Anda di halaman 1dari 22

GANGGUAN HATI

KELOMPOK VII:
1. GHAITSA ZAHIRA SOPHA YUSUF
2. NANDA K. HILIBALA
3. SRI WAHYUNI ABDUL
Definisi • Hati adalah kelenjar terbesar di dalam tubuh terletak pada
bagian teratas dalam rongga abdomen di sebelah kanan
Hati bawah diafragma. Hati secara luas dilindungi oleh iga-iga.

• Metabolik tubuh (membantu dalam metabolisme


karbohidrat, protein dan lemak serta menetralisis obat-obat
Fungsi dan hormon)
Hati • Mensekresi cairan empedu
• Mensintesis garam-garam empedu
• Tempat penyimpanan energi

Gangguan • Hepatitis
Hati • Sirosis
Hepatitis

Definisi Hepatitis

• Hepatitis adalah inflamasi/radang dan cedera pada hepar


karena reaksi hepar terhadap berbagai kondisi terutama
virus, obat-obatan dan alkohol
Epidemologi

• Menurut hasil Riskesdas tahun 2013, bahwa jumlah


orang yang didiagnosis hepatitis di fasilitas pelayanan
kesehatan berdasarkan gejal-gejala yang ada,
menunjukan peningkatan 2 kali lipat apabila
dibandingkan dari data tahun 2007 dan 2013.

• Pada tahun 2007 lima provinsi dengan prevalensi


hepatitis tertinggi adalan NTT, Sulawesi Tengah, Aceh,
Gorontalo dan Papua Barat sedangkan pada tahun 2013
lima provinsi dengan prevalensi tertinggi yaitu NTT,
Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Maluku
Utara. Prevalensi hepatitis tertinggi terdapat pada
kelompok umur 45-54 dan 65-74 (1,4%).
Etiologi

• Secara umum hepatitis disebabkan oleh virus.


Beberapa virus yang telah ditemukan sebagai
penyebabnya yaitu hepatitis A (HAV), hepatitis
B (HBV), hepatitis C (HCV), hepatitis D (HDC)
dan hepatitis E (HEC)
• Hepatitis A :
Penyebabnya adalah virus hepatitis A dan merupakan
penyakit endermis di beberapa Negara berkembang. Selain itu
merupakan hepatitis yang ringan, bersifat akut, sembuh
spontan atau sempurna tanpa gejala sisa dan tidak
menyebabkan infeksi kronik.
• Hepatitis B :
Penyebab utama yaitu hepatitis kronik, sirosis dan karsinoma
sel hati.
• Hepatitis C :
Hepatitis C banyak diperoleh melalui penggunaan obat
intravena, kontak seksual, hemodialisa
• Hepatitis D :
Hepatitis terutama ditrasmisikan oleh pemaparan melalui
infeksi darah
• Hepatitis E :
Etiologi virus hepatitis E termasuk virus RNA
Faktor Resiko

• Perilaku yang berisiko


• Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol
• Kondisi tempat kerja dan tempat tinggal
• Kontaminasi air dan makanan
• Transfusi darah
Patofisiologis

A. Hepatitis Virus Akut


• Hepatitis virus adalah penyakit yang biasanya
sembuh dengan sendirinya, dengan kasus
rendah sampai tingkat yang fatal
• Virus dapat masuk ke sirkulasi dan terakumulasi
pada sinusoid hati dan bagian dalam dari
hepatosit
• Virus bereplikasi di hepatosit dan menyebar
masuk kedalam darah empedu dan cairan tubuh
yang lain
B. Hepatitis Virus Kronik
• Hepatitis virus kronik merupakan penyebab sakit
hati kronik, sirosis, gagal hati dan hepatosellular
karsinoma atau kanker sel hati di seluruh dunia
• Hepatitis virus kronik tersebut dapat berkembang
dalam bentuk tetap. Beberapa berkembang menjadi
fibrosis hati dan serosis hati beberapa berkembang
menjadi gagal hati atau HCC.
• Pasien dengan hepatitis kronis memiliki limfosit
sitotoksik dan respon CD4 yang lemah.
Manifestasi Klinik

• Infeksi dibagi menjadi 3 tahap didasarkan


apad serologik virus, imkubasi, hepatitis akut
dan penyembuhan
• Keparahan klinis penyakit bervariasi luas mulai
dari tanpa gejala, hepatitis antikerik sampai ke
hepatitis fulminant yang cepat menjadi fatal
• Pada sebagian besar pasien hepatitis akut
hanya menunjukkan gejala ringan dan
kerusakan pada sedikit hepatosit.
Komplikasi

• Gagal hati
• Terserang infeksi
• Kanker hati
• Kolestatis
• Penyakit ginjal
• Serosis hati
Terapi Farmakologi

• Pengendalian virus hepatitik adalah yang


utama. Tindakan-tindakan umum meliputi
diet, istirahat, menjaga keseimbangan cairan
dan menghindari obat-obat hepatoksik dan
alkohol
• Terapi farmakologi hepatitis yaitu Interferon,
Lamivudine, Adelovir, Entecavir, Talbivudine
Sirosis

Definisi Sirosis

• Sirosis adalah hasil akhir dari rusaknya hepatosit yang


ditandai dengan rusaknya struktur normal hati akibat
terbentuknya jaringan ikat dan nodul.
Epidemologi
• Penyakit hati menahun dan sirosis dapat menimbulkan sekitar
35.000 kematian per tahun di Amerika Serikat.
• Sirosis merupakan penyebab kematian utama yang kesembilan di
AS, dan bertanggung jawab terhadap 1,2% seluruh kematian di AS.
• Banyak pasien yang meninggal pada dekade keempat atau kelima
kehidupan mereka akibat penyakit ini.
• Setiap tahun, 2.000 kematian tambahan dikaitkan dengan
kegagalan hati fulminan (FHF). FHF disebabkan hepatitis virus
(misalnya, hepatitis A dan B), racun (misalnya Amanita phalloides,
yellow death cap mushroom), hepatitis autoimun, penyakit Wilson,
atau berbagai etiologi lainnya.
• Pasien dengan sindrom FHF memiliki tingkat kematian 50-80%
kecuali mereka memperoleh transplantasi hati
Etiologi

• Penyebab paling umum penyakit sirosis adalah


kebiasaan meminum alkohol dan infeksi virus
hepatitis C.

Faktor Resiko

• Risiko seseorang untuk terkena sirosis seperti


konsumsi alkohol berlebihan, terlalu sering
begadang dan kurang tidur.
• Jenis makanan
Patofisiologis
• Struktur permanen hati berubah karena kerusakan sel yang
berkepanjangan. Sebagian besar gangguan hati kronis
berkembang menjadi sirosis yang ditandai dengan
terbentuknya jaringan ikat dan nodul. Proses perkembangan
tersebut ireversibel dan dapat menyebabkan gagal hati

Manifestasi Klinik
• Gambaran klinis sirosis hati bervariasi mulai dari tanpa gejala
hingga ketidaknormalan hasil laboratorium sampai
keperdarahan akut yang mengancam jiwa.
• Tanda klinik klasik pada sirosis adalah telapak tangan merah,
pelebaran pembuluh darah.
Komplikasi

• Hipertensi portal
• Varises di saluran cerna
• Varises esofagus
• Asites
• Ensefalopati hati
• Koagulopati (gangguan pembekuan darah)
Terapi Farmakologi

• Walaupun kerusakan hati pada sirosis permanen,


tetapi terapi dapat mencegah kerusakan lebih
lanjut dan menurunkan komplikasi. Terapi
tergantung pada penyebab sirosis dan komplikasi
yang terjadi. Pendekatan terapi sirosis adalah
menentukan penyebab dan mengeliminasi
penyebab bila dimungkinkan. Pada sirosis karena
alkohol maka menghentikan penggunaan alkohol
adalah terapi utama pada sirosis.
• Terapi sirosi dengan pengobatan yaitu
Propranolol Hidroklorida, Nadolol, Vasopresin.
SESI TANYA JAWAB
PERTANYAAN
1. Penanya : Frenli Saputra Akase
Apakah gejala dari hepatitis A, B, C, D dan E
berbeda atau tidak?
2. Penanya : Aprilia Polihito
Apakah gangguang hati dapat menular?
3. Penanya : Siti Relistya Lasori
Apakah kurang tidur bisa menimbulkan
penyakit gangguan hati?
JAWABAN
1. Penjawab : Ghaitsa Zahira Sopha Yusuf
Secara umum hepatitis disebabkan oleh virus yaitu HAV, HBV,
HCV, HDC dan HEC. Gejalanya yaitu:
a. Gejalanya bersifat akut, demam, sakit kepala, mual dan
muntah sampai ikterus, bahkan dapat menyebabkan
pembengkakan hati.
b. Gejala tidak khas seperti lesu, nafsu makan berkurang,
demam ringan, nyeri abdomen sebelah kanan, dapat timbil
ikterus dan air kencing berwarna teh.
c. Membutuhkan diagnosis medis dan sebagian besar
penderita tidak mengalami gejalanya. Penderita yang
mengembangkan gejala ini dapat mengalami kelelahan, mual,
hilang nafsu makan dan mata atau kulit menguning.
d. Membutuhkan diagnosis medis. Hepatitis D mungkin tidak
menunjukan gejala namun penderita dapat mengalami nyeri
daerah perut dan kelelahan.
e. Gejalanya ringan menyerupai gejala flu sampai ikterus.
2. Penjawab : Nanda K. Hilibala
Ya, gangguan hati dapat menular biasanya fecal
olar, transfusi darah, jarum suntik, pisau cukur,
tatto, transplantasi organ serta terjadi pada
masa perinatal (saat persalinan).
3. Penjawab : Sri Wahyuni Abdul
Diutarakan oleh ahli gizi Rita Ramayulis DCN,
Mkes, begadang pada dasarnya membuat kita
memaksa tubuh untuk terjafa di saat tubuh
menurunkan aktivitas guna relaksasi. Jika
dilakukan sesekali, tubuh masih bisa
beradaptasi. Tapi jika dalam waktu lama nanti
yang akan terganggu biasanya hati karena hati
merupakan organ metabolisme.