Anda di halaman 1dari 21

BAB VIII

RUANG METRIK

1. Ruang Bernorm
2. Ruang Hasil Kali Dalam
3. Ruang Metrik (RM)
4. Himpunan Buka dan Kekonvergenan di RM
5. Ruang Metrik Lengkap
6. Kekontinuan di RM
8.1 Ruang Bernorm
Definisi 8.1.1:

Suatu himpunan A yang di dalamnya dilengkapi sebuah


norm disebut
Ruang Bernorm ( A , )
Contoh 1:
Jika A = R .
 x  = x  ,  x A adalah norm.
Maka (R , x ) adalah sebuah ruang bernorm

Contoh 2:
Jika A = R  R = R2.

Maka (R , ) adalah sebuah ruang bernorm


Contoh lain:
Jika A = R  R = R2, dan x = ( x1 , x2)  A

1.

2.

3.

4.
Jika A = { f : [a , b]  R : f kontinu di [a , b] }

1.

2.
8.2 Ruang Hasil Kali Dalam (Inner Product)

Definisi 8.2.1:
Hasil Kali Dalam (Inner Product) pada himpunan
A adalah suatu fungsi . , . : AA  R di mana
untuk setiap x , y  A harus memenuhi:
Definisi 8.2.2:
Himpunan A yang di dalamnya dilengkapi dengan
sebuah hasil kali dalam disebut
Ruang Hasil Kali Dalam (Inner Product Space)
dengan notasi ( A , . , . ) .

Contoh:
1. A = R dengan x , y = x.y  x , y  A

2. A = R2 dengan
x , y = x1. y1 + x2.x2  x = (x1 , x2 ) dan
y= (y1 , y2 )  A
3. Diberikan ruang fungsi:

Untuk

Fungsi

adalah adalah hasil kali dalam di W


Ruang hasil kali dalam adalah ruang bernorm.
8.3. Metric

Berapakah jarak
Jakarta - Bandung ?
METRIC

 B(5 , 7)
5
3
A(1 , 4) 
4
Jarak AB = ?
Bisa = 5 Bisa = 4 + 3 = 7 Bisa = Max = 4
8.3 Ruang Metrik
Definisi 8.2.1:
Metrik pada himpunan A adalah suatu fungsi
 : AA  R yang memenuhi:

Suatu himpunan A yang di dalamnya dilengkapi


sebuah metrik disebut Ruang Metrik ( A ,  )
Contoh: Selidiki apakah  metrik?
1. A = R dengan  (x , y) = x - y   x , y  A

2.

i. 1 (x , y) = x1 – y1 + x2 – y2


ii. 2 (x , y) = x1 – y1 – x2 – y2
iii. 3 (x , y) = Maks x1 – y1 , x2 – y2
3. A himpunan , fungsi d: AA  R dengan
1 ; xy
d (x , y) =
0 ; x=y

d adalah metrik

(A , d) dinamakan Ruang Metrik Diskrit.


8.2. LINGKUNGAN BUKA DAN KONVERGENSI
DI RUANG MERIK
DEFINISI 8.2.1: Misalkan (X , ) ruang metrik.
Lingkungan buka dari a berjari-jari  adalah:
V (a) = { x  X :  (x , a) <  }
Contoh-contoh:

1. Diberikan Ruang Metrik (R , ), dengan


 (x,y) =  x – y 
Maka
V2 (3) = { x  R :  (x , 3) < 2 } = (1 , 5)
V1 (0) = { x  R :  (x , 0) < 1 } = (-1 , 1)
2. Diberikan (R , d) Ruang Metrik Diskrit.
Maka:

V2 (3) = { x  R :  (x , 3) < 2 } = ???

V1 (0) = { x  R :  (x , 0) < 1 } = ???


3. Bola Buka V1(0) di Ruang Metrik (R2 , 2)

Bola yang berpusat di (0,0) dgn jari-jari 1 adalah:

r=1

V1(0)
4. Bola Buka V1(0) di Ruang Metrik (R2 , 1)

Bola yang berpusat di (0,0) dgn jari-jari 1 adalah:

(0 , 1)
(½ , ½)

(-½ , -½)

bola jari-jari 1

V1(0)
5. Bola Buka V1(0) di Ruang Metrik (R2 , )

Bola yang berpusat di (0,0) dgn jari-jari 1 adalah:


(1/2 , 1)
(-1 , 1) (1 , 1)

Bola Satuan

V1(0)
Kekonvergenan Barisan

Definisi:
Sebuah barisan (xn) di ruang metrik (X , )
dikatakan konvergen ke x  X apabila
   0  N N  jika n  N berlaku xn  V (x)