Anda di halaman 1dari 25

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DAMPAK BURUK PASCA BENCANA BANJIR


By:
Farikha Nur Mulya Saputri
 Topik : Dampak Buruk Pasca Bencana Banjir
 Pokok Bahasan: Penyakit Dermatitis Pasca Bencana Banjir
 Sub Topik :Warga Kelurahan Trimulyo
 Hari/Tanggal : Rabu, 7 Maret 2018
 Waktu /Jam :  30 menit
 Tempat : Pengungsian Sementara Balai Desa
kelurahan Trimulyo, Semarang
LATAR BELAKANG
Di Indonesia pada saat ini masih sering terjadi bencana
alam, salah satunya adalah banjir. Akibat dari banjir
bermacam – macam seperti menimbulkan korban jiwa,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak
psikologis. Selain itu banjir juga menyebabkan penyakit
salah satunya adalah penyakit kulit eksim atau biasa disebut
dermatitis.
 Penyakit dermatitis di lokasi banjir banyak terjadi karena
banyak genangan–genangan air yang menjadi tempat
berkembangbiangnya bakteri dan jamur. Di tempat
pengungsian sementara yaitu di pengungsian sementara Balai
Desa Kelurahan Trimulyo ada beberapa pengungsi yang
terserang penyakit dermatitis.
TUJUAN
 TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan tentang dampak buruk pasca
bencana banjir pada masyarakat kelurahan Trimulyo,
diharapkan peserta mampu mengerti, memahami tentang
dampak buruk pasca bencana banjir dan bagaimana
penanganannya.
 TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama  30 menit warga
kelurahanTrimulya, mampu menjelaskan tentang materi yang
diberikan.
MATERI

 Dampak buruk pasca bencana banjir


 Pengertian penyakit dermatitis pasca bencana banjir
 Penyebab penyakit dermatitis pasca bencana banjir
 Tanda dan gejala penyakit dermatitis pasca bencana banjir
 Perawatan penyakit dermatitis pasca bencana banjir
 Pencegahan penyakit dermatitis pasca bencana banjir
 METODE
Ceramah dan Tanya Jawab

 MEDIA
Leaflet
PENGORGANISASIAN
 Penyuluh : Farikha Nur Mulya Saputri
 Moderator : Ayunda Eka Karnita
 Observer : Adinda Dwi Karnita
 Fasilitator : Okky Cintya Permata Dewi
SETTING TEMPAT
PEMBAGIAN TUGAS
Moderator
Job Description:
 Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
 Menyebutkan materi yang akan diberikan
 Memimpin jalannya penyuluhan dan menjelaskan waktu
penyuluhan
 Menulis pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan.
 Menjadi penengah komunikasi antara peserta dan pemberi materi.
 Mengatur waktu kegiatan penyuluhan
Penyuluh
Job Description:
 Menggali pengetahuan masyarakat tentang penyakit pasca
banjir
 Menjelaskan materi mengenai bencana banjir
 Menjawab pertanyaan peserta
Fasilitator
Job Description:
 Menyiapkan tempat dan media sebelum memulai penyuluhan
 Mengatur teknik acara sebelum dimulainya penyuluhan
 Memotivasi warga agar berpartisipasi dalam penyuluhan
 Memotivasi masyarakat untuk mengajukan pertanyaan saat
moderator memberikan kesempatan bertanya
 Membantu pembicara menjawab pertanyaan dari peserta
 Membagikan leaflet kepada peserta di akhir penyuluhan
Observer
Job Description:
 Mengobservasi jalannya proses kegiatan
 Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta selama
kegiatan penyuluhan berlangsung.
KEGIATAN PENYULUHAN
EVALUASI
Struktur
 Keaktifan peserta 70 %
 Kehadiran peserta 80 %
 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan di-lakukan
sebelum dan saat penyuluhan.
Proses
 Sasaran antusias terhadap materi penyuluhan.
 Sasaran konsentrasi mendengarkan penyuluhan.
 Sasaran mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
secara lengkap dan benar.
Hasil
 Peserta mengetahui tentang dampak buruk pasca bencana banjir
 Peserta mengetahui tentang pengertian penyakit dermatitis pasca
bencana banjir
 Peserta mengetahui penyebab penyakit dermatitis pasca bencana
banjir
 Peserta mengetahui tanda dan gejala penyakit dermatitis pasca
bencana banjir
 Peserta mengetahui perawatan penyakit dermatitis pasca bencana
banjir
 Peserta mengetahui pencegahan penyakit dermatitis pasca bencana
banjir
MATERI PENYULUHAN
Dampak Buruk Pasca Bencana Banjir
 Aliran banjir membawa sampah dan kotoran, ketika banjir surut,
sampah dan kotoran akan berserakan di daerah yang terkena banjir
mengakibatkan munculnya wabah penyakit.
 Berikut ini beberapa jenis penyakit yang sering terjadi paska banjir:
1. Diare
2. Demam berdarah
3. Cikungunya
4. Leptospirosis
5. Eksim / dermatitis
6. ISPA
7. Hepatitis A
DERMATITIS
 Penyakit dermatitis yaitu kelainan kulit yang tampak
meradang dan iritasi. Tanda-tandanya yaitu kulit bersisik,
kemerah-merahan, gatal pada malam hari untuk eksim yang
kering, pecah-pecah, bengkak, munculnya gelembung kecil
berisi air atau nanah, melepuh, dan terasa panas.
PENYEBAB
 Penyakit kulit ini bisa menyerang siapa saja baik anak hingga
dewasa. Banjir dapat mencemari sumber air dari daerah di
sekitarnya. Ketika banjir melewati suatu daerah, kandungan
zat kimia dari dalam tanah dapat terbawa oleh air dan
tercampur dalam aliran banjir. Kemudian aliran banjir akan
mengalir sampai ke sumber air dan menjadi polutan pada
sumber air tersebut. Hal ini dapat menyebabkan keracunan
air pada daerah sekitar bencana. Saat kulit bersentuhan
langsung dengan genangan air kotor, sejumlah bakteri yang
terkandung dalam air tersebut bisa memperparah kondisi
kesehatan kulit, terutama jika kaki jarang dibersihkan.
TANDA dan GEJALA
 Rasa panas pada bagian kulit yang terkena eksim
 Kulit melepun dan bersisik
 Kulit yang terkena eksim menjadi kemerahan
PERAWATAN
 Hindari menggaruk area yang gatal, lebih baik diusap-
usap atau direndam air hangat (pastikan tidak ada
luka/bula-bula yang berisi cairan/nanah tidak pecah)
 Pada area yang gatal dan terdapat luka/bekas bula yang
pecah hindari terkena air
 Bila terdapat bula yang berisi nanah/cairan yang pecah,
segera keringkan menggunakan kapas
 Jaga kebersihan diri dan ganti pakaian sehari minimal 1x.
 Tingkatkan kekebalan tubuh
PENCEGAHAN
 Merawat kulit dengan baik dan benar.
 Hindari kulit yang terlalu kering atau terlalu basah.
 Jagalah agar kulit tetap lembab dan tidak memiliki
keringat berlebih.
 Kurangi pikaran yang dapat menyebabkan stress.