Anda di halaman 1dari 20

Visus Turun dalam Hubungannya dengan

Kelainan Refraksi Mata

Afifah Nur Utami


102013448
C1
Skenario 2

Seorang anak laki-laki usia 22 tahun, datang ke


poli umum dengan keluhan tulisan di proyektor
LCD dan tulisan di TV kurang jelas.
Anamnesis
• RPD: Keluhan sudah dirasakan sejak pasien
usia 15 tahun dan perlahan-lahan bertambah
buruk.

• Pasien sering memicingkan mata dan


mengucek kedua matanya.

• Tidak ada riwayat mata merah, berair, alergi.


Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Visus
• Snellen Chart
• Visus normal bisa
melihat pd jarak 6m
tanpa alat bantuan (6/6
atau 20/20)
Pemeriksaan Fisik
Uji Pin Hole
• u/ tahu visus ber<< o.k kelainan
refraksi / media penglihatan /
kelainan retina lain.

• Visus bertambah  kelainan


refraksi yg belum dikoreksi baik.

• Visus berkurang  kekeruhan


media penglihatan / retina yang
menggangu penglihatan
Pemeriksaan Fisik
Tonometri
• Tindakan untuk melakukan pemeriksaan tekanan
intraokular
• Alat: tonometer
Hasil Pemeriksaan Fisik
Visus:
• Okuli Dextra (OD) 6/60 – ph 6/40 – koreksi S -2.00 cyl
– 0.75 180o : 6/6
• Okuli Sinistra (OS) 6/60 – ph 6/50 – koreksi – S +0.75
: 6/40
• Segmen anterior ODS dalam batas normal
• Tonometri ODS: 15 mmHg
• Segmen posterior ODS optic nerve bulat, batas tegas,
CDR 0.3; A:V 2:3, reflex macula positif; perifer tidak
ada perdarahan maupun eksudat
Diagnosis: Kelainan Refraksi

• Bola mata memiliki 3 lapisan:


– lapisan fibrosa
– lapisan berpigmen dan vaskular
– lapisan neural (retina).

• Bola mata orang dewasa normal hampir mendekati


bulat, dengan diameter anteroposterior sekitar 24,5
mm.
Diagnosis: Kelainan Refraksi
Astigmat miopia
• Astigmatisme  kelainan refraksi dimana sinar sejajar
dengan garis pandang oleh mata tanpa akomodasi
dibiaskan tidak pada satu titik tetapi lebih dari satu
titik.
Kelainan Refraksi
With the rule

Reguler

Against the rule


Posisi garis fokus

Astigmatisme
Irreguler Miopia
Kompositus
Astigmat
Rendah

Tingkat kekuatan
Sedang
dioptri

Tinggi
Kelainan Refraksi
Hipermetropia
• Atau rabun dekat  keadaan gangguan kekuatan
pembiasan mata dimana sinar sejajar jauh tidak
cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya terletak di
belakang retina.

hipermetropia

koreksi
Kelainan Refraksi
Kongenital

Bentuk Simpleks

Didapat
Hipermetropia
Ringan

Tingkatan Sedang

Tinggi
Kelainan Refraksi
Anisometropia
• Kedua mata terdapat perbedaan kekuatan refraksi.

• Gejala umum: Sakit kepala, pada kedua mata merasa


tidak enak, panas, tegang.

• Spesifik: pusing, mual-mual, kadang-kang melihat


ganda, kesulitan memperkirakan jarak suatu benda,
melihat lantai yang bergelombang.
Kelainan Refraksi
Anisometropia
• Kedua mata terdapat perbedaan kekuatan refraksi.

• Gejala umum: Sakit kepala, pada kedua mata merasa


tidak enak, panas, tegang.

• Spesifik: pusing, mual-mual, kadang-kang melihat


ganda, kesulitan memperkirakan jarak suatu benda,
melihat lantai yang bergelombang.
Kelainan Refraksi

o.k (3)
Perbedaan
Anisometria
Kelainan visus
Klinik Perbedaan
bayangan
Kelainan Refraksi

Supresi
Ambliopia Faktor
Nirpakai
(non use)
Kesimpulan