Anda di halaman 1dari 33

Vitamin

• zat-zat kimia organis dengan komposisi beraneka


ragam yg dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh
manusia untuk memelihara metabolisme,
pertumbuhan dan pemeliharaan normal.
• Kebanyakan vitamin dan provitamin (zat pelopor)
bersumber dari bahan makanan
• Hanya beberapa saja yg disintesa oleh usus tubuh
yaitu vitamin B2, B5, K2, Biotin.
• Vitamin A dan D3 jg dapat disintesa dalam tubuh
dgn bhn awal karoten dan kolesterol
INDIKASI
• Keadaan defisiensi akibat kelainan metabolisme
bawaan, malabsorpsi (usus kronis spt gastritis,
penyakit hati, pankreas, diare lemak), anoreksia,
diet ketat (multivitamin)
• Lansia
• Bila kebutuhan meningkat: kehamilan, menyusui,
pertumbuhan
• Pasien kronis dan pemakai obat
• Larut dalam air (hidrofil): Vitamin B, C dan flavonoida
• Larut dalam Lemak (lipofil): A,D,E, dan K
• Zat-zat yg larut dalam lemak diserap bersama dg
lemak, dg lipoprotein tertentu masuk ke darah
melalui sistem limfe.
• Gangguan pada pencernaan lemak seperti
kekurangan asam empedu mengurangi resorpsinya.
Ekskresinya lambat (t1/2 panjang) dpt terjadi
akumulasi dan efek toksis. Hati dan jaringan lemak
dapat menimbun zat-zat ini dlm jumlah besar.
• Vitamin yg larut dlm air toksisitasnya rendah,
ekskresinya melalui kemih.
• Vitamin B6 bersifat neurotoksis dapat merusak
sistem saraf perifer bila digunakan pada dosis tinggi
dan jangka wkt lama.
1. Kel Vitamin A
• ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk bentuk preformed
retinoid dan provitamin carotenoid.
• disimpan dalam tubuh selama beberapa hari atau bahkan
beberapa bulan. Setelah diasup, tubuh dapat mengkonversi
vitamin A menjadi retinol.
• Kebutuhan sehari-hari dari vit A sebagian dipenuhi oleh
karotenoida (provitamin A) yi kompleks dari 2 molekul retinol yg
dalam usus diuraikan menjadi vitamin aktif.
• Provitamin A terdapat dalam sayuran hijau tua, kol, wortel,
tomat, lemak susu, kuning telor
• jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, secara jangka panjang dapat
meningkatkan risiko osteoporosis (khususnya pada wanita
lansia) dan menyebabkan beberapa efek samping lain
berupa:Diare,Pandangan kabur, Mengantuk dan kelelahan,
Lemas, Kehilangan nafsu makan, Rambut rontok, Sakit
perut,Kulit dan bibir yang kering atau pecah-pecah, Muntah,
sakit kepala, Demam, Peningkatan frekuensi buang air kecil atau
volume urine, terutama di malam hari.
• Fungsi vitamin A
– sintesa rodopsin (pigmen fotosensitif yg terurai oleh
cahaya dan memungkinkan kita melihat dalam gelap)
– Dlm jaringan menstimulir sintesa RNA jg glukoprotein
dan kortikosteroida.
– untuk keutuhan sel-sel epitel dan mukosa.
• Gejala defisiensi: buta malam, xeroftalmia (kornea mata
mengering dan mengeras) dapat menjadi buta,
hiperkeratosis (pembentukan selaput tanduk berlebihan),
terhambatnya pertumbuhan pada anak
• Efek toksis: >100000IU sehari secara kronis (> 1jt IU
sekaligus) berupa mual, muntah, halusinasi, sakit kepala,
kulit bersisik, kelainan darah dan mata, rambut rontok,
gang pertumbuhan pada anak
• WHO menganjurkan: Maks 8000 IU sehari bg wnt hamil
• Dosis defisiensi: 25-50000 IU sehari, maks 2 bln.
• Profilaksis pd anak: 1000 IU , dws: 2500-5000 IU shr
1A. Retinol
• merupakan salah satu bentuk vitamin A, memiliki perbedaan
dalam komponen struktur molekul.
• Resorpsinya di usus pesat dan praktis sempurna. Zat ini
terikat dan ditranspor dengan RBP (retinol binding protein),
sebgn dioksidasi menjadi retinal dan asam retinoat bersama
dg glukoronida di ekskresi lewat kemih dan tinja.
• Sebgn retinol ditimbun dalam hati yg cukup bg kebutuhan 7-8
bulan
• Antioksidan, melindungi kulit dari radikal bebas yang
membuat kulit terlihat lebih tua, mencegah keriput dan
menambah produksi kolagen dalam kulit.
• struktur molekul yang sangat kecil sehingga bisa diserap
hingga pada lapisan kulit yang paling dalam untuk mengatasi
kerutan dan memperbaiki tekstur kulit, meningkatkan
elastisitas kulit, menyamarkan garis-garis halus, dan
menambah kelembaban kulit.
• Beberapa penelitian telah menemukan bahwa
penggunaan retinoid (golongan turunan vitamin A
yang juga bagian dari retinol) dalam dosis tinggi
dapat berbahaya bagi janin yang belum lahir, salah
satunya dapat menyebabkan bayi cacat lahir.
• Bahan ini ditemukan pada foundation, lipstik, tabir
surya, dan pembersih.
1B. Karotenoida
• beta-carotene, tdpt dalam wortel, brokoli, labu, dan
berbagai jenis sayuran lain. Pigmen warna merah jingga
pada buah, sayuran.
• Sekitar 10 persen carotenoid yang berasal dari
tumbuhan (nabati) merupakan provitamin-A
carotenoid. Zat ini akan diubah menjadi vitamin A di
dalam tubuh.
• Kebutuhan tubuh 100-150 mg sehari sebagai
alpha/beta karoten.
• sebagai: antioksidan spesifik untuk mencegah
pembentukan radikal peroxyl
• ESO: warna kulit kuning-jingga, Sendawa,
sembelit/diare, pusing, nyeri sendi otot, gangguan
penglihatan, kolesterol meningkat.
IC. Retinoida
 memicu proses sel-sel kulit mati secara cepat dan
menyeluruh, agar bisa digantikan dengan sel-sel kulit yang
baru.
 Untuk penyakit kulit al: acne, psoriasis, kanker kulit
 berasal dari sumber hewani, seperti telur dan produk susu.
 Peringatan Perhatian: Ibu hamil, menyusui, atau sedang
merencanakan kehamilan disarankan untuk tidak
menggunakan produk obat retinoid, bila memiliki masalah
kulit serius, seperti eksim hingga kanker kulit. Harap berhati-
hati dalam menggunakan obat ini jika sedang menderita
penyakit ginjal, penyakit hati, atau anoreksia. Hati-hati jika
memiliki kulit sensitif terhadap sinar matahari, untuk
menghindari gejala kelebihan vitamin A, hindari
menggunakan obat ini bersama dengan suplemen vitamin A.
 ESO: terbakar, seperti disengat, kesemutan, gatal, kering,
bengkak, terkelupas, iritasi, hingga perubahan warna kulit.
1.D TRETINOIN (0,1%, 0,025%, 0,05% cream) (Retinoic Acid)

Untuk mengatasi jerawat, menangani kulit yang kasar, berkerut, dan flek
hitam di wajah (hiperpigmentasi) karena paparan sinar matahari.
Menyususi
Belum diketahui apakah tretinoin topikal bisa diserap ke dalam ASI. Ibu
menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika
ingin menggunakan obat ini.

Pregnancy
• Teratogenic effects - Pregnancy Category C
• Oral tretinoin has been shown to be teratogenic in rats when given in
doses 1000 times the topical human dose. Oral tretinoin has been shown
to be fetotoxic in rats when given in doses 500 times the topical human
dose.
• Topical tretinoin has not been shown to be teratogenic in rats and rabbits
when given in doses of 100 and 320 times the topical human dose,
respectively (assuming a 50 kg adult applies 250 mg of 0.1% cream
topically). There are no adequate and well-controlled studies in pregnant
women. Tretinoin should be used during pregnancy only if the potential
benefit justifies the potential risk to the fetus.
Peringatan:
• Obat ini hanya boleh digunakan untuk usia 12 tahun ke
atas.
• Harap berhati-hati jika sedang mengalami masalah kulit,
seperti eksim, Jangan mengoleskan pada area kulit radang
atau luka bakar.
• Harap berhati-hati jika Anda atau keluarga Anda pernah
memiliki riwayat kanker kulit sebelumnya, Hindari pada
bagian mata, lubang hidung, dan mulut karena kulit pada
bagian-bagian tersebut sangat sensitif.
• Selama menggunakan obat ini, kulit bisa menjadi lebih
sensitif terhadap cahaya matahari. Hindari paparan sinar
matahari sebisa mungkin dan gunakan tabir surya.
• Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah
menggunakan tretinoin topikal, segera temui dokter.
2. Kel Vitamin B
– Berfungsi sebagai koenzym pada metabolisme
karbohidrat dan asam-asam amino serta lemak.
– Sindrom defisiensi dpt terjadi pada tiamin, riboflavin,
piridoksin, nikotinamida, asam folat, sianokobalamin
– Gol: tiamin (indikasi: def vitamin, neuralgia); riboflavin =
vit B2 (indiksi: sintesa dari antioksidan faal,
pemeliharaan kulit), nikotinamida =vitamin B3 (indikasi
perlu untk pengubahan triptophan menjadi serotonin);
asam pantotenat = vit B5 (memegang peranan untuk
sintesa dan perombakan KH, lemak, protein, kolesterol
dan hormon steroida); piridoksin= vitamin B6 (didalm
hati vit B6 dg kofaktor riboflavin dan Mg diubah menjadi
zat aktif piridoksal 5 fosfat yg berperan pada
metabolisme protein dan asam amino); Biotin, asam
folat, sianokobalamin
3. Vitamin C
• Asam askorbat
• Khasiat: antiviral kuat, antibakteri krn sifat
antioksidannya), mempercepat penyembuhan
selesma(common cold) berdasarkan daya
imunostimulasi dgn meningkatkan produksi dan
mobilitas leukositdan makrofag; antilipemis
(menurunkan kadar kolesterol darah);
mempercepat penyembuhan borok dan luka;
komplemeter menghambat pertumbuhan kanker;
memperbaiki fungsi otot
• ESO: diare
4. Bioflavonoida
• Terdapat pada bahan nabati
• Terdiri dari senyawa flavon, isoflavon, flavonol,
flavan
• Berkhasiat: antioksidan kuat, memperkuat
efek insulin,
• Terdiri dari: hidroksietilrutosida, Genistein,
Quercetin, ekstrak teh hijau, ekstrak kayu
manis
5. Vitamin D
• Mencakup ergokalsiferol (D2), kolekalsiferol (D1)
• Indikasi: menstimulasi resorpsi aktif dari kalsium,
dan fosfat dari usus halus jg resorpsi oleh ginjal.
• Mekanisme: menstimulasi sintesa CBP (Calcium
Binding Protein)yg mengikat Ca un tuk
selanjutnya diserap secara aktif oleh usus.
Bersama hormon tiroid kalsitonin dan hormon
paratiroid parathormon (PTH) vit D menstimulir
mobilisasi pengeluaran dan terlarutnya Ca dari
tulang ke darah dgn hasil akhir kadar Ca dan
fosfat darah meningkat.
• Termasuk gol ini: ergokalsiferol, kolekalsiferol)
6 Vit E
• Melindungi trombosit terhadap oksidasi shg
mencegah terjadinya trombi dan trombose
shg melancarkan peredaran darah
,menstimulir pernafasan sel, menghambat
pembentukan parut (luka), preventif keadaan
infark jantung
• ESO: gangguan sal cerna, sakit kepala,
proteinuria
7. Vitamin K

• Sebagai koenzym esensial dari sistem enzym


yg mensintesa faktor pembekuan darah yakni
faktor II (protrombin), VII (prokonvertin), IX
(christmas faktor), X (S.P faktor)
• Berperan juga sebagai koenzym pada
metabolisme kalsium dan perkembangan
tulang
• Termasuk gol ini: fitomenadion; ubiquinon
MINERAL DAN ELEMEN SPURA
• Elemen Spura: mineral yg dibutuhkan kurang
dari 20 mg sehari yakni Fe, Zn, Se, Mn, Mo, Fl,
Cr, Cu, I, Co
• Banyak elemen spura merupakan kofaktor dari
metallo enzim co: Fe, Zn, Mg, Mn
MINERAL

• Mineral: zat anorganis dalam jumlah kecil bersifat esensial


bagi proses metabolisme dalam tubuh.
• Makroelemen adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam
jumlah besar. Makroelemen meliputi kalium (K), kalsium
(Ca), natrium (Na), fosfor (P), magnesium (Mg), belerang
(S), dan klor (Cl).
• Mikroelemen yaitu mineral yang diperlukan tubuh dalam
jumlah sedikit. Misalnya besi (Fe), mangan (Mn), kobalt
(Co), molibdenum (Mo), dan selenium (Se).
• Kebutuhan setiap orang akan mineral bervariasi dan
berbeda-beda tergantung pada umur, kesehatan, jenis
kelamin, serta kondisi fisiologis seperti kehamilan. Mineral
mempunyai nilai biologis yang cukup penting guna
mempertahankan fungsi fisiologis dan struktural, mencegah
defisiensi, serta mencegah turunnya kondisi kesehatan.
• fungsi mineral :
Membantu serta menjaga kesehatan otot, jantung, dan
juga saraf, mengatur tekanan osmotik dalam tubuh,
menghasilkan berbagai jenis enzim, memelihara,
mengeraskan, dan mengendalikan tulang serta proses
faal dalam tubuh, sebagai katalis terhadap berbagai
proses biokimia yang terjadi dalam tubuh. kontraksi
pada otot serta respon saraf. pembentukan struktur
jaringan lunak dan keras, dalam kerja sistem enzim,
membantu dalam pembuatan antibodi, menjaga
keseimbangan air dan asam basa dalam darah,
menyusun kerangka tubuh, otot, serta gigi, sebagai
aktivator yang berperan dalam enzim dan hormon,
menjaga kesehatan tulang, menjaga fungsi otak,
mencegah nyeri otot, berperan dalam proses
pembangunan sel, mengangkut oksigen ke seluruh
tubuh.
Calcium

Sumber Fungsi Hipokalsemia Kebutuhan Hiperkalsemia

Kalsium akan ditimbun


di dalam tulang
Susu, sayuran khususnya tulang spon,
hijau, kacang- Jumlah kebutuhan
kacangan, dan Pembentukan
tubuh/hari = 0,8 gram,
daging tulang dan gigi Riketsia (kaki
Penggunaan dalam
yang dipengaruhi o atau X),
tubuh diatur oleh
oleh vitamin D, Osteoporosis,
kelenjar tiroid yang
Pembekuan darah, Darah sukar
menghasilkan hormon Kalsifikasi
Aktivitas saraf dan membeku,
kalsitonin berfungsi (merekatkan
otak, Aktivator Rakitis (tulang
menurunkan kadar Ca pada) jaringan
enzim, Aktivitas mudah
darah, dan kelenjar dan tulang
otot jantung, patah),
paratiroid yang rawan
Melindungi tubuh Pertumbuhan
Dari semua kalsium menghasilkan hormon
terhadap absorpsi terhambat
yang terdapat pada paratiroid berfungsi
zat radioaktif
tubuh manusia, 99 meningkatkan kadar Ca
persen terletak di darah, Adanya vitamin
tulang dan gigi. D meningkatkan
absorbsi Ca
FOSFOR

Sumber Fungsi Kekurangan

Pembentukan tulang dan gigi,


Metabolisme, Kontraksi otot,
Aktivitas saraf, Komponen enzim,
DNA, RNA, dan ATP, Membentuk
fosfatid, bagian dari plasma,
Menjaga keseimbangan asam
basa, Pengaturan aktivitas
hormon, Efektivitas beberapa
vitamin Kerapuhan tulang dan
gigi, Sakit pada tulang,
Susu, kacang-kacangan,
Pada anak anak :
daging, dan sayuran
Rakhitis, Pada orang
Dewasa, Osteomalasia

Fosfor sebagai fosfat memainkan


peranan penting dalam struktur dan
fungsi semua sel hidup
Natrium

Sumber Fungsi Hiponatremia Kebutuhan Hipernatremia

Transmisi
saraf,
Kontraksi otot, Jumlah kebutuhan
menjaga tubuh/hari = 15–20 g
tekanan
Dehidrasi,
osmotik
Shock,
Daging, darah, Kelebihan
gangguan
garam, sebagai buffer natrium akan
pada jantung,
mentega, dan (dalam bentuk berakibat
kejang otot,,
produk Nakarbonat), gejala
kelelahan,
peternakan mempertahan hipertensi
suhu tubuh
kan iritabilitas
meningkat
sel otot,
komponen
anorganik Na juga terdapat pada
cairan ekstra NaCl
sel
CHLOR

Sumber Fungsi Hipochloremia Kebutuhan

Pembentukan HCl
dalam lambung yang
berperan dalam
penyerapan Fe dan
Kontraksi otot
emulsi lemak, Aktivator
abnormal,
Garam, susu, daging, enzim, Bahan ion klorit
Hilangnya rambut Jumlah kebutuhan tubuh/hari
yang penting untuk
dan telur dan gigi, = 15–20 g
transfer CO2 dari darah
Pencernaan
ke paru-paru,
terganggu
Memelihara
keseimbangan asam
basa, elektrolit, dan
tekanan osmosis
Magnesium

Sumber Fungsi Hipomagnesemia Kebutuhan Hipermagnesemia

Gangguan
Pembentukan mental dan
kurang lebih
tulang, darah, dan emosi,
Kacang- 350 mg/hari,
otot, Aktivator Kontraksi otot
kacangan, wanita, 300
enzim, Kontraksi terganggu, gangguan
sayuran hijau, mg/hari. anak-
otot, Aktivitas saraf, Fungsi ginjal fungsi saraf
makanan hasil anak dan
Respirasi intrasel, terganggu,
laut, dan sereal remaja 95-250
Sintesis protein, Peredaran
mg / hari.
penggunaan insulin darah
terganggu
Kalium/Potasium

Sumber Fungsi Hipokalemia Kebutuhan Hiperkalemia

kelemahan otot
dan
Mengatur detak
terganggunya
jantung,
denyut jantung,
Memelihara
gangguan
keseimbangan air,
0-1 tahun 400- ginjal karena
Transmisi saraf,
700 mg /hari; ginjal menjadi
Memelihara Gangguan
1-14 tahun kurang mampu
keseimbangan jantung,
Sayuran, buah- 3.000-4.700 untuk
asam basa, Kontraksi otot
buahan, dan mg/hari; ibu membuang
Katalisator, terganggu,
kecap hamil dan kelebihan
Kontraksi otot, Pernapasan
menyusui kalium dalam
Mengatur sekresi terganggu
4.700-5.100 darah, dengan
insulin dari
mg/ hari. gejala: sakit
pankreas,
perut, pingsan,
Memelihara
serta denyut
permeabilitas
nadi lemah dan
membran sel
tidak teratur.
Fe

Kekurangan/defisi
Sumber Fungsi Kebutuhan Kelebihan
ensi

Kelelahan,
Sakit perut,
Lemah dan
Daging, sayuran lesu, Nyeri
hijau, dan biji – sendi,
bijian Hilangnya
gairah
Pria : 18-270 mcg/L, seksual,
Pembentukan Wanita : 18-160 mcg/L, Kerusakan
hemoglobin, Anak-anak : 7-140 hati, Periode
Komponen enzim Anemia mcg/L, Bayi usia 1-5 menstruasi
sitokrom (enzim bulan : 50-200 mcg/L, yang tiba-tiba
dalam respirasi) Bayi baru lahir : 25-200 berhenti,
Dalam tubuh mcg/L Perubahan
ditranspor warna kulit
sebagai menjadi abu-
transferin dan abu akibat
disimpan endapan zat
sebagai feritin besi berlebih,
Perbesaran
hati
Sulfur

Sumber Fungsi Kekurangan/defisiensi Kebutuhan

Sayuran, telur, daging,


susu, dan buah-buahan

Aktivator enzim,
penyimpanan dan
pembebasan energi,
Anemia, Gondok,
Komponen vitamin Kebutuhan tubuh /
Pendengaran
(thiamin, biotin, dan hari = 15–30 mg
berkurang
asam pantotenat),
Komponen dalam proses
detoksikasi
Penyebaran di usus
lebih mudah karena
adanya HCl lambung
Yodium

Sumber Fungsi Kekurangan/defisiensi Kebutuhan

Makanan hasil laut,


telur, susu, garam
beryodium, tiram,
dan rumput laut Bayi usia kurang
dari 1 tahun: 90-
120
Aktivitas kelenjar
mikrogram/hari.
tiroid, Komponen Gondok,
Anak-anak usia 1-
hormon tiroksin, pendengaran
11 tahun: 120
Komponen hormon berkurang
mikrogram/hari.
triyodotiron
Orang dewasa dan
remaja: 150
Disimpan dalam mikrogram/hari.
kelenjar tiroid
sebagai tiroglobulin
Fluorin ( F )

Sumber Fungsi Kekurangan/defisiensi

Memelihara gigi,
Kuning telur, susu, otak, Mencegah kekurangan Kerusakan karang gigi
dan air minum Mg, osteoporosis, dan (caries dentis)
penyakit periodental
Seng ( Zn )

Sumber Fungsi Kekurangan/defisiensi

Membantu penyembuhan
luka dan kesehatan kulit,
Metabolisme karbohidrat,
protein, dan lemak,
Pertumbuhan dan
reproduksi, Kepekaan
terhadap rasa dan bau,
Pembentukan enzim
Pertumbuhan terhambat,
Ikan laut, hati, daging,
Penyembuhan luka
telur, dan susu
terhambat

Menjadi kofaktor enzim


laktat dehidrogenase,
fosfatase alkali, karbonik
anhidrase, dan sebagainya
Tembaga ( Cu )

Sumber Fungsi Kekurangan/defisiensi

Pembentukan eritrosit dan


hemoglobin, Komponen
Padi-padian, polong- Anemia, gangguan saraf
enzim dan protein,
polongan, kerang dan tulang
Aktivitas saraf, Sintesis
substansi seperti hormon