Anda di halaman 1dari 12

STRUKTUR SEL

HELMI YATI 19160051


IFTIKA AJENG DEFTIARA 19160053
ILHAM KURNIANSYAH 19160052
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil penyusun
makhluk hidup dalam tingkatan organisasi kehidupan. Kata
Sel berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Cellula” atau
“cella” yang artinya ruang kosong. Tubuh dari organisme
terdiri dari sistem organ, sistem organ disusun oleh organ,
organ dibentuk oleh jaringan, dan jaringan dibentuk dari sel.
Intinya setiap makhluk hidup memiliki sel yang menjadi
penyusun dasar tubuh mereka. Sel mengatur dan mengolah
semua informasi sehingga dapat menjalankan fungsi
kehidupan pada makhluk hidup.

PENGERTIAN STRUKTUR SEL


sel merupakan pengatur dan pengontrol seluruh aktivitas tubuh
makhluk hidup, baik yang disadari maupun tidak disadari. Fungsi
ini dijalankan tidak hanya oleh satu sel, namun sekelompok sel
yang membentuk jaringan, kemudian jaringan dengan tujuan
yang sama akan membentuk organ, lalu beberapa organ
membentuk sistem organ, dan sistem organ membentuk makhluk
hidup (organisme). Robert Hooke merupakan ilmuan pertama
yang melakukan pengamatan sel secara tidak sengaja, ia
mengamati sel gabus dari tumbuhan oak di bawah mikroskop dan
kemudian menemukan rongga-rongga kosong seperti sarang
lebah, yang kemudian dinamakan sel. Secara umum fungsi sel
yang sekaligus menjadi teori sel adalah sebagai berikut :

FUNGSI SEL
• Sel sebagai unit fungsional tubuh (Teori yang dikemukakan
oleh Max schultze)
• Sel sebagai unit struktural tubuh (Teori yang dikemukakan
oleh Mathias Jacob Schleiden dan Theodor Schwaan)
• Sel sebagai unit pertumbuhan dan perkembangan makhluk
hidup (Rudolf Virchow)
• Sel sebagai kesatuan hereditas (pewarisan sifat) yang dapat
menurunkan sifatnya kepada keturunannya (Teori ini
diperkenalkan oleh Walter Sutton dan Theodor Boveri)

FUNGSI SEL
Secara umum sel terdiri atas 3 bagian utama, yaitu Membran sel,
sitoplasma, dan Inti sel. Sel juga memiliki komponen padat di dalam
sitoplasma yang disebut organel sel. Organel – organel sel memiliki
fungsi masing-masing.
1. Membran sel / membran plasma
Membran sel adalah selaput tipis yang merupakan bagian terluar dari
sel, membran sel juga sering disebut plasmalema. Membran sel
merupakan bagian yang mengatur hubungan antara komponen dalam sel
dengan lingkungan luar sel. Membran sel terdiri dari lipid (lemak)
berupa fosfolipid, protein, dan karbohidrat dengan komposisi yang
berbeda-beda tergantung jenis selnya. Sesuai dengan namanya,
Fosfolipid (senyawa lemak) disusun oleh fosfat yang
bersifat hidrofilik (suka air) dan lipid yang bersifat hidrofobik (takut
air).

STRUKTUR SEL DAN BAGIAN


– BAGIAN SEL
Membran sel disusun oleh setiap fosfolipid yang berpasangan
(lemak) sehingga disebut juga lipid bilayer. Protein yang dimiliki
membran sel adalah protein ekstrinsi (perifer) dan protein
intrinsik (integral). Protein ekstrinsi (perifer) adalah protein yang
menempel pada lapisan luar membran, sedangkan protein
intrinsik (integral) adalah protein yang menembus membran.
Ikatan antara fosfolipid dan protein ekstrinsik akan membentuk
membran yang disebut lipoprotein. Membran sel dapat memiliki
sifat semipermiabel yaitu mudah dilewati oleh berbagai
komponen, juga dapat bersifat selektif permiabel yang artinya
hanya dapat dilewati oleh ion-ion tertentu saja.

MEMBRAN SEL
• Melindungi dan membungkus isi sel.
• Memisahkan dan mengontrol hubungan bagian dalam sel
dengan linkungan luar.
• Mengatur pertukaran (transportasi) zat dari dalam keluar
sel atau sebaliknya.
• Tempat terjadinya reaksi kimia.

FUNGSI MEMBRAN SEL


Sitoplasma atau cairan sel adalah matriks yang terdapat di
dalam membran sel selain inti sel (nukleus). Penyusun
utama dari sitoplasma ada air yang berfungsi sebagai
pelarut dan tempat terjadinya reaksi kimia. Matriks
sitoplasma merupakan sitosol(cairan) yang bersifat koloid
(bentuk campuran yang terdiri dari 2 zat yang homogen).
Matriks sitoplasma dapat berubah dari fase gel (semipadat)
ke fase sol (cairan). Matriks sitoplasma memiliki sifat
iritabilitas (peka terhadap rangsangan) dan konduktivitas
(mampu memindahkan atau meneruskan rangsangan).

2. SITOPLASMA / CAIRAN
SEL
• Tempat berlangsungnya reaksi kimia dan metabolisme.
• Sebagai tempat menjaga fungsi kehidupan sel.
• Menjaga keadaan di dalam sel.
• Mengatur transpor zat di dalam sel.
• Pembentukan energi.
• Tempat mengontrol pergerakan sel.
Fungsi tersebut dilakukan oleh organel-organel sel. Seperti yang
telah kami jelaskan sebelumnya bahwa di dalam sitoplasma
terdapat komponen-komponen padat yang disebut organel sel
yang memiliki fungsi khusus masing-masing. Fungsi sel adalah
untuk menunjang kehidupan sel tersebut. Beberapa Organel sel
antara lain :

FUNGSI SITOPLASMA /
CAIRAN SEL
• Mitokondria, berfungsi menghasilkan energi.
• Lisosom, berfungsi melakukan pencernaan dalam sel.
• Ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis protein.
• Retikulum Endoplasma, berfungsi untuk Transportasi
berbagai zat di dalam sel.
• Badan golgi, berfungsi untuk sintesi protein dan berhubungan
dengan kerja ribosom dan retikulum endoplasma.
• Mikrotubulus, melindungi dan mejaga bentuk sel.
• Mikrofilamen, berperan dalam proses pergerakan sel.
• Kloroplas, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya
fotosintesis pada tumbuhan.
• Sentrosom (Sentriol), sebagai tempat pembelahan sel.
Inti sel adalah bagian yang umumnya berbentuk bulat atau
lonjong dan sering terletak di tengah sel atau di tepi sel.
Nukleus merupakan bagian terpenting dari kehidupan sel.
Nukleus memiliki fungsi utama sebagai pusat pengendali
segala aktivitas sel. Nukleus sel dilindungi oleh sebuah
dinding yang menyerupai membran sel. Struktur pelindung
ini disebut membran inti.

INTI SEL (NUKLEUS)


a. Nukleolus (Anak Inti)
Nukleolus merupakan struktur berbentuk bulat yang disusun oleh filamen dan butiran-butiran
komponen. Anak inti mengandung RNA, DNA dan bebrapa protein yang berfungsi dalam perakitan
ribosom.
Secara umum fungsi dari Nukleus (Inti Sel) adalah sebagai berikut :
• Sebagai pusat pengatur dan pengendali segala aktivitas sel.
• Tempat penyimpanan informasi genetik organisme tersebut.
• Memulai dan mengakhiri suatu tindakan yang dilakukan oleh sel.
• Tempat terjadinya sebagian proses pembelahan sel.
b. Nukleoplasma (Cairan Inti)
Nukleoplasma merupakan caira kental menyerupai jeli yang mengandung protein, ion, enzim dan
komponen lainnya. Nukleoplasma memiliki struktur dan fungsi yang kompleks karena banyaknya
kandungan komponen yang dimiliki.
c. Kromatin
Kromatin merupakan untaian benang-benang halus yang terdapat di dalam inti sel. Kromatin
mengandung DNA, yaitu substansi yang menyimpan segala informasi genetik suatu makhluk hidup.
Saat terjadinya pembelahan sel, kromatin akan memendek, menebal, dan melingkar membentuk
kromosom

BAGIAN NUKLEUS