Anda di halaman 1dari 19

Asuhan Keperawatan Pada

Pasien dengan Penyakit


Glaukoma

Disusun Oleh:
Anissah Valeska Stany
Oktavea Bunnurmatha.P.
Definisi

• Glaukoma adalah gangguan penglihatan yang


disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata.
Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini
disebabkan oleh ketidak-seimbangan antara
produksi cairan dan pembuangan cairan dalam
bola mata dan tekanan yang tinggi dalam bola
mata bisa merusak jaringan-jaringan syaraf halus
yang ada di retina dan dibelakang bola mata. (
Sidarta ilyas,2010)
Tipe Glaukoma
• Glaucoma primer dan sekunder mengacu pada
apakah penyakit terjadi sendiri atau disebablan
gangguan yang lain.
• Akut dan kronis dimaksudkan onset dan durasi
penyakit
• Terbuka ( sudut lebar) dan tertutup ( sudut sempit)
digunakan untuk mendeskripsikan lebar sudut
antara iris dan kornea, sudut okuli anterior yang
sempit secara anatomis menjadi predisposisi untuk
mengalami onset akut glaucoma sudut tertutup
Etiologi

• proses degenerative pada jaringan trabecular


• Penekanan akibat tumor yang tumbuh cepat
• Hipertensi, penyakit kardiovaskular,diabetes, dan
obesitas
• penggunaan kortikosteroid topical
Manifestasi klinis
• Glaukoma sudut terbuka
saluran tempat mengalirnya humor aqueus
terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu
lambat. Secara bertahap akan meningkat dan
menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan
fungsi penglihatan yang progresif.
– penyempitan lapang pandang tepi.
– Sakit kepala ringan
– Gangguan penglihatan yag tidak jelas (misalnya :
melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau
sulit beradaptasi pada kegelapan).
Lanjutan
• Glaukoma sudut tertutup
terjadi jika saluran tempat mengalirnya
humor aqueus terhalang oleh iris.
– Penurunan fungsi penglihatan ringan
– Terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling
cahaya
– Nyeri pada mata dan kepala.
Lanjutan
• Glaukoma kongenitalis
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan
terjadi akibat gangguan perkembangan saluran humor
aqueus. Glaukoma seringkali diturunkan.
• Glaukoma sekunder
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami
kerusakan akibat :
– Infeksi
– Peradangan
– Tumor
– Katarak yang meluas
– Penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor
aqueus dari bilik anterior.
Pemeriksaan penunjang/ diagnostic

• Oftalmoskopi
• Tonometry
• Perimetri
• ultrasonotrapi
Penata laksanaan Medis
• Obat tetes mata beta blocker
• Minum larutan gliserin dan air
• Pemberian inhibitor karbonik anhidrase
• Terapi laser
• Pembedahan
Medicamentosa
• Brinzolamide: penghambat karbonik anhidrasi.
Mengobati tekanan yang meningkat pada mata.
• Timolol maleate: penghambat reseptor beta
adrenergik non selektif. Mengurangi tekanan pada
mata.
• Betaxolol HCL: penghambat reseptor beta1 selektif.
• Latonoprost: mengontrol perkembangan glaukoma.
• Laser Trabeculoplasty (LTP)
• Operasi Filtrasi Mata
Komplikasi

• Kebutaan total
• Penyumbatan pembulu darah pada mata
• Neovaskularisasi
Patoflowdiagram
Asuhan Keperawatan
Pengkajian
• Penglihatan
• Ketajaman penglihatan, shelenchart bila tersedia,
membaca jarak jauh, membaca jarak dekat.
• Lapang pandang, test konfrontasi.
• Adanya bayangan sekitar cahaya (hallo)
• Ketidaknyamanan
– Nyeri mata ; tumpul, berat
– Sakit kepala ; derajat beratnya
– Mual dan muntah
Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul
pada glaukoma adalah :
• Gangguan sensori perceptual b.d gangguan
penerimaan sensori, gangguan status organ
indera.
• Ansietas b.d perubahan status kesehatan :
adanya nyeri
• Kurang pengetahuan b.d ketidakmampuan
mengingat dan salah interprestasi informasi.
Intervensi
1. Gangguan sensori perceptual b.d gangguan penerimaan
sensori, gangguan status organ indera.
• Tujuan : Mempertahankan lapang ketajaman penglihatan
tanpa kehilangan penglihatan (kebutaan) lebih lanjut
• Intervensi :
– pastikan derajat tipe kehilangan penglihatan.
– Dorong mengekspresikan perasaan tentang kehilangan/
kemungkinan kehilangan penglihatan.
– Tunjukkan pemberian tetes mata.
– Lakukan tindakan untuk membantu pasien menangani
keterbatasan penglihatan.
Intervensi
2. Ansietas b.d perubahan status kesehatan : adanya nyeri
• Tujuan :
o Tampak rileks dan melaporkan ansietas menurunkan sampai
tingkatan dapat diatasi.
o Menunjukkan ketrampilan pemecahan masalah
o Menggunakan sumber secara efektif.
• Intervensi :
– Kaji tingkat ansietas, derajat pengalaman nyeri timbulnya gejala
tiba-tiba dan pengetahuan kondisi ini.
– Berikan informasi yang akurat jujur. Diskusikan kemungkinan bahwa
pengawasan dan pengobatan dapat mencegah kehilangan
penglihatan tambahan.
– Dengan pasien untuk mengkui masalah dan mengekspresikan
perasaan.
– Identifikasi sumber/orang yang menolong
Intervensi
3. Kurang pengetahuan b.d ketidakmampuan mengingat
dan salah interprestasi informasi.
• Tujuan :
o menyatakan pemahaman kondisi, prognosis dan
pengobatan.
o Menidentifikasi hubungan/tanda gejala dengan penyakit.
o Melakukan prosedur dengan benar dan menjelaskan
alasan tindakan.
• Intervensi :
– diskusikan pelayanan menggunakan identifikasi.
– Tunjukkan teknik yang benar pemberian tetes mata, ijinkan
pasien mengulang tindakan.
– Kaji pentingnya memperhatikan jadwal obat.
Terimakasih