Anda di halaman 1dari 71

Materi 04

HUKUM I NEWTON
Hukum Kelembaman

Gaya, Massa dan Hukum II Newton

Gaya Berat

Hukum III Newton

Gaya-gaya di Alam
Kinematika :
 didasarkan pada definisi pergeseran, kecepatan
dan percepatan
Pertanyaan :
Mekanisme apakah yang menyebabkan sebuah
benda bergerak ?
Mengapa benda-benda dapat memiliki
percepatan yang berbeda-beda ?
Perubahan Gerak :
 dijelaskan dengan konsep gaya, massa dan
momentum
DINAMIKA
Bahasan tentang kaitan antara keadaan gerak suatu
benda dengan penyebabnya

Diam ↔ Bergerak
Lambat ↔ Cepat
Lurus ↔ Berbelok
Contoh lain: 1. Benda jatuh.
2. Paku didekatkan pada sebatang magnet
Gaya apa yang menariknya?

Ada gaya sentuh, ada gaya tak-sentuh

Gaya apakah yang mendorong orang atau kendaraan sehingga


bisa bergerak/berjalan?
TUJUAN INSTRUKSIONAL
• Setelah mengikuti pertemuan ini
mahasiswa dapat menentukan besaran-
besaran dinamika (gaya, massa dan
percepatan) untuk persoalan dinamika
dengan gaya tetap
Isaac Newton (1642 –1777), the
greatest and most influential
scientist who ever lived, was
born in England on Christmas
Day, 1642, the same year that
Galileo died.

Sekarang kita pelajari hukum-


hukum Newton
Hukum I Newton

• Sebuah benda akan selalu dalam keadaan


diam atau akan selalu bergerak dengan laju
tetap sepanjang garis lurus, kecuali dipaksa
untuk mengubah keadaannya dengan
memberikan resultan gaya eksternal.
Resultan gaya eksternal adalah
jumlahan vektor dari semua gaya
eksternal yang bekerja.
HUKUM NEWTON I
tentang Gerak

Selama tidak ada resultan gaya yang bekerja pada sebuah benda
maka benda tersebut akan selalu pada keadaannya, yaitu benda
yang diam akan selalu diam dan benda yang bergerak akan bergerak
dengan kecepatan konstan.

SF=0 a=0

Hukum Sistem Inersial


Kelembaman
Hukum Newton I
Jika resultan gaya pada suatu benda sama
dengan Nol, maka:

• Benda yang mula-mula diam akan tetap diam


• Benda yang mula-mula bergerak akan terus
bergerak dengan kecepatan konstan

Jika F  0 maka v  tetap

Mungkinkah sebuah benda tetap diam jika


dikenai sebuah gaya?
Konsep Gaya Dan Massa
TELURPUN BISA
BERDIRI
Mengapa mereka bisa melakukannya?
Gaya
• Beberapa gaya berkenaan dengan gaya tidak-kontak atau
gaya yang bekerja jarak jauh.
• Dalam penggunaan sehari-hari, gaya adalah gaya dorong dan
gaya tarik
• Contoh gaya tidak kontak adalah seorang penerjun payung
yang tertarik ke arah bumi karena adanya gaya gravitasi.
• Pada suatu benda bisa bekerja beberapa gaya sekaligus.
Gaya-gaya ini muncul karena adanya interaksi benda
tersebut dengan lingkungannya.
• Jika benda dalam keadaan setimbang, resultan gaya
yang bekerja pada benda tersebut adalah nol
• Gaya merupakan kuantitas vektor yang berarti memiliki besar
dan arah.
Contoh:
• Sebuah lemari bermassa 200 kg terletak di atas lantai.
Seseorang ingin memindahkan lemari tersebut dan dia
mendorong lemari dengan gaya sebesar 500 N pada
arah mendatar, akan tetapi ternyata lemari tersebut tidak
bergerak. Tentukan gaya-gaya yang bekerja pada lemari
tersebut. (ambil g = 10 m/s2)

N = 2000N

Fo=500N

fs=500N

W=mg=2000N
Massa
• Massa merupakan ukuran kuantitatif dari
inersia suatu benda.
• Beberapa benda besar sukar untuk
dipindahkan atau cukup sulit untuk
menghentikannya ketika benda tersebut
sedang bergerak.
• Massa merupakan kuantitas skalar.
Massa Dan Gaya
• Pada abad ke tujuhbelas, Isaac Newton,
mengembangkan pekerjaan yang
ditinggalkan Galileo, merumuskan tiga
hukum penting yang berkaitan dengan gaya
dan massa.
• Kumpulan ketiganya dikenal dengan
“Hukum-Hukum Newton tentang Gerak”
dan memberikan dasar untuk mengetahui
pengaruh gaya terhadap sebuah benda.
Inersia Dan Massa

• Jumlah resultan gaya yang diperlukan untuk


merubah kecepatan suatu benda berbeda satu
dengan yang lainnya.
• Secara kuantitatif, inersia dari suatu benda
dapat diukur melalui massa benda tersebut.
Kelembaman (Inersia)

Benda cenderung mempertahankan keadaan awalnya


dan malas untuk berubah.

Contoh:
Pernahkah anda naik angkot? apa yang anda rasakan
ketika mulai bergerak secara tiba-tiba, dan berhenti
dengan tiba-tiba pula?

Manakah yang lebih lembam, yang massanya besar atau


massanya kecil?
Applikasi dari inersia
Inersia memainkan peranan
penting dalam mekanisme
sabuk pengaman. Bagian
abu-abu dari gambar
bekerja apabila mobil dalam
keadaan diam atau
bergerak dengan kecepatan
konstan. Bagian yang
berwarna dari gambar
menunjukkan yang terjadi
ketika mobil tiba-tiba
melambat, ketika kalau
terjadi kecelakaan.
Kerangka Acuan Inersia
• DEFINISI
Sebuah kerangka acuan inersia adalah
kerangka acuan dimana hukum Newton
berlaku.

 Percepatan dari kerangka acuan inersia


adalah nol, sehingga kerangka acuan
tersebut bergerak dengan kecepatan
konstan.
Kerangka Acuan Inersia

• Semua hukum Newton tentang gerak


berlaku di kerangka acuan inersia dan
ketika kita mengaplikasikan hukum
tersebut, kita harus mengasumsikan bahwa
kita bekerja di kerangka acuan tersebut.
• Dalam hal khusus, bumi sendiri merupakan
aproksimasi yang bagus dari kerangka
acuan inersia.
Satuan Untuk Massa,
Percepatan, Dan Gaya
Materi 05

HUKUM II NEWTON
Gesekan

Gaya-gaya
Hambat
Gaya-gaya
Pseudo

Metode Numerik
Hukum II Newton
• Ketika resultan gaya eksternal F bekerja
pada sebuah benda yang bermassa m,
percepatan a muncul secara langsung
berbanding lurus dengan gaya total dan
memiliki besar yang berbanding terbalik
dengan massa SF = ma.
• Arah dari percepatan sama dengan arah
dari resultan gaya.
 Satuan SI dari Gaya: kg·m/s2 = newton (N)
Hukum II Newton tentang Gerak

• Yang termasuk resultan gaya hanya gaya-


gaya dari lingkungan yang mempengaruhi
gerak benda.
• Gaya ini disebut dengan gaya eksternal.
Contoh: Mendorong Mobil mogok
Dua orang sedang mendorong mobil yang mogok,
seperti gambar. Massa dari mobil adalah 1850 kg.
Orang pertama memberikan gaya 275 N kepada mobil
dan yang lainnya memberikan gaya sebesar 395 N.
Kedua gaya ini bekerja dengan arah yang sama. Gaya
ketiga 560 N juga bekerja pada mobil tetapi dengan
arah yang berlawanan dengan gaya yang diberikan
oleh kedua orang tadi. Gaya ini muncul akibat
gesekan yang bekerja berlawanan dengan gerak dari
roda. Tentukanlah percepatan dari mobil tersebut?
Contoh: Mendorong Mobil mogok
Solusi
• Berdasarkan hukum II Newton, percepatan
adalah resultan gaya dibagi dengan massa dari
mobil.
• Untuk menentukan resultan gaya, gunakan
diagram benda bebas pada gambar b. Pada
diagram ini, mobil direpresentasikan sebagai
benda titik, dan gerak mobil sepanjang sumbu
+x.
Solusi
• Resultan gaya adalah:
 F  275  395  560  110 N
 Percepatan dapat ditentukan dengan:

a  F  110
  0,059 m/s
m 1850
 Tanda plus menunjukkan bahwa
percepatan berarah ke sumbu +x, searah
dengan arah resultan gaya.
SOAL
Mesin sebuah mobil balap mampu
menghasilkan 10.000 N. Berapa percepatan
mobil jika massa mobil dan pembalap 900 Kg,
dan hambatan angin 1000 N ?
JAWAB:
Fdorong dan Fhambat saling mengurangi,
sehingga resultan gayanya

SF = Fdorong - Fhambat
= 10.000 N – 1000 N
= 9000 N
F
ha
m
F ba
do t
ro
ng

a
 F
m
9000 N
a  10ms  2
900 Kg
Pertanyaan lanjutan
• Pada kenyataannya meskipun mesin mobil balap
terus memberikan gaya pada mobil tersebut,
pada suatu ketika mobil itu tidak lagi bertambah
kelajuannya. Mengapa hal ini bisa terjadi?
• Hal ini terjadi karena sebenarnya gesekan yang
pada mobil tersebut bertambah seiring dengan
bertambahnya kecepatan, sehingga pada suatu
kecepatan tertentu terjadi keseimbangan antara
gaya mesin dan gaya gesekan.
Sifat Vektor dari Hukum II Newton
tentang Gerak

• Resultan gaya F dalam hukum II Newton


mempunyai komponen Fx and Fy, sehingga
percepatan a juga mempunyai komponen ax and ay.

 Fx  max
 Fy  ma y
Contoh: Penggunaan Hukum II Newton
dengan menggunakan komponennya

• Seseorang kandas diatas rakit (massa dari orang


dan rakit = 1300 kg) seperti pada gambar.
Dengan menggunakan dayung, orang tersebut
menyebabkan gaya rata-rata P sebesar 17 N
bekerja pada rakit dengan arah timur (arah +x).
Angin juga menyebabkan gaya sebesar A pada
rakit. Gaya ini besarnya 15 N dan memiliki arah
67° ke seperti gambar. Abaikan hambatan dari
air, tentukan komponen x dan y dari percepatan
rakit tersebut.
Contoh: Penggunaan Hukum II Newton
dengan menggunakan komponennya
Solusi

• Komponen gaya:
Solusi
• Tanda plus menunjukkan bahwa SFx dalam
arah sumbu +x dan SFy dalam arah sumbu
+y.
• Komponen percepatan arah x dan y searah
dengan arah SFx dan SFy, sehingga dapat
dihitung dengan:

ax   Fx  23
  0,018 m/s 2
m 1300
 Fy  14
ay    0,011 m/s 2
m 1300
Hukum III Newton tentang
Gerak

Ketika benda pertama memberikan gaya


pada benda kedua, maka benda kedua akan
memberikan gaya yang besarnya sama
tetapi memiliki arah yang berbeda kepada
benda pertama tadi.
Animasi tentang Hukum I,II Newton
Contoh: Percepatan yang Dihasilkan Gaya
Aksi Reaksi
Andaikan massa dari sebuah
pesawat angkasa dalam
gambar di samping adalah ms =
11.000 kg dan massa dari
astronot mA = 92 kg. Asumsikan
bahwa astronot mengerjakan
gaya P = + 36 N pada pesawat.
Tentukanlah percepatan dari
pesawat dan astronot tersebut.
Solusi
• Berdasarkan hukum III Newton, ketika astronot mengerjakan gaya
P = +36 N kepada pesawat maka pesawat akan memberikan gaya
reaksi –P=-36 N kepada astronot. Meskipun gaya aksi dan reaksi
memiliki besar yang sama, tetapi astronot dan pesawat tersebut
tidak memiliki percepatan yang sama besarnya, karena keduanya
memiliki massa yang berbeda.
• Berdasarkan hukum II Newton, astronot yang memiliki massa lebih
kecil akan mengalami percepatan yang lebih besar dibandingkan
dengan pesawat.
• Dalam mengaplikasikan hukum II Newton, resultan gaya yang
bekerja pada pesawat adalah F = P, dan resultan gaya yang bekerja
pada astronot adalah F = -P.
Solusi

• Percepatan dari pesawat adalah:


P  36
aS    0,0033 m/s 2
ms 11000

 Percepatan dari astronot adalah:


 P  36
aA    0,39 m/s 2
mA 92
Macam-macam Gaya
Sekilas tentang Konsep
• Ketiga hukum Newton tentang gerak
membuat jelas gaya yang berperan penting
dalam gerak suatu benda.
• Konsep gaya yng paling penting adalah bahwa
hukum II Newton selalu berlaku, tidak peduli
gaya-gaya apa saja yang bekerja pada benda
tsb.
Hukum Newton tentang Gravitasi

• Setiap partikel di alam semesta ini


menimbulkan suatu gaya tarik terhadap
partikel lainnya.
• Untuk dua partikel yang memiliki massa m1
dan m2 serta terpisah sejauh r, sehingga
gaya yang dirasakan oleh partikel satu
terhadap partikel lainnya diberikan oleh:
m1m2
F G 2
r
Hukum Newton tentang Gravitasi

• Simbol G menyatakan konstanta gravitasi


universal, G = 6.672 59 × 10-11 N·m2/kg2
• Nilai dari G pertama kali diukur dalam suatu
eksperimen oleh ilmuwan Inggris Henry
Cavendish (1731–1810), lebih dari seabad
sesudah Newton menyatakan teorinya
tentang gravitasi universal.
Berat
• DEFINISI
– Berat sebuah benda di bumi disebabkan
pengaruh gaya gravitasi bumi terhadap
benda tersebut.
– Berat selalu mengarah ke bawah, menuju
pusat dari bumi.
• SI Unit of Weight: Newton (N)
Hubungan antara
Massa dengan Berat
• Massa adalah ukuran kuantitatif dari inersia suatu
benda. Massa merupakan sifat intrinsik dari
bahan dan tidak berubah apabila benda tersebut
dipindahkan dari satu lokasi le lokasi yang lain.
• Berat adalah pengaruh bekerjanya gaya gravitasi
terhadap sebuah benda dan dapat berubah-ubah,
tergantung kepada berapa jauh benda tersebut
berada di atas permukaan bumi.
Hubungan antara
Massa dengan Berat
• Hubungan antara berat W dan massa m dapat
dituliskan sebagai berikut:
ME
W  G 2 m  mg
r
g
• Berat suatu benda yang bermassa m bergantung
kepada nilai dari konstanta gravitasi universal G,
massa bumi ME dan jarak benda r.
• Nilai spesifik dari g = 9.80 m/s2 dipakai apabila
jika jarak r sama dengan jari-jari bumi RE.
Gaya Normal

• DEFINISI
Gaya normal FN adalah sebuah komponen
dari gaya yang bekerja pada suatu benda
yang mengalami kontak dengan permukaan
bidang, dinamakan seperti itu karena
komponen ini tegak lurus pada permukaan.
Gaya Normal
• Hukum III Newton, memainkan peranan penting
dalam hubungan dengan gaya normal. Seperti
pada gambar di depan, untuk sesaat, balok
memberikan suatu gaya di atas meja dengan
menekan meja tersebut ke bawah. Konsisten
dengan hukum III Newton, maka meja akan
memberikan gaya dengan arah berlawananyang
memiliki besar yang sama kepada balok tersebut.
Reaksi meja ini yang disebut sebagai gaya normal.
Besarnya gaya normal menyatakan seberapa kuat
dua buah benda menekan satu dengan lainnya.
Gaya Normal
• Jika sebuah benda diam di atas permukaan
horisontal dan tidak ada gaya vertikal yang
bekerja, kecuali berat benda dan gaya
normal, besarnya kedua gaya ini adalah
sama, FN = W.
• Jika besarnya kedua gaya ini tidak sama,
maka akan ada resultan gaya yang bekerja
pada balok dan balok akan dipercepat ke
atas maupun ke bawah, sesuai dengan
hukum II Newton.
Gaya Gesek Statik Dan Kinetik
• Ketika suatu benda bersentuhan dengan suatu
permukaan, maka ada sebuah gaya yang
bekerja pada benda tersebut.
• Jika gaya yang tegak lurus permukaan dikenal
dengan gaya normal, ketika benda bergerak,
maka ada gaya yang bekerja sejajar dengan
permukaan, gaya ini dikenal sebagai gaya
gesek atau gesekan.
Gaya Gesek Statik
• DEFINISI
Besarnya fs gaya gesek statik dapat memiliki
nilai antara nol samapi dengan nilai
maksimum fsMAX, bergantung kepada
besarnya gaya yang bekerja.
• Dengan kata lain fs  fsMAX.
fsMAX = msFN
dengan ms adalah koefisien gesekan statik
dan FN adalah besarnya gaya normal.
Gaya Gesek Kinetik
• Besarnya fk yang merupakan gaya gesek
kinetik diberikan oleh:
fk = mkFN
dengan
mk adalah koefisien gesek kinetik dan FN
adalah besarnya gaya normal.
GAYA GESEK
N N
Benda diam Benda bergerak
Gaya normal
a

F fk F
fs
Gaya berat
Gaya gesek Gaya gesek
statik W kinetik W
f
f s  F  f s ,maks F  f s ,maks

f s ,maks  m s N
F  0  F  ma
f k  mk N

F
statik kinetik Contoh
GAYA GESEK
N N
Benda diam Benda bergerak
Gaya normal
a

F fk F
fs
Gaya berat
Gaya gesek Gaya gesek
statik W kinetik W
f
f s  F  f s ,maks F  f s ,maks

f s ,maks  m s N
F  0  F  ma
f k  mk N

F
statik kinetik Contoh
Gaya Tegangan Tali

• Gaya biasanya dikerjakan pada sebuah


kabel atau tali untuk menarik suatu benda
(seperti gambar).
• Biasanya massa tali diabaikan (m = 0)
PENERAPAN
HUKUM-HUKUM
NEWTON
Gaya Sentripetal

m
Gaya Sentripetal
m
m
Fr Fr
m
Fr
Fr v
m mm
v
m
v
Gaya Sentripetal

m Kecepatan
linear

Fr v
Gaya
O r̂ sentripetal

Vektor satuan
ke arah radial

Fr  ma r
v2
 m r̂
r
Gesekan Fluida
Gaya Gesek Konstanta
Fluida kesebandinga
n
F
Rv R  bv
v
 F  ma
dv
 y
F  mg  bv  m
dt
dv b
g v
dt m
mg semakin besar
semakin kecil
fluida
(akhirnya menjadi nol)
Kecepatan
b
Untuk kecepatan awal nol (pada t = 0, vo = 0) g  va  0 akhir

mg m
v (1  e bt / m )  vt (1  e t /  ) mg
b va 
b
  m/ b
Terima kasih
TANTANGAN
• Jika tidak ada gesekan udara maka
gajah dan bulu akan jatuh
bersamaan.

“Bukankah gaya yang dialami
kedua benda berbeda? Gajah
bermassa lebih besar sehingga F
jatuhnya kan F = mg >>> F bulu?
Mengapa mereka jatuh
bersamaan???”
SIAPA YANG BISA MENJAWAB
TANTANGAN INI?
TANTANGAN LAGI

• Apakah mungkin benda ini bergerak


secara horizontal?.

SIAPA YANG BISA MENJAWAB


TANTANGAN INI?
Lihatlah….

Meskipun gaya-gayanya sama tetapi ia


bergerak ke kanan!!
Sampai sekarang orang masih percaya bahwa gaya diperlukan untuk
membuat sebuah benda bergerak……
Tantangan lagi….lagi….

Dapatkah Anda menentukan setidaknya 6 pasang gaya aksi reaksi?


Tantangan terakhir:

Kuda: “Saya baru


belajar fisika, menurut
hukum ketiga setiap
benda akan memberi
perlawanan gaya yang
sama sehingga saya
tidak bisa menarik dokar
karena dokar
memberikan gaya yang
sama padaku!!!”
Bagaimana
menjawab tantangan
kuda?