Anda di halaman 1dari 16

UJI BEDA PROPORSI

Chi Square
UJI BEDA PROPORSI
DISTRIBUSI CHI SQUARE

 data kategorik distribusinya berbentuk X2 chi-


square (kai kuadrat) yang kurvanya miring ke
kanan, sehingga prosedur uji statistiknya
disebut juga uji chi-square.
-Beberapa bentuk distribusi chi square
yang miring ke kanan, bentuknya berbeda-
beda sesuai dengan besarnya derajat
kebebasan/degree of freedom (dk).
Probability Semakin besar nilai dk bentuk
distribusinya semakin mendekati bentuk
distribusi Z, namun tetap miring ke kanan.
1 df

4 df

x2 value
FUNGSI UJI KAI KUADRAT

 1) Ada tidaknya asosiasi/hubungan antara 2


variabel kategorik/nominal (independency test)
 Contoh: Studi yang bertujuan untuk melihat hubungan penggunaan alkohol dan rokok
pada ibu selama kehamilan dengan kejadian BBLR (berat bayi lahir rendah)

 2) Apakah suatu kelompok homogen atau


homogenitas antar sub kelompok (homogenity
test)
 Contoh: Studi yang bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan sikap (setuju/tidak)
terhadap kenaikan BBM (Bahan Bakan Minyak) antara kelompok laki-laki dengan
kelompok perempuan.

 Seberapa jauh suatu pengamatan sesuai


3)
dengan parameter yang dispesifikasikan
(Goodness of fit test).
 Contoh: Studi untuk melihat kesesuaian hasil suatu pengamatan dangan suatu
distribusi tertentu. Penentuan apakah suatu himpunan data sesuai (fit) dengan model
tertentu, misalnya hendak diketahui apakah data yang kita miliki sesuai dengan
distribusi normal, atau apakah distribusi golongan darah hasil pengamatan sesuai/
konsisten dengan suatu standar yang telah ditentukan sebelumnya.
Uji kai kuadrat
 Independency test  tidak adanya asosiasi di dalam
kelompok
 Homogenity test  homogenitas antara subkelompok
 Goodness of fit  seberapa jauh suatu pengamatan
sesuai dengan parameter yang di spesifikasikan
 Uji goodness of fit dapat juga digunakan menentukan apakah
sekelompok frekuensi dari suatu pengamatan cocok dengan
sekelompok frekuensi yang di harapkan yang distribusinya
mengikuti distribusi normal.
 apkah nilai-nilai pengamatan dalam distribusi cocok dengan
nilai harapan teoritis berdasarkan distribusi normal.
Syarat uji kai kuadrat

 Datanya adalah data kategori (skala nominal),


pengkategorian tersebut harus mutually exclusive.
 Data atau sampel dipilih secara random tanpa
pengembalian (without replacement), sehingga
sampel hanya dipilih satu kali.
 Untuk semua sel, frekuensi harapannya (expected
frequency) harus lebih besar atau sama dengan 1.0
dan frekuensi harapan yang kecil dari 5 tidak boleh
lebih dari 20% dari jumlah sell yang ada.
secara umum ada ketentuan

 Tidak boleh ada sel yang mempunyai nilai


harapan kecil dari 1 (satu)
 Tidak lebih dari 20% sel mempunyai nilai
harapan kecil dari 5 (lima). -Kalau hal ini ditemui di
dalam suatu tabel kontingensi, cara menanggulanginya adalah
dengan menggabungkan nilai dari sel yang kecil tadi
kepada lainnya (menggabungkan 2 kategori menjadi
1 kategori saja). Artinya kategori dari variabel dikurangi
sehingga kategori yang nilai harapannya kecil dapat digabung ke
kategori lain.
DASAR UJI CHI SQUARE (X2)

 Dasar dari uji kai kuadrat adalah


membandingkan frekuensi yang diamati
(observed) dengan frekuensi yang diharapkan
(expected).
 Misalnya, jika sebuah uang logam dilambungkan
seratus kali, kalau uang logam tersebut seimbang
tentu permukaan A (angka) diharapkan keluar 50 kali
dan permukaan B (gambar) diharapkan keluar 50 kali.
MENGHITUNG NILAI X2

 Dasar perhitungan nilai X2 adalah dengan membandingkan


antara frekuensi hasil pengamatan (Observed=O) dengan
frekuensi yang diharapkan (Expected = E). Nilai E dihitung
dengan cara:
 Nilai E = (Total Baris x Total Kolom) / Grand Total
 Sedangkan nilai X2 dihitung dengan rumus berikut:

(O  E ) 2
X 
2

E
Bermakna atau tidaknya, dapat dibandingkan dengan nilai pada tabel X2, pada nilai
alpha atau probabilitas tertentu dan derajat kebebasan (dk) atau degree of freedom yang
sesuai.
Derajat kebebasan dapat dihitung dengan dk = (jumlah kolom-1) x (jumlah baris-1).
 Nilai E pada sel a = (a+b) x (a+c) / (N)
 Nilai E pada sel c = (a+c) x (c+d) / (N)
 Nilai E pada sel b = (a+b) x (b+d) / (N)
 Nilai E pada sel d = (b+d) x (c+d) / (N)

Sakit Sehat Total

Ya a b a+b
Tidak c d c+d
Total a+c b+d N
APLIKASI UJI CHI SQUARE

 Suatu survei dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan


proporsi hipertensi antara penduduk kota dengan desa. Wilayah
kota yg terpilih adalah Jakarta Pusat dan wilayah desa adalah
Kabupaten Cianjur. Sebanyak 410 penduduk Jakpus dipilih
dengan random, ada 62 orang (15.1%) yang hipertensi,
sedangkan dari 414 penduduk Cianjur yang dipilih dengan
random, ada 46 orang (11.1%) yang hipertensi. Buktikanlah
secara statistik apakah ada perbedaan proporsi hipertensi antara
penduduk Jakpus dengan Cianjur pada =5%?
 Hasil pengukuran terhadap tekanan darah (Hipertensi/Normal)
dan hasil pengamatan terhadap lokasi penduduk (Desa/Kota)
dapat disusun dalam suatu tabel yang mempunyai beberapa
kolom dan beberapa baris, tabel tersebut dinamakan tabel
silang/cross-tab (sering disebut juga tabel kontingensi). Dari soal
di atas akan kita buat tabel kontingensi sebagai berikut:
Tabel soal

Lokasi hipertensi normal jumlah

Jakarta pusat 62 348 410

Cianjur 46 368 414

jumlah 108 716 824


Tentukan Ho dan Ha
Tingkat Kemaknaan 5%

 Ho: Hipertensi di Jakpus (15.1%) sama dengan di Cianjur


(11.1%)
Ha: Hipertensi di Jakpus (15.1%) tidak sama dengan Cianjur
(11.1%)
Uji statistik: Uji Chi-square X2 =  (O-E)2/ E

O E (O-E)2 (O-E)2 /E

62 53.74 68.26 1.27

46 54.26 68.26 1.26

348 356.26 68.26 0.19

368 359.74 68.26 0.19

X2 = 2.91
 Lihat Tabel X2 (ada dua cara
pengambilan keputusan)
 Cara pertama:
Menggambarkan area
penolakan:
pada  = 0.05 dan dk = (2-
1)(2-1) = 1  X2 -tabel=
3.84
(gambarkan sebelah kiri Kesimpulan:
3.84 area ho gagal ditolak Tidak cukup bukti untuk
dan sebelah kanan 3.84 menyimpulkan proporsi
area ho ditolak) hipertensi penduduk kota
(Jakpus) tidak sama dengan
  X2 hitung = 2.91  X2-hitung penduduk desa (Cianjur) atau
Ho gagal ditolak dalam bahasa lain dapat
Ho disimpulkan proporsi kejadian
Ho Gagal
ditolak 2,91
ditolak hipertensi antara kota dengan
3,84 desa sama saja
Rumus menghitung X 2 tabel 2x2
•tabel kontingensi 2 x 2 (dua kolom dan 2 baris),
tersedia rumus untuk menghitung nilai X2 sebagai
berikut:
I II Total

A a b a+b

B c d c+d

Total a+c b+d N

N ( ad  bc ) 2
2 
(a  c) * (b  d ) * (a  b) * (c  d )
Contoh soal
 Soal pada halaman sebelumnya, suatu survei dilakukan untuk melihat
apakah ada perbedaan proporsi hipertensi antara penduduk kota
(Jakarta Pusat) dengan desa (Kab. Cianjur). Sebanyak 410 penduduk
Jakpus dipilih dengan random, ada 62 orang (15.1%) yang hipertensi,
sedangkan dari 414 penduduk Cianjur yang dipilih dengan random, ada
46 orang (11.1%) yang hipertensi.

824(62 * 368  348 * 46) 2


 
2
 2.91
(108) * (716) * (410) * (414)