Anda di halaman 1dari 22

Infeksi Primer

dari Varicella
Zooster Virus

Putri Bunga Cinta T.A.T 102011181


Kressa Stiffensi 102010126
Jessica De Queljoe 102014200
Priyaveda Janitra 102014047
Agnes Missa 102014090
Eri Aprilia 102014130
Yoci Legi 102014148
Priska Amelia Belopandung 102014218
Lum Gah Meng 102014252

Fakultas Kedokteran
A3 Universitas Kristen Krida Wacana
2015
Seorang anak perempuan berusia 5 tahun datang
dibawa orangtuanya ke puskesmas dengan
keluhan timbul lenting berisi cairan jernih pada
badan dan wajah sejak 1 hari yang lalu.

Skenario 4
Rumusan Masalah

 Perempuan 5 tahun
dengan keluhan timbul
lenting berisi cairan
jernih sejak 1 hari yang
lalu
Analisis Masalah
2.
1. Pemeriksaan
12. Prognosis
Anamnesis Fisik

11. Pencegahan 3. Pemeriksaan


Penunjang
10.
Penatalaksanaan RM a. banding
4. Diagnosis
9. Komplikasi b. kerja

8. Epidemiologi 5. Gejala Klinis

7. Etiologi 6. Patofisiologi
Perempuan 5 tahun dengan keluhan timbul
lenting berisi cairan jernih sejak 1 hari yang
lalu diakibatkan oleh VZV

Hipotesis
Anamnesis (Allo-anamnesis)
Panas

Nafsu
makan Ada temen yg
berkurang lagi sakit tidak?

Mula-mula Gatal?
muncul
lentingnya Nyeri?
darimana?
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: tampak sakit sedang
Kesadaran: compos mentis (sadar sepenuhnya, baik terhadap
dirinya maupun terhadap lingkungannya. Pasien dapat
menjawab pertanyaan pemeriksa dengan baik)
Tanda-tanda vital (TTV):
 TD: 90/60 mmHg
 Frekuensi Nadi: 90x/menit
 Suhu: 38°C
 Frekuensi pernapasan: 20x/menit
Macam lenting: makulopapular pada seluruh tubuh, wajah dan
lengan
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan darah perifer lengkap: leukosit
2. Tzank Smear (84%): dari dasar vesikel yg masih
baru, diberi pewarnaan hematoxylin-eosin,
Giemsa’s, Wright, toluidine blue maupun
Papanicolaou’s → ditemukan multinucleated
giant cell.
3. Direct fluorescent assay (DFA): apabila sdh
terbentuk krusta (sensitif<<)
4. Polymerase chain reaction (PCR): sangat
cepat dan sangat sensitif (84-100%), bisa
berbagai jenis preparat.
5. Biopsi Kulit
Diagnosis Banding
PENYAKIT GEJALA

Demam, nyeri mata, nyeri


Rubella tenggorokan, arthralgia, dan
gangguan cerna

Smallpox, demam, pusing, sakit


Variola belakang, lesi (wajah, mulut,
faring), menggigil, muntah2

Demam, makulopapular
eritematous menyebar dr
Rubeola
belakang telinga ke seluruh
tubuh
Krusta kuning kecoklatan,
Impetigo Krustosa
gatal
Diagnosis Kerja

• Leukopenia (Leuk Î)
• Pasien menderita
Varicella Zooster
Gejala Klinis
Prodromal Erupsi
Patofisiologi Kerusakan
pada SSP dan
hepar mungkin
Virus masuk terjadi
ke tubuh
(inhalasi)
Masa
inkubasi
Berkolonisasi di 10-21 hari
traktus
respiratorius bag.
atas Virus
berduplikasi
Virus menyebar ke kelenjar
→ lesi kulit yg
limfe di sekitar traktus khas
repiratorius (2-4 hr post
paparan)

Virus mencarpai sel


retikuloendotelial hepar,
Menyebar lewat aliran
limpa, dan organ target.
darah & limf. Slrh
Seminggu kemudian (14-
tubuh (4-6 hr post
16 hr post paparan) →
paparan) → viremia
viremia sekunder
primer
Etiologi

Varicella-zooster virus
(VZV)
 Family:
Paramyxoviridae
 Genus: Morbilivirus

Human herpesvirus
Double-stranded DNA
Epidemiologi
Komplikasi

Dewasa Anak2

• Ensepalitis • Jarang timbul


• Pneumonia • Sering pada
• Glumerulonephritis immunocompromised
• Karditis
• Hepatitis
Penatalaksanaan
Medika Mentosa
 Asiklovir dalam 24/72 jam setelah
muncul ruam
 Terapi varisela:

Imunokompeten
 Anak-anak : Asiklovir 20mg/kg BB IV
selama 7 hari Immunocompromised:
 Dewasa : Asiklovir 5 x 800 mg/hari Asiklovir 5 x 800 mg/hari
selama 7 hari selama 7 hari
 Valasiklovir 3 x 1000 mg/hari selama 7
hari • Bila terdapat infeksi
 Famsiklovir 3 x 200 mg/hari selama 7 hari sekunder hendaknya
diberikan antibiotika.
Non Medika Mentosa
Pencegahan
Vaksin varisela
“live attenuated”
pada leuk &
pend. Penyakit
Imunisasi keganasan
Aktif
lainnya untuk
cegah komplikasi
& kematian
Prognosis
 Prognosisbaik
 Perawatan yang teliti dan senantiasa
memperhatikan kebersihan diri dan
lingkungan
• Cacar air (Varisela) adalah penyakit infeksi
menular yang disebabkan oleh virus Varisella
Zooster, ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit
di badan dan di wajah. Varisela ini dapat
memberikan rasa yang sangat tidak nyaman
pada penderitanya karena rasanya seperti luka
bakar. Pencegahan dapat dilakukan dengan
cara pemeberian vaksin 1 dosis kepada bayi >12
bulan
THANK YOU