Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK: 6

ADITIA FAZRIN (1604915004)


MONICA AGUSTINA(1604015194)
RINI MARDIYANTI (1604015364)
MAYA MUZAYANAH(1804015169)
ALIKA HAIFA(18040151001)
SRI WULANDARI SUSANTI (1804015077)
MELANI SEPTIANI AMELIA (1804015037)
Unsur kimia, atau hanya disebut unsur, adalah
zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi
zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah
menjadi zat kimia lain denga menggunakan
metode kimia biasa.
Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-
unsur kimia. Hingga saat ini, unsurunsur kimia
berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur
tersebut dikelompokkan berdasarkan kesamaan
sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu
golongan A (golongan utama) dan golongan B
(golongan transisi). Selain itu, unsur-unsur
kimia dapat dikelompokkan menjadi unsur
logam, nonlogam, semilogam, dan gas mulia.
Keberadaan unsur-unsur kimia di alam sangat melimpah.
Sumber unsur-unsur kimia terdapat di kerak bumi, dasar
laut, dan atmosfer, baik dalam bentuk unsur bebas, senyawa
ataupun campurannya. Unsur-unsur kimia yang terdapat di
alam dalam bentuk unsur bebasnya (tidak bersenyawa
dengan unsur lainnya), diantaranya logam platina (Pt), emas
(Au), karbon (C), gas nitrogen (N2), oksigen (O2), dan gas-gas
mulia. Adapun unsur-unsur lainnya ditemukan dalam bentuk
bijih logam. Bijih logam merupakan campuran antara mineral
yang mengandung unsur-unsur kimia dan pengotornya.
Mineral-mineral tersebut berbentuk senyawa oksida, halida,
fosfat, silikat, karbonat, sulfat, dan sulfida. Logam platina (Pt)
dan emas (Au) disebut logam mulia. Sumber logam mulia dan
mineral-mineral dapat ditemukan di kerak bumi, sedangkan
sumber gas oksigen, nitrogen, dan gas mulia (kecuali He)
terdapat di lapisan atmosfer.
 Golongan IA ( Logam Alkali )
Sifat – sifat Kimia K
Nomor atom 19
Konfigurasi elektron [Ne] 4s1
Titik leleh (K) 337
Titik didih (K) 1039
Jari – jari atom 4,3
Jari – jari ion 1,33
Energi ionisasi I ( kJ mol-1 ) 418
Energi ionisasi II ( kJ mol-1 ) 3051
Elektronegativitas 0,82
Potensial elektrode ( volt )
M+ + e M -2,93
Massa jenis (g mol -1) 0,86

Sifat – sifat kimia Rubidium ( Rb )

Nomor atom 37

Konfigurasi elektron [ Ar ] 5s1

Titik Leleh (K) 312

Titik Didih (K) 967


 Ununquadium ( Uuq )
 Golongan VA ( Logam Nitrogen )
 a. Nitrogen ( N )
 Nomor Atom :7
 Massa Atom : 14,0067 gr/mol
 Massa Jenis : 1.251 gr/L
 Titik Lebur : 63,15 K
 Titik Didih : 77,36 K
 Fase : Non Logam
 Kalor peleburan : 0.720 kJ/mol
 Kalor penguapan : 5.57 kJ/mol

 b. Fosfor ( P )
 Nomor Atom : 15
 Massa Atom : 30,973761
gr/mol
 Massa Jenis : 1,823gr/L
 Titik Lebur : 317,3K
 Titik Didih : 550 K
 Fase : padat
 Kalor peleburan : 0,66 kJ/mol
 Kalor penguapan : 12,4 kJ/mol

 c. Arsen ( As )  Golongan VIA ( Logam
 Nomer Atom : 33 Kalkogen )
 Massa Atom : 74,9216 gr/mol  a. Oksigen
 Massa Jenis : 5,727 g/L  Sifat fisik oksigen
 Titik Lebur : 1090 K  Simbol : O
 Titik Didih : 887 K  Nomor atom :8
 Fase : Padatan  Massa atom relatif : 15,99999 gram/mol
 Kalor peleburan : 24,44 kJ/mol  Titik lebur : -218,4 oC
 Kalor penguapan : 34,76 kJ/mol  Titik didih : -182,96 oC
  Densitas (gas) : 1,429 gram/ liter
 d. Stibium/Antimon ( Sb )  Densitas (cair) : 1,14 gram/liter (-
 Nomer Atom : 51 182,96oC)
 Massa Atom : 121,760 gr/mol  Bilangan oksidasi : +2
 Massa Jenis : 6,53 gr/L  b. Sulfur ( S )
 Titik Lebur : 903,78 K  Simbol :S
 Titik Didih : 1860 K  Nomor atom : 16
 Fase : padat  Ar : 32,06 gr/mol
 Kalor peleburan : 19.79 kJ/mol  Keelektronegatifan : 2.58
 Kalor penguapan : 193.43 kJ/mol  Wujud : padatan
  Warna : kuning
 e. Bismut ( Bi )  Titik leleh
 Nomer Atom : 83  Rombik : 112,80C
 Massa Atom : 208, 98 gr/mol  Monoklin : 1190C
 Massa Jenis : 9,78 gr/L  Titik didih : 444,70C
 Titik Lebur : 544,7 K  Densitas (pada suhu 200C)
 Titik Didih : 1837 K  Rombik : 2,03
 Fase : Padatan  Monoklin : 1,96
 Kalor peleburan : 11,30 kJ/mol  Bilangan oksidasi : -2, +4, +6
 Kalor penguapan : 151 kJ/mol  Konfigurasi elektron : [Ne] 3s2 3p4

 d. Telurium ( Te )
 c. Selenium ( Se )
 Massa jenis 6,24 g/cm3

 Massa jenis (dalam cairan) 1,96 g/cm3
 Simbol : Se
 Titik lebur 722.66 K(448,51oC)
 Radius Atom : 1.4 Å
 Titik didih 1261(998oC)
 Volume Atom : 16.5 cm3/mol
 Kalor peleburan (mono)17,48 kJ/mol
 Massa Atom : 78.96
 Kalor penguapan (mono) 114,1 kJ/mol
 Titik Didih : 958 K
 Kapasitas kalor (25oC)25.73 J/(mol.K)
 Radius Kovalensi : 1.16 Å

 Struktur Kristal : Heksagonal
 Massa Jenis : 4.79 g/cm3
 Konduktivitas Listrik : 8 x 106 ohm-1cm-1
 Elektronegativitas : 2.55
 Konfigurasi Elektron : [Ar]3d10 4s2p4
 Polonium ( Po )
 Formasi Entalpi : 5.54 kJ/mol
 Polonium 210 memiliki titik cair yang
 Konduktivitas Panas : 2.04 Wm-1K-1 rendah, logam yang mudah menguap,
 Potensial Ionisasi : 9.752 V dengan 50% polonium menguap di udara
 Titik Lebur : 494 K dalam 45 jam pada suhu 55oC. Merupakan
pemancar alpha dengan masa paruh waktu
 Bilangan Oksidasi : -2,4,6 138.39 hari. Satu milligram memancarkan
 Kapasitas Panas : 0.32 Jg-1K-1 partikel alfa seperti 5 gram radium. Energi
 Entalpi Penguapan : 26.32 kJ/mol yang dilepaskan dengan pancarannya
sangat besar (140 W/gram); dengan
 sebuah kapsul yang mengandung setengah
gram polonium mencapai suhu di atas
500oC. Kapsul ini juga menghasilkan sinar
gamma dengan kecepatan dosisnya 0.012
Gy/jam. Sejumlah curie (1 curie = 3.7 x
1010Bq) polonium mengeluarkan kilau
biru yang disebabkan eksitasi di sekitar
gas.

 a. Fluor
 Merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif.Memiliki
konfigurasi elektron [He]2S22P5 . Dalam bentuk gas merupakan molekul
diatom (F2), berbau pedas, berwarna kuning mudan dan bersifat sangat
korosif. Serbuk logam, glass, keramik, bahkan air terbakar dalam fluorin
dengan nyala terang.
 Flour memiliki titik didih -188C dan titik lebur 220C jika dibandingkan
dengan unsur lainnya dalam halogen. Flour merupakan unsur yang paling
rendah titik didihnya,Massa atom Relatif/Mr dari Flour ini adalah 18,9984.
 b. Klor
 Klor memiliki konfigurasi elektron [Ne]3S23P5.Gas klor berwarna kuning
kehijauan, dapat larut dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain.
 Titik didih dari gas klor adalah -35C dan titik leleh -220C. Sedangkan
massa atom relatif/Mr dari klor ini adalah 35,453
 d. Iodium
 Merupakan unsur nonlogam. Padatan mengkilap berwarna hitam
kebiruan yang memiliki konfigurasi elektron [Kr]5S25P5.Dapat menguap
pada temperatur biasa membentuk gas berwarna ungu-biru berbau
tidak enak
 (perih). Di alam ditemukan dalam air laut (air asin) garam chili, dll. Unsur
halogen ini larut baik dalam CHCl3, CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali
larut dalam air. Dikenal ada 23 isotop dan hanya satu yang stabil yaitu
127I yang ditemukan di alam.
 e. Astatin
 Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil
pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa
tahun 1940) oleh DR. Corson, K.R. Mackenzie dan E. Segre. Dikenal
ada 20 isotop dari astatin, dan isotop At(210) mempunyai waktu
paruh 8,3 jam (terpanjang). Astatin lebih logam disbanding iodium.
Sifat kimianya mirip iodium, dapat membentuk senyawa antar
halogen (AtI, AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At
dapat membentuk molekul diatom seperti unsur halogen lainnya.
Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt dan CH3At.

 Golongan VIIIA ( Logam Gas Mulia )


 Kereaktifan gas mulia akan berbanding lurus dengan jari-jari
atomnya, jadi kereaktifan gas mulia akan bertambah dari He ke
Rn hal ini disebabkan pertambahan jari-jari atom menyebabkan
daya tarik inti terhadap elektron kulit luar berkurang, sehingga
semakin mudah ditarik oleh atom lain. Tetapi gas mulia adalah
unsur yang tidak reaktif karena memiliki konfigurasi elektron
yang sudah satbil, hal ini didukung kenyataan bahwa gas mulia
di alam selalu berada sebagai atom tunggal atau monoatomik.
Tetapi bukan berarti gas mulia tidak dapat berreaksi, hingga
sekarang gas mulia periode 3 ke atas (Ar, Kr, Xe, Rn) sudah
dapat berreaksi dengan unsur yang sangat elektronegatif seperti
Flourin dan Oksigen.
 Jelaskan yang Anda ketahui tentang Halogen??

Jawab: Halogen merupakan unsur-unsur golongan VIIA yang dapat


membentuk garam jika bereaksi dengan logam, di mana
menyebabkan kelompok ini bersifat sangat reaktif. Unsur-unsur
yang termasuk dalam golongan ini adalah fluor, klor, brom, dan
iod.

Jelaskan yang Anda ketahui tentang logam alkali ?!

Jawab: Golongan alkali adalah golongan IA, yang terdiri dari lithium,
natrium, kalium, rubidium, sesium, dan fransium. Unsur alkali
mempunyai 1 elektron valensi dalam pembentukan ikatan logam.
Senyawa alkali tidak pernah ditemukan dalam keadaan unsur bebas
karena sifatnya yang sangat reaktif dan alkali merupakan reduktor
yang kuat. Logam alkali merupakan golongan logam yang paling
reaktif. Kereaktifannya meningkat dari atas ke bawah (litium ke
fransium), hal ini berkaitan dengan energi ionisasinya yang rendah,
sehingga memudahkan unsur golongan ini untuk melepas elektron.
Hampir semua senyawa logam alkali bersifat ionik dan mudah larut
dalam air.
 Sebutkan unsur-unsur yang termasuk periode ke tiga ?

Jawab: Unsur-unsur yang ada di dalam periode ketiga terdiri dari


unsur logam (Na, Mg, Al), metaloid (Si), nonlogam (P, S, Cl), dan
gas mulia (Ar). Dalam sistem periodik unsur, jari-jari atom unsur
periode ketiga semakin ke kiri semakin kecil, hal ini
mengakibatkan keelektronegatifan unsur-unsur periode ketiga
semakin ke kanan semakin besar.

 Apa yang dimaksud dengan unsur transisi?

Jawab: Pada sistem periodik unsur, yang termasuk dalam


golongan transisi adalah unsur-unsur golongan B, dimulai
dari IB – VIIB dan VIII. Sesuai dengan pengisian elektron pada
subkulitnya, unsur ini termasuk unsur blok d, yaitu unsur-
unsur dengan elektron valensi yang terletak pada subkulit d
dalam konfigurasi elektronnya.