Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN GADAR

FRAKTUR DAN DISLOKASI

OLEH
YURIS PULA PODO
Analisa Data

No Data Etiologi Masalah


Keperawatan
1. DS : klien mengeluh sesak napas. kelumpuhan otot Ketidakefektifan
DO : klien terlihat pucat, sianosis, adanya pernapasan cuping pernapasan (diafragma), pola napas
hidung kompresi medulla
RR= 29x/menit spinalis.
TD = 100/60 mmHg
2. DS : klien mengeluh nyeri hebat & tidak bisa tidur. adanya cedera pada Gangguan rasa
DO : Klien terlihat sangat gelisah, suhu tubuh klien naik turun cervikalis nyaman : Nyeri
tak menentu, klien memakai colar neck. N=80x/mnt.
S= 38,50C
Hasil foto X-cervical menunjukan fraktur dislokasi C1-2.
Skala nyeri 8 (interval 1-10).
3. DS : Klien megatakan sering ngompol. kerusakan saraf Gangguan pola
DO : Klien terpasang kateter. perkemihan eliminasi uri

4. DS : Klien mengeluh tidak bisa BAB. Penuruna peristaltic usus Gangguan eliminasi
DO : Peristaltik usus klien menurun, abdomen mengalami akibat kerusakan alvi (Kostipasi)
distensi. persarafan usus dan
rectum
5. DS : Klien merasa mengalami kelemahan pada keempat Kelumpuhan pada Kerusakan
anggota geraknya. anggota gerak mobilitas fisik.
DO : Klien membutuhkan bantuan untuk memenuhi ADL nya.
Diagnosa Keperawatan
•Pola napas tidak efektif b.d kelumpuhan otot pernapasan
(diafragma), kompresi medulla spinalis.
•Gangguan rasa nyaman : Nyeri b.d adanya cedera pada cervikalis
•Gangguan pola eliminasi uri : inkontinensia uri b.d kerusakan saraf
perkemihan
•Gangguan eliminasi alvi : Konstipasi b.d penurunan peristaltik usus
akibat kerusakan persarafan usus & rectum.
•Kerusakan mobiltas fisik b.d kelumpuhan pada anggota gerak
No Dx Tujuan/Kriteria Hasil Intervensi Rasional
1. pola nafas efektif setelah diberikan • Pertahankan jalan nafas; posisi • pasien dengan cedera cervicalis akan
oksigen kepala tanpa gerak. membutuhkan bantuan untuk mencegah aspirasi/
Kriteria hasil : ventilasi adekuat •Lakukan penghisapan lendir bila mempertahankan jalan nafas.
PaCo2<45, PaO2>80, RR 16-20x/ perlu, catat jumlah, jenis dan •jika batuk tidak efektif, penghisapan
menit, Tanda-tanda sianosis(-) : karakteristik sekret. dibutuhkan untuk mengeluarkan sekret, dan
CRT 2 detik •Kaji fungsi pernapasan. mengurangi resiko infeksi pernapasan.
•Auskultasi suara napas. •trauma pada C5-6 menyebabkan hilangnya fungsi
•Observasi warna kulit. pernapasan secara partial, karena otot pernapasan
•Kaji distensi perut dan spasme otot. mengalami kelumpuhan.
•Anjurkan pasien untuk minum •hipoventilasi biasanya terjadi atau menyebabkan
minimal 2000 cc/hari. akumulasi sekret yang berakibat pnemonia.
•Lakukan pengukuran kapasitas vital, •menggambarkan adanya kegagalan pernapasan
volume tidal dan kekuatan yang memerlukan tindakan segera
pernapasan •kelainan penuh pada perut disebabkan karena
•Berikan oksigen dengan cara yang kelumpuhan diafragma
tepat. •membantu mengencerkan sekret, meningkatkan
•Lakukan fisioterapi nafas. mobilisasi sekret sebagai ekspektoran.
•menentukan fungsi otot-otot pernapasan.
Pengkajian terus menerus untuk mendeteksi adanya
kegagalan pernapasan.
•Pantau analisa gas darah.
untuk mengetahui adanya kelainan fungsi
pertukaran gas sebagai contoh : hiperventilasi PaO2
rendah dan PaCO2 meningkat.
•metode dipilih sesuai dengan keadaan isufisiensi
pernapasan
Rasional : mencegah sekret tertahan
No Tujuan/Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Dx
2 rasa nyaman terpenuhi •terhadap nyeri dengan • pasien melaporkan nyeri biasanya
setelah diberikan perawatan skala 0-5. diatas tingkat cedera.
dan pengobatan •Bantu pasien dalam •nyeri dipengaruhi oleh; kecemasan,
Kriteria hasil : melaporkan identifikasi faktor pencetus. ketegangan, suhu, distensi kandung
rasa nyerinya berkurang •Berikan tindakan kemih dan berbaring lama.
dengan skala nyeri 6 dalam kenyamanan. •memberikan rasa nayaman dengan
waktu 2 X 24 jam •Dorong pasien cara membantu mengontrol nyeri.
menggunakan tehnik •memfokuskan kembali perhatian,
relaksasi. meningkatkan rasa kontrol
•Berikan obat antinyeri •untuk menghilangkan nyeri otot atau
sesuai pesanan. untuk menghilangkan kecemasan dan
meningkatkan istirahat
No Tujuan/Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Dx
3 pola eliminasi kembali •Kaji pola berkemih, dan •mengetahui fungsi ginjal
normal selama perawatan catat produksi urine tiap •membantu mempertahankan fungsi
Kriteria hasil : jam. ginjal.
•Palpasi kemungkinan •membantu proses pengeluaran urine
Produksi urine 50cc/jam
adanya distensi kandung
Keluhan eliminasi urin kemih.
tidak ada •Anjurkan pasien untuk
minum 2000 cc/hari.
Pasang dower kateter.
No Tujuan/Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Dx
4 pasien tidak •Auskultasi bising usus, •bising usus mungkin tidak ada
menunjukkan adanya catat lokasi dan •pendarahan gantrointentinal dan
gangguan eliminasi karakteristiknya. lambung mungkin terjadi akibat
•Observasi adanya distensi trauma dan stres selama syok spinal.
alvi/konstipasi
perut. •meningkatkan konsistensi feces
Kriteria hasil : pasien •Catat adanya keluhan •merangsang kerja usus
bisa BAB secara teratur mual dan ingin muntah,
sehari 1 kali pasang NGT.
•Berikan diet seimbang
TKTP cair
•Berikan obat pencahar
sesuai pesanan.
No Tujuan/Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Dx
5 selama perawatan •Kaji secara teratur fungsi •mengevaluasi keadaan secara
gangguan mobilisasi bisa motorik. umum
diminimalisasi sampai •Instruksikan pasien •memberikan rasa aman
cedera diatasi dengan untuk memanggil bila •membantu ROM secara pasif
pembedahan. minta pertolongan. •mencegah footdrop
Kriteria hasil : •Lakukan log rolling. •mengetahui adanya hipotensi
Tidak ada konstraktur, Pertahankan sendi 90 ortostatik
Kekuatan otot meningkat, derajad terhadap papan •gangguan sirkulasi dan hilangnya
Klien mampu beraktifitas kaki. sensai resiko tinggi kerusakan
kembali secara bertahap •Ukur tekanan darah integritas kulit
sebelum dan sesudah log •berguna untuk membatasi dan
rolling. mengurangi nyeri yang
•Inspeksi kulit setiap hari. berhubungan dengan spastisitas.
•Berikan relaksan otot
sesuai pesanan seperti
diazepam.