Anda di halaman 1dari 11

TUJUAN SESI : BLC

1. Perkenalan antar peserta


2. Mengidentifikasi harapan dan kontribusi peserta
3. Memahami gambaran umum pelatihan
Latar belakang pelatihan
Tujuan pelatihan
Proses pelatihan
3. Menyepakati norma belajar
LATAR BELAKANG

PERAWAT UJUNG TOMBAK YANKES

TERAMPIL PENGETAHUAN

PELATIHAN
TUJUANPELATIHAN
MENYIAPKAN PERAWAT KES MATA
YANG TERAMPIL

AGAR DAPAT MELAKUKAN


SKRINING KASUS KEBUTAAN

UNTUK DIRUJUK KE RS/BKMM


PROSES PELATIHAN

PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA

MENCAKUP TEHNIK PELATIHAN


HUMANISTIK
Prinsip-Prinsip Belajar
Orang Dewasa

• Belajar akan menjadi sangat efektif bila peserta


siap untuk belajar.

• Belajar akan menjadi lebih efektif jika dibangun di


atas apa yang sudah diketahui atau berdasarkan
pada pengalaman peserta  peserta bukan
“BOTOL KOSONG”

6
Prinsip-prinsip Belajar Orang Dewasa
(lanjutan)
Belajar akan bisa :
– Lebih efektif bila peserta menyadari apa yang perlu
mereka pelajari

– Lebih mudah dengan menggunakan variasi metoda


dan teknik pelatihan

7
Prinsip-prinsip Belajar Orang Dewasa
(lanjutan)
• Kesempatan untuk mempraktikkan ketrampilan yang
mulanya dilakukan dalam situasi terkendali atau yang
disimulasikan (misalnya melalui role-play atau
penggunaan model anatomik) adalah sangat penting
untuk mendapatkan ketrampilan dan untuk
pengembangan kompetensi ketrampilan.

• Pengulangan diperlukan bagi peserta untuk bisa menjadi


kompeten atau mahir dalam suatu ketrampilan.

8
Prinsip-prinsip Belajar Orang Dewasa
(lanjutan)
• Semakin realistik situasi pelajaran, semakin efektif
pembelajaran.
• Untuk bisa efektif, umpan balik harus diberikan segera,
bersifat positif.

9
PRINSIP HUMANISTIK

BERSIFAT SALING MENGHARGAI DAN


MENGHORMATI
PRINSIP “EQUAL” (SEJAJAR)
MEMANFAATKANKAN KOMUNIKASI
DUA ARAH (DIALOG )
BEBAS BERPENDAPAT
TIDAK MENGHAKIMI