Anda di halaman 1dari 12

 Atika mayasari

 Diana sofie syarifah


 Leila anggry erviana
 Satya devana Kelompok 1
 Sheila firdayani
 Novita eka M
 Wahyu khoddriatul k
 Ditawati putri
DEFINISI DAN PENYEBAB

Ebola adalah sejenis virus dari genus


ebola virus gandeng, familia filoviridae
dan juga nama dari penyakit yang
disebabkan oleh virus tersebut penyakit
ebola sangat mematikan

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis


virus genus ebola virus familia filovirida
yang terdiri dari 5 spesies yang berbeda
:
1. Bundibugyo ebolavirus (BDBV)
2. Reston Ebolavirus (RESTV)
3. Zaire Ebolavirus (EBOV)
4. Sudan ebolavirus (SUDV)
5. TAIForest (TAFV)
TANDA GEJALA

1. Kelelahan
2. Demam
3. Nyeri otot
4. Sakit kepala
5. Mual muntah
6. Sakit tenggorokan
7. Diare
8. Gangguan fungsi ginjal
9. Ruam terisi nanah dan darah
yang menyakitkan
10. Perdarahan gusi, hidung,mata, 11.
sekitar kuku jari
12. Temuan lab: penurunan leukosit
dan trombosit, dan peningkatan
enzim pada hepar
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN

Tahapan pencegahan untuk individu antara


lain:
1. Menghindari area yang terkena
serangan virus ebola
2. Tidak melakukan kontak dengan
pasien atau mayat yang terjangkit virus
ebola
3. Menggunakan penglengkapan khusus
seperti baju yang bisa digunakan di
laboratorium
4. Korban yang meningkan akibat virus
ebola harus dimusnahkan karena
penyebaran utama virus ini melalui
darah
• Tahapan pencegahan dalam masyarakat
• Health promotion : pendidikan kesehatan masyarakat untuk melakukan perubahan
prilaku untuk hidup sehat dan bersih
• Early diagnosis : yaitu program penemuan penderita melalui survey pada kelompok
yang beresiko atau pada populasi umum dan pada pelaporan kasus
• Spesific protection : menghindari diri dari gigitan serangga, berusaha untuk tidak pergi
kedaerah yang kurang penyinaran matahari
• Disability limitation : terapi kompleks pada penderita ebola agar tidak terjadi kematian
dengan menambah konsentrasi minum penderita agar tidak terjadi dehidrasi
• Rehabilitation : pendidikan kesehatan kepada penderita beserta keluarga, sert
dilakukan rehabilitasi fisik dan psikologis
ENDEMIK

Asal usul dialam dan sejarah alami dari virus ebola tetap menjadi misteri. Secara
umum virus ini ada yang menyerang manusia dan ada yang menyerang hewan
primata tidak ada carrier state karena tidak ditemukan lingkungan alami dalam
virus. Namun dari beberapa hipotesis mengatakan bahwa terjadi penularan dari
hewan terinfeksi kemanusia. Orang bisa terinfeksi karena berkontak dengan darah
atau hasil sekresi dari orang yang terinfeksi.
Pertama kali wabah ebola pada manusia tercatat di yambuku, zaire tahun 1976,
azara sudan pada tahun 1976. yang kemudian menyebar dari orang keorang
(WHO1978). Pada peristiwa ini tidak ditemukan adanya infeksi virus ebola dari
hewan liar disekitar wabah (arata dan jonson 1978, breman et al 1999)
• Distribusi geografis virus filo diperkirakan berada di wilayah.Virus ebola cenderung
berada di daerah hutan hujan dan yang lembab di afrika tengah dan barat
• Wabah ebola terbaru telah terjadi di Republik Guenia dan Liberia, yang
menyebabkan lebih dari 200orang meninggal dunia sehingga WHO memperingatkan
akan penyebaran kasus ini diluar afrika.
• Diasia, REBOV terdeteksi di filipina dan di Amerika Serikat telah terdeteksi adanya
kasus ebola pada manusia yang datang dari afrika. Indonesia memiliki geografis yang
sangat dekat dengan filipin dan memiliki iklim yang serupa. Kewaspadaan perlu
ditingkatkan terutama terhadap reserfoir virus ebola seperti : kelelawar dan hewan
liar lainnya yang berpotensi yang menyebarkan EBOV keindonesia.
KEBIJAKAN PEMERINTAH

• Kemenkes telah menyiapkan jumlah strategi untuk mencegah virus Ebola masuk ke
indonesia Tjandra Yoga Aditama mengatakan saat ini setidaknya ada 5 langkah
pencegahan :
• 1. setiap warga negara indonesia atau warga negara asing yang bertolakdari negara
afrika barat dibandara udara soekarno hatta, cengkareng akan diperiksa oleh
petugas kesehatan
• 2. mereka yang baru sampai indonesia dari negara afrika barat akan diawasi
kesehatannya selama 21 hari
• 3. penanganan dari rumah sakit namun sejauh ini tidak ada warga loka atau warga
asing diindonesia yang mengidap ebola
• 4. kemenkes telah menyiapkan laboratorium khusus yang memenuhi standart Bio
Safety cabinet level 3
• 5. mensosialisasikan virus ebola, gejala, dan resikonya kepada masyarakat
LABORATORIUM BIO SAFETY LEVEL 3
•TERIMAKASIH