Anda di halaman 1dari 16

PLENO 1

KELOMPOK 7
HUMAIRRAH ADITYA NISRIN 030001900057

HUWAYNA NYSA DJIBY 030001900058

IBRAHIM FUADIZIDANE 030001900059

IMAM AKBAR RAMADHAN 030001900060

INAYA NABILA 030001900061


NAMA ANGGOTA INDI ESTYANA PUTRI 030001900062

INDRI RESLINGA 030001900063

ISRA FAUZIYYAH 030001900064

ISTIQOMATUL HIKMAH 030001900065


KASUS
Judul : Seorang laki– laki terjatuh dari sepeda motor

Seorang laki – laki di bawa ke rumah sakit dengan


keluhan patah tulang setelah mengelami kecelakaan sepeda
motor. Hasil pemeriksaan oleh dokter didapatkan adanya
patah tulang di regio paha kanan. Adanya kondisi tersebut
menyebabkan pasien jadi kesakitan, sulit berjalan dan
mengeluh lututnya terasa tidak stabil saat berdiri dengan
kedua kakinya. Namun dokter mengakatakan bahwa tulang
tersebut dapat kembali menyatu karena adanya proses
pembentukan tulang baru.

Kata Kunci : tulang paha, sendi lutut, berdiri tidak stabil.


KLARIFIKASI ISTILAH

Femur (tulang paha) : Sendi : perhubungan


Regio : tatanama anatomis tulang terbesar dan antara tulang sehingga
umum untuk daerah tertentu terpanjang ditubuh tulang dapat digerakkan,
pada permukaan tubuh di memanjang dari pelvis dan tenpat penyatuan
dalam batas batas tertentu sampai ke lutut, tepatnya atau sambungan antara 2
yang di tetapkan. bersendi dengan tulang atau lebih tulang rangka.
panggul.
IDENTIFIKASI MASALAH

Seorang laki – laki memiliki keluhan patah tulang

Patah tulang di regio paha kanan

Merasa kesakitan pada saat berjalan dan lutut tidak stabil saat
berdiri

Tulang akan menyatu karena adanya proses pembentukan


tulang
BRAINSTORMING
Pembentukan tulang Kesakitan, lutut terasa
Patah Tulang tidak stabil
baru

Tulang dan tulang Struktur tulang Sendi


rawan

Mikroskopis Fungsi
Memahami
Mengetahui
proses
struktur
pembentukan
LEARNING tulang
skeleton

OBJECTIVE
Mengetahui jenis-jenis
sendi yang terdapat di
ekstremitas bawah
STRUKTUR SKELETON

upper extremity

lower extremity
LOWER
EXTREMITY
SENDI
1. Berdasarkan gerakan dibagi 2. Berdasarkan jarak antar tulang dan
menjadi: bahan pembentuk sendi :
◦ Sinartrosis : gerakan sangat ◦ Sendi fibrosa : dihubungkan dengan
sedikit hingga tidak ada jaringan fibrosa tidak terdapat rongga
(Immovable joint) sendi.
◦ Amfiartrosis : gerakan ◦ Sendi kartilaginosa : dihubungkan
terbatas karena tekanan oleh tulang rawan, tidak terdapat
(Slightly movable) rongga sendi.
◦ Diartosis : gerakan cukup ◦ Sendi synovial : memiliki rongga
luas (Freely movable) sendi, dan memiliki cairan synovial
sebagai pelumas untuk membantu
pergerakkan.
Nama Sendi Jenis Sendi Kemungkinan Gerak Bidang
Gerak
Sendi Panggul (Art coxae) Sendi Peluru (Art - Adduksi - Frontal
spheroidea) - Abduksi - Sagital
- Fleksi - Transvers
- Ekstensi al
- Rotasi

Sendi Lutut (Art genus) Sendi engsel (Art ginglymus) - Fleksi - Sagital
- Ekstensi
Sendi Tibiofibular Bawah Syndesmosis (Art fibrosa) Menopang cekungan malleolus, dengan - Sagital
(Syndesmosis tibiofibularis) dorsofleksi pada sendi pergelangan kaki,
cekungan malleolus sedikit melebar
Sendi Tibiofibular Atas (Art tibiofibularis) Sendi kaku (Amphiarthrosis) Sedikit pergerakan dalam lintang dan - Transvers
vertikal secara rotasi al
Sendi Lompat Atas (Art talocruralis) Sendi engsel (Art ginglymus) - Fleksi - Sagital
- Plantarfleksi ekstensi
- Dorsofleksi
Sendi Lompat Bawah Gabungan sendi putar (Art - Supinasi - Transvers
(Articulatio talotarsalis) trochoideus) dan sendi - Pronasi al
- Art talocalcaneonavicularis (bag. peluru (Art spheroidea)
anterior)
- Art subtalaris (bag. posterior)
Sendi Interphalangea (Articulationes Sendi engsel - Fleksi - Sagital
interphalangeae pedis) (Art ginglymus) - Ekstensi

Sendi Tarsal Transversal (Art Sendi kaku Memutar kaki bagian depan - Transversal
tarsitransversa) (Amphiarthrosis)

Sendi Antar Metatarsal (Art Sendi kaku Sangat sedikit gerak memutar kaki bagian - Transversal
intermetatarsalis) (Amphiarthrosis) depan

Sendi Antar Tarsal Sendi kaku Gerakan sangat terbatas pada perubahan
- Art cuneonavicularis (Amphiarthrosis) bentuk adaptif saat menapak di lantai
- Articulationes intercuneiformes
- Art cuneocubeiodea

Sendi Metatarsophalangea (Articulationes Sendi peluru Sedikit pergerakan dalam lintang dan - Transversal
metatarsophalangeae) (Art spheroidea) vertikal secara rotasi

Sendi Tarsometatarsal (Art Sendi kaku - Gerakan plantar dan dorsal - Sagital
tarsometatarsales) (Amphiarthrosis) - Sangat terbatas dan rotasi kaki bagian
depan
Fungsi tulang Fungsi tulang rawan

◦ Melindungi organ vital seperti ◦ Fleksibilitas dan resistensi


yang terdapat dalam terhadap tekanan yang dimiliki
tengkorak dan rongga dada tulang rawan memungkinkan
◦ Untuk menunjang tubuh berfungsi sebagai peredam kejut
◦ Tempat penyimpanan berbagai ◦ Permukaannya yang licin
mineral dalam tubuh memungkinkan terjadinya gerak
yang hampir bebas
◦ Untuk melapisi permukaan sendi
pada tulang
PEMBENTUKAN TULANG
Femur termasuk dari bagian Appendicular lower extrimity. Sendi
genus merupakan persendian antara femur dan tibia yang fungsinya
monopang berat tubuh, dan juga merupakan persendian antara
patella dan femur. Berdasarkan arah pergerakannya sendi genus
termasuk sendi diartrosis (gerakan cukup luas). Berdasarkan jarak
& bahan pembentuknya termasuk sendi synovial yang artinya
KESIMPULAN: memiliki rongga sendi yang didalamnya terdapat cairan sinovial
sebagai pelumas untuk membantu pergerakan. Jenis sendi genus
adalah sendi engsel yang pergerakannya untuk fleksi dan ekstensi.
Untuk pembentukan tulang femur memakai pembentukan
endokondral karena untuk tulang panjang.
REFERENSI
Snell R. Anatomi klinis berdasarkan sistem penerbit buku kedokteran. 2012:354-6
Kamus Dorland
Mescher AL. Histologic dasar janquera. EGC. Jakarta 2011
Gray. Dasar dasar anatomi. Elsevier 2013
Atlas anatomi manusia. Sobotta edisi 23
Histologi. Gartner edisi ketiga
Junqueira’s basic histollogy text & atlas