Anda di halaman 1dari 19

KELOMPOK 2

1 ANGGUN SANDIA S (A2R17004)


2 ELIKA MARDIANA (A2R17008)
3 DHEA ANANDA (A2R17007)
4 LILA LAILATUS S (A2R17011)
5 NANANG ENDRIONO (A2R17019)
6 NANDA PERMATA S (A2R17021)
7 PINILIH FARIDATUL L (A2R17025)
8 RODOTUN NAFISAH (A2R17030)
9 WINDA KARUNIA P (A2R17038)
KONJUNGTIVITIS
KONJUNGTIVITIS

peradangan selaput
bening yang
menutupi bagian
putih mata dan
DEFINISI bagian dalam
kelopak mata.
Peradangan tersebut
menyebabkan
timbulnya berbagai
macam gejala, salah
satunya adalah mata
merah.
ETIOLOGI
01 Infeksi oleh virus atau bakteri
( Staphylococcus sp., Clamydia sp., dan
Neisseria sp.)
02 Reaksi alergi
(debu, serbuk sari, bulu binatang)
03 Iritasi
(oleh angin, debu, asap dan polusi udara
lainnya; sinar ultraviolet dari las
listrik atau sinar matahari yang
dipantulkan oleh salju)

04 Pemakaian lensa kontak


Terutama dalam jangka panjang, juga
bisa menyebabkan konjungtivitis.
Kadang konjungtivitis bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Konjungtivitis semacam ini bisa disebabkan oleh:
Infeksi oleh
bakteri
Kepekaan tertentu,
terhadap terutama
Entropio bahan
Pemapar
klamidia
natauekt Kelainan an oleh
kimia
ropion saluran iritan
air mata

Substansi lain yang dapat mengiritasi mata dan menyebabkan timbulnya konjungtivitis yaitu
bahan kimia (seperti klorin dan sabun) dan polutan udara (seperti asap dan cairan fumigasi)
MANIFESTASI KLINIS
 Konjungtiva berwarna merah
(hiperemi) dan membengkak
 Konjungtiva dan peradangan sel-sel
konjungtiva bagian atas
 Reaksi nonspesifik peradangan
 Pembesaran pembuluh darah di
konjungtiva dan sekitarnya sebagai
 Pembengkakan kelenjar (folikel) di
konjungtiva dan sekitarnya
 Terbentuknya membran oleh proses koagulasi
fibrin (komponen protein)
 Dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental
hingga bernanah)
 Produksi air mata berlebihan (epifora).kelopak mata
bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis)
seolah akan menutup akibat pembengkakan.
LANJUTAN
Mata terasa Mata terasa
Mata berair nyeri gatal

GEJALA LAIN
Peka Terbentuk
Pandangan kabur keropeng pada
terhadap kelopak mata
cahaya ketika bangun
pada pagi hari
KLASIFIKASI
Konjungtivitis papiler raksasa

4 konjungtivitis yang disebabkan oleh intoleransi mata


terhadap lensa kontak. Biasanya mengenai kedua mata,
terasa gatal, banyak kotoran mata, air mata berlebih, dan
kadang muncul benjolan di kelopak mata
Konjungtivitis alergi
Konjungtivitis ini juga mengenai kedua
PowerPoint
Presentation 1 KONJUNGTIVITIS
3 mata. Tandanya,
PowerPoint
Presentation
selain mata berwarna
PowerPoint
Presentation
merah, mata juga akan terasa gatal. Gatal
Konjungtivitis virus ini juga seringkali dirasakan dihidung.
Biasanya mengenai satu Produksi air mata juga berlebihan sehingga
mata. Pada mata sangat berair.
konjungtivitis ini, mata Konjungtivitis bakteri
sangat berair. Kotoran 2 Biasanya mengenai kedua mata. Ciri khasnya adalah
mata ada, namun keluar kotoran mata dalam jumlah banyak, berwarna
biasanya sedikit.. kuning kehijauan.
KOMPLIKASI
Glaucoma
1
Katarak 8 Komplikasi konjungtivitis
2 vernal

Komplikasi pada
Ablasi retina 3 7 konjungtivitis membranasea
dan pseudomembranasea

Komplikasi pada konjungtivitis 6 Komplikasi pada konjungtivitis


kataral teronik
4 purulenta
5 Dari blefaritis seperti ekstropin,
trikiasis
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1 2 3
Pemeriksaan Therapy Pemeriksaan
Mata Medik Laboratorium
PENATALAKSANAAN
Konjungtivitis virus biasanya tidak diobati, karena akan Tablet atau tetes mata antihistamin
sembuh sendiri dalam beberapa hari. Walaupun cocok diberikan pada konjungtivitis
demikian, beberapa dokter tetap akan memberikan 01 03
alergi. Selain itu, air mata buatan juga
larutan astringen agar mata senantiasa bersih sehingga dapat diberikan agar mata terasa
infeksi sekunder oleh bakteri tidak terjadi dan air mata lebih nyaman, sekaligus melindungi
buatan untuk mengatasi kekeringan dan rasa tidak mata dari paparan alergen, atau
nyaman di mata. mengencerkan alergen yang ada di
05 lapisan air mata.
Obat tetes atau salep antibiotik biasanya
digunakan untuk mengobati 02
konjungtivitis bakteri. Antibiotik minum Untuk konjungtivitis papiler raksasa, pengobatan
juga sering digunakan jika ada infeksi di utama adalah menghentikan paparan dengan benda
04
bagian tubuh lain. Pada konjungtivitis yang diduga sebagai penyebab, misalnya berhenti
bakteri atau virus, dapat dilakukan menggunakan lensa kontak. Selain itu dapat
kompres hangat di daerah mata untuk diberikan tetes mata yang berfungsi untuk
meringankan gejala. mengurangi peradangan dan rasa gatal di mata.
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
A. Identitas klien
Meliputi nama, jenis kelamin, pendidikan, alamat, pekerjaan, suku
bangsa, tanggal, jam masuk RS, nomor registrasi, dan diagnosis medis.
B. Riwayat kesehatan
 Riwayat kesehatan sekarang
 Riwayat kesehatan keluarga
C. Anamnesa
Kaji gejala yang dialami klien sesuai dengan jenis konjungtivitis yang terjadi.
D. Pemeriksaan fisik
(Inspeksi) untuk mencari karakter atau tanda konjungtivitis yang meliputi :
 Hiperemi konjungtiva yang tampak paling nyata pada fornix dan
mengurang kearah limbus.
 Kemungkinan adanya secret
E. Pemeriksaan penunjang
 Pemeriksaan laboratorium
 Pemeriksaan visus
DIAGNOSA DIAGNOSA DIAGNOSA
DIAGNOSA
3 2 1
YANG
Gangguan konsep diri Gangguan sensori Nyeri
(body image menurun) perseptual Tujuan : nyeri dapat SERING
Tujuan : klien tidak
mengalami gangguan
Tujuan : penglihatan
kliean kembali normal
teratasi
Intervensi :
MUNCUL
konsep diri Intervensi : 1.Kaji tingkat nyeri yang
Intervensi : 1.Pastikan derajat/tipe dialami oleh klien.
1.Dorong pengungkapan kehilangan penglihatan. 2.Ajarkan kepada klien
perasaan dan menerima 2.Dorong mengekspresi- metode distraksi selama
apa yang dikatakannya. kan perasaan tentang nyeri, seperti nafas
2.Berikan lingkungan yg kemungkinan kehilangan dalam dan teratur.
bisa menerima keadaan penglihatan. 3.Ciptakan lingkungan
dirinya 3.Tunjukkan pemberian tidur yang nyaman,
3.Diskusikan peradangan tetes mata. aman dan tenang.
terhadap citra diri dan 4.Lakukan tindakan 4.Kolaborasi dengan tim
efek yang ditimbulkan untuk membantu pasien medis dalam pemberian
dari penyakit. menangani keterbatasan analgesic.
penglihatan.
DIAGNOSA
Resiko tinggi penularan penyakit
4
pada mata yg lain / pada orang lain
5 Kurang pengetahuan
Tujuan : tidak tejadi penyebaran infeksi
Tujuan : pemenuhan Intervensi :
informasi klien terpenuhi 1.Beritahu klien untuk mencegah
Intervensi : pertukaran sarung tangan, handuk dan
1.Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang bantal dgn keluarga yang lain.
penyakitnya. 2.Ingatkan klien untuk tidak
2.Jelaskan pada pasien tentang penyakit menggosok mata yg sakit / kontak
konjungtivitis sembarangan dengan mata
3.Jelaskan pada pasien tentang perawatan 3.Beritahu klien tentang tekhnik cuci
penyakit. tangan yg tepat.
4.Ajurkan melakukan perawatan mata di rumah 4.Beritahu klien untuk menggunakan
dengan dibersihkan mata setiap hari. tetes/salep mata dgn benar tanpa
5.Ajurkan pasien mengkonsumsi buah dan menyentuhkan ujung botol pada
makan-makan yang bergizi. mata/bulu mata klien.
6.Berikan catatan tertulis waktu kontrol ulang 5.Bersihkan alat yang digunakan untuk
setelah sakit. memeriksa klien
IMPLEMENTASI
Pada saat implementasi, perawat harus melaksanakan
hasil dari rencana keperawatan yang di lihat dari
diagnosa keperawatan Sesuai dengan situasi/kondisi
pasien. Di mana perawat membantu klien dari masalah
status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang
lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang
diharapkan.

EVALUASI
Hasil yang diharapkan dari pemberian asuhan
keperawatan pada klien dengan konjungtivitis antara lain :
1. Nyeri klien teratasi
2. Penglihatan kliean kembali normal
3. Tidak tejadi gangguan konsep diri
4. Tidak tejadi penyebaran infeksi
5. Pemenuhan informasi klien terpenuhi
ANY QUESTION?
Thank You
ANY QUESTION?
ANY QUESTION?