Anda di halaman 1dari 16

Mekanisme dan Organ Pernapasan

Alvan Aresto Djari


102012295
F6
Istilah yang tidak diketahui
- Vesikular: Suara yang dikeluarkan saat bernapas
- Wheezing: Suara bersuit dalam bernafas (
bengek atau mengi )

Rumusan Masalah
- Seorang wanita berusia 37 thn menderita sesak
napas sejak 2 hari yang lalu
Mind map
makroskopis
Organ
Sesak
Pernapasan
Napas
mikroskopis

Transport
Mekanisme
Perubahan O2, CO2
Pernapasan
Tekanan

Pengendali Volume
Pernapasan Pernapasan
Anatomi Sistem Respirasi
Saluran napas bagian atas
• Hidung (cavum nasalis)
- Dilapis selaput lendir (pembuluh darah)
- Dipisahkan oleh sekat aiut septum nasi
- Terdapat rambut2 halus f/ menyaring udara

• Faring
- Merupakan pipa otot dari dasar tengkorak
- Sebagai saluran masuknya udara, makanan/minuman
- Letaknya pita suara

• Laring
- Penghasil suara
- Letaknya didepan esofagus
Saluran napas bagian bawah
• Trakea
- Dikelilingi cincin tulang rawan
- Mempunyai silia-silia utk menyaring benda asing

• Bronkus
- Bercabang 2
- Mempunyai cincin tulang rawan yang lebih besar

• Paru-paru
- Mempunyai selaput (parietal dan visceral)
- Pulmo dexter 3 lobus, sinister 2 lobus
Anatomi Mikroskopik
Sistem Pernapasan
• epitel respiratorik, berupa epitel bertingkat silindris bersilia dengan sel goblet

• epitel olfaktori, khas pada konka superior.


• epitel epiglotis, pada pars lingual berupa epitel gepeng berlapis dan para pars
laringeal berupa epitel respiratori.

• epitel trakea dipotong memanjang


• epitel bronkiolus terminalis, tidak ditemukan adanya tulang rawan dan kelenjar
campur pada lamina propria.
Transport gas
• Pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida antara udara alveolar
dan darah pulmoner terjadi melalui difusi pasif. peristiwa ini
mengikuti dua hukum gas, yaitu Hukum Dalton dan Hukum
Henry. Hukum Dalton penting untuk memahami peristiwa
penurunan tekanan gas melalui proses difusi, sedangkan hukum
Henry menjelaskan bahwa kelarutan gas mempengaruhi
kecepatan difusinya. Menurut hukum Dalton, setiap gas dalam
campuran gas memiliki tekanannya sendiri yang disebut tekanan
parsial. Sedangkan Hukum Henry menyatakan bahwa kuantitas
gas yang terlarut pada cairan adalah proporsional terhadap
tekanan parsial dan kelarutan gas tersebut.
Volume Paru-Paru
1. Volume Tidal (VT) : merupakan volume udara yang
diinspirasikan dan diekspirasikan disetiap pernapasan
normal, jumlahnya ±500 ml.
2. Volume Cadangan Inspirasi : merupakan volume tambahan
udara yang dapat diinspirasikan di atas volume tidl normal,
jumlahnya ±3000 ml.
3. Volume Cadangan Ekspirasi : merupakan jumlah udara yang
masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi tidal yang jumlah
normalnya ±1100 ml.
4. Volume Sisa : volume udara yang masih tersisa di dalam
paru-paru setelah ekspirasi kuat, volume ini ±1200 ml.
Perubahan Tekanan
• Tekanan intrapulmoner

Arah aliran udara ditentukan oleh hubungan antara tekanan


atmosfer dan tekanan intrapulmoner. Tekanan intrapulmoner
adalah tekanan di dalam saluran pernafasan, di alveoli.

• Tekanan intrapleural

Tekanan pada ruangan di antara parietal dan visceral pleura.


Rata-rata tekanan intrapleura adalah sekitar -4 mmHg, tapi dapat
mencapai – 18 mmHg selama inhalasi yang dipaksakan.
Pengendali Respirasi
Pusat respirasi merupakan sekelompok neuron
yang tersebar luas dan terletak bilateral di dalam
substansia retikularis medula oblongata dan
pons. Pusat respirasi dibagi menjadi DRG
(Dorsal Respiratory Group) dan VRG (Ventral
Respiratory Group).
• DRG merupakan kumpulan neuron yang
mengatur kerja otot eksternal interkostal dan
otot diafragma. DRG ini berfungsi pada seluruh
proses respirasi normal.

• VRG merupakan kumpulan neuron yang


mengatur kerja otot respirasi aksesori, yang
berfungsi saat bernapas dengan kuat, yaitu saat
inhalasi maksimal dan ekshalasi aktif.
Kesimpulan
• Pasien pada skenario yang didapat menderita penyakit Asma, yang
disebabkan oleh penyempitan pada saluran pernapasannya. Sel-sel
tertentu yang ada di saluran pernapasan ini mengeluarkan bahan-
bahan seperti histamin dan leukrotien. Bahan-bahan ini dapat
mengakibatkan kontraksi otot polos, peningkatan pembentukan
lendir, perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki sehingga
mengakibatkan PENYEMPITAN pada saluran pernapasan.

• Hipotesis: “Sesak napas terjadi karena gangguan


pernapasan”diterima.