Anda di halaman 1dari 7

KELOMPOK 4

ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
SCENARIO
Selama bertahun-tahun, teman-teman dan keluarga Janet MC Farland mengagumi selai dan salsa buatannya. Secara
tradisional, Janet mengawetkan beberapa galon salsa dalam kaleng, mengisinya kedalam botol kecil yang dekoratif,
membungkus, dan mengirimnya sebagai hadiah. Para temannya mengatakan “Kamu seharusnya menjual salsa dan selai ini,
kamu akan menghasilkan banyak uang”. Akhirnya Janet memutuskan untuk mencoba melakukannya.
Pertama, ia memutuskan untuk berkonsentrasi pada satu produk, salsa kaktus hijau yang telah mendapat banyak
pujian ia mencari sumber-sumber pemasok botol, penutup botol, dan pembuat label. Selain itu, Janet menghubungi kantor
pengembang pertanian didaerahnya dan mempelajari banyak hal mengenai peraturan yang berkaitan dengan penjualan
makanan. Satu hal yang mengejutkannya adalah ia harus mendapat konfirmasi dari seorang ahli mengenai kandungan salsa
buatannya. Janet biasanya hanya menambahkan sedikit bahan-bahan dalam pembuatan salsanya sampai menghasilkan rasa
yang enak. Ia baru mengetahui bahwa cara yang biasa dilakukannya itu tidak akan diterima. Makanan harus diberi label
yang mencantumkan nama dari setiap bahan dasar produksinya sesuai dengan jumlah kandungannya. Tiba-tiba, jenis cabai
yang digunakan dan jumlah takarannya menjadi suatu hal yang penting. Janet membutuhkan resep standar. Untuk itu, ia
menemui seorang pakar kimia makanan profesional untuk menganalisis resep dan memukur porsi bahan-bahan salsanya.
Janet mengunjungi sejumlah toko bahan makanan dan toko hadiah didaerahnya. Beberapa toko tersebut bersedia
bekerjasama dengan sistem konsinyasi dengan menempatkan beberapa botol dekat kasir. Sementara itu, beberapa toko lain
menjamin tersediannya tempat untuk memajang tetapi dikenakan biaya. Janet memperkirakan bahwa melakukan
kunjungan ke toko-toko untuk pemeriksaan penjualan dan persediaan, serta mengunjungi calon pelanggan akan memakan
waktu satu hari dalam seminggu. Sebelum mulai produksi, Janet berkonsultasi dengan akuntan keluarganya, Bob Ryan.
Janet menjelaskan rencana bisnisnya. Karena prosedurnya adalah produk baru dipasar, ia memperkirakan harga
penjualan sebesar $4,50 adalah harga yang wajar. Bob mempelajari harga dan biaya yang telah diperkirakan Janet, serta
melakukan analisis titik impas. Kemudian, ia memandang Janet dan memberitahukan kabar buruk. Bahwa ia akan rugi
dengan harga $4,50 per botol. Bahkan, lebih buruk lagi, menaikkan kuantitas produk yang dijual hanya akan membuat
kerugian yang lebih besar. Sebagai teman dan penasihat bisnis Bob memutuskan untuk membantu Janet memikirkan kembali
metode pembuatan salsa yang diusulkannya untuk melihat apakah biaya variabelnya dapat dikurangi. Jika ia tidak dapat
menemukan cara menurunkan biaya variabel hingga berada dibawah harga penjualan, maka bisnisnya tidak akan pernah
berhasil.
PERTANYAAN :
1. Menurut tanda, biaya variabel dan tetap apa saja yang harus ditanggung Janet?
2. Berdasarkan penilaian awal Bob mengenai biaya variabel yang lebih tinggi dari harga, apa yang salah dari pemikiran
Janet yang menyatakan bahwa jalan keluarnya adalah menjual lebih banyak?
3. Seberapa pentingkah analisis titik impas bagi perusahaan? menurut Anda, apakah perusahaan besar juga melakukan
analisis titik impas seperti perusahaan kecil?
4. Mengapa konsep titik impas penting? Bukankah Janet ingin mendapatkan laba?
5. Janet tidak tau berapa harga yang seharusnya ia tetapkan. Bagaimana cara agar ia bisa menentukan harga dengan
lebih baik?
JAWABAN :
1. Biaya variabel : cabai, buah-buahan, botol, tutup botol, label.
Biaya tetap : galon, penyusutan-penyusutan peralatan, biaya listrik dan air.
2. Tentu salah, karena biaya variabel itu melekat pada jumlah kuantitas barang, jadi jika barangnya banyak maka biaya
variabel yang dikeluarkan juga lebih banyak.
3. Penting, karena titik impas menentukan apakah biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima itu seimbang
atau tidak. Hal ini dapat membantu perusahaan mengetahui apakah terdapat kerugian atau keuntungan.
Ia, menurut kami perusahaan besar juga melakukan analisis titik impas seperti perusahaan kecil.
4. Karena titik impas dapat menentukan kerugian atau keuntungan sebuah produk. Jika Janet ingin mendapatkan laba
Janet dapat menggunakan konsep titik impas untuk menghitung laba yang didapat agar melebihi titik impasnya.
5. Cara untuk menetapkan harga jual yang lebih baik, maka Janet harus menghitung titik impas. Setelah itu ia harus
menetapkan harga jual diatas titik impas tersebut.
SOAL 3 – Bab 11: Analisa Biaya-Volume-Laba
Wood Craft, Inc (WCI) adalah sebuah perusahaan yang memproduksi furniture.
Divisi Pabrik Furniture (DPF) yang berkantor pusat di Cuba memiliki sebuah pabrik
yang baru direnovasi di Cuba dan sebuah pabrik lama (yang belum banyak
diotomatisasi) di Canada. Kedua pabrik memproduksi unit furniture yang sama
untuk kebutuhan dalam negeri. Tahun depan, DPF berharap memproduksi dan
menjual 192.000 unit furniture. Informasi yang berkaitan dengan kedua pabrik
adalah sebagai berikut:

Cuba Canada
Harga Jual $ 150,00 $ 150,00
Biaya Manufaktur Variabel $72,00 $88,00
Biaya Manufaktur Tetap 30,00 15,00
Komisi (5%) 7,50 7,50
Biaya Umum dan Administrasi 25,50 21,00
Total Biaya per unit 135,00 131,50
Laba per unit $ 15,00 $ 18,50
Tingkat produksi per hari 400 units 320 units
Semua biaya tetap didasarkan pada tahun normal selama 240 hari kerja normal.
Jika jumlah hari kerja melebihi 240 hari, maka biaya manufaktur variabel
bertambah $3,00 per unit di Cuba dan $8,00 per unit di Canada. Kapasitas setiap
pabrik adalah 300 hari kerja.
WCI membebankan biaya per unit pada setiap pabriknya untuk jasa administrasi –
seperti biaya gaji, administrasi umum, dan pembelian – karena ketiga jasa
tersebut dianggap sebagai fungsi pekerjaan yang dilakukan di pabrik. Bagi setiap
pabrik, biaya sebesar $7,00 menjadi bagian variabel dari beban umum dan
administrasi.
Oleh karena ingin memaksimalkan laba per unit yang makin tinggi di Canada,
manajer produksi DPF telah memutuskan untuk memproduksi 96.000 unit untuk
setiap pabrik. Rencana tersebut menjadikan Canada beroperasi dalam kapasitas
penuh dan Cuba beroperasi dalam volume normal. Pengawas WCI keberatan
dengan rencana ini, ia ingin mengetahui apakah lebih baik memproduksi lebih
banyak di pabrik Cuba.
Diminta:
1. Tentukan unit impas tahunan untuk setiap pabrik DPF!
2. Hitung laba operasi yang akan dihasilkan dari rencana manajer produksi DPF
untuk memproduksi 96.000 unit di setiap pabrik!
3. Hitung laba operasi yang akan dihasilkan dari penjualan 192.000 unit
furniture, jika 120.000 unitnya diproduksi di Cuba dan sisanya di Canada!
ANSWER
1. UNIT IMPAS
CUBA
BIAYA TETAP = 30,00 X 96.000 = 2.880.000
UNIT IMPAS = BIAYA TETAP : HARGA JUAL – BIAYA VARIABEL
=( 2.880.000 ) : ( $150,00 – $72,00 ) = $36.923 UNIT

CANADA
BIAYA TETAP = 15,00 X 96.000 = 1.440.000
UNIT IMPAS = BIAYA TETAP : HARGA JUAL – BIAYA VARIABEL
=( 1.440.000 ) : ( $150,00 – 88,00 ) = $23.226 UNIT
2. LABA OPERASI = ( HARGA X UNIT ) – ( BIAYA VARIABEL PER UNIT X UNIT ) – (
BIAYA TETAP )
CUBA
14.400.000 – ( ($72,00 + $7,00 + $3,00) (96.000) ) – 2.880.000
= 14.400.000 – 7.872.000 – 2.880.000 = $3.648.000

CANADA
14.400.000 - ( ($88,00 + 7,00 + 8,00) (96.000) ) – 1.440.000
= 14.400.000 – 9.888.000 – 1.440.000 = $3.072.000

3. CUBA MEMPRODUKSI 120.000


( ($150,00 X $120.000) – ($82,00 X 120.000) - ($30,00 X 120.000) )
= $18.000.000 – 9.840.000 – 3.600.000 = $4.560.000

CANADA MEMPRODUKSI 72.000


( ($150,00 X 72.0000) – ($103,00 X 72.000) – ($15,00 X 72.000) )
= $10.800.000 – 7.416.000 – 1.080.000 = $2.304.000