setelah pembakaran mengembun menjadi cair kembali. Nilai kalor bawah
atau “net heating value” atau “lower heating value” adalah kalor yang
besarnya sama dengan nilai kalor atas dikurangi kalor yang diperlukan oleh
air yang terkandung dalam bahan bakar dan air yang terbentuk dari
pembakaran
Nilai Kalor Pembakaran
1. Jumlah energi yang dilepaskan pada proses pembakaran dinyatakan
sebagai entalpi pembakaran yang merupakan beda entalpi antara
produk dan reaktan dari proses pembakaran sempurna.
2. Entalpi pembakaran ini dapat dinyatakan sebagai Higher Heating
Value (HHV) atau Lower Heating Value (LHV).

Nilai Panas ( Nilai Pembakaran) atau HV ( Heating Value)


adalah jumlah panas yang dikeluarkan oleh 1kg bahan bakar bila
bahan bakar tersebut dibakar dengan udara (oksigen).
Pada gas hasil pembakaran terdapat H2O dalam bentuk uap atau
cairan.
nilai pembakaran bila H2O yang terbentuk berupa uap akan lebih
kecil bila dibandingkan dengan H2O yang terbentuk sebagai cairan.
Bahan Bakar

Solar (HSD)
adalah Automotive Diesel Oil, yaitu bahan bakar untukmesin diesel putaran
tinggi

Minyak Diesel (IDO)


Adalah industrial diesel oil untuk bahan bakar mesindiesel putaran
menengah dan rendah

Minyak Bakar (Residu)


(MFO) ≈ Marine Fuel Oil
Bahan Bakar
Hal yang harus diketahui dalam pembakaran bahan bakar :
1.Harga pembakaran yaitu Jumlah “Kkal” yang dapat dihasilkan oleh 1 kg bahan bakar pada
pembakaran sempurna, yang disebut dengan harga pembakaran tinggi (HHV)

2. Harga pembakaran rendah (LHV) yaitu Jumlah “Kkal” yang dapat dihasilkan oleh 1
kg bahan bakar di kurangi oleh panas penguapan air yang ada dalam bahan bakar dan
air yang selama bahan bakar terbentuk karena persenyawaan H dan O
3. Unsur unsur kimia yang terdapat dala 1 kg bahan bakar misalnya C, H, O, N, S, H2O
dan abu
4. Bagian bagian yang mudah menjadi gas dari bahan bakar pada waktu pembakaran
5. Sifat sifat daribahan bakar kokas , abu dan terak pada waktu pembakaran
6. Banyak nya kadar air dan abu yang dikandung bahan bakar
7. Besarnya butiran butiran batu bara untuk bahan bakar padat.
Reaksi Pembakaran
(Reaksi oksidasi)

Jenis BB
Kemampuan BB untuk terbakar (combustibility)
Tipe Kecepatan pembakaran (firing rate)
Furnace/burner
Furnace CO
BBG / BBC / BBP
C + 1/2 O2 CO + 29.400 kkal/kmol CO2
Komposisi Udara Gas Panas
CO + 1/2 O2 CO2 + 67.600 kkal/kmol H2O
BM -O2 S
C H2 N2 C + O2 CO2 + 97.000 kkal/kmol SO2/SOx Api
H2 + 1/2 O2 H2O + 57.600 kkal/kmol O2 , N2/NOx
O2 (Udara 21%) S + O2 SO2 + 80.000 kkal/kmol

Menentukan kualitas pembakaran


Kualitas BB (kualitas & kuantitas gas panas yang terbentuk)
Untuk mencapai pencampuran BB dan udara yang baik
Metode pembakaran (Metode berbeda untuk tiap jenis BB)
Jika << ----- nyala api gelap, asap, sisa partikel & efisiensi ketel <
Jumlah udara 7
Jika >> ------ nyala pendek, T<, Gas buang >> & efisiensi ketel <
Proses pembakaran adalah reaksi oksidasi terhadap unsur-
unsur penyusun bahan bakar dan adanya pemicu.

Oksigen yang diperlukan untuk pembakaran di dalam ketel uap diambil dari udara Reaksi –
reaksi proses pembakaran sempurna :
Unsur C : C + O2 → CO2 + kalor

Unsur H : 4 H + O2 → 2 H2 O + kalor, atau 2 H2 + O2 → 2 H2 O + kalor Unsur S: S + O2


→ SO2 + kalor

Bila unsur – unsur penyusun bahan bakar diketahui dengan pertolongan persamaan –
persamaan reaksi di atas, kebutuhan teoritis gas oksigen untuk pembakaran sempurna
dapat dihitung. Untuk bahan bakar padat & cair komposisinya dinyatakan dengan %
berat dari unsur – unsur penyusunannya.
Misalnya :

Berat C = 79%
Berat H2 = 12%
Berat S = 1%
Berat O2 = 3 %
Berat Abu = 5% berat
----------- + 100%

Untuk bahan bakar gas, komposisinya dinyatakan dengan % volume dari macam
macam gas penyusunannya. Misalnya suatu bahan bakar gas terdiri dari

CH4 = 35% volume


C2H6 = 40% volume
C2H4 = 15% volume
C3H8 = 10% volume
100%
Reaksi Pembakaran
Jumlah Udara Yang Di Perlukan
Untuk Pembakaran
Bila Diketahui komposisi campuran bahan bakar maka dapat dihitung jumlah
udara yang di butuhkan pada pembakaran sempurna.
Contoh

Hitung kebutuhan teoritis oksigen untuk membakar sempurna bahan bakar padat
yang merupakan komposisi :
C = 78% berat
H2 = 14% berat
S = 2% berat
O2 = 2% berat

Abu = 4% berat

Reaksi – reaksi pembakaran untuk 100 kg bahan bakar


Jawab
Reaksi – reaksi pembakaran untuk 100 kg bahan bakar
1. Unsur C
C + O2 → CO2
12 kg C + 32 kg O2 → 44 kg CO2 78 kg + 208 kg O2 → 286 kg CO2

2. Unsur H
2 H2 + O2 →2H2O
4 kg H2 + 32 kg O2 → 36 kg H2O
14 kg H2 + 112 kg O2 → 126 kg H2O

3. Unsur S
S + O2 → SO2
32 kg S + 32 kg O2 → 64 kg SO2 2 kg S + 2 kg O2 → 4 kg SO2
Jawab
Jumlah oksigen yang melakukan reaksi pembakaran terhadap 100 kg bahan bakar:

Reaksi dengan C = 208 kg


Reaksi dengan H2 = 112 kg
Reaksi dengan S = 2 kg
Jumlah = 322 kg

100 kg bahan bakar mengandung oksigen 2 kg


Kebutuhan teoritis oksigen untuk membakar sempurna 100 kg bahan bakar = 322 kg –
2 kg = 320 kg
Kebutuhan teoritis oksigen = 3,2 kg Oksigen / 1 kg bahan bakar
Soal
Hitung kebutuhan teoritis oksigen untuk membakar sempurna bahan bakar gas
yang mempunyai komposis
Jawab

Gas oksigen yang diperlukan untuk membakar sempurna 100 ltr bahan bakar =
60 + 140 + 75 +25 = 300 ltr
Kebutuhan O2 teoritis = 3 ltr / 1 ltr bahan bakar
Untuk tekanan 1 atm dan suhu 0oC → 1 mol gas = 22,4m3
Kebutuhan Udara Teoritis

Kadar uap air di dalam udara disebut kelebaban udara. Kelembaban udara
dinyatakan dengan perbandingan massa uap air dan massa udara kering dalam %.
Bila kelembaban udara telah diketahui dan kebutuhan gas O2 teoritis telah
didapatkan, maka kebutuhan udara teoritis dapat dihitung.
Menghitung Kebutuhan Udara Teoritis dan Excess air

Excess air
Excess air adalah Udara lebih yang yang diberikan pada proses pembakaran,
Bila excess air = %, maka:
kebutuhan udara dan komposisi gas asap hasil pembakaran
Diketahui : Komposisi bahan bakar :
Penyelesaian
Penyelesaian
Untuk Pembakaran Bahan Bakar Kelebihan Udara 25 %

Untuk membakar 1 kg bahan bakar diperlukan udara 17,7391 kg


Perhitungan komposisi gas asap

Pembakaran 100 kg bahan bakar dengan kelebihan udara 25%


menghasilkan gas asap yang mengandung :
Perhitungan komposisi gas asap
Perhitungan komposisi gas asap

Komposisi gas asap dalam mol, hasil pembakaran 100 kg bahan bakar dengan kelebihan
udara 25 % :

Komposisi gas asap dalam %


volume sama dengan dalam % mol
Perhitungan komposisi gas asap

Menghitung masssa jenis gas asap pada suhu 150 0C

Menghitung massa jenis gas asap pada suhu 0 0C, 1 atm


(berdasarkan 1 mol gas = 22,4 m3)
Perhitungan komposisi gas asap

Menghitung masssa jenis gas asap pada suhu 150 0C