Anda di halaman 1dari 56

KEBIJAKAN DAN PETUNJUK TEKNIS

BOK DAN JAMPERSAL TH 2016

SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL


BINA GIZI DAN KIA
1
KEBIJAKAN BOK 2016 MELALUI DAK

2
BOK 2016

APBN APBD
DASAR HUKUM PELAKSANAAN
• Peraturan Pemerintah Np 55 tahun 2005 tentang
Dana Perimbangan
• Peraturan Presiden No 137 Tahun 2015 tentang
Rincian Alokasi Anggaran
• Permendagri 52 tahun 2015 ttg Pedoman
Penyusunan APBD tahun 2016
• Permenkeu No …… ttg penyaluran Dana
• Permenkes No …. ttg Juknis DAK bidang
Kesehatan
• SE Mendagri ttg DAK 2016 (draf)
DEFINISI DAN JENIS
DAK NON FISIK BIDANG KESEHATAN
• DAK non fisik bidang kesehatan dialokasikan
untuk mendanai kegiatan yang bersifat non
fisik berupa, antara lain: belanja operasional
• DAK non fisik meliputi:
 Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)
 JAMPERSAL
 AKREDITASI

5
PAGU ALOKASI DAK NON FISIK
BIDANG KESEHATAN 2016
NO SUB BIDANG PAGU ALOKASI
1 BANTUAN OPERASIONAL 2.500.000.000.000
KESEHATAN (BOK)
2 JAMPERSAL 1.650.000.000.000
3 AKREDITASI
AKREDITASI PUSKESMAS 109.127.070.000
AKREDITASI RUMAH SAKIT 92.174.610.000

TOTAL 4.351.301.680.000

6
PENYALURAN DAK NON FISIK
BIDANG KESEHATAN

Triwulan II Triwulan IV
• 25% • 25%
• Awal Triwulan • 25% • Awal Triwulan • 25%
(Januari) • Awal Triwulan (Juli) • Awal Triwulan
(April) (Oktober)

Triwulan I Triwulan III

7
RENCANGAN MEKANISME
PENYALURAN UANG

RKUN
TRANFER
BERTAHAP
GUP/UP/TUP BLUD
RKUD
SKPD
TRANFER VIA
REKENING NON
BLUD
REKAP SPTJB
SPTJM PUSKESMAS
PUSKESMAS
PUSKESMAS 8
Definisi, Jenis, dan Penyaluran DAK Non Fisik

PENYUSUNAN BOK DALAM APBD

9
DAK NON FISIK

DAK Nonfisik yaitu dana yang dialokasikan


untuk membantu daerah dalam rangka
melaksanakan kegiatan tertentu sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan

Mempercepat pengalihan anggaran belanja K/L, terutama


anggaran dekonsentrasi dan tugas perbantuan, yang mendanai
urusan yang sudah menjadi kewenangan daerah, ke DAK.

10
PENGANGGARAN DAK

PERMENDAGRI 52 TA 2015 ttg PEDOMAN APBD TA 2016

DAK dianggarkan sesuai Peraturan Presiden mengenai


Rincian APBN TA 2016 atau Peraturan Menteri
Keuangan mengenai Alokasi DAK TA 2016.
Dalam hal Perpres mengenai Rincian APBN TA 2016
atau Peraturan MenKeu mengenai Alokasi DAK TA 2016
belum ditetapkan, maka penganggaran DAK didasarkan
pada alokasi DAK daerah provinsi dan kab/kota TA yang
APBD-P
diinformasikan secara resmi oleh Kemenkeu, setelah
Rancangan UU ttg APBN TA 2016 disetujui bersama
antara Pemerintah dan DPR-RI.
11
Proses Perencanaan & Penganggaran DAK dalam APBD
Tahun Anggaran 2016

Alokasi DAK dan Juknis DAK diterima setelah APBD ditetapkan

MEI-2015 JUNI –JULI 2015

RPJMD RKPD KUA & PPAS

DES-2015 OKT-NOP 2015 AGUST-SEPT 2015

PERDA APBD & RAPBD RKA-SKPD


PERKADA TTG
PENJABARAN APBD
JUKNIS/JUKLAK
PAGU DAK DAK

JAN-DES 2016 SEP-OKT 2016


JANUARI 2016
APBD-P
PELAKSANAAN
DPA-SKPD PROG&KEG

12
Langkah-2 Pemda u/ Percepatan Pelaksanaan DAK akibat adanya Keterlambatan
Penyampaian Juknis ke Daerah & Pagu Alokasi Definitif Setelah Perda APBD ditetapkan
(Permendagri 52/2015)
Program dan kegiatan yang dibiayai dari DBH-CHT, DBH-DR, DAK, Dana BOS,
Dana Otonomi Khusus, Dana Infrastruktur untuk Provinsi Papua dan Papua
Barat, Dana Insentif Daerah, Dana Darurat, dan dana transfer lainnya yang
sudah jelas peruntukannya serta pelaksanaan kegiatan dalam keadaan darurat
dan/atau mendesak lainnya yang belum cukup tersedia dan/atau belum
dianggarkan dalam APBD, dapat dilaksanakan mendahului penetapan perda P-
APBD
dengan cara

Menetapkan Peraturan Kepala Daerah tentang Perubahan Penjabaran


A APBD dan memberitahukan kepada Pimpinan DPRD

Menyusun RKA-SKPD dan mengesahkan DPA-SKPD sebagai dasar


B
pelaksanaan kegiatan

Lebih lanjut, ditampung dalam peraturan daerah tentang Perubahan APBD,


C atau dicantumkan dalam LRA, apabila pemerintah daerah telah
menetapkan P-APBD atau tidak melakukan P-APBD

13
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Formulir
KEGIATAN DAK BIDANG ....................
Provinsi/Kabupaten/Kota ……. RKA - SKPD 2.2.1
Tahun Anggaran …...
Urusan Pemerintahan : x. xx. ………………….
Organisasi : x. xx. xx. …
Program : x. xx. xx. xx. ………………….
Kegiatan : x. xx. xx. xx. xx. ………………….
Lokasi kegiatan : ………………….
Jumlah Tahun n-1 : Rp .................. (......................................................)
Jumlah Tahun n : Rp ................ (.........................................................)
Jumlah Tahun n+1 : Rp .................. (.......................................................)
Jumlah Tahun n+2 : Rp .................. (........................................................)
Jumlah Tahun n+3 : Rp .................. (........................................................)
Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung
Tolok Ukur
Indikator Target Kinerja
Kinerja
DAK Dana Pendamping Jumlah
Capaian Program 1.000.000.000 100.000.000 (10%)
Masukan
Keluaran
Hasil 1.100.000.000
Kelompok Sasaran Kegiatan : ……………
Rincian Anggaran Belanja Langsung
menurut Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah
Kode Rincian Penghitungan Jumlah
Uraian
Rekening volume satuan Harga satuan (Rp)
1 2 3 4 5 6=(3 x 5)
x x x xx xx

Jumlah
……..,tanggal………..
Kepala SKPD
(nama lengkap)
Keterangan :
Tanggal Pembahasan :
Catatan Hasil Pembahasan : 14
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama NIP Jabatan Tandatangan
Kode rekening pendapatan

4 PENDAPATAN DAERAH
4 2 DANA PERIMBANGAN
4 2 4 DANA ALOKASI KHUSUS
4 2 4 xx DAK Non Fisik
4 2 4 xx xx Bantuan Operasional
Kesehatan

15
Kode rekening belanja
5 BELANJA DAERAH
5 2 BELANJA LANGSUNG
PROGRAM/KEGIATAN
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang/Jasa

16
BELANJA LANGSUNG (52)
• BELANJA PEGAWAI
– Honor pelaksana kegiatan (satker)
• PA, KPA, PPK, bendahara dsb
– Honor non pns / pegawai tidak tetap untuk tenaga
promosi kesehatan
– Honor tim teknis
Untuk tim teknis yang bertanggungjawab dalam
pembinaan teknis untuk pencapaian indikator
program
BELANJA LANGSUNG (52)
• BELANJA BARANG DAN JASA
– Belanja bahan pakai habis
– Belanja cetak dan penggandaan
– Belanja makan minum rapat
– Belanja perjadin dalam daerah , luar daerah
– Belanja sewa sarana mobilitas bila diperlukan untuk
pelayanan
– Belanja bahan material ( reagen, rapid tes)
– Belanja sosialisasi/pelatihan
– Belanja asuransi tenaga promosi kesehatan
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN
• PUSKESMAS BLUD
– MENYUSUN RKA TERSENDIRI
• PUSKESMAS NON BLUD
– RKA MASING-MASING
– DI REKAP MENJADI RKA SKPD ?
• DINAS KESEHATAN
– RKA DUKUNGAN MANAJEMEN DAN REKAPITULASI
RKA PUSKESMAS NON BLUD
Contoh RKA
KODE URAIAN KEGIATAN VOL UNIT COST JUMLAH
REK
Pengangkatan kotrak 12 bln 2.500.000 30.000.000
peg honor promkes
Lokakarya mini 12 bln 2.000.000 24.000.000
Trasnport petugas ke 10 x20 hari x 50.000 120.000.000
luar gedung untuk 12 bl
yankes
Pembelian atk 12 500.000 6.000.000
reagen 3 pt 3.000.000 9.000.000
honor 2 or x 12 300.000 7.200.000
konsultasi 3 x 12 150.000 5.400.000
PETUNJUK TEKNIS BOK 2016

21
KEKUATAN JUKNIS
(PP 55 TAHUN 2005)
Pasal 59
1) Berdasarkan penetapan alokasi DAK
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58,
menteri teknis menyusun Petunjuk Teknis
Penggunaan DAK.
2) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri.
KEKUATAN JUKNIS
(PP 55 TAHUN 2005)
Pasal 60
1) Daerah penerima DAK wajib
mencantumkan alokasi dan
penggunaan DAK di dalam APBD.
2) Penggunaan DAK sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan
sesuai dengan Petunjuk Teknis
Penggunaan DAK.
LATAR BELAKANG (1)
• MERUPAKAN KELANJUTAN BOK 2015
DAN TAHUN SEBELUMNYA
• YANG BERBEDA MELIPUTI :
–PENYALURAN UANG
–CARA PENGELOLAAN KEUANGAN
–RUANG LINGKUP PROGRAM

24
LATAR BELAKANG (2)
• DARI TP MENJADI DAK NON FISIK KE
KAB/KOTA
• TIDAK PERLU DANA PENDAMPING
DAERAH
• TRANSFER UANG DARI REKENING KAS UMUM
NEGARA KE REKENING KAS UMUM DAERAH
KAB/KOTA
• PENGELOLAAN MENGGUNAKAN APBD
25
LATAR BELAKANG (3)
• PEMANFAATAN UNTUK UPAYA KES
PROMOTIF ,PREVENTIF, DAN
DUKUNGAN MANAJEMEN (Permenkes
No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas)
• UNTUK MELAKSANAKAN PROGRAM
PRIORITAS NASIONAL BERDASAR RKP

26
FOKUS PROGRAM / KEGIATAN
1. PROGRAM PRIORITAS:
a. PENURUNAN AKI & AKB (KESEHATAN IBU &
ANAK TERMASUK IMUNISASI)
b. PERBAIKAN GIZI KHUSUSNYA STUNTING
c. PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR (ATM:
HIV/AIDS, TUBERKULOSIS & MALARIA)
d. PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR
(HIPERTENSI, DIABETES MELITUS, OBESITAS &
KANKER)

27
2. PRIORITAS KEGIATAN DIUTAMAKAN KE PROMOTIF &
PREVENTIF, TERMASUK KEGIATAN PRO-AKTIF
MENJANGKAU SASARAN KE LUAR GEDUNG
PUSKESMAS
3. FOKUS UTAMA PADA PELAYANAN KESEHATAN
DASAR (PRIMARY CARE)
4. MENJANGKAU SASARAN UTAMANYA DGN
PENDEKATAN KELUARGA

28
TUJUAN
• Tujuan Umum:
Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan
utamanya upaya kesehatan promotif dan preventif di wilayah
kerja Puskesmas
• Tujuan Khusus :
– Menyelenggarakan upaya kesehatan promotif dan
preventif utamanya pelayanan di luar gedung
Puskesmas;
– Menyelenggarakan fungsi manajemen Puskesmas untuk
mendukung kinerja;
– Menyelenggarakan upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat;
– Menyelenggarakan kerja sama lintas sektoral dalam
mendukung program kesehatan.
29
KEBIJAKAN OPERASIONAL
• Dana BOK merupakan dana bantuan bukan
merupakan dana utama untuk pelaksanaan
program kesehatan di daerah;
• Dana BOK diarahkan untuk meningkatkan kinerja
Puskesmas
• Pemanfaatan dana BOK utamanya untuk
mendukung biaya operasional bagi petugas
kesehatan dan kader
• Pemanfaatan dana BOK bersinergi dengan
sumber dana lain
30
RUANG LINGKUP PEMANFAATAN BOK
 UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT PRIMER
ESENTIAL
 UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT PRIMER
PENGEMBANGAN
 DUKUNGAN MANAJEMEN
 KABUPATEN/KOTA
 PUSKESMAS

31
PETUNJUK TEKNIS
• PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL
PUSKESMAS TAHUN 2016 YANG AKAN
DIKELUARKAN KEMENTERIAN KESEHATAN
HANYA SEBATAS :

MENU KEGIATAN YANG DAPAT


MEMANFAATKAN DANA BOK

32
MENU BOK 2016
33
KESEHATAN IBU
Jenis Pelayanan Jenis kegiatan

1 Pendataan sasaran (TERPADU)


Pelayanan Antenatal/pemeriksaan
2
kehamilan
3 Pemberian PMT Bumil KEK
Pelaksanaan Program Perencanaan
4 Pencegahan Persalinan dan Komplikasi
(P4K)
Pelayanan Antenatal/ANC 5 Pemantauan bumil risiko tinggi
6 Pelaksanaan kelas ibu
7 Kemitraan bidan dukun
Kunjungan rumah PUS yang tidak ber-KB
8
atau drop out
Pelacakan kasus kematian ibu termasuk
9
otopsi verbal
10 Pembinaan pelayanan kesehatan ibu 34
UPAYA KESEHATAN NEONATUS DAN
BAYI
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

Pelayanan Kesehatan 1 Pemeriksaan neonatus


Neonatus
Pemantauan kesehatan
2 neonatus termasuk
neonatus risiko tinggi
Pelacakan kematian
3 neonatal termasuk
otopsi verbal

35
UPAYA KESEHATAN BAYI
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

Pelayanan Pemantauan Kesehatan Bayi


(pengukuran pertumbuh,
Kesehatan Bayi 1 pemantauan perkembangan,
pemberian vitamin A, imunisasi
dasar lengkap)
2 Kunjungan rumah/pendampingan
3 Pemantauan bayi risiko tinggi
Pemberian PMT Penyuluhan/PMT
4
Pemulihan

36
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
PENYAKIT MENULAR LANGSUNG
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN
Sosialisasi dan Penyuluhan kepada masyarakat
dan pemangku kepentingan lainnya
Orientasi kepada kader kesehatan
Penemuan dan Pengobatan Penemuan kasus secara dini
Dini secara aktif
Pelacakan kasus kontak
Pemberian obat pencegahan (individu atau
massal)
Kunjungan rumah untuk follow up tatalaksana
kasus
Pengambilan dan pengiriman spesimen
Pendampingan
Skrining HIV/AIDS, TB, Hepatitis pada ibu hamil
dan populasi berisiko
Pendataan sasaran
37
PENYAKIT TIDAK MENULAR
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN
Sosialisasi dan 1 Penyuluhan dan sosialisasi penyakit
penyuluhan tidak menular kepada masyarakat dan
pemangku kepentingan
2 Penguatan Forum Komunikasi
Masyarakat desa/kelurahan
3 Orientasi kepada kader kesehatan
Deteksi dini dan tindak 1 Pengukuran dan pemeriksaan faktor
lanjut dini risiko penyakit tidak menular di
posbindu PTM
2 Kunjungan rumah
3 Pendampingan
4 Surveilans Penyakit Tidak Menular di
Masyarakat
Upaya Berhenti Merokok 1 Pemantauan penerapan Kawasan
38
Tanpa Rokok di sekolah
IMUNISASI
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

Imunisasi Dasar: 1 Pendataan Sasaran


imunisasi dasar
2 Validasi data hasil cakupan
imunisasi
3 Surveilans KIPI (Kejadian Ikutan
Pasca Imunisasi)

4 Peningkatan kapasitas SDM


(kesehatan dan non kesehatan)

39
UPAYA PROMOSI KESEHATAN
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN
Penyegaran/ refresing, orientasi kader
1 kesehatan dalam upaya kesehatan secara
terpadu
Penyuluhan kelompok, penyuluhan masal
2
ttg program kesehatan
Survei Mawas Diri, Musyawarah
3
Pelayanan Masyarakat Desa
Promosi Advokasi tingkat desa, kecamatan bidang
4
Kesehatan kesehatan
Penggerakan keluarga/masyarakat untuk
5
mendukung program kesehatan
Pembinaan/pendampingan masyarakat,
6
kelompok masyarakat
Penggalangan dukungan masyarakat, lintas
7
sektor, dunia usaha 40
UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN
Inspeksi Kesehatan Lingkungan untuk
1 Tempat-tempat Umum, Tempat Pengelolaan
Makanan, Sarana Air Minum.
Pemeriksaan Kualitas Air Minum, Makanan,
2 Udara, Bangunan. Pemeriksaan terdiri dari
pengambil sampel
Orientasi natural leader STBM, penjamah
Penyehatan 3
makanan, kader kesling lainnya.
Lingkungan
Pemberdayaan masyarakat melalui
pemicuan STBM, Implementasi HSP di
Rumah Tangga dan Sekolah, Rencana
4 Pengamanan Air Minum di Komunal,
MPAPHAST di komunitas pasar rakyat,
sekolah dan hotel serta bentuk
pemberdayaan masyarakat lainnya 41
DUKUNGAN MANAJEMEN DI PUSKESMAS
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN
PENGELOLAAN HONOR PENGELOLA KEUANGAN
MANAJEMEN LOKA KARYA MINI PUSK, PENYUSUSNAN POA
PUSKESMAS
PENGUATAN UKBM SMD, MMD
PELATIHAN/REFRESING KADER
KEGIATAN LAINNYA RAPAT-RAPAT PROGRAM
PENGIRIMAN/PENGAMBILAN BAHAN DI
KAB/KOTA
KONSULTASI
DUKUNGAN ADMINISTRASI

42
DUKUNGAN MANAJEMEN DI
KABUPATEN/KOTA
JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

DUKUNGAN 1.OPERASIONAL SATKER


ADMINISTRASI DAN 2.RAPAT/ PERTEMUAN KOORDINASI
KEUANGAN 3.BINTEK ADMINISTRASI DAN
KEUANGAN
4.LAPORAN
DUKUNGAN TEKNIS 1.OPERASIONAL TIM TEKNIS
2.RAPAT/PERTEMUAN KOORDINASI
PROGRAM
3.BINTEK PROGRAM
4.LAPORAN
43
MENU TAMBAHAN

• AKAN DIATUR KHUSUS UNTUK DAERAH LOCUS


PRIORITAS PROGRAM
– DAERAH DENGAN PERCEPATAN PENURUNAN AKI
DAN AKB (KUNJUNGAN KELUARGA)
– DAERAH PERBATASAN DAN PULAU-PULAU
TERLUAR
• Usul untuk membayar honorarium tenaga
kontrak Promosi Kesehatan 1 orang di
Puskesmas bila diperlukan
44
PEMANFAATAN DANA BOK 2016
• TRANSPORT PETUGAS DAN KADER
• PERJALANAN DINAS
• KONTRAK TENAGA PROMKES
• BAHAN HABIS PAKAI TERMASUK REAGEN/RAPID
TEST PROMOTIF DAN PREVENTIF
• PEMBELIAN BAHAN PMT LOKAL
• KONSUMSI
• ATK DAN PENGGANDAAN
• HONOR
45
TIDAK BOLEH
• BELANJA MODAL
• PEMELIHARAAN/ PERAWATAN BANGUNAN,
KENDARAAN
• PEMBELIAN OBAT, VAKSIN
• UPAYA KURATIF DAN REHABILITATIF
• KEGIATAN YANG SIUDAH DIDANAI OLEH
SUMBER LAIN

46
PEMBAGIAN ALOKASI
• 5 - 6 % UNTUK DUKUNGAN MANAJEMEN
KAB/KOTA
• 94 % UNTUK PUSKESMAS
• PEMBAGIAN KE PUSKESMAS DISERAHKAN
KEPADA KEPALA DINAS KESEHATAN
– PROPORSIONAL DENGAN BERBAGAI VARIABEL

47
DANA ALOKASI KHUSUS
JAMINAN PERSALINAN TAHUN
2016
48
PENDAHULUAN
• AKI MASIH TINGGI 359/100.000 KH
• AKB MASIH TINGGI 32/1000 KH
• CAKUPAN PERSALINAN DI FASYANKES 63 %
• BIAYA TRANSPORTASI RUJUKAN MASIH
MENJADI KENDALA SEBAGIAN
MASYRAKAT MESKI MSUDAH PUNYA
KARTU JKN/KIS

49
PENGERTIAN JAMPERSAL
• JAMINAN PEMBIAYAAN UNTUK MEMBANTU
TRANSPORTASI IBU BERSALIN KE FASILITAS
PELAYANAN KESEHATAN
– DARI RUMAH KE FASYANKES PRIMER
– DARI FASYANKES PRIMER KE RUJUKAN
– TRANSIT SEBELUM SAMPAI FASYANKES

50
TUJUAN
• MENINGKATKAN CAKUPAN PERSALINAN DI
FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
• TERLAKSANANYA RUJUKAN RISIKO TINGGI
KEHAMILAN KE FASKES RUJUKAN
• TERSEDIAANYA FASILITAS TRANSIT
MSEBELUM PERSALINAN ( KONSEP RUMAH
TUNGGU PERSALINAN)

51
PENINGKATAN PERSALINAN
DI FASYANKES

CAKUPAN PERSALINAN MENINGKATKANM


DI FASILITAS CAKUPAN PERSALINAN
PELAYANAN DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN KESEHATAN
63 % MENJADI ≥ 75 %

JAMPERSAL
52
MENU JAMPERSAL
53
MENU JAMPERSAL
NO UPAYA JENIS KEGIATAN
1 RUJUKAN DARI RUMAH KE RTK/FASKES TRANSPORTASI MENJEMPUT
PRIMER IBU
2 RUJUKAN RISTI DARI RUMAH/FASYANKES 1. TRANSPORTASI RUJUKAN
PRIMER KE FASKES RUJUKAN 2. PENDAMPING
3 RUMAH TUNGGU 1. SEWA RUMAH
2. OPERASIONAL
3. KONSUMSI
4. PENDAMPING

54
MENU JAMPERSAL
NO UPAYA JENIS KEGIATAN
4 MANAJEMEN 1. PENGELOLAAN
ADMINISTRASI
2. VERIFIKASI
3. MONEV

55
TERIMA KASIH

56