Anda di halaman 1dari 21

PROSEDURE BUDIDAYA UDANG VANNAMEI DI

INSTALASI BUDIDAYA AIR PAYAU


(IBAP) PRIGI
1. PROSEDURE PERSIAPAN KOLAM

 Setelah pembersihan petak,


 penebaran kapur tohor /kapur gamping 10 Kg / 500
M2 (kapur dilarutkan dengan air) ditebar keseluruh
permukaan baik dasar maupun dinding kolam
/tambak.
 Pengisian Air dengan ketinggian maksimal (masing –
masing lokasi tidak sama)
 (Di Prigi Salinitas 20 -35 promil, tinggi air 130 – 160 cm,
pemberian kaporit 30 ppm)
 Pemberian kaporit kincir dinyalakan selama 3 jam,
setelah 3 hari dilakukan perlakuan sbb :
PERLAKUAN PEMBENTUKAN AIR

 pakan no. 0 : 25 kg
 Tetes : 10 liter
 ZA : 4 kg
 SP 36 : 1 kg
 POC (Pupuk Organik Cair) : 3 JRG/ 90 liter
 Tetes, pupuk ZA dan SP 36 dilarutkan terlebih
dulu dengan POC hingga larut terus dicampur
pakan dan langsung ditebar (Pk. 9.00 – 10.00 WIB)
saat matahari naik.
 Hari ke tiga setelah perlakuan dilakukan
penebaran POC sebanyak 1 jerigen (30 Liter) pada
pukul 09,00 kemudian 3 hari sekali dilakukan
penebaran POC sampai Kolam siap tebar benur
(kira kira 2 Minggu mulai dari pengisian air).
Pada proses pembentukan air akan terjadi

 Warna air lambat laun berwarna cokelat muda.


 Timbul suspensi halus tetapi masih tipis.
 Setelah 3 hari disepanjang dinding kolam dari
atas kebawah akan tumbuh substrat agak
berlendir dan tanah yang merupakan kumpulan
rumah cacing merah
Warna air pada waktu tebar benur
2. PENEBARAN BENUR.

 Benur yg ditebar PL 9 – 10
 Tebar benur dilakukan pagi hari Pk. 05.00
 Benur diaklimatisasi dgn cara memasukkan kantong
benur ke kolam.
 Setelah kantong plastik berembun, kemudian dibuka.
 Setiap kantong benur diberi Bio Nutren kurang lebih
5 ml ( sampai terjadi perubahan warna air kecoklatan
dikantong)
 Setelah diberi Bio Nutren benur terlihat lebih aktif
bergerak.
 Kemudian dilakukan penebaran benur.
3. PEMBERIAN PAKAN

 Pakan yang diberikan adalah pakan hasil fermentasi selama 3


hari.
 Contoh pemberian pakan
 Luas kolam 450 m2 , jml benur 94.000 ek.
 DOC 1 : 0 kg
 DOC 2 – 4 : 0,4 kg
 DOC 5 – 8 : 1,2 kg
 DOC 9 – 10 : 2 kg
 DOC 11 : 2,3 kg
 DOC 12 : 3,8 kg
 DOC 13 : 5,2 kg
 DOC 14 : 4 kg
 DOC 15 : 7 kg ( mulai control Ancho)
 Doc 16 : 4,5 kg
 Doc 17 : 5 kg
 Doc 18 : 7,2 kg
 Doc 19 : 12,5 kg
Kontrol Ancho

 DOC 15 – 40 : 1 % 2 jam
 DOC 40 keatas : 2 % 2 jam
 Jika dalam 2 jam 2 ancho habis maka langsung
diberi pakan dengan penambahan 10 % dari
pakan sebelumnya.
 Jika dalam 2 jam 2 ancho tidak habis maka
ditunggu sampai ancho habis dan pakan
berikutnya dikurangi 20 %.
 Jika dalam 2 jam ancho habis 1 maka pakan
berikutnya tetap.
4.PEMELIHARAAN AIR.

 Setelah penebaran benur penambahan air dilakukan


dengan cara flow throught atas .
 Air yg digunakan adalah air tawar dan air laut dengan 2
pipa inlet.
 Setelah penebaran benur jika kecerahan air masih diatas 35
cm maka dilakukan perlakuan penebaran POC sebanyak 1
jerigen ( 30 lt) pada pk. 09.00 saat matahari naik 3 hari
sekali. Sampai kecerahan mencapai 35 cm dan warna air
cokelat.
 jika air berubah menjadi hijau maka dilakukan :
 Air dikurangi 10 -20 cm.
 Transfer air dari petak yang bagus ( warna cukelat)
 Tebar POC 1 jerigen pk. 09.00
 Jika pH air dibawah 7.0 maka dilakukan
penebaran kapur tohor 3 kg pk. 20.00
 Jika kecerahan di bawah 25 cm maka dilakukan
pengenceran air dengan flow trought lebih
banyak.
 Jika warna air hijau pekat dilakukan penebaran
kapur tohor 3 kg utk luas 450 500 m2 pada pk.
20.00
 Paginya dilakukan siphon 2 jam setelah pakan
kemudian tebar POC 1 jerigen ( 30 Lt ).
5.SIPHON

 Siphon dilakukan mulai DOC 25, 2 kali seminggu


 Setelah DOC 50 atau pakan diatas 50 kg/hari
shipon dilakukan 2 hari sekali tergantung
banyaknya lumpur.
CARA PEMBUATAN PROBIOTIK STATER
Untuk Pembuatan Probiotik Stater 100 lt.

1.Temulawak : 3 Kg
2.Kunir Putih : 3 Kg
3.Jahe merah : 3 Kg
4.Gula Aren/ batok : 3 Kg
5.Dedak Halus : 1 Kg
6.Susu Skim : 1 Kg
7.Pupuk ZA : 1 Kg
8.Pupuk NPK Mutiara : 1 Kg
9.Yakult : 10 Botol
10.Ragi Tape : 2 Pak (20 Keping)
11.Rojo Tani : 1 Liter
12.Bio Nutren : 1 Liter
13. Super Gold Fertilizer : 1 Liter
14. Blimbing/ Nanas : 1 Kg
15. Tetes : 10 Liter
Prosedure Pembuatan

 Temulawak, Kunir Putih dan Jahe Merah dicuci


bersih usahakan kulit jangan terkelupas
 Tiga bahan tersebut digiling halus dengan
menggunakan air panas setelah digiling,
masukkan bahan lain Gula aren, dedak dll
Kedalam tangki kapasitas 100 Liter (Penuhi
Tangki dengan Air Tawar yang mendidih sampai
100 Ltr kecuali Ragi Tape , Yakult,Rojo Tani, Bio
Nutren dan SP Fertilizer
 Setelah air yang di Tangki Dingin masukkan
bahan Ragi Tpe, Yakult, Bio Nutren, Rojo Tani dan
SP Fertilizer, tutup rapat tangki Jangan ada
rongga udara. Di peram selama 3 minggu sampai 1
bulan (siap digunakan)
 Sisa endapan atau peraman dari probiotik stater
ini bisa digunakan untuk pembuatan probiotik
stater baru lagi sampai tiga kali jadi untuk bahan
Temulawak, Jahe Merah dan kunir putih tidak
perlu digunakan lagi tinggal ditambahkan bahan
bahan yang lain .
CARA PEMBUATAN SERBUK
HERBAL

 Sisa Endapan /Peraman yang telah dipakai selama


tiga kali pembuatan probiotik stater jangan
dibuang,tetapi dikeringkan setelah kering
ditumbuk halus dan disaring difungsikan sebagai
Bubuk Herbal
 Fungsi dari bubuk herbal dipakai sebagai bahan
campuran pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)
dan Fementasi Pakan.
 Air Tawar bisa diganti dengan Air kelapa Yang
direbus (Lebih Baik).
CARA PEMBUATAN ASAM AMINO
PLUS
Bahan yang digunakan :
 Cacing Segar (Tanah) : 1 Kg
 Bawang putih : 1 Kg
Cara pembuatan :
 Siapkan cacing Tanah masukkan kedalam timba kemudian
siram dengan air panas sampai mati, kemudian di Juss
sampai halus dan tambahkan air panas sampai 5 Liter.
 Siapkan bawang putih yang sudah dikupas kulitnya ,
kemudian di Jus sampai halus dengan menggunakan air
panas tambahkan air panas sampai 5 liter.
 Jus Cacing dan Jus Bawang Putih dicampur yang rata
masukkan kedalam jerigen dengan kapasitas 10 liter
setelah dingin tutup rapat.
CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC)
UNTUK 30 LITER

Bahan – bahan yang digunakan :


 Tetes (Molasis) : 1 liter
 Probiotik starter : 250 ml
 SP36 : 250 gram
 ZA : 1 kg
 Susu skim : 100 gram
 Ragi tape : 2 biji
 Yakult : 1 botol
 Serbuk herbal : 100 gram
Cara pembuatan

 Masukkan semua bahan kedalam timba.


 Tambahkan air secukupnya, aduk hingga larut dan
tercampur rata.
 Setelah larut masukkan pupuk organik cair yang
sudah jadi ke dalam jirigen menggunakan corong
 Isi jerigen dengan air tawar hingga penuh dan tutup
rapat.
 POC (Pupuk Organik Cair) bisa digunakan setelah 4
hari pembuatan.
 POC yang sudah jadi semakin lama semakin bagus.
CARA PEMBUATAN FERMENTASI PAKAN

Bahan – bahan yang digunakan :


 Pakan : 25 kg
 Air : 5 liter
 Tetes : 250 ml
 Jus cacing dan Jus Bawang : 100 ml
 Bio Nutren, Rojo tani dan SGF Biolizer @ 33 ml
total 100 ml
 Serbuk Herbal : 20 gram
 Vitamin C : 1 gram
Prosedur Pelaksanaan :

Masukkan semua bahan kedalam timba kecuali pakan.


• Aduk sampai bahan terlarut.
• Pakan dimasukkan kedalam mesin pengaduk.
• Nyalakan mesin pengaduk yang terisi pakan, masukkan
secara perlahan bahan Fermentasi kedalam mesin
pengaduk hingga merata.
• Setelah tercampur rata, tuang pakan kewadah sterefoam.
• Masukkan pakan ke sak pakan dengan gayung.
• Ikat rapat dengan karet gelang.
• Pakan fermentasi bisa digunakan setelah 72 jam setelah
pembuatan.
• Dosis pembuatan fermentasi pakan disesuaikan dengan
kebutuhan pakan harian budidaya udang.