Anda di halaman 1dari 12

PENCEGAHAN MASALAH MUTU PELAYANAN

ASUHAN KEPERAWATAN DAN PROSES MENJAGA


MUTU ASUHAN KEPERAWATAN

Rena juliana 16 3145 105 089


Pengertian mutu

Pengertian mutu
pelayanan keperawatan Menurut Joint Commission on
Accreditation of Health Care
Organization dalam Wasisto (1994), mutu
layanan ialah dipenuhinya standar profesi
Mutu Pelayanan Keperawatan dalam layanan dan terwujudnya hasil
dapat merupakan suatu akhir sesuai dengan yang diharapkan.
pelayanan keperawatan yang
komprehensif meliputi bio-
psiko-sosio-spiritual yang
diberikan oleh perawat
profesional kepada pasien Dengan demikian suatu layanan disebut
(individu, keluarga maupun bermutu apabila memenuhi standar dan
masyarakat) baik sakit maupun pelanggan mempunyai persepsi yang baik
sehat, dimana perawatan yang terhadap layanan tersebut karena
diberikan sesuai dengan harapannya dapat dipenuhi. Mutu
menjadi fokus utama dalam memberikan
kebutuhan pasien dan standar
layanan kesehatan/ keperawatan.
pelayanan
Peningkatan mutu pelayanan keperawatan

Pendekatan sistem :dalam meningkatkan


mutu asuhan keperawatan memperhatikan
manajemen mUtu mulai dari input, proses
dan output.

MUTU INPUT : Struktur meliputi penampilan tempat dan sumber-sumber yang ada
yaitu fasilitas, kenyamanan dan keamanan, peralatan, kelengkapan, tenaga
keperawatan dan biaya, ketersediaan
MUTU PROSES Menjaga mutu pelayanan keperawatan pada sisi proses berhubungan
langsung dengan praktik keperawatan, apakah telah mengacu pada standard dan
prosedur pelayanan keperawatan

MUTU OUTPUT : Output menunjukkan sasaran akhir semua aktivitas pelayanan


keperawatan.
Monitoring mutu
• Kepala ruangan yang efektif memonitor
kemajuan ruang rawat yang dipimpinnya
sehingga dapat meningkatkan mutu. Kepala
ruangan bertanggung jawab untuk memonitor
tiga kelompok utama yaitu anggota staf,
pasien, dan administrasi
Pencegahan mutu pelayanan asuhan
keperawatan
1. Praktek dalam kondisi ruangan yang aman

• 3. Menjamin alat-alat yang


• 1. Kepala ruangan menjamin dipakai dalam kondisi baik
bahwa jumlah dari jenis tenaga • 4. Memberi orientasi pada tenaga
yang ada di ruang rawat sesuai yang baru dengan melakukan
dengan kebutuhan pasien supervise bagi semua tenaga
• 2. Setiap ruangan mempunyai
peraturan, standar prosedur dan
deskripsi tugas masing-masing
tenaga yang dapat mendukung
peningkatan mutu
2. Terdapat dokumentasi asuhan
keperawatan yang baik
• Komunikasi yang optimal tentang asuhan
keperawatan pasien dapat dilakukan melalui
adanya dokumentasi yang baik. Di samping itu
dokumentasi yang baik juga bermanfaat untuk
melindungi perawat. Dokumentasi ini meliputi
pengkajian, perencanaan, pelaksanaan
tindakan keperawatan dan evaluasi.
3. Pemberian asuhan sesuai stndar asuhan keperawatan

Standar I : perawat mengumpulkan data kesehatan pasien

Standar II : perawat menetapkan diagnose keperawatan

Standar III : perawat mengidentifikasi hasil yang diharapkan untuk setiap


pasien

Standar IV:perawat mengembangkan rencana keperawatan yang berisi


rencana tindakan untuk mencapai hasil yang diharapkan
Standar V :perawat mengimplementasikan tindakan yang sudah ditetapkan
dalam rencana keperawatan
Standar VI:perawat mengevaluasi perkembangan pasien dalam mencapai
hasil akhir yang sudah ditetapkan
4. Peningkatan hubungan interpersonal yang positif

Peningkatan hubungan interpersonal yang


positif antara perawat dan pasien sangat
penting untuk mencegah terjadinya masalah
mutu. Hal ini terjadi karena pasien yang
menuntut rumah sakit biasanya mereka tidak
puas secara interpersonal (Chitty, 1997).
Proses menjaga mutu di ruang rawat
 proses menjaga mutu internal
Pada program menjaga mutu internal ( internal quality
assurance),kegiatan program menjaga mutu
diselengarakan oleh institusi kesehatan yang
menyelengarakan pelayanan kesehatan
 proses menjaga mutu eksternal
Pada program menjaga mutu eksternal (external quality
assurance),kegiatan program menjaga mutu tidak
diselengarakan oleh institusi yang menyelengarakan
pelayanan kesehatan.melainkan oleh suatu organisasi
yang berbeda di institusi kesehatan
Dimensi mutu asuhan keperawatan
• Tangible (bukti langsung)
• Reliability (keandalan)
• Responsiveness (ketanggapan)
• Assurance (jaminan kepastian)
• Emphaty (empati)
Ciri-ciri mutu asuhan keperawatan
1. memenuhi standar profesi yang ditetapkan
2. sumber daya untuk pelayanan asuhan
keperawatan dimanfaatkan secara wajar,efisien
dan efektif
3. aman bagi pasien dan tenaga keperawatan
sebagai pemberi jasa pelayanan
4. memuaskan bagi pasien dan tenaga
keperawatan
5. aspek sosial, ekonomi, budaya, agama, etika dan
tata nilai masyarakat diperhatikan dan dihormati
(Standar Asuhan Keperawatan, 1998).
TERIMA KASIH