Anda di halaman 1dari 22

Toksikologi Industri

KELOMPOK 5 :
1. Eneng Nurjannah
2. Lulu Fadhila
3. Riska Chairasti
4. Virginia Intan Lestari

7B Kesehatan STIKes Kharisma


Masyarakat Persada
Toksikokinetik
Kontaminan Udara
Pokok Bahasan
1 Jenis-jenis kontaminan udara

2 Parameter pencemaran udara

3 Sifat-sifat kontaminan udara

4 Toksikokinetik kontaminan udara

Efek kontaminan udara terhadap


5 kesehatan
Definisi
Toksikokinetik kontaminan udara adalah m
asuknya zat-zat kimia diudara kedalam tub
uh,serta pendistribusiannya ke organ dan j
aringan melalui sirkulasi darah dan disposi
si terakhir,serta pengeluaran zat-zat terseb
ut didalam tubuh.
Jenis-jenis
Kontaminan Udara
Lingkungan yang kita tempati ini terdapat berbagai macam pencemaran udara yang dib
edakan menjadi beberapa bagian.
Menurut Sunu (2001) pencemaran udara dibedakan atas bentuk, tempat, gangguan, ser
ta dampak terhadap kesehatan, berdasarkan susunan kimia juga berdasarkan asal penc
emaran udara itu sendiri.
1. Berdasarkan Asalnya
1. Berdasarkan Bentuk
Primer, yaitu suatu bahan kimia yang ditambah
Gas, merupakan uap yang dihasilkan dari kan langsung ke udara yang menyebabkan kon
zat padat atau zat cair karena dipanaskan sentrasinya meningkat dan membahayakan, se
atau menguap sendiri. Misal seperti CO2, perti contoh CO2 yang meningkat di atas konse
CO, SOx, Nox ntrasi normal
Sekunder, adalah senyawa kimia yang berbaha
ya yang muncul dari hasil reaksi antara zat polu
tan primer dgn komponen alamiah, contohnya
seperti Peroxy Acetil Nitrat (PAN)
3. Berdasarkan Tempat
Pencemaran udara bisa juga terjadi pada ru
angan (indor air polution) yang biasa diseb
ut juga dengan istilah udara tidak bebas se
perti di rumah, bioskop, pabrik, sekolah, ru
mah sakit, dan juga bangunan-bangunan la
in. Umumnya pencemaran itu berupa asap
rokok, dan asap-asap yang lain
Selanjutnya adalah pencemaran udara pad
a ruangan (outdoor air polution) biasa dise
but juga dengan istilah udara bebas seperti
asap-asap dari sebuah industri atau kendar
aan bermotor
4. Berdasarkan Gangguan dan Dampak Ter
hadap Kesehatan
5. Berdasarkan Susunan Kimia
Irritansia, merupakan suatu zat pencemar y
Anorganik, zat ini merupakan zat pencem ang menimbulkan iritasi pada jaringan tub
ar yang tidak mengandung karbon seperti uh, misal SO2, Ozon, juga Nitrogen Oksida
asbestos, asam sulfat, ammonia, dan seba
Aspeksia  keadaan di mana darah dalam
gainya
keadaan kekurangan oksigen dan tidak ma
Organik, merupakan zat pencemar yang mpu melepas Karbon Diokasida. Gas terseb
memiliki kandungan karbon seperti pestis ut dihasilkan dari CO, H2S, NH3, & CH4
ida, herbisida, dan beberapa jenis alkohol
Anestesia  pencemaran udara dalam ruan
dll
gan. Contohnya seperti Formaldehide Alko
hol
Toksis, zat pencemar yang bisa mengakibat
kan keracunan, seperti Fluor, Cadmium, Tim
Parameter Pencemaran Udara

Karbon monoksi Karbon dioksida Nitrogen Oksida


da (CO) (CO2) (NOx)

Sulfur dioksida ( Total Suspended Hidrokarbon


SO2) Particulate (TSP)
Sifat-sifat
Kontaminan Udara
Sifat-sifat Kontaminan Udara
Pada umumnya benda yang ada di Bumi ini ada tiga jenis, yakni benda padat, cair dan
gas. Setiap jenis benda tersebut mempunyai bentuk dan juga sifat yang berbeda- bed
a. Udara termasuk ke dalam salah satu jenis benda tersebut, yakni benda gas. Sifat-sifat
udara antara lain :
1. Bentuk gas
2. Memiliki massa atau berat
3. Menempati ruang
4. Mempunyai tekanan
5. Akan memuai apabila dipanaskan
6. Akan menyusut apabila didinginkan
7. Berhembus dari tempat yang bertekanan tinggi menuju ke tempat yang bertekanan
rendah
8. Ada dimana saja
9. Tidak dapat dilihat, namun dapat dirasakan
10. Bentuk, volume dan massa jenisnya selalu berubah- ubah
Toksikokinetik Kontaminan Udara

Toksikokinetik kontaminan udara adalah masuknya zat-zat kimia diudara kedalam


tubuh,serta pendistribusiannya ke organ dan jaringan melalui sirkulasi darah dan
disposisi terakhir,serta pengeluaran zat-zat tersebut didalam tubuh. Mekanisme m
asuknya mulai dari:
Mekanisme masuknya
mulai dari

Saluran Perna Saluran Pencer


pasan naan

Kulit
1. Saluran Pernafasan
Tiga bagian dari saluran pernapasan : nasopharynx, daerah tracheobronchi
al, dan jaringan luar paru-paru, yaitu alveoli (kantung udara). Semuanya me
rupakan alat untuk mengatasi bahaya zat-zat asing yang dilakukan dengan
tiga proses yaitu fltrasi, inaktivasi atau penghancuran, dan pembuangan. S
aluran pernapasan dipisahkan menjadi dua zona yaitu jalan udara yang me
ngkonduksi dan jalan pernapasan. Jalur udara yang mengkonduksi mulai d
ari saluran pernapasan bagian atas (nasopharynx, parhynx, dan larynx) mel
alui terminal bronchiole dan bekerja sebagai sistem penyalur untuk transp
ort udara ke dalam dan ke luar paru-paru. Mekanisme pertahanan dari sist
em pernapasan meliputi bersin yang berusaha membersihkan jalan pernap
asan bagian atas, dan batuk yang bekerja untuk membersihkan jalan bronc
hial yang lebih besar. Pengkerutan brochi disebabkan oleh kontraksi otot-ot
othalus di sekitarnya yang diikuti keluarnya zat-zat kimia tertentu, dapat be
kerja sebagai pertahanan dengan mengurangi masuknya zat-zat tersebut k
e daerah paru-paru yang lebih dalam.
2. Saluran Perncernaan

Kontaminan-kontaminan kimia yang waterborne atau dipindahkan melalui


rantai makanan mencapai manusia melalui saluran pencernaan. Saluran pe
ncernaan bisa diibaratkan sebagai sebuah tabung yang melalui tubuh dan i
sisnya selalu keluar dari tubuh. Absorpsi dapat terjadi di sembarang tempat
sepenjang saluran pencernaan, tetapi absorpsi yang paling efektif terjadi di
usus halus. Kapasitasabsorpsi yang sangat besar di daerah ini disebabkan o
leh adanyamucosa usus yang dikenal dengan vili. Tiap vili mengandung jari
ngan kapiler yang menyebabkan vili mempunyai permukaan total efektif ya
ng luas untuk absorpsi.
3. Kulit
merupakan pertahanan yang efektif terhadap bahan-bahan kimia lingkung
an. Pada penyerapan lewat kulit, suatu zat harus menembus sejumlah lapis
an sel sebelum mencapai sirkulasi umum. Kulit terdiri dari dua daerah struk
tural yaitu epidermis dan dermis. Epidermis terdiri dari sejumlah lapisan sel,
dan mempunyai bermacam ketebalan tergantung tempatnya pada tubuh. K
ulit terluar tersusun ole sel-sel keratin. Dermis mengandung pembuluh-pe
mbuluh darah, folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak dan ujung-
ujung saraf. Epidermis adalah penghalang utama terhadap penyerapan ke
dalam kulit. . Portal minor dari jalan masuk zat-zat kimia adalah melalui ma
ta. Walaupun tidak begitu penting bagi kebanyakan zat kimia, tetapi beber
apa zatdapat diserap dalam jumlah cukup banyak menimbulkan keracunan
sistemik, misalnya fluoroasetat. Proses keluarnya zat-zat pencemar udara m
elalui: 1. Urin 2. Kelenjar keringat
Proses keluarnya zat-zat pencemar udara melalui

URIN KELENJAR KERI


NGAT

Paru-paru
Efek Kontaminan Udara
Terhadap Kesehatan
1. Efek Partikel:
• Iritasi pada hidung, tenggorokan d
an jalur pernafasan bagian atas
• Partikel lebih kecil dari 5 mikron d
apat masuk ke paru-paru bagian d
Efek Kontaminan Udara Terhadap Keseh alam dan menyebabkan kerusakan
atan pada tissue paru-paru.
Efek kontaminan udara jika masuk kedal • Debu dapat menyebabkan asma, b
am system pernapasan sangatlah berag ronchitis, dan kanker paru-paru
am, mulai dari yang bersifat akut hingga • Mists dapat menyebabkan iritasi d
kronis, sebagai berikut : an korosi pada nassal septum dan j
alur pernafasan
• Fumes dapat menyebabkan metal
fume fever dan tidak berfungsinya
sistem syaraf pusat.
2. Efek Gas dan Uap :
• Dapat masuk ke tubuh kita melalui pernafasan, dan terkadang b
isa terserap melalui mata dan kulit.
• Dapat menyebabkan pusing, mual, tidak berfungsinya sistem sy
araf, dan rusaknya fungsi pernafasan
• Berpotensi mempengaruhi bagian tubuh lain spt otak, tenggoro
kan, paru-paru, liver, dan ginjal.
Upaya Pencegahan
PREVENTIF

Ikut memelihara dan


Mengembangkan
energi alternatif dan 01 02 tidak mengganggu ta
man kota dan pohon
teknologi yang rama
pelindung Setiap pabrik diwajibk
h lingkungan
an melakukan pengol
Mensosialisasikan
ahan terlebih dahulu
pelajaran lingkungan
hidup (PLH) disekola 03 04 terhadap asap pabrik
nya sebelum dibuang
h dan masyarakat
ke udara bebas.
Kuratif

1. menggalang dana untuk mengobati dan merawat


korban pencemaran lingkungan.
2. kerja bakti rutin di tingkat RT/RW atau instansiinst
ansi untuk membersihkan lingkungan dari polutan.
Thank you
MALU BERTANYA, SESAT DI JALAN
MALU MELAMAR
JADI TAMU DI
PELAMINAN

Anda mungkin juga menyukai