Anda di halaman 1dari 22

Laki-laki dengan

Keluhan Sering
Buang Air Kecil
Terutama di
Malam Hari
Afifah Nur Utami

102013448 (C5)
Skenario 9

Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan


keluhan sering BAK, terutama pada malam hari.
Anamnesis

– Identitas: Laki-laki, 60 tahun.


– Kel. Utama: Sering BAK, terutama pada malam hari.
– Kel. Tambahan: Setiap selesai BAK, pasien merasa tidak lampias dan pancaran
urinnya lemah.
– RPD: Keluhan dirasakan sejak 6 bulan terakhir dan dirasa semakin memberat.
– RPK: –
– Lain-lain: –
Pemeriksaan Fisik

– KU sakit sedang.
– Kesadaran compos mentis.
– TTV: dbn.
– Rectal Toucher: teraba prostat >4 cm dari anus.
– Lain-lain tidak disebutkan.
Pemeriksaan Penunjang

Ultrasonografi (USG) Rectal:


Pilihan pem. penunjang:
– Trasabdominal atau transrektal (transrectal
– Prostat Specific Antigen (PSA) dan ultrasonography, TRUS).
Prostatic Acid Phosphatase (PAP) – U/ menentukan keganasan maupun kelainan
– Pemeriksaan Urodinamik lainnya dari kelenjar prostat.

– Uroflowmetry – Cara: masukkan langsung probe USG ke dalam


rektum  lihat gambaran prostat di layar
– Ultrasonografi (USG) Rektal monitor.
– Sistoskopi – Perkiraan besar prostat dengan USG
suprapubik.
– Urinalisis dan Pemeriksaan Fungsi Ginjal
– Pemeriksaan Pencitraan
Hasil: berat >100 gram
BPH Ca Prostat Striktur Uretra ISK

Nyeri - - + +

Demam - - +/- +/-

RT Lunak seperti karet Keras seperti batu - -

USG Massa Massa - -

Kadar PSA >> < - -

Perkembangan Penyakit Lama Lama Akut Akut


Diagnosis:
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

– Pembesaran kelenjar prostat non-kanker.


– Dijumpai pada lebih dari 50 % pria berusia di atas 60 tahun.
– Dapat menyebabkan penekanan pada uretra di tempat uretra menembus prostat  berkemih
menjadi sulit, mengurangi kekuatan aliran urin, atau menyebabkan urin menetes.
– Prostat normal terdiri atas elemen kelenjar dan stroma yang mengelilingi uretra.
– Parenkim prostat: zona perifer, sentral, transisional, dan periuretra.
– Jenis lesi proliferatif pada setiap regio berbeda.
Epidemiologi

– BPH sering menjadi masalah pada laki-laki usia lanjut, menimbulkan ketidakberdayaan namun
jarang menyebabkan kematian.
– Menurut data dasar WHO, angka kematian BPH negara berkembang di tahun 1988 antara 0,5-
1,5/100.000, sedangkan di Amerika lebih jarang.
– 8% pada laki-laki umur 31-40
– 40-50% pada laki-laki umur 50-60 tahun
– Lebih dari 80% pada laki-laki di atas umur 80 tahun. Sekitar 50% akan menyebabkan gejala dan
tanda klinisakan menyebabkan gejala dan tanda klinis
Patofisiologi

Nodul2
fibroadenoma Bagian periuretral Tumbuh menekan
Perubahan hormon
bertumbuh (proliferasi terbatas) kelenjar normal
majemuk

Prostat mengelilingi Pembesaran bag. Obstruksi leher


uretra periuretral kandung kemih
Patofisiologi

Menekan aliran
Pembesaran
urin kandung Obstruksi
prostat
kemih

Penonjolan
Hipertrofi otot Penebalan
serat detrusor
detrusor kandung kemih
& mukosa
Manifestasi Klinis

– Tanda klinis hiperplasia prostat biasanya ditemukan dengan pemeriksaan fisik


colok dubur, dan pemeriksaan neurologi pada semua pasien.
– Ukuran dan konsistensi prostat dapat dicatat
– Ukurannya bisa ditentukan dengan colok dubur.
– Tidak ada korelasi antara beratnya gejala dengan beratnya obstruksi.
– BPH biasanya teraba halus, lunak, dan elastis.
– Bila curiga adanya keganasan, maka evaluasi lebih lanjut dengan pemeriksaan
PSA (Prostat Specific Antigen), ultrasonografi (USG) dan biopsi.
Penatalaksanaan

– Terapi observasi
– Terapi medik
– Penghambat alfa (alfuzosin, doxazosin, tamsulosin, terazosin)
– Penghambat 5 α-reductase (tipe 1 & tipe 2)
– Terapi kombinasi  penghambat α dan penghambat 5 α-reduktase
– Tata laksana bedah
Tata Laksana Bedah

Non bedah dianjurkan bila pengamatan WHO PSS <15.


apabila >25 / timbul gejala

Hiperplasia prostat derajat I

Hiperplasia prostat derajat II

Hiperplasia prostat derajat II

Hiperplasia prostat derajat IV


Komplikasi

– Retensi urin
– Batu kandung kemih, ISK, kerusakan kandung kemih atau ginjal.
– Inkontinensia
– Ejakulasi retrograde
– Infeksi
– Pneumonia
– Terjadi bekuan darah
– Perdarahan berlebihan
– Impotensi.
Pencegahan

– Perubahan histologi dan pembesaran prostat akan terjadi pada hampir semua laki-laki seiring
peningkatan usia.
– Prediksi dengan pemeriksaan PSA (marker) dan pengukuran volume prostat.
– Biasanya volume prostat lebih dari 30 ml dan PSA lebih dari 1,5 ng/ml maka resiko progresivitas
akan meningkat.
– Terapi pencegahan yang dapat diberikan adalah penghambat 5 α-reduktase yang akan
menurunkan resiko penyakit hiperplasia prostat karena pengaruh DHT.
Prognosis

Lebih dari 90% pasien mengalami perbaikan sebagian atau perbaikan dari gejala
yang dialaminya. Sekitar 10-20% akan mengalami kekambuhan penyumbatan
dalam 5 tahun.
Kesimpulan

Pasien berusia 60 tahun dengan keluhan sering BAK terutama di malam hari dan
terasa tidak lampias, terdiagnosa terkena Benign Prostatitic Hyperplasia (BPH).
Tatalaksana dan terapi perlu diberikan sesuai dengan kondisi pasien agar
memberikan hasil yang signifikan.