Anda di halaman 1dari 30

Case Based Measles Surveillance

(CBMS)

dr. Elief Rohana, Sp.A

Karanganyar, 5 Nopember 2014


Epidemiologi Campak

• Kejadiannya di seluruh dunia


• Reservoir: manusia, belum diketahui pada
binatang
• Tidak ada Karier
• Penularan dari orang ke orang melalui percikan
ludah dan transmisi melalui udara ( sampai 2
jam setelah seseorang dengan campak
meninggalkan ruangan ).
• Sangat menular, >90 % diantara kelompok orang
rentan.
Virus Campak

• Pertama kali dikenal abad ke 7


• Sangat mudah menular
• Pada umumnya terjadi pada anak-anak
• Paramyxovirus (RNA), jenis Morbillivirus
• Mudah rusak terhadap panas dan cahaya.
Cara Penularan

• Penularan melalui pernapasan

• Waktu Penularan:
4 hr sebelum dan 4 hr setelah rash

• Penularan maksimum pada 3-4 hr


setelah rash
Gejala Penyakit CAMPAK

Hari 1-3 :
•Panas makin hari makin
•Mata merah dan sakit
bila kena cahaya.
•Anak batuk/pilek
Gejala Penyakit CAMPAK
Hari 3- 4 :
• Panas agak turun
• Timbul bercak-bercak merah
pada kulit dimulai dibelakang
telinga menjalar ke muka
• Mata bengkak terdapat
cairan kuning kental
• Seluruh tubuh terlihat
bercak-bercak.
Gejala Penyakit CAMPAK

Bercak
Koplik
Gejala Penyakit CAMPAK
Hari 4 – 6 :
• Bercak berubah menjadi
kehitaman dan mulai
mengering
• Selanjutnya mengelupas
secara berangsur-angsur
• Akhirnya kulit kembali
seperti semula tanpa
menimbulkan bekas
Perjalanan Klinis Campak
Masa Inkubasi prodromal rash
(7–18 hr sebelum rash) (± 4 hr) (± 4–8 hr)

- - - - - - - -
-11 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 +1 +2 +3 +4 +5 +6 +7 +8
18 17 16 15 14 13 12 10

Periode sangat menular

- 18 -4 0 +4
18 hr sebelum rash 4 hr sebelum rash Tgl mulai timbul 4 hr setelah rash
adalah adalah rash adalah kemungkinan
kemungkinan tgl kemungkinan akhir menularkan
paling awal tertular menularkan
Faktor Risiko
Komplikasi Campak

• Usia

• Malnutrisi

• Populasi Padat

• Defisiensi Immunitas

• Defisiensi Vitamin A
Komplikasi Penyakit Campak

Sering Jarang
• Diare
• Encephalitis
• Bronkhopneumonia • Myocarditis
• Pneumonia • Pneumothorax
• Malnutrisi • Pneumomediastinum
• Radang telinga tengah • Appendicitis
• Subacute sclerosing
• Ulkus mucosa mulut
panencephalitis
• Komplikasi mata (SSPE)
Komplikasi Berat
Campak
Komplikasi Berat
Campak
Jaringan parut
pada
korneabuta

Encephalitis

Pneumonia &
diarrhea
Manajemen Kasus Campak
Menejemen Kasus Campak

KOMPONEN ESENSIAL:

- Menghilangkan gejala

- Menyediakan Nutrisi (Diet TKTP)

- Menyediakan vitamin A

- Memberikan Pengertian tentang

Penyakit Campak kepada oran tua(Ibu)


Pengobatan

• Simptomatis ( Bila Tidak ada komplikasi )


 Rawat Jalan atau Rumah

• Antibiotika ( Bila ada komplikasi )


 Rumah Sakit

• VITAMIN A:
• Melindungi mukosa (mencegah
komplikasi)
• Mencegah komplikasi mata
Vitamin A untuk Tatalaksana Kasus
Campak

Umur Pada saat di Hari * 2 minggu


diagnosis berikutnya kemudian

6 – 11 Bln 100 000 IU 100 000 IU 100 000 IU

12 Bln 200 000 IU 200 000 IU 200 000 IU

* Jika penderita mempunyai penyakit mata, berikan dosis ketiga 2 – 4


minggu setelah dosis kedua
Case Based Measles Surveillance
(CBMS)

PENGERTIAN :
Setiap penderita campak dicatat
identitasnya secara individual (individual
record): Nama, umur, jenis kelamin, status
imunisasi dan riwayat sakitnya.
Catatan :
Indonesia telah melaksanakan CBMS di tingkat
puskesmas di seluruh Indonesia dengan
menggunakan formulir C1 (format 2009)
LATAR BELAKANG CBMS
- Indonesia  termasuk dalam 47 negara
penyumbang kematian campak di dunia
- Rencana strategi global/regional 2007-2010
(WHO/UNICEF)  Pengendalian penyakit
campak
- Tujuan : menurunkan angka perkiraan kematian
campak sebesar 90 % tahun 2010 dibandingkan
th 2000
- Indonesia sudah melakukan kampanye campak
 harus melakukan surveilans berbasis individu
(CBMS)
Surveilans Campak berbasis Individu
(Case Based Measles Surveillance)
Tujuan:
 Evaluasi dampak imunisasi campak
(rutin dan kampanye)

 Mengetahui adanya perubahan


epidemiologi penyakit dengan
gejala seperti campak (demam,
rash, conjunctivitis/batuk/pilek)

 Teridentifikasinya penyakit lain


(Rubela) yang memp. gejala seperti
campak sebagai dampak positif
CBMS
Suspek Campak Test Serologi IgM

Batuk/Pilek/Conjuntivi
tis
+
measles
dengue mononucleosis

rubella other viral


exanthems
Fever + Rash
scarlet fever Kawasaki

roseola meningococcemia
infantum
toxoplasmosis
Strategi Reduksi Campak

• Cakupan Imunisasi rutin cakupan tinggi dan


merata
• Melakukan Kampanye campak dengan
Cakupan tinggi

• Surveilans campak berbasis individu


• Investigasi KLB campak secara lengkap.
Imunisasi rutin pada
bayi < 1 th

 Memberikan kekebalan
sedini mungkin
 Menurunkan angka
kesakitan dan kematian
karena campak pada
awal tahap reduksi
campak.
Imunisasi tambahan pada Kesempatan
ke-2 Melalui Kampanye Campak

 Mencapai kekebalan
populasi (herd immunity
95 %)
 Angka kesakitan dan
kematian pada level
paling rendah untuk
masuk dalam tahap
eliminasi campak
Spesimen adekuat

Spesimen Darah :
Pengambilan serum dilakukan pada hari ke
4-28 sejak hari pertama timbulnya rash
Spesimen Urine :
Diambil sesegera mungkin sampai
dengan hari ke 5 setelah timbulnya rash
Pengambilan spesimen darah
 Siapkan label identitas penderita & lekatkan ke syringe/vacuntainner
dan tabung serum
 Ambil darah vena 5 ml  centrifuge 3000 rpm selama 10 menit
 Bila tdk ada centrifuge biarkan 30 menit -1 jam agar serum keluar
 Ambil serum dg pipet steril  masukkan ke tabung serum
 Tabung serum dibungkus tissue/kertas yg menyerap  dimasukkan
dalam plastik  ikat rapat/selotip  masukkan wadah primer/box
plastik
 Masukkan spesimen carrier & diberi ice pack 3-4 buah (2-8˚C)
 Kirim ke BLK DIY disertai Surat pengantar dan C-KLB
 Alamat Balai Laboratorium Kesehatan (BLK)
Jl. Ngadinegaran MJ III/62 Yogyakarta
Telp. 0274 378187 Fax. 0274 381582
Penemuan Klinis Campak
Rumah Sakit

Poliklinik (Anak dan Umum) dan


Ruang rawat (Anak dan Umum)

Data kasus dicatat dalam C1  diisi lengkap.


Data diambil oleh petugas surv Kab/Kota saat SARS
(Surveilans Aktif RS) mingguan dan tindak lanjut di
lapangan sebagai bentuk kewaspadaan dini KLB.
Penemuan Klinis Campak

Puskesmas
Suspek campak/campak klinis di Puskesmas
termasuk Puskesmas Pembantu & praktek
swasta

Data kasus dicatat dalam C1, semua variabel dalam C1


diisi lengkap.
20 % suspek campak diambil sample serum oleh petugas
Lab. Puskesmas dan dikirim ke Lab Campak Nasional
secara langsung atau melalui Kab/Kota/Provinsi.
ALUR PENGAMBILAN SPESIMEN

POLIKLINIK RS POLIKLINIK PRAKTEK


PUSK SWASTA

LAB. RUMAH SAKIT


(mengambil spesimen) LAB PUSK
Surat pengantar

PETUGAS SURV PUSK


(memberi No. epid)
PETUGAS REKAM MEDIK
RS ( surat pengantar & 24 jam
hub petugas surv kab)
DINKES
KAB/KOTA
Senin - Kamis
(BLK YOGYAKARTA)