Anda di halaman 1dari 14

ELEKTROKARDIOGRAFI

Ilham Akbar R

Reference: Lauralee Sherwood


OUTLINE
• Dasar dan prinsip EKG  menjelaskan tujuan EKG maupun prinsip
prosedurnya
• Teknik pemasangan sadapan EKG  cara memasang EKG (sesuai dengan
posisi jantung)
• Hubungan EKG terhadap peristiwa spesifik di jantung  arti dari
gelombang pada EKG
• Interpretasi dan diagnosis kelainan EKG  melihat kelainan pada jantung
(arti klinis)
OUTLINE
• Dasar dan prinsip EKG
• Teknik pemasangan sadapan EKG
• Hubungan EKG terhadap peristiwa spesifik di jantung
• Interpretasi dan diagnosis kelainan EKG
Depolarisasi dan repolarisasi jantung
akan menghasilkan arus listrik

Sebagian kecil aktivitas listrik ini


mencapai permukaan tubuh

Dapat dideteksi dengan elektroda


perekam  Elektrokardiogram/EKG
• EKG adalah rekaman sebagian aktivitas listrik yang diinduksi
di cairan tubuh oleh impuls jantung yang mencapai
permukaan tubuh
• EKG adalah rekaman kompleks yang mencerminkan
penyebaran keseluruhan aktivitas di seluruh jantung
sewaktu depolarisasi dan repolarisasi
• Rekaman mencerminkan perbandingan listrik yang
terdeteksi oleh elektroda-elektroda di dua titik berbeda di
permukaan tubuh bukan potensial aksi sebenarnya.
OUTLINE
• Dasar dan prinsip EKG
• Teknik pemasangan sadapan EKG
• Hubungan EKG terhadap peristiwa spesifik di jantung
• Interpretasi dan diagnosis kelainan EKG
- Keenam sadapan ekstremitas
mencakup sadapan I, II, III,
aVR, aVL, dan aVF.
- Sandapan I, II dan III adalah
bipolar
- Sadapan aVR, aVL dan aVF
adalah sadapan unipolar
- Bipolar  merekam perbedaan
potensial di dua elektroda
- Unipolar  merekam hanya
pada satu elektroda, elektroda
lain disetel pada potensial nol
dan berfungsi sebagai titik
referensi alami.
- Sandapan dada, V1 hingga V6,
juga merupakan sandapan
unipolar.
OUTLINE
• Dasar dan prinsip EKG
• Teknik pemasangan sadapan EKG
• Hubungan EKG terhadap peristiwa spesifik di jantung
• Interpretasi dan diagnosis kelainan EKG
- Gelombang p
mencerminkan
depolarisasi
atrium
- Gelombang QRS
mencerminkan
depolarisasi
ventrikel
- Gelombang T
mencerminkan
repolarisasi
ventrikel
• Lepas muatan nodus SA tidak menghasilkan aktivitas listrik yang cukup besar
untuk mencapai permukaan tubuh sehingga tidak terekam adanya gelombang
pada depolarisasi nodus SA
• Pada EKG normal, tidak terlihat gelombang terpisah untuk repolarisasi atrium
• Gelombang P jauh lebih kecil dari kompleks QRS karena atrium memiliki massa
otot yang jauh lebih kecil daripada ventrikel dan karenanya aktivitas listrik yang
lebih kecil
• Tiga titik tidak terdapat aliran arus neto sehingga EKG di garis basal
- Sewaktu jeda di nodus AV
- Ketika ventrikel terdepolarisasi sempurna dan sel-sel kontraktil mengalami fase
plateau potensial aksi sebelum mereka mengalami repolarisasi (ST segment)
- Ketika otot jantung mengalami repolarisasi sempurna dan beristirahat serta
ventrikel sedang terisi (segmen TP)
OUTLINE
• Dasar dan prinsip EKG
• Teknik pemasangan sadapan EKG
• Hubungan EKG terhadap peristiwa spesifik di jantung
• Interpretasi dan diagnosis kelainan EKG
• Kelainan kecepatan  kecepatan denyut
jantung dapat ditentukan dari jarak antara
dua kompleks QRS yang berurutan di kertas
berskala yang digunakan untuk merekam EKG
• Kelainan irama  irama merujuk ke
keteraturan atau spacing gelombang EKG.
Setiap variasi dari irama normal dan rangkaian
eksitasi jantung disebut aritmia. Hal ini dapat
disebabkan oleh focus ektopik, perubahan
aktivitas pemicu nodus SA, atau gangguan
hantaran.
• Miopati jantung  kerusakan otot jantung.
Iskemia miokardium adalah kurang
memadainya penyaluran darah beroksigen ke
jaringan jantung. Kematian atau nekrosis, sel
otot jantung terjadi ketika pembuluh darah
yang memasok bagian jantung tersebut
tersumbat atau pecah disebut infark
miokardium akut
• Atrial flutter  rangkaian depolarisasi
atrium yang cepat tetapi regular dengan
kecepatan antara 200 hingga 380 denyut per
menit
• Finrilasi atrium  depolarisasi atrium yang
cepat, irregular dan tak terkoordinasi
dengan tanpa gelombang P yang jelas
• Fibrilasi ventrikel  kelainan irama yang
sangat serius ketika otot ventrikel
memperlihatkan kontraksi kacau tak
terkoordinasi
• Blok jantung  defek di system hantara
jantung, atrium masih berdenyut teratur
tetapi ventrikel kadang-kadang gagal
terangsang dan karenya tidak berkontraksi
CLINICAL IMPLICATION
• Uji stress atau uji olahraga bertahap
• Dilakukan untuk membantu diagnosis atau\ kuantifikasi penyakit
jantung atau paru serta untuk mengevaluasi kapasitas fungsional
pada orang yang asimtomatik
• Dilakukan di treadmill bermotor atau ergometer sepeda (sepeda
statis dengan resistensi bervariasi)