Anda di halaman 1dari 24

PENYEBAB, GEJALA SERTA TERAPI

DEMAM TIFOID

P U T R I B U N G A C I N TA T. A . T 102011181
KRESSA STIFFENSI 102010126
JESSICA DE QUELJOE 102014200
P R I YAV E D A J A N I T R A 102014047
AGNES MISSA 102014090
ERI APRILIA 102014130
YOCI LEGI 102014148
P R I S K A A M E L I A B E L O PA N D U N G 102014218
LUM GAH MENG 102014252

Fakultas Kedokteran
A3 Universitas Kristen Krida Wacana
2015
SKENARIO 7

Seorang laki-laki berusia 22


tahun datang dengan
keluhan demam sejak 1
minggu lalu.
RUMUSAN MASALAH

Seorang laki laki berusia 22 tahun datang dengan


keluhan demam sejak 1 minggu yang lalu. Dengan
hasil pemeriksaan demam tinggi saat malam saja,
memiliki keluhan mual, muntah, sakit perut namun
belum BAB setelah hari, pusing, dan memiliki
kebiasaan jajan sembarangan di luar.
MIND MAP

Anamnesis

Pemeriksaan
Terapi
Fisik
Rumusan
Masalah

Pemeriksaan
Patogenesis Penunjang

Diagnosis
Prognosis
Banding
HIPOTESIS

• Pasien menderita demam tifoid.


ANAMNESIS

1. Identitas pribadi
2. Keluhan utama
3. Riwayat penyakit sekarang
4. Riwayat penyakit dahulu
5. Riwayat pribadi
6. Riwayat sosial
7. Riwayat penyakit keluarga
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

• Sejak kapan demam? Suhu tinggi atau tidak?


Menetap atau hilang timbul?
• Apakah ada mual muntah? Lemas? Sakit kepala?
Menggigil? Batuk pilek? Lidah kotor?
• Apakah anda berlibur?
• Tanyakan gaya hidup
PEMERIKSAAN FISIK

1. Tekanan darah : 1200 mmHg


2. Denyut nadi : 90x/menit teratur kuat
3. Suhu : 370 C
4. Pernafasan : 18x/menit

IPPA :
Inspeksi perut : datar
Palpasi Perut : nyeri tekan di ulu hati
Perkusi Perut : normal
Auskultasi Perut : normal
PEMERIKSAAN LAB

• Periksa darah lengkap


- Hb : 14gr/ds
- Ht : 42%
- Leukosit : 4000
- Trombosit : 200
PEMERIKSAAN LAB RUTIN

- Pemeriksaan darah perifer


- Leukopenia (leukosit menurun dari normal)
- Leukositosis (leukosit lebih tinggi dari normal)
- Anemia ringan
- Trombositopenia (trombosit menurun dari normal)
- LED 
- SGOT dan SGPT 
PEMERIKSAAN WIDAL

- Reaksi aglutinasi antara antigen + antibodi


- Salmonella typhii
- Menentukan adanya aglutinin
1. Aglutinin O (dari tubuh kuman)
2. Aglutinin H ( flagella kuman)
3. Aglutinin Vi (simpai kuman)
- Pembentukan aglutinin pada akhir minggu
pertama,  minggu ke-4
DIAGNOSIS BANDING
Demam Berdarah Dengue (DBD)

• Penjaran virus melalui nyamuk A.aegypti dan


A.albopictus betina

• Berkaitan dengan tersedianya tempat perindukan bagi


nyamuk betina (bak mandi, kaleng bekas dan tempat
penampungan air lainnya)

• Demam diatas 39oC (2-7 hari), berakhir mendadak,


disertai keringat cukup banyak, dan tubuh tampak lesu
nyeri otot, sendi, punggung, dan bola mata.

• Perdarahan : muncul bercak-bercak perdarahan di kulit,


perdarahan gusi, hidung, dan pencernaan.
ETIOLOGI DEMAM TIFOID

- Disebabkan oleh Salmonella typhi


- Bakteri gram -, berflagel, tidak berspora
- 3 macam antigen: O,H, dan Vi
- Mati pada suhu 56°C
EPIDEMIOLOGI

1. Sanitasi air yang buruk


2. Makanan atau air yg terkontaminasi
3. Secara kongenital melalui transplasenta dari ibu
bekteremia
PATOFISIOLOGI DEMAM
PATOFISIOLOGI DEMAM
MANIFESTASI KLINIS
PENGOBATAN

1. Kloramfenikol, dosis: 4 x 500mg/hari, oral atau


intravena
2. Tiamfenikol, dosis: 4 x 500mg, demam  hari ke- 5-6.
3. Ampisilin dan amoksilin, dosis: 50-150 mg/kgBB,
selama 2 minggu.
4. Azitromizisin, diberikan secara oral dan intravena
PENCEGAHAN DEMAM TIFOID

1. Higiene perorangan dan lingkungan


2. Pencegahan kontak langsung dengan penderita
3. Vaksinasi tifoid ty21A dan vaksin polisakarida Vi
KOMPLIKASI INTESTINAL

1. Perdarahan intestinal= plak peyeri usus terinfeksi


(luka)
2. Perforasi usus= efeknya nadi cepat dan tekanan
darah 
KOMPLIKASI EKSTRAINTESTINAL

1. Hepatitis tifosa => hati bengkak


2. Pankreatitis tifosa => jarang
3. Miokarditis => sakit dada, jantung kongestif, dan
aritmia
PROGNOSIS DEMAM TIFOID

- Terapi antimikroba yang tepat mortalitas <1%


- Negara berkembang keterlambatan diagnosis dan
pengobatan
- Tergantung dari terapi segera, keadaan kesehatan
sebelumnya, muncul komplikasi.
KESIMPULAN

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut


disebabkan oleh kuman gram negatif Salmonella
typhi. Keluhan dan gejala menyerupai penyakit
infeksi akut pada umumnya seperti demam, sakit
kepala, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit
perut, diare atau sulit buang air beberapa hari,
sedangkan pemeriksaan fisik hanya didapatkan suhu
tubuh meningkat dan menetap. Suhu meningkat
terutama sore dan malam hari.
TERIMA KASIH