Anda di halaman 1dari 14

PENGARAHAN DAN

IMPLEMENTASI

Peran Komunikasi dan Faktor


Individu dalam Organisasi
Pengarahan

Pengarahan
• Proses pembimbingan,
pemberian petunjuk, dan
instruksi kepada bawahan
agar mereka bekerja
sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan
Tujuan Pengarahan

1. Menjamin kontinuitas perencanaan


2. Membudayakan prosedur standar
3. Menghindari kemangkiran yang tidak berarti
4. Membina disiplin kerja
5. Memberikan motivasi yang terarah
Peran Komunikasi dalam Pengarahan
Komunikasi
 Proses penyampaian informasi dari pengiriman pesan
kepada penerima dengan menggunakan tanda atau
simbol.

Kriteria komunikasi yang efektif


1.Pesan harus menarik perhatian
2.Pesan harus menggunakan lambang-lambang yang
sama-sama dimengerti
3.Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi,
4.Pesan harus menyarankan beberapa cara/jalan untuk
memenuhi kebutuhan tersebut
Sistem Komunikasi
Sistem Komunikasi Vertikal
• Komunikasi yang terjalin antara atasan dan bawahan
– Komunikasi dari atas atasan ke bawahan
– Komunikasi dari bawah  bawahan ke atasan

Sistem Komunikasi Horizontal


• Komunikasi yang terjalan antar departemen, unit, dan bagian
dalam satu hierarki organisasi

Sistem Komunikasi Diagonal


• Sistem komunikasi yang langsung melibatkan orang yang
berkepentingan dan tidak melalui jalur hierarki organisasi yang
formal
Elemen Penting dalam Komunikasi

Pengurai Sinkronisasi
Penerima
Sandi

Pengirim
Saluran Noise Integrasi

Penyandian Pesan Feedback Koordinasi


Faktor Individu
Mengapa faktor individu penting dalam pengarahan dan
implementasi?

Kesuksesan fungsi pengarahan dan implentasi dapat dilihat dari


sejauh mana faktor SDM yang sudah dipilih dan ditempatkan
dapat menunjukkan kinerja yang terbaik.

SDM Kinerja
Kontribusi dan Kompensasi
Apa yang bisa diberikan
oleh individu kepada
organisasi

Apa yang bisa diberikan


Kontribusi oleh organisasi kepada
individu
(Usaha, kemampuan,
loyalitas, keahlian, waktu,
Kompetensi) Kompensasi

(Upah, peluang karier,


status, promosi)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Individu
Kontrak Kesepakatan yang tidak tertulis ketika seseorang bergabung
Psikologis dengan sebuah organisasi
Komitmen dan harapan

Sering kali perusahaan tidak benar-benar mendapatkan tenaga


Kesesuaian
kerja yang mereka harapkan dan sesuai dengan tuntutan
Tenaga kerja
pekerjaan
yang
dibutuhkan Jika lingkungan organisasi berubah, maka tuntutan terhadap
organisasi kualifikasi kerja juga berubah
Keragaman Adanya keberagaman individu dalam berbagai hal seperti
Individu dalam agama, ras, budaya , pendidikan, biologis, geografis, dll
Organisasi
Perusahaan perlu memahami kerberagaman secara lebih
terbuka dan memahaminya
Perilaku dan Kepribadian Individu
Kepribadian
• Karakteristik psikologis dan perilaku dari individu yang sifatnya
relatif permanen, dan dapat membedakan satu individu
dengan individu lainnya.
Agreebleness

Openness Negative
Emmotionality

BIG FIVE MODEL OF PERSONALITY

Extravertion Conscienctiousness
The Big Five Model Personality
Griffin (2000)
Aggreeableness (Tingkat Persetujuan)
• Menunjukkan tingkat kemampuan individu dalam berinteraksi dan
bekerja sama dengan orang lain
Conscienctiousness ( Tingkat keseriusan dan kesadaran)
• Tingkat keseriusan individu terhadap rencana pencapaian tujuan
dari organisasi
Negative Emotionally ( Tingkat emosi negatif)
• Ketidakstabilan emosi yang dimiliki individu dalam pekerjaan
Extraversion (Tingkat keleluasaan dan kenyamanan)
• Kemampuan individu untuk merasa nyaman dan leluasa untuk
berinteraksi dengan orang lain dan sebaliknya
Openess (Tingkat keterbukaan)
• Prilaku individu untuk bersikap terbuka terhadap orang lain
Prilaku Individu Lainnya yang mempengaruhi
Organisasi
Locus of Control
Keyakinan yang dimiliki oleh individu mengenai hasil yang diperoleh adalah akibat dari apa
yang mereka lakukan
Self-Efficacy
Kepercayaan diri dari individu untuk dapat melakukan sesuatu
Authoritarianism
Keyakian individu akan peran tingkatan hierarki dalam sebuah organisasi dan kaitannya dengan
kekuasaaan dalam organisasi
Machiavellism
Perilaku untuk merekayasa perilaku orang lain dalam rangka pencapaian tujuan

Self Esteem
Keyakinan dari seseorang bahwa dirinya layak untuk mendapatkan penghargaan

Risk Propensity
Kecendrungan individu dalam pengambilan resiko dan menjawab tantangan
Sikap dan Perilaku Individu dalam
Berorganiasi
Komponen Sikap
1. Komonen Afektif
 Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai
gagasan, situasi, dan lingkungan yang dihadapi
2. Komponen Kognitif
 Pengetahuan seseorang mengenai sesuatu yang terkait
dengan gagasan, situasi, maupun lingkungan yang dihadapi
3. Komponen Intensi
 Menyangkut harapan dari seseorang sebagi akibat dari
gagasan, situasi, maupun lingkungan yang dihadapi.
Perilaku Individu dan Persepsi dalam
Berorganisasi
Persepsi Selektif
• Proses penyeleksian informasi mengenai sesuatu
dimana sesuatu tersebut mengalami berbagai
kontradiksi dan ketidaksesuaian dari persepsi awal
yang diyakini.
Stereotip
• Proses pelabelan terhadap seseorang berdasarkan
suatu kejadian tertentu yang dialami atau dilakukan
oleh orang tersebut