Anda di halaman 1dari 8

THE SELF CONTROL OF

BEHAVIOR

RIA ASTIWI
NIM: 1771342022
SELF CONTROL

- Seseorang yang ingin berhenti


merokok dapat menghentikan proses
berhentinya karena bisa saja timbul
keraguan dalam diri
(“I will never be able to give up
smoking”). Kecuali jika monolog
internal ini dimodifikasi,
- Perlu ada upaya secara aktif
memonitor perilaku mereka sendiri dan
menerapkan teknik terapi cognitive-
behavior untuk menghasilkan
perubahan. Karena itu, CBT
menekankan self control. Orang
tersebut bertindak sebagai terapisnya
sendiri dan dengan bimbingan dari
luar, belajar untuk mengendalikan
anteseden dan konsekuensi dari
perilakunya.
COGNITIVE RESTRUCTURING

Melatih orang untuk mengenali dan memodifikasi monolog internal mereka


untuk mendorong perubahan perilaku sehat. Terkadang kognisi yang
dimodifikasi adalah anteseden terhadap target perilaku. Misalnya, jika
keinginan perokok untuk merokok didahului oleh monolog internal bahwa ia
lemah dan tidak mampu mengendalikan dorongan merokoknya, kepercayaan
ini ditargetkan pada perubahan. Perokok akan menggantikan monolog yang
akan membantunya berhenti merokok (misalnya, "Saya bisa melakukan ini"
atau "Saya akan jauh lebih sehat").
SELF REINSFORCEMENT

Melibatkan penghargaan secara sistematis terhadap diri sendiri untuk


meningkatkan atau mengurangi terjadinya target perilaku.

Eg positive: saya akan memakan ice cream 10 buah ketika saya telah berhasil
menyelesaikan dietku.
Eg negative: Saya akan nonton film apapun yang saya sukai ketika saya telah
berhasil menyelesaikan dietku dengan menetapkan BB 40 kg.
BEHAVIORAL ASSIGMENT

Teknik untuk meningkatkan keterlibatan klien dalam penugasan perilaku,


kegiatan praktik di rumah yang mendukung tujuan intervensi terapeutik.
Penugasan perilaku dirancang untuk memberikan kontinuitas dalam
penanganan masalah perilaku. Keuntungan :
(1) Klien menjadi terlibat dalam proses perawatan,
(2) Klien menghasilkan analisis perilaku yang berguna dalam perencanaan
intervensi lebih lanjut,
(3) Klien menjadi berkomitmen untuk proses perawatan melalui perjanjian
kontraktual untuk melaksanakan tanggung jawab tertentu,
(4) Tanggung jawab untuk perubahan perilaku secara bertahap dialihkan ke
klien, dan
(5) Penggunaan tugas pekerjaan rumah meningkatkan rasa kontrol diri klien.
SOCIAL SKILLS

Minum dan Makan Berlebihan


Dapat menjadi respons terhadap kecemasan sosial. Kecemasan sosial
kemudian dapat bertindak sebagai isyarat untuk kebiasaan maladaptif,
mengharuskan cara alternatif untuk mengatasi kecemasan. Akibatnya, banyak
program modifikasi kebiasaan kesehatan memasukkan pelatihan keterampilan
sosial atau pelatihan asertivitas, atau keduanya, sebagai bagian dari paket
intervensi. Orang dilatih dalam metode yang membantu mereka mengatasi
kecemasan sosial dengan lebih efektif
Communication
Membangun hubungan baik dengan orang lain dapat sangat mengurangi stres
dan kecemasan dalam hidup Anda.
Meningkatkan dukungan sosial Anda terkait dengan kesehatan mental yang
lebih baik secara umum.
Memiliki teman baik dapat bertindak sebagai “Penyangga” untuk perasaan
cemas dan suasana hati yang rendah.
RELAXATION TRAINING
Pengurangan stres yang utama
adalah pelatihan relaksasi yang
melibatkan pernapasan dalam dan
relaksasi otot.
Seseorang mengambil napas
dalam-dalam dan terkontrol,
Menurunkan denyut jantung dan
tekanan darah serta meningkatkan
oksigenasi darah.
Orang-orang biasanya menarik
napas dalam-dalam secara spontan
ketika mereka santai. Dalam
relaksasi otot progresif, seseorang
belajar merilekskan semua otot
dalam tubuh secara progresif untuk
melepaskan ketegangan atau stres.
REFERENSI :
Tylor, Selley E.(2018). “Health Psycholog 10 edt.” University of California,
Los Angeles.

https://anxietycanada.com/articles/effective-communication-improving-
your-social-skills/
Diakses pada tanggal 9 September 2019.

From Pinterest.darrowmillerandfriends.com

Pinterest.Article From bestjobaroundtheworld.com- June 8,2019

Thank u