Anda di halaman 1dari 13

KONSEP PENILAIAN

DAN PENGUKURAN
Kelompok 7
Dicky Kurniawan
Andi Herdiana
Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari antara pengertian pengukuran dan penilaian sering dicampuradukkan oleh
banyak orang. Hal itu terjadi karena mereka banyak yang belum memahami apa itu pengukuran dan
penilaian. menurut Remmers dkk (1960) memberikan rumusan sebagai berikut : 'Measurement' berasal
dari kata "to measure" yang berarti suatu kegiatan atau proses untuk menetapkan dengan pasti luas,
dimensi dan kuantitas dari sesuatu dengan cara membandingkan terhadap ukuran tertentu.
Di samping itu ada yang mengartikan pengukuran sebagai usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu
sebagaimana adanya,pengukuran dapat berupa pengumpulan data tentang sesuatu.sementara itu penilaian
adalah suatu tindakan untuk memberikan interpretasi terhadap hasil pengukuran dengan menggunakan
norma tertentu untuk mengetahui tinggi-rendahnya atau baik-buruknya aspek tertentu. Secara garis besar
ada dua macam norma yaitu norma abstrak dan norma konkrit.
Norma abstrak adalah norma yang hanya ada pada benak sipenilai, sehingga tidak dapat diketahui oleh
orang lain. Sedang norma konkrit adalah norma nyata yang dapat diamati oleh orang lain dan dapat
dipergunakan oleh orang lain pula.Selanjutnya norma konkrit ada dua macam yaitu norma ideal dan
norma kelompok atau rerata.
Norma ideal adalah skor maksimal sebagal patokan atau norma, sedang norma kelompok ditentukan
berdasarkan hasil rerata skor pengukuran. Hasil penilaian sendiri bisa berupa nilai kualitatif (pernyataan
naratif dalam kata-kata) & nilai kuantitatif (berupa angka),dan hasil daripada pengukuran dan penilaian
tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, dan tentunya untuk dapat melakukan hal tersebut kita
harus dapat memahami lebih lanjut tentang pengukuran dan penilaian.
Pengukuran dan Penilaian Dalam Bimbingan Konseling

Pengukuran dan penilaian merupakan langkah dan bagian penting dalam bimbimbingan dan
konseling(BK). Tanpa penilain dan pengukuran dan penilaian akan menyulitkan atau bahkan
tidak mungkin untuk dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan
pembelajaran maupun bimbingan yang telah dilakukan.ada dua macam kegiatan penilain
dalam bimbingan dan konseling yaitu penilain proses dan penilain hasil.penilain proses
dimaksudkan untuk mengetahuai sejauh mana keefektifan pelayan bimbingan dan konseling
ditinjau dari prosesnya.sedangkan penilain hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi
keefektifan layanan bimbingan dan konseling ditijau dari hasilnya.
Penilaian dan pengukuran dalam bimbingan dan konseling bagi konselor juga dapat berfungsi
untuk mengetahui kemampuan, minat, bakat, kepribadian individu/peserta didik sehingga
dapat dipahami kekuatan dan kelemahanya yang nantinya dapat digunakan dalam pemberian
bantuan.dapat dijadikan bahan evaluasi,membantu memperkirakan kemungkinan
kemungkinan menuju sukses sesuai dengan kemampuan, minat, bakat individu/ peserta didik.
Menggunakan hasil penilaian dan pengukuran untuk diagnosis masalah peserta didik dan
direncanakan untuk dapat ditetapkan dalam usaha perbaikanya dan lain lain yang membuat
hal hal tersebut menjadikan penilaian dan pengukuran dalam bimbingan dan konseling tidak
dapat dipisahkan
Teori Para Ahli Mengenai Pengukuran
Cangelosi, James S. (1995)
Menurut Cangelosi, James S., pengukuran adalah proses pengumpulan data empiris yang
digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan.
Alwasilah et al (1996)
Menurut Alwasilah et al , measurement (pengukuran) adalah proses mendeskripsikan performa
siswa dengan menggunakan skala kuantitatif (sistem angka) sedemikian rupa sehingga sifat
kualitatif dari performa siswatersebut dinyatakan dengan angka-angka.
Arikunto dan Jabar (2004)
Menurut Arikunto dan Jabar, pengukuran (measurement) adalah kegiatan membandingkan
suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.
Teori Ahli Mengenai Penilaian

Cangelosi (1995: 21)


“Penilaian merupakan keputusan tentang nilai. Oleh sebab itu, langkah selanjutnya sesuadah
melaksanakan pengukuran adalah penilaian. Penilaian dilakukan setelah siswa menjawab beberapa
soal yang terdapat pada tes. Kemudian hasil jawaban siswa tersebut ditafsirkan dalam bentuk nilai”.
Djemari Mardapi(1999: 8)
“Penilaian merupakan kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil pengukuranS”.
Eko Putro Widoyoko, 2012: 3
“Penilaian ialah sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran berdasarkan kriteria dan
aturan-aturan tertentu”.
Prinsip Pengukuran dan Penilaian
Berorientasi pada pencapain kompetensi : Penilaian dan pengukuran yang dilakukan harus berfungsi untuk mengukur
ketercapaian siswa dalam pencapaian kompetensi seperti yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Valid (mengukur apa yang seharusnya diukur) : Penilaian yang dilakukan harus dapat mengukur apa yang seharunya diukur.
Untuk itu kita memerlukan alat ukur yang dapat menghasilkna hasil pengukuran yang valid dan reliable.

Adil : Penilaian yang dilakukan harus adil untuk seluruh siswa. Siswa harus memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama.

Objektif : Dalam menilai hasil belajra siswa harus dapat menjaga objektivitas proses dan hasil penilaian . objekativitas dapat
mempengaruhi penilaian pada saat pelaksanaan. Penskoran, dan pengambilan keputusan hasil belajra siswa.

Berkesinambungan : Penilaian yang dilakukan harus terencana, bertahap, teratur, terus menerus dan berkesinambungan untuk
memperoleh informasi hasil belajar dan perkembangan belajar siswa . pengambilan keputusan pencapaian hasil belajar siswa
tidak boleh dilakukan hanya berdasar informasi hasil belajar siswa pada tes akhir semester saja tetapi harus diputuskan berdasar
informasi hasil belajar siswa dari berbagai sumber yang diperoleh secara berkesinambungan.

Menyeluruh : Prinsip menyeluruh dalam penilaian mengandung arti bahwa penilaian yang dilakukan harus mampu menilai
keseluruhan kompetensi yang terdapat dalam kurikulum yang mungkin meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor

Terbuka : Kriteria penilaian harus terbuka bagi berbagai kalangan sehingga keputusan hasil belajar siswa jelas bagi pihak-pihak
yang berkepentingan

Bermakna : Hasil penilaian hendaknya mempunyai makna bagi siswa dan juga pihak-pihak yang berkepentingan. Hasil penilaian
hendaknya dapat memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian hasil belajra siswa, keunggulan dan kelemahan siswa,
minat, serta potensi siswa dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan
Perbedaan Pengukuran dan Penilaian

Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang dapat


memberikan gambaran perkembangan belajar siswa, menjelaskan
serta menafsirkan hasil pengukuran, menggambarkan informasi
mengenai sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian
kompetensi siswa. Sedangkan, pengukuran (measurement) adalah
proses atau kegiatan pengumpulan informasi dari suatu objek
yang disusun secara sistematis guna memperoleh data untuk
proses penilaian
Prosedur Pengukuran dan Penilaian
Pengukuran Penilaian
■ Penyusunan rencana Penilaian Sebuah proses penilaian harus
■ Mengidentifikasi dan merumuskan atribut dimulai dari tujuan dari sebuah penilaian dilakukan. . Tujuan
atau kualita yang akan diukur edukasi dari proses penilaian harus dapat dimanfaatkan oleh
peserta didik, guru dan pengambilan kebijakan pendidikan yang
■ Menentukan seperangkat operasi yang dapat berkaitan dengan perkembangan peserta didik. Setelah tujuan
digunakan untuk mengukur atribut tersebut edukasi telah terpenuhi, sebuah penilaian dirancang untuk
menilai suatu aspek yang hendak dinilai.meliputi :
■ Menetapkan seperangkat prosedur atau ■ Menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada rpp yang
definisi untuk menerjemahkan hasil telah disusun
pengukuran ke dalam pernyataan atau data
■ Menyusun kisi kisi penilaian
kuantitatif. Bagaimanapun juga dalam
pengukuran, penguantitatifan informasi ■ Membuat instrumen penilaian berikut pedoman penilaian ,dan
adalah penting untuk membuat ketetapan ■ Melakukan analisis kualitas instrumen
hati atau kebulatan tekad atau membedakan
■ Pelaksanaan penilaian
suatu atribut sehingga kesimpulan yang
diambil tidak subjektif ■ Pengolahan,analisis,interpretasi hasil penilaian
Fungsi Pengukuran dan Penilaian

Pengukuran Penilaian
■ Pengukuran berfungsi untuk ■ Assesment atau penilain berfungsi
mendapatkan hasil perbandingan atau untuk mengetahui apakah peserta
nilai yang diperoleh ketika didik mampu atau tidak dalam
pengukuran tersebut selesai pembahasan materi.
dilakukan.
■ Assesment atau penilaian bertujuan
■ Pengukuran bertujuan untuk untuk menetapkan hasil akhir guna
memandingkan sesuatu dengan satu mengetahui apakah peserta didik
ukuran yang serupa. tersebut sudah mencapai tujuan
belajar yang telah ditetapkan
sebelumnya
Alat Ukur Dalam Pengukuran dan Penilaian

Tes Non Tes


Teknik tes adalah suatu alat pengumpul Teknik non tes adalah sekumpulan
informasi yang berupa serentetan pertanyaan yang jawabannya tidak
pertanyaan atau latihan yang dapat memiliki nilai benar atau salah sehingga
digunakan untuk mengukur keterampilan, semua jawaban responden bisa diterima
pengetahuan, intelegensi, kemampuan dan mendapatkan skor.
atau bakat yang dimiliki oleh individu
Alat evaluasi non tes dapat digunakan
maupun kelompok
untik menilai beberapa aspek dari
individu, sehingga tidak hanya untuk
menilai aspek kognitif, tetapi juga aspek
afektif dan psikomotorik
Pengolahan Data Dari Pengukuran Dan
Penilaian
Agar skor mentah yang diperoleh dari hasil pengukuran dapat dengan mudah dipahami oleh
orang lain, maka skor tersebut perlu diolah lebih dahulu salahsatunya dengan cara menggunakan
skala rating atau skala sikap dari Likert untuk mengukur suatu keterampilan atau kecenderungan
sikap, maka pengolahan datanya dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Hitung jumlah skor maksimal dan minimal yang mungkin diperoleh siswa untuk semua
indikator.
2. Jumlahkan skor yang diperoleh setiap siswa.
3. Tentukan keterampilan siswa atau kecenderungan sikap siswa dengan cara membandingkan
jumlah skor yang diperoleh setiap siswa dengan jumlah skor maksimal.
Data yang diperoleh dari hasil pengukuran baik pengukuran dengan menggunakan tes maupun
non-tes biasanya masih merupakan data terserak. Data tersebut perlu diatur agar lebih mudah
untuk dipahami
Quiz
1. Apa pengertian pengukuran dan penilaian menurut para ahli ?
2. Jelaskan perbedaan dan pengukuran dan penilaian menurut
pendapat anda ?
3. Bagaimana cara membuat suatu penilaian menjadi bermakna bagi
siswa ?
4. Kenapa prinsip dalam pengukuran dan penilaian harus
berkesinambungan ?
5. Menurut anda bagaimana cara membuat hasil pengukuran dan
penilaian dapat berguna dalam bimbingan dan konseling ?
TERIMA KASIH