Anda di halaman 1dari 17

BAKTERI AGEN

INFEKSI
Disusun Oleh :
Alifvia Nurcahyani
Kavita Eka Fardianti
Rifa Fachriah
A. PENGERTIAN BAKTERI
Bakteri adalah salah satu golongan organisme
prokariotik (tidak memiliki selubung inti). Bentuk
DNA bakteri adalah sirkuler, panjang dan biasa
disebut nukleoi.
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN BAKTERI

• Sumber Energi
• Sumber Karbon
• Sumber Nitrogen
• Sumber Garam-Garam Organik
• Bakteri-Bakteri Tertentu
JENIS-JENIS BAKTERI

Ada berbagai macam bakteri, yaitu :


1. Berdasarkan bentuknya.
2. Berdasarkan kebutuhan oksigen
3. Berdasarkan cara mendapatkan makanan
4. Berdasarkan jumlah dan letak flagela
C. PENGERTIAN INFEKSI

Infeksi merupakan proses invasi dan multiplikasi


berbagai mikroorganisme ke dalam tubuh
(seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit), yang
saat dalam keadaan normal, mikroorganisme
tersebut tidak terdapat di dalam tubuh.
D. PENYEBAB INFEKSI

Penyebab infeksi bisa berupa virus, bakteri, jamur, protozoa


atau parasit. Beberapa mikroorganisme yang menyebabkan
infeksi dapat memproduksi toksin, saat bakteri tumbuh,
eksotoksin disekresi dari bakteri. Toksin ini dapat
menyebabkan kerusakan pada tubuh yang jauh dari lokasi
infeksi awal karena toksin ini dapat menyebar.
AGEN PENYEBAB INFEKSI

– Klamidia, Ricketsia dan Mikoplasma


Agen penyebab infeksi ini serupa dengan bakteri, tetapi tidak memiliki
struktur tertentu (mikoplasma tidak memiliki dinding sel) atau kemampuan
metabolic (klamidia tidak dapat mensitesis adenosine trifosfat (ATP)) klamidia dan
ricketsia merupakan mikroba intrasel oligat, sedangkan mikoplasma merupakan
jenis terkecil dari semua mikroba yang hidup bebas. (Mitchell, 2008)
– Fungi
Fungi merupakan eukariota dengan dinding sel yang tebal dan mengandung kitim. Organisme ini
tumbuh didalam tubuh manusia sebagai sel ragi bertunanas dan struktur silinder berbentuk hifa.
– Protozoa
Protozoa merupakan eukariota bersel tunggal yang motil(dapat bergerak). Mikroorganisme ini
dapat melakukan replikasi dalam sel (Plasmodium di dalam eritrosit, Leishmania di sel makrofag atau di luar
sel dalam urogenital, usus, dan darah ). (Mitchell, 2008
– Helmintes
Cacing gilik (nematoda) menimbulkan infeksi pada intestinum( Ascaris, cacing tambang, dan
Strongyloides) atau jaringan tubuh (filaris serta Trichinella). Cacing pipih (cestoda) merupakan cacing pita
bersegmen yang hidup di dalam lumen usus. (Mitchell, 2008)
– Ektoparasit
Ektoparasit merupakan artropoda yang melkat dan hidup pada kulit. Parasit ini menjadi vector
untuk agen pathogen lainnya
CARA MIKROORGANISME
MENYEBABKAN PENYAKIT
Agen penyebab infeksi merusak jaringan tubuh dengan :
 memasuki sel dan secara langsung menyebabkan kematian sel.
 melepaskan toksin yang membunuh sel tubuh pada tempat yang jauh.
 melepaskan enzim yang menguraikan komponen jaringan atau merusak
pembuluh darah.
 menimbulkan respons inflamasi sel hospes yang secara langsung dapat ikut
menyebabkan kerusakan jaringan.
INFEKSI BAKTERIAL

1. Infeksi Garam Positif

Infeksi Stafilokkokus :
 aureus menyebabkan infeksi kulit, osteomielitis, pneumonia, endokarditis,
keracunan pangan dan sindrom toksis syok.
 Faktor virulensi meliputi :
 Protein permukaan yang memungkinkan pelekatan pada sel hospes
 Enzim yang menguraikan protein hospes dengan menggalakkan invasi dan
destruksi jaringan
 Toksin yang merusak membrane sel hospes.
Infeksi Streptokokus
• Kokus gram positif anaerob obligat atau fakultatif ini tumbuh berpasangan atau berbentuk rantai.
Bakteri ini diklasifikasikan lewat pola hemolisis pada agar darah. β (hemolisis total atau clear
hemolysys), α (hemolisis parsial atau green hemolysisi), dan γ (tidak terjadi hemolisis).
Difteri
• diphtheria merupakan penyakit yang dapat membawa kematian dan ditandai oleh membrane pada
tempat pertumbuhan C. diphtheria di dalam orofaring, kerusakan yang dimediasi oleh eksotoksin pada
jantung, saraf dan organ lainnya.
Listeriosis
• monocytogenes merupakan basil gram positif intrasel fakultatif. Listeria menyebabkan sepsis yang
didapat dari makanan dan meningitis pada orang yang berusia lanjut atau yang kekebalannya
terganggu di samping menyebabkan infeksi plasenta pada ibu hamil dengan konsekuensi infeksi
neonatal (infantiseptika granulomatosis)
• monocytogenes memasuki sel-sel epitel dengan mengikat E-cadherin dan menstimulasi
fagositosis, kemudian basil tersebut menggunakan listeriolisin O dan dua enzim fosfolipase untuk
menguraikan membrane fagolisosom sehingga bisa lepas ke dalam sitoplasma. L. monocytogenes
menimbulkan inflamasi eksudatif dengan sejumlah besar sel neutrofil.
Antraks

• B.anthracis merupakan basil gram positif yang membentuk spora dan sering ditemukan pada hewan yang
berkontak dengan tanah yang terkontaminasi spora tersebut. Manusia tertular antraks lewat pajanan
dengan produk hewan yang terkontaminasi.
Ada tiga sindrom antraks yang penting:
• Kutaneus: papula yang gatal tanpa rasa nyeri, tumbuh menjdi vesikel edematosa, diikuti oleh
pembentukan eskar berwarna hitam
• Inhalasi: dengan cepat menimbulkan sepsis, syok, dan kematian.
• Gastrointestinal : tertular karena makan daging yang terkontaminasi, menyebabkan diare berat
yang mengandung darah dan kerapkali kematian.
INFEKSI BAKTERI GRAM NEGATIF

 Infeksi Neiseria
Neiseria merupakan diplokokus rgam negative aerob. meningitidis menyebabkan meningitis
bacterial pada individu yang umumnya berusia 5 hingga 19 tahun.
 Batuk Rejan
Batuk rejan (pertusis) merupakan penyakit menular yang ditandai oleh serangan batuk
spasmodic yang kuat. Toksin pertusis ADP melakukan ribolisasi dan inaktivasi protein yang
mengikat nukleotida guanine, sebagai akibatnya protein G tidak dapat menghantarkan sinyak
reseptor membrane plasma.
Penyakit Pes
Yersinia merupakan bakteri intrasel gram negative dengan tiga spesies yang penting secara klinis:
 Yersinia pestis menyebabkan penyakit pes (plaque). Iuman ini ditularkan dari hewan pengerat
(rodensia) kepada manusia lewat gigitan atau secara aerosol
 Yersinia enterolitica atau Yersinia pseudotuberculosis menyebabkan limfadenitis mesenterika
dan ileitis yang ditularkan lewat jalur dekal-oral
 Penyakit pes menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, pneumonia, atau sepsis dengan
proliferasi bakteri yang massif, nekrosis jaringan dan infiltrasi sel neutrofil.

Granuloma Inguinale
 Granuloma inguinale merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh
Calymmatobacterium donovani, suatu kokobasilus berkapsul yang ukurannya sangat kecil.
Mikobakteri
 Mikobakteri (Mycobacteria) merupakan basil aerob yang tumbuh dalam bentuk rantai
dan memiliki dinding sel berlilin (wax) yang tersusun dari asam mikolat. Dinding sel
tersebut dapat menahan zat warna tertentu sesudah dilakukan pewarnaan basil tahan
asam.

Tuberkulosis
 tuberculosis menyebabkan penyakit tuberculosis.
INFEKSI VIRUS

 Campak (Rubeola)
 Virus Hepatitis B
 Penyakit Dengue Hemmorhagic Fever
 Infeksi Virus Herpes Simplex
 Infeksi Virus Herpes Zooster
TERIMAKASIH