Anda di halaman 1dari 25

Novia Kepriani

Putri Diyah Makarti Desi


Dian Sari Apriwinata
Laporan untuk Manajemen
Eksekutif dan Dewan
 Tujuan laporan kepada manajemen
seniordan dewan melalui komite audit
bertujuan untuk:
 Mengkomunikasikan hal-hal yang telah
dicapai oleh audit internal (laporan aktifitas)
 Menjelaskan apa-apa yang telah diamati
oleh audit internal (laporan evaluasi)
Laporan untuk Manajemen
Eksekutif dan Dewan
 Para anggota dewan mungkin tidak akan dapat
membaca seluruh laporan pemerikasaan audit
internal, tetapi mereka akan sangat tertarik dengan
laporan ringkasan dari seluruh kontrol perusahaan
secara keseluruhan dan kinerjanya:
 Ringkasan temuan-temuan audit dan kesimpulannya.
 Status dan kontrol internal perusahaan.
 Opini audit internal atas aktivitas yang telah ditelaah
 Temuan-temuan material yang belum diperbaiki.
 Tren keseriusan dan kepelikan penyimpangan yang
dilaporkan .
 Koordinasi antara auditor internal dengan auditor
eksternal.
 Resiko-resiko yang tetap tidak terjaga.
Faktor-faktor untuk Pelaporan
kepada Komite
 Serangkaian unsur-unsur yang dipercaya oleh para
dirsktur dan manajemen senior seharusnya terdapat di
dalam fungsi audit internal (Karen Grandstand):
 Struktur: penempatan sehingga memliki posisi yang
independen.
 Manajemen, penempatan staf, dan kulitas audit: tanggung
jawab seharusnya berada dibawah satu orang manajer.
 Ruang lingkup: penelaahan dan pengujian seharusnya
mencerminkan sifat, kerumitan dan risiko dari aktivitas yang
terdapat di dalam dan di luar neraca.
 Komunikasi: manajemen senior seharusnya mendukung
perkembangan komunikasi secara terbuka dan pemeriksaan
peramasalahan secar kritis, menciptakan kesadaran akan
temuan-temuan auditora internal dan solusi dari manajemen
operasional atas kecurangan kontrol internal yang diidentifikasi.
Komunikasi dengan Dewan
 Persyaratan komunikasi dengan Komite
Audit yang meliputi area berikut ini (SAS
61 AICPA):
 Penggelapan dan tindakan illegal.
 Penyimpanagn kontrol internal.
 Kebijakan-kebijakan akuntansi yang
signifikan.
 Ketidaksepakatan dengan manajemen.
 Kesulitan yang dihadapi dalam
melaksanakan audit.
Laporan Aktivitas
 Perbandingan anatara pekerjaan yang diprogramkan
dengan pekerjaan yang tercapai.
 Jumlah dan keragaman dari aktivitas yang diaudit.
 Jumlah dan jenis laporan yang diterbitkan.
 Jumlah komunikasi lain yang dilakuakan dengan
manajemen.
 Biaya pengoperasian departemen audit.
 Jmlah pengembalian dan penghematan yang dilakuakan.
Status dari eksposur resiko.
 Jumlah dan jenis studi-studi manajemen khusus.
 Kuantifikasi, jika memeungkinkan, atas peningkatan jasa
yang diberikan kepada unit-unit internal atau kepada
orang-orang atau organisasi luar.
 Efektivitas dari pekerjaan audit.
 Kualitas dari aktivitas audit eksternal.
Produktivitas Audit
Produktivitas biasanya dianggap sebagai
perbandingan antara input yang berasal dari
sumber daya dan output yang berupa produk
atau jasa. Hal ini mirip dengan konsep efisiensi.
Tetapi, produktivitas dapat berajak lebih jauh
daripada sekedar menghitung jumlah unit yang
diproduksi atau jasa yang diberikan. Produktivitas
juga dapat mengukur akibat dari sebuah usaha
audit. Hasil merupakan output. Hasil tersebut
merupakan peningkatan yang dicapai oleh
organisasi atau masyarakat yang diperoleh
melalui penerapan aktivitas audit.
Produktivitas Audit
 Produktivitas audit sering kali
disalahartikan dalam pelaporan sebagai:
 Jumlah audit yang selesai dilaksanakan
 Jumlah hari kerja yang digunakan untuk
mengaudit
 Pernbandingan antara jumlah biaya audit
yang terjadi dengan anggaran audit
 Biaya yang dihapusakan (dihemat) atau
uang yang diterima
Laporan evaluasi
Apa yang dibutuhkan oleh manajemen
senior adalah evaluasi yang objektif,
berpendidikan dan profesional dari seluruh
usaha yang telah dilakukan auditor untuk
mengungkapkan pelaksanaan dari segala
urusan perusahaan.
Meringkas Opini Audit
Laporan audit hendaknya menyajikan opini
audit secara keseluruhan. Opini – opini ini
juga sebaiknya diringkas sehingga dapat
memberikan indikasi kapada manjemen
dan dewan mengenai kualitas kontrol
maupun kinerja perusahaan menurut
pandangan auditor internal.
Meringkas Opini Audit
 Informasi mengenai status penyelesaian
dari opini tidak wajar juga hendaknya
dicantumkan. Manajemen sebaiknya
diberikan penjelasan tentang:
 Persetujuan ataupun penolakan klien atas
temuan dan opini tidak wajar
 Posisi klien atas koreksi dari kondisi yang
menyebabkan diberikannya opini tidak wajar
 Situasi dimana kondisi – kondisi yang
menyebabkan diberikannya opini tidak wajar
telah diselesaikan
 Situasi dimana terdapat kejadian – kejadian
yang memberatkan.
Meringkas Temuan
 Ringkasan dari temuan – temuan yang
menyebabkan dikeluarkannya opini
yang tidak memuaskan akan
menunjukan dimana tindakan perbaikan
sebaiknya dilakukan. Temuan dapat
dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu:
 Temuan yang berat
 Temuan yang ringan
Pemetaan Tren
Tren dalam opini dan temuan – temuan
penyimpangan hendaknya dipetakan
sehingga dapat memberikan sebuah
indikasi yang bermanfaat tentang tentang
kesehatan administratif perusahaan.
Meringkas Penyebab
Sistem yang baik yang dapat menentukan
dan melaporkan penyebab terjadinya
penyimpangan dapat memberikan bantuan
yang sangat besar bagi eksekutif untuk
mengambil tindakan perbaikan secara
menyeluruh.
Meringkas Penyebab
 Dibawah ini adalah beberapa kumpulan penyebab yang
dapat dikaitkan dengan hierarki kontrol manajemen:
 Tujuan dan perencanaan yang sesuai tidak dibuat
 Sumbar daya manuiusia dan bahan baku yang sesuai tidak
diberikan
 Standar atau kriteria lainnya tidak ditentukan
 Karyawan tidak dilatih
 Tidak adanya sistem persetujuan
 Tidak adnya kontrol utama
 Kepatuhan terhadap standar tidak dijamin
 Proses yang sedang berjalan tidakl diawasi
 Sistem pencatatan dan pelaporan yang memadai tidak dibuat
atau dipelihara
 Tidak ada tindakan yang dilakukan oleh manajemen saat
menerima laporan
 Tidak ada tindak lanjut atas implementasi tindakan berkenaan
dengan kekurangan – kekurangan sebelumnya.
Penyebab lain yang meliputi usaha-usaha
yang telah dilakukan oleh organisasi,
manajer, dan masyarakat
 Penyebab-penyebab ini menurut empat
fungsi manajemen:
A. Perencanaan dan Pengorganisasian
○ Kebutuhan akan adanya kontrol tidak diakui.
○ Wewenang yang tepat tidak berkaitan.
○ Karyawan yang memadai tidak diberikan.
○ Prioritas yang tepat tidak diberikan.
○ Peralatan yang memadai tidak diberikan.
○ Cara-cara melakukan koordinasi tidak diberikan.
○ Tanggung jawab tidak diberikan.
○ Pelatihan yang memadai tidak diberikan.
○ Strategi operasional tidak dirancang.
Penyebab lain yang meliputi usaha-usaha
yang telah dilakukan oleh organisasi,
manajer, dan masyarakat
B. Pengarahan dan Kontrol
○ Jadwal tidak dibuat atau dipenuhi.
○ Instruksu-instruksi yang memadai tidak
diberikan.
○ Standar-standar tidak dipenuhi.
○ Umpan balik mengenai proses yang sedang
berjalan tidak diperoleh.
○ Tindakan perbaikan segera tidak
dilaksanakan.
○ Perhatian manajemen yang tidak memadai.
Penyebab lain yang meliputi usaha-usaha
yang telah dilakukan oleh organisasi,
manajer, dan masyarakat
○ Perhatian supervisor yang tidak memadai.
○ Sikap manajemen atau supervisor (penolakan
kontrol)
○ Sikap karyawan.
○ Kesalahan manusia.
○ Kurangnya komunikasi.
○ Keputusan manajemen untuk tidak mengambil
tindakan yang diminta.
○ Kontrol tidak diperbarui.
○ Pelatihan dasar yang memadai tidak
diberikan.
Penyebab lain yang meliputi usaha-usaha
yang telah dilakukan oleh organisasi,
manajer, dan masyarakat
Penyebab utama yang membuat manajemen
operasional kerepotan yaitu adalah
penyebab yang setelah dihilangkan akan
paling lansung memperbaiki kondisi yang
terjadi. Oleh karena itu mencari penyebab
utama sangatlah penting untuk melihat
baik tindakan yang telah diambil oleh
manajemen lini untuk menghindari kondisi
tersebut, memperbaiki kondisi yang
dilaporkan, atau mengidentifikasikan sifat
dari kekurangan yang terjadi.
 Penggunaan formulir membantu auditor
mengumpulkan data yang dibutuhkan
dalam analisis kekurangan-kekurangan
bagi manajemen. Formulir ini
memberikan tempat mengidentifikasikan
kekurangan yang terjadi pada tujuan
kontrol.
Komunikasi Khusus
Situasi yang tidak dapat ditoleransi mungkin terjadi jika
seorang auditor internal menghadapi situasi yang serius
dan tidak memperoleh dukungan dari seluruh
manajemen. Jika auditor tetap yakin bahwa diperlukan
suatu tindakan maka auditor harus langsung pergi ke
komite audit, yapi hal ini dapat membahayakan
pekerjaan auditor. Tetapi resiko ini telah menjadi resiko
auditor. Di sisi lain komite audit harus sepenuhnya
mendukung usaha audit dan menyatakan dengan jelas
bahwa auditor adalah bagian dari manajemen
perusahaan dan adanya inteervensi, baik lansung atau
tidak langsung tidakdapat ditoleransi.
Laporan audit Satu Halaman
Dirancang untuk menghematwaktu para
eksekutif dan anggota dewan komisaris
yang sibuk, dan dapat dirancang menjadi
presentasi powerpoint atau dalam bentuk
tercetak.
Beberapa peringatan
1. Jumlah dan keragaman penugasan
audit
2. Jumlah laporan yang dikeluarkan.
3. Jumlah bentuk komunikasi lain.
4. Saran yang dilaksanakan.
5. Konsultasi.
6. Investigasi.
Beberapa peringatan
Peringatan-peringatan tersebut tidak
berarti bahwa laporan-laporan tersebut
diatas tidak valid. Yang dimaksud adalah
agar auditor internal berhati-hati dalam
membuat lapporan aktivitasnya sehingga
justru tidak memberikan kesan yang
kontraproduktif. Aktivitas mereka juga
sebaiknya dipandu oleh implikasi-implikasi
yang telah dijelaskan
Terimakasih