Anda di halaman 1dari 28

AUDIT PBJ

Mahmud Toha, Ak, MM, CA

081316025532
11 PEN DAHULUAN
Agenda
MEMAHAMI AUDIT vc
2
Pembe- MENGHITUNG KERUGIAN
NEGARA
lajaran
3 PENTINGNYA MEMAHAMI
HASIL AUDIT

5
2
Sesi I

PENDAHULUAN

3
UUD 1945 PENGELOLAAN
KEUANGAN NEGARA

RAKYAT APIP
PENGELOLAAN

DPR/DPD/ KEUANGAN PEMERINTAH


DPRD NEGARA

PERTANGGUNG JAWABAN

BPK
AUDITOR INDEPENDEN
LHP LHP APH
4
8
Pembahasan 9
5 RAPBN, RUU
Pembicaraan APBN, Nota Persetuju
Pendahuluan Keuangan , an RUU
RAPBN (KEM, DHP RKA-K/L APBN Penetapan
PPKF dan RKP) dan DHP RDP- Keppres Rincian
BUN ABPP & DHP RDP
13 BUN
1

Arah Kebijakan
& Prioritas
Pembangunan
12
6
10
Penyusunan Pembahasan 11 Penyusunan
RAPBN, RUU RAPBN, RUU Penetapa Keppres
2 3 4
APBN, NK, APBN, Nota Pengesah Rincian
an UU n Alokasi
Penyusunan DHP RKA-K/L Keu, DHP Anggaran ABPP
Penyusunan dan DHP RDP- RKA-K/L dan APBN
resource KEM, PPKF K/L Penyusunan
envelope & BUN DHP RDP-BUN
dan Pembi- &
usulan caraan 7
kebijakan Pengesahan
Pendahuluan
APBN Pelaksana DIPA
an 14
Trilateral
Meeting

5a
11a

Penyusunan RKA- Penyesuaian


K/L RKA-K/L
APIP K/L REVIU RKA-
K/L
Assurance
The question is :
Where were the auditors ?????

APA KERJAMU HAI AUDITOR ?

6
Sesi II;
MEMAHAMI
AUDIT vs MENGHITUNG
KERUGIAN NEGARA
8
Definisi…
Pemeriksaan adalah:
“proses identifikasi masalah, analisis, dan
evaluasi yang dilakukan secara independen,
objektif, dan profesional berdasarkan standar
pemeriksaan, untuk menilai kebenaran,
kecermatan, kredibilitas, dan keandalan
informasi mengenai pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan negara”

Undang-undang No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan


Tanggungjawab Keuangan Negara
Konsep Yang Mendasari Perlunya Dilakukan
Audit
Auditan Auditor

Proses Audit
Standar Audit

Kejadian, Auditan
Aktivitas, (Penyedia Laporan Auditan
Transaksi Informasi)

Pengguna
Laporan
Kriteria
Pelaporan Audit Laporan Auditor
10
Fungsi Audit

Menurut Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004


tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggung Jawab Keuangan Negara,
pemeriksaan berfungsi:
Fungsi:
Untuk mendukung keberhasilan upaya pengelolaan
keuangan negara secara tertib, taat pada peraturan
perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif,
transparan dan bertanggung jawab dengan
memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
JENIS AUDIT

Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan


Keuangan Kinerja Dengan Tujuan
Tertentu
•Pemeriksaan atas laporan
keuangan •Pemeriksaan atas pengelolaan •Pemeriksaan yang dilakukan dengan
•LHP memuat opini keuangan negara yang terdiri atas tujuan khusus, di luar pemeriksaan
pemeriksaan aspek ekonomi dan keuangan dan pemeriksaan kinerja
efisiensi serta pemeriksaan aspek (pemeriksaan atas hal-hal lain yang
efektivitas. berkaitan dengan keuangan dan
•LHP memuat temuan, kesimpulan, pemeriksaan investigatif)
dan rekomendasi •LHP memuat kesimpulan
Seberapa luas Lingkup audit?

Perencanaan Pengadaan/Pelelangan

Pelaksanaan Pemanfaatan
Akar Masalah Korupsi Pada PBJ
Rendahnya
Kualitas
Barang/Jasa
EFFECTS Kerugian Pemerintah
Rendahnya nilai
Keuangan Manfaat yang
Negara didapatkan
TINGGINYA KORUPSI PADA
CENTRAL PBJ
PROBLEM PEMERINTAH

Perencanaan& Pelaksanaan Pengawasan


CAUSES Penganggaran
1. Organisasi 3. Individutidak 6. Kolusi antara Pengawasan
Regulasi pelaksanaPBJ berintegritas penyedia/vendor bersifat
1. Stakeholders tidak (koruptif dan 7. Sistemscreeningdi
(oknum)
reaktif, tidak
Sistem berintegritas tdk K/L/D tidak proaktif,
perundangan perencanaantidak (mensrea) independen) menyaring vendor yang
berbenturan, berintegritas 2. Intervensi 4. Kelemahan berintegritas
multitafsir, (mensrea) eksternal sistem SDM 8. Intervensi pada
tumpang 2. Proses dlm PBJ 5. Keterbatasan prosespemilihan
tindih, tidak perencanaan tidak informasiharga penyedia
kuat,tidak transparan pasar
9 9
aplikatif.
Tindak Pidana
Bagaimana
Korupsi PBJ modus korupsi
Modus umum korupsi yang dilakukan?

Proses
Proses Perencanaan Proses Serah Pengawasan
Pelaksanaan
Perencanaan – Persiapan Terima dan dan
PBJ
Anggaran PBJ Pembayaran Per tanggung
Pemerintah
Pemerintah - jawaban

O Proyek/Paket sudah dijual terlebih dahulu o Pengumumanterbatas o Suap kepadaauditor untuk


kepada vendor sebelum anggaran disetujui o Manipulasi pemilihanpemenang menghilangkan temuanaudit
atau disahkan. Pengadaan tidak sesuai o Manipulasi dokumenlelang. o Suap kepadapenegakhukum
dengan kebutuhan (rekayasadokumen). o HPSdan spek teknis dibuat oleh untuk meringankan
O Persekongkolan antara DPR,pihak K/L (KPA), vendor hukuman
dan Vendor. Proaktif bisa dilakukan oleh DPR, o Mark upharga
o Suapkepadapihak-pihakterkait
K/L, atau vendor.
o PersekongkolanKPA,PPK,Pokja
O HPSdan spek teknis dibuat oleh vendor ULP/Pimpro, PPHP,Bendahara.
O Mark upharga o Manipulasi dokumen serahterima
O Suap kepada pihak-pihak terkait
O Manipulasi pemilihanpemenang.
1
2
ALUR PIKIR

Proses TPK Psl 2 dan Psl 3


Pengadaan Barang/Jasa “...mengakibatkan
kerugian keuangan
Perencanaan negara...”
-Penganggaran TPK Psl 2 dan Psl 3
-Pembuatan HPS -“...setiap orang...”
Pelelangan --” ... melawan hukum...”
-Kualifikasi -- “... menyalahgunakan
-Penilaian wewenang...”
Kontrak
Pelaksanaan Pekerjaan --’...menguntungkan diri
Penerimaan Hasil sendiri, orang lain atau
Pekerjaan korporasi...”
Pembayaran
PENYIDIK:
-Psl 14 ayat (1)
huruf g UU No. 2 Th Pengumpulan Alat Bukti oleh Penyidik
2002 Tentang
Kepolisian RI HAP Psl 183: Minimal 2 Alat Bukti Sah dan Keyakinan
-Psl 30 ayat 1 huruf P
e
Hakim
d UU No. 16 Th 2004 m HAP Psl - HAP Psl 7 (1) Wewenang Penyidik HAP Psl 179 Setiap
Tentang Kejaksaan
b
u 184 (h) mendatangkan orang ahli orang ...wajib
RI k
t
5 Alat - HAP Psl 120 (1) Penyidik dapat minta memberi kan
-Psl 6 huruf c UU No. i Bukti Sah pendapat orang ahli keterangan ahli
a
30 Th 2002 Tentang n

KPK
--Psl 6 ayat 1 huruf b
PPNS UU No. 8 Th Keterangan Ahli
1981 Tentang HAP
Sangkaan

TPK Psl 2 dan Psl 3 Lembaga/Institusi Lain


-“...setiap orang...”
--” ... melawan hukum...” Penghitungan Kerugian Keuangan Negara
-- “... menyalahgunakan
wewenang...” TPK Psl 32 KPK Psl 6 instansi yang
--’...menguntungkan diri Dihitung oleh instansi berwenang
sendiri, orang lain atau yang berwenang atau
KAP Putusan MK No.
korporasi...” 31/PUU-X/2012
TPK Psl 2 dan Psl 3 MoU BPKP masing- Peraturan Presiden No.
“...mengakibatkan masing dengan 192/2014 Tentang
kerugian keuangan Kepolisian RI, BPKP Psl 27
Kejaksaan RI dan KPK
MoU BPKP Dengan APH
 MoU BPKP – Kepolisian RI:
Nota Kesepahaman Antara Kepolisian Negara RI Dengan BPKP Nomor: B/29/K/2011 Nomor:
MoU-1520/K/D6/2011 Tentang Penguatan Tata Kelola Kepemerintahan Yang Baik Di
Lingkungan Kepolisian Negara RI
 MoU BPKP – Kejaksaan RI:
Petunjuk Pelaksanaan Bersama Jaksa Agung RI dan Kepala BPKP Nomor: JUKLAK –
001/J.A/2/1989 Nomor: KEP-145/K/1989 Tentang Upaya Memantapkan Kerjasama Kejaksaan
dan BPKP Dalam Penanganan Kasus yang Berindikasi Korupsi
 MoU BPKP – KPK:
Nota Kesepahaman Antara KPK Dengan BPKP Nomor : SPJ-15/01/04/2011 Nomor : MoU-
378/K/D6/2011 Tentang Kerjasama Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
 MoU Kejaksaan RI-Kepolisian RI-BPKP:
Nota Kesepahaman antara Kejaksaan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia
dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor: KEP-109/A/JA/O9/2OO7 NO .
POL: B-2718/IX/2OO7 dan Nomor: KEP-1093/K/D6/2OO tanggal 28 September 2007 tentang
Kerjasama dalam Penanganan Kasus Penyimpangan Pengelolaan Keuangan Negara yang
Berindikasi Tindak Pidana Korupsi Termasuk Dana Non budgeter
Keputusan Bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus - Kepala Badan Reserse Kriminal
Polri - Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Nomor : KEP -006/F/Fjp/09/2009; NO. POL :
B/2l71/IX/2OO9; NOMOR: KEP-1165/D6/2009 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Kerjasama
Dalam Penanganan Kasus Penyimpangan Pengelolaan Keuangan Negara Yang Berindikasi
Tindak Pidana Korupsi Termasuk Dana Non Budgeter
MENGHITUNG KERUGIAN KEUANGAN NEGARA
Langkah-Langkah dalam Menghitung Kerugian Keuangan Negara
Mengidentifikasi,
Mengidentifikasi Menghitung Jumlah
Mengidentifikasi Penyim Mengumpulkan,
Kerugian Keuangan
pangan yang Terjadi Transaksi Verifikasi, dan Analisis
Negara
Bukti
•Identifikasi jenis penyimpa •Mengidentifikasi jenis •Mengidentifikasi, •Berdasarkan bukti-
ngan yang terjadi mis. transaksi, misalnya: mendapatkan, bukti yang telah
kontrak/pembayaran fiktif, masalah pengadaan memverifikasi, dan diidentifikasi,
mark-up, volume barang lebih barang/jasa, tanah, menganalisis bukti- dikumpulkan,
kecil dari yang seharusnya, ruislag, penyaluran bukti yang diverifikasi, dan
kualitas barang lebih rendah, kredit, dan sebagainya. berhubungan dengan dianalisis, kemudian
harga jual terlalu rendah dsb •Menentukan jenis perhitungan kerugian dihitung jumlah
•Menelaah dasar hukum kegia kerugiannya (misalnya keuangan negara atas kerugian keuangan
tan yang diaudit hilang/kurang kasus penyimpangan negara yang terjadi.
diterimanya suatu hak, yang diaudit. •b. Permasalahan Yang
•Meneliti apakah kasus yang di
audit masuk kategori timbul/bertambahnya Terkait Dengan
keuangan negara kewajiban, Penghitungan Kerugian
pengeluaran lebih Keuangan Negara
•Menentukan penyebab besar, penerimaan
kerugiannya (unsur melawan diterima lebih
hukum, penyalahgunaan kecil/tidak diterima,
jabatan, kelalaian dan dan sebagainya).
sebagainya, apakah memenuhi
unsur-unsur tindak pidana
korupsi atau tidak)
•Mengidentifikasi waktu dan
lokasi terjadinya penyimpang
an dan atau perbuatan
melawan hukum
pengujian

Bukti audit yg
diperoleh
permintaan

20
Sesi III;

PENTINGNYA MEMAHAMI
HASIL AUDIT
21
Kasus temuan
Konstruksi pekerjaan tidak selesai

Tidak ada sanksi denda keterlambatan

Addendum waktu yang tidak wajar

Kualitas tidak sesuai dengan spesifikasi teknis

Pembayaran fiktif

Perubahan kontrak melebihi 10% atau tidak wajar


Kasus temuan (cont)

Subkontrak pekerjaan tanpa persetujuan PPK

Pekerjaan/Barang tidak dimanfaatkan/dimanfaatkan tidak sesuai


tujuan

Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan tidak teliti dalam


melakukan pengecekan

Penggantian tenaga ahli tanpa persetujuan PPK

Kualitas Laporan akhir


Tanggung jawab Profesional dan Tuntutan Publik

Auditor tidak menjamin bahwa semua fraud


terdeteksi, tetapi harus melaksanakan kemahiran
profesionalnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi hasil prosedur auditnya, sehingga dapat
memperoleh keyakinan yang memadai bahwa kekeliruan,
ketidakberesan, dan ketidaktaatan yang material dapat
dideteksi.
TERIMA KASIH