Anda di halaman 1dari 28

Tahapan analisis kasus farmasi

klinis dalam penerapan


pharmaceutical care
Rully Yuliandhari
D3 Farmasi
STIKES MUHAMMADIYAH LAMONGAN
1. Pengumpulan Data
Informasi:
a. Demografi pasien (usia, jenis kelamin, BB, TB)
b. Permasalahan aktual (tanda & gejala)
c. Riayat pengobatan dan riayat operasi
d. Pengobatan yg sedang dijalani (R/, OTC, terapi
komplementer)
e. Alergi
f. Status kehamilan dan menyusui
g. Rokok dan alkohol
h. Status ekonomi
i. Data laboratorium yg relevan
2. Identifikasi Permasalahan
Problems:
a. Status penyakit (diagnosa)
b. Drug related problems (DRPs)
Kategori DRPs
1. Ada indikasi namun belum mendapat obat
2. Ada obat tanpa indikasi yang jelas
3. Tidak menebus resep
4. Menerima obat yang salah
5. Dosis (over atau under doses)
6. Efek samping obat (adverse drug reaction)
7. Interaksi obat
8. Alergi obat
9. Ketidaktersediaan obat
10. Durasi pengobatan
CONTOH DRP
1. Px ada keluhan batuk berdahak namun belum
mendapat ekspektoran atau mukolitik
2. Px mendapat terapi antibiotik padahal dianosa
varicella/herpes
3. Px tidak punya cukup uang untuk menebus
obat yang telah diresepkan dokter
4. Px diresepi Cravit (levofloksasin) namun
dilayani petugas depo Cavit (vit + calsium)
Lanjutan Contoh DRP
5. Px BB 10 kg mendapat cefadroksil 2x100 mg
(under dose krn dosis cefadroksil 15
mg/kgBB/12 jam)
6. Rifampisin  meningkatkan tes fungsi hati
. Ciprofloxacin + iron preparation  chelat,
reduce absorbtion and activity  separate
dose by 2 hours
8. Px setelah disuntik metamizol timbul
urtikaria di lengan.
9. Stok diazepam rectal kosong disstributor
10.Durasi penggunaan antijamur hanya 3 hari
3. Setting Outcome Goals
(menentukan tujuan / target terapi)
Potential Outcomes:
1. Cure of disease (menyembuhkan penyakit).
Contoh : …………..
2. Elimination or reduction of a patient’s
symptomatology (menghilangkan atau
mengurangi gejala yang disebabkan oleh
penyakit).
Contoh : ……….
3. Slowing of disease process (menghambat
atau memperlambat proses perkembangan
penykit).
Contoh :………
4. Preventing a disease or symptomatology
(mencegah penyakit).
Contoh : ………
4. Evaluating Therapeutic Options
(Evaluasi Pilihan Terapi)
• Efficacy: (efektivitas)
–Risk vs Benefit
• Safety (Keamanan)
• Availability (Ketersediaan)
• Cost (Biaya)
5. Individualizing Treatment
Regimens (Regimentasi terapi individu)
Tergantung pada :
• Karakter pasien
–Age (usia)
–Disease(s) (penyakit)
–Concurrent illnesses (penyakit lain
yang menyertai dg yg sedang diderita)
–Psychosocial factors (faktor psikososial)
Individualizing Treatment Regimens
• Previous drug use
– Efficacy/tolerance/compliance
• Possible benefits
– Treatment vs non-treatment
• Possible risks
– Potential adverse effect
• Cost
– Cost to patient and/or hospital
6. Monitoring Outcomes
• Jika Positif (ada perbaikan tanda dan gejala)
 Lanjutkan terapi sampai tuntas
• Jika Negatif (tanda dan gejala semakin
memburuk)  asesment kembali dan plan ke
terapi pengganti
• Neutral (tidak ada perubahan)  asesment
kembali terapi yang sedang dijalani
4S
• Sign (tanda)
Tidak tergantung pada persepsi tetapi lebih ke
progresifitas penyakit.
Dapat berupa tanda positif&tanda negatif
Bersifat objektif (berdasarkan pemeriksaan
dokter)
Contoh : kadar gula darah, tekanan darah,
suhu tubuh, jenis luka, palpasi benjolan (keras,
lunak, bulat, ukuran) dll
Symptoms (gejala)
Keluhan pasien yg sekarang muncul dan
dikonsultasikan.
Tahap pertama konsultasi : keuhan utama,
gejala utama, gejala tambahan
Didasarkan pada persepsi pasien dan
tergantung pada observasi
Bersifat subjektif
Contoh : px merasa demam, nyeri, pusing, dll
Side-effects (efek samping)
 Dampak atau pengaruh yang merugikan dan
tidak diinginkan yang timbul sebagai hasil dari
suatu pengobatan atau intervensi lain seperti
pembedahan.
Contoh :
Rambut rontok setelah penggunaan
kemoterapi
Stephen Johnson Syndrome akibat cefadroksil
atau alopurinol
Keloid paska bedah
Sequelae (gejala sisa)
Contoh :
TB : batuk, sesak, produksi dahak yg berlebihan
Stroke : berbicara tidak jelas, berjalan tidak
sempurna, hilang ingatan
Ensefalitis : gangguan penglihatan, gangguan
pendengaran, lumpuh
METODE SISTEMATIS DALAM PTO
(PEMANTAUAN TERAPI OBAT)
Max efek terapi, Min ESO
SUBJECTIVE OBJECTIVE
Patient information Disease information
Demografi dan informasi latar • Riwayat pengobatan .
belakang : usia, jenis kelamin , • Problem medik saat ini.
ras , tinggi, berat .
Riwayat sosial : gaya hidup , • Diagnosa penyakit .
pekerjaan , kebutuhan khusus • Pemeriksaan laboratorium.
( misalnya , kemampuan fisik , • Pemeriksaan penunjang.
ciri-ciri budaya , perangkat
pemberian obat ) .
Riwayat keluarga : sejarah
kesehatan yang relevan dari
orang tua dan saudara
kandung .
Asuransi / informasi administrasi :
nama rencana kesehatan ,
dokter perawatan primer .
ASESSMENT
Informasi Obat
• Alergi, efek samping (nama obat & manifestasi reaksi yang
terjadi).
• Peresepan obat saat ini.
• Persayaratan peresepan apakah sudah dipenuhi.
• Bagaimana pasien memperoleh obat.
• Efektivitas&Efek samping obat.
• Pertanyaan tentang permasalahan obat saat ini
• Obat yang dapat dibeli tanpa R/ meliputi vitamin, alternatif
dan terapi komplementer).
• Obat-obatan dari R/ maupun non R/ yang terakhir dikonsumsi
setidaknya 6 bulan yang lalu.
PLANNING
• Perawatan terencana untuk pasien,
melibatkan menetapkan tujuan terapi dan
menentukan intervensi yang tepat untuk :
1. Menyelesaikan semua permasalahan terapi-
obat yang ada ,
2. Mencapai tujuan terapi ditujukan untuk
setiap masalah medis secara aktif,
3. Mencegah masalah terapi-obat yang potensial
terjadi .
Langkah-langkah ATAU tahapan untuk
pemecahan masalah yang berkaitan
dengan obat
1. Identifikasi masalah terkait obat nyata atau
potensial
2. Penentuan hasil terapi yang diinginkan .
3. Penentuan alternatif terapi .
4. Desain rencana terapi obat individual.
5. Identifikasi parameter untuk mengevaluasi hasilnya
6. Penyediaan konseling pasien .
7. Komunikasi dan pelaksanaan rencana terapi obat
Diagnosis – Is No
pharmacological Discontinue
intervention necessary? medication

Yes No
Change
Is drug appropriate? medication
Yes

Is dose appropriate? No
Assess pharmacodynamic Change dose
and pharmacokinetic Change medication
parameters
Yes
No
Reassess – Is medication still
Discontinue
needed?
Yes Yes Discontinue
Drug-induced disease Change dose
Change medication
No

Optimal
Pharmacotherapy
BRONKOPNEUMONIAE
• Px datang dengan keluhan batuk grog-grog
• Riwayat pengobatan px : minum antikonvulsan
sirup
• Berat badan pasien = 13,5 kg, suhu tubuh :
37,2 C
• Foto Thorax : Bronkopneumoniae
• Pasien mendapat terapi :
Infus KaEN 3 A 1250 ml/24 jam, Tamoliv 150 mg
iv drip prn, Viccillin-SX 4x350 mg iv drip,
Velutin neb 4xsehari , Intrizin drop 1x0.25 ml,
Puyer (TES) 3x1 po
3 hari batuk
DAFTAR PUSTAKA
• Direktorat Pengawasan Distribusi Produk
Terapetik dan PKRT Badan POM RI, 2012,
.Pedoman MESO, Jakarta
• www.klikdokter.com
• Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik
Ditjen BinFar dan Alkes, Depkes RI, 2009,
Pedoman Pemantauan Terapi Obat, Jakarta
• Hughes J. Clinical Pharmacy and Pharmaceutical
Care. In: Hughes J, Donnelly R, James-Chatgilaou
G, editors. Clinical Pharmacy: A Practical
Approach. 2nd Ed, Melbourne: MacMillan
Education Australia Pty Ltd, 2001.