Anda di halaman 1dari 29

HUBUNGAN ERGONOMI DENGAN

KESEHATAN DAN KESELAMATAN


KERJA PETANI

Kelompok I:
Abdillah
Ani Safitri
Ayu Anastasya
Azizah
Deka Rahmawita
Etfriani Kontesa
Heri Yantomi
DEFINISI ERGONOMI
• Ergonomi ; Ergon = kerja ; Nomos = peraturan/hukum.
• Ergonomi adalah ilmu aturan tentang kerja
• Ergonomi sebagai ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya dengan
ilmu teknik bagi pekerja dan lingkungan kerjanya, agar mendapatkan
kepuasan kerja yang maksimal selain mendapatkn produktivitasnya (ILO).
• Ergonomi : ilmu, seni dan penerapan teknologi untuk menyerasikan antara
segala fasilitas yang digunakan baik dalam beraktivitas maupun dalam
istirahat atas dasar kemampuan dan keterbatasan manusia baik fisik
maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih
baik (Tarwaka, 2004)
• Ergonomi : suatu disiplin ilmiah yang urgen untuk diperhatikan interaksi
antara manusia dan bagian lain dalam elemen sebuah sistem dan juga
profesi yang mengaplikasikan teori, prinsip-prinsip, data, dan juga metode
yang dirancang untuk mengoptimasikan kesejahteraan manusia dan juga
keseluruhan kinerja dari sistem (The Internasional Ergonomics Association,
2000).
Tujuan ergonomi

• Mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit


• Mengurangi kecacatan bagi pekerja
• Meningkatkan produktivitas
• Meningkatkan kualitas pekerja
Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)

Ergonomi
Ergonomi dan K3 merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya
mengarah kepada tujuan yang sama yakni peningkatan kualitas kehidupan
kerja (quality of working life).
Sistem Kerja

MANUSIA

SARANA PRASARANA

PRODUK
&
PRODUKTIVITAS
Sarana kerja yang tidak memadai, tidak adanya keserasian ukuran dan bentuk
sarana kerja terhadap tenaga kerja

Efektifitas dan efisiensi kerja tidak optimal

Kerugian:
Hilangnya jam kerja,terhambatnya / menurunnya produksi dan produktivitas
kerja
Landasan Hukum Mengenai Ergonomi Pada
Petani
• Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 8b
ayat 1 menyebutkan bahwa setiap pekerja berhak memperoleh
perlindungan atas kesehatan dan keselamatan kerja
• Peraturan undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
yang ruang lingkupnya meliputi segala lingkungan kerja baik darat, di
dalam tanah, permukaan air, di dalam air, maupun udara, yang berada
dalam wilayah kekuasaan hukum republik Indonesia
• UU Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 menyatakan
bahwa upaya kesehatan kerja sebagai salah satu dari 15 upaya
kesehatan yang diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas
kerja yang optimal sejalan dengan perlindungan tenaga kerja, wajib
dilakukan di setiap tompat kerja, dan mencakup pelayanan kesehatan
kerja.
Faktor Pada Manusia yang Terkait dengan
Ergonomi
Terdapat 2 faktor:
a. Faktor dari dalam antara lain:
- Usia
- Jenis kelamin
- Kekuatan otot
- Bentuk dan ukuran tubuh
b. Faktor dari luar antara lain:
- Penyakit
- Status gizi
- Lingkungan kerja
- Adat istiadat
Aspek yang Perlu diperhatikan dalam Ergonomi

Menurut Artayasa, 2010


• Nutrisi
• Pemanfaatan tenaga otot
• Sikap kerja
• Kondisi lingkungan
• Kondisi waktu
• Kondisi sosial
• Kondisi informasi
• Interaksi manusia dengan mesin
Sikap Tubuh

Sikap tubuh tidak alamiah

Gerakan tubuh tidak alamiah

Rasa sakit muncul

Cepat lelah

Waktu produksi panjang

Biaya produksi tinggi


Sikap Kerja Ergonomis

• MENGHINDARKAN SIKAP YANG TIDAK ALAMIAH DALAM


BEKERJA
• BEBAN STATIS MENJADI SEMINIMAL MUNGKIN
• PEMBUATAN/PENENTUAN KRITERIA DAN UKURAN BAKU
PERALATAN KERJA (MEJA, KURSI DLL)
• DILAKUKAN SIKAP BERDIRI DAN DUDUK SECARA
BERGANTIAN
Faktor-faktor Lingkungan Penyebab Penyakit
Akibat Kerja
1. Faktor fisik
• Suara bising : Ketulian
• Suhu tinggi : Hyperpireksi, heat stroke
• Tekanan udara tinggi : Coison Disease
• Getaran : polineurutis, gangguan proses metabolisme
2. Faktor kimia
• Asal : bahan baku, bahan tambahan, bahan buangan
• Bentuk : padat, cair, gas, uap, partikel
• Masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan
• Efek terhadap tubuh : iritasi, alergi, keracunan, kanker,
kelainan janin
3. Faktor biologi
• Asal : virus, bakteri, parasit, jamur, serangga, binatang buas
4. Faktor ergonomi
• Akibat :cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan
kerja
• Efek terhadap tubuh : kelelahan fisik, nyeri otot,
deformitas tulang, dislokasi
5. Faktor mental psikologi
• Akibat : suasana kerja tidak nyaman, hubungan kerja
kurang baik, upah kerja kurang, terpencil, tidak sesuai
bakat
• Efek terhadap tubuh : stres
Penyakit Akibat Kerja Pada Petani

• Dermatitis
• Melepuh pada kulit
• Kutu air
• Iritasi pada kulit
• Penyakit saluran pernapasan
• Low back pain (LBP)
• Osteoarthritis (OA)
• Tetanus
Pencegahan Penyakit dan Kecelakaan yang
Terjadi Pada Petani
• Lebih memperhatikan keselamatan kerja dengan menggunakan APD yang
sesuai
• Sanitasi dan hygiene perorangan lebih ditingkatkan
• Mengurangi pemakaian pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik
• Pestisida yang dibeli hendaknya dalam kemasan asli, utuh dan berlabel
petunjuk penggunaan
• Bekas kemasan pestisida dibakar atau dikubur jauh dari sumber mata air
• Sisa pestisida disimpan di tempat khusus
• Petani hendaknya memakai APD yang lengkap ketika melakukan
penyemprotan
• Menggunakan topi pelindung yang memiliki pinggiran
• Menggunakan kacamata pelindung dari sinar matahari
• Menggunakan sarung tangan ketika menjalankan mesin traktor
• Menyediakan air minum agar tidak dehidrasi saat panas
PRINSIP PENERAPAN ERGONOMI

• Bentuk dan ukuran alat serta fasilitas agar disesuaikan dengan bentuk dan
ukuran tubuh tenaga kerja

• Usahakan posisi dan sikap tubuh yang alamiah waktu bekerja

• Sedapat mungkin menghindari sikap berdiri diam saat bekerja


Perencanaan Ergonomi dalam Peningkatan
Produktivitas Petani
• Penyabit padi menggunakan sabit bergigi
• Sabit atau cangkul dengan pegangan berbentuk kurva (disesuaikan dengan
bentuk genggaman tangan)
• Alat perontok padi dilengkapi dengan mesin motor berbahan bakar bensin,
sehingga operator tidak lagi harus mengayuh pedal saat bekerja, terdapat
blower yang berfungsi untuk memisahkan padi dengan kotoran sehingga
dihasilkan padi yang lebih bersih, jeruji perontok yang tumpul bertujuan
untuk keamanan operator pada saat membersihkan drum perontok, mesin
penggerak portable memudahkan dalam pemindahan alat perontok padi,
adanya pegangan untuk memindahkan alat perontok padi, baik di lahan
sawah basah atau kering.
Contoh Penggunaan Alat dan Posisi Kerja yang
Tidak Ergonomis
Contoh Kasus
• Di desa Congko, salah satu desa di Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi
Selatan, mayoritas mata pencahariannya adalah sebagai petani. Petani di
Desa Congko masih menggunakan cara-cara konvensional untuk
mengerjakan lahan sawahnya, antara lain menggarap tanah menggunakan
cangkul, membajak sawah menggunakan bantuan hewan (sapi atau kuda)
serta proses menanam padi dengan cara langsung atau secara manual tanpa
menggunakan bantuan alat. Petani di Desa Congko pun mengeluhkan
sering terjadinya nyeri pada otot-otot mereka setelah melakukan aktivitas
mereka. Hal ini dapat didasari oleh cara bekerja yang masih tradisional
tersebut sehingga menambah beban kerja para petani. Oleh sebab itu, untuk
mengurangi keluhan nyeri otot pada petani, dibutuhkan alat pertanian yang
ergonomis atau sesuai dengan bentuk tubuh petani, lingkungan kerja petani
dan jenis aktivitas petani. seharusnya pihak penyuluh tani agar memberikan
penyuluhan mengenai ergonomi kepada setiap anggotanya yakni sikap
bekerja yang aman dan nyaman dan juga melakukan kegiatan agar sesuai
dengan standar waktu kerja yang ditentukan sehingga dapat mengurangi
risiko beban kerja tinggi yang dapat menyebabkan kelelahan
kerja atau sakit pada sistem otot.
Kesimpulan

Penerapan ergonomi di tempat kerja bertujuan agar pekerja saat bekerja


selalu dalam keadaan sehat, nyaman, selamat, produktif dan sejahtera. Untuk
dapat mencapai tujuan tersebut, perlu kemauan, kemampuan dan kerjasama
yang baik dari semua pihak. Pihak pemerintah dalam hal ini Departemen
Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kesehatan
masyarakat, membuat berbagai peraturan, petunjuk teknis dan pedoman K3 di
tempat kerja serta menjalin kerjasama lintas program maupun lintas sektor
terkait dalam pembinaannya.
THANK YOU