Anda di halaman 1dari 17

Asuhan Keperawatan

INFARK MYOKARD
AKUT
Oleh Kelompok 3
PENGERTIAN
Infark Miokard Akut adalah nekrosis miokard
akibat aliran darah ke otot jantung terganggu.

EPIDEMIOLOGI
Sekitar 15 juta kasus baru dari infark miokard
muncul setiap tahun. WHO memperkirakan
sekitar 12,6 % kematian diseluruh dunia
disebabkan oleh infark miokard. Penyakit ini
merupakan penyebab utama kematian di
negara maju dengan angka mortalitas sekitar
30 %
ETIOLOGI
• Infark Miokard Akut disebabkan oleh karena
adanya penyumbatan aliran darah oleh
trombus pada pembuluh darah koroner.

• Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh :


– ATEROSKLEROSIS
– NON ATEROSKLEROSIS
Faktor Risiko terjadinya
ATEROSKLEROSIS adalah:
•Merokok, hipertensi, hiperkolesterolemia,
kadar LDL yang tinggi, kadar HDL rendah,
DM, umur, hiperhomosisteinemia.
•Faktor lain yang menjadi predisposisinya
yaitu obesitas, aktivitas fisik yang rendah,
riwayat keluarga dengan penyakit arteri
koroner.
Patofisiologi
ETIOLOGI dan Faktor Risiko

Plak Atero/Arteriosklerosis Non Atero/Arteriosklerosis

Plak tidak stabil Kebutuhan O2 miokard 


Supply O2 miokard ↓

disrupsi/erosi plak aterosklrs


Iskemia Miokard
Thrombosis koroner Prolonged Iskemia Metabolisme anaerob

ATP  AMP Asam laktat 


Oklusi koroner Nekrosis Miokard
Stimulasi Reseptor α1 pada Akumulasi asam hasil disosiasi
INFARK MIOKARD AKUT ujung saraf afferent jantung asam laktat

Kebocoran Saluran Kalsium


Kontraksi miokard ↓ Perubahan status NYERI
Kurang informasi
kesehatan AKUT
Kelelahan
KURANG PENGETAHUAN
Stroke volume ↓
CEMAS DEFISIT PERAWATAN DIRI
Curah Jantung ↓

Rangsangan adrenergik dan RAAS untuk


Dekompensasi Kompensasi mempertahankan curah jantung

Beban ventrikel kiri  Aliran darah ke ginjal ↓ Aliran darah ke perifer ↓ Aliran darah ke otak ↓

Bendungan darah di paru


Oksigen ke Otak ↓
Tekanan Atrium kanan ↓ Rangsangan RAAS
Transudasi cairan ke jaringan
dan alveoli paru Hipoksia Otak
Retensi progresif Natrium
Oedema paru dan air Pe↓ kesadaran

GANGGUAN
PERTUKARAN GAS
KELEBIHAN VOLUME CAIRAN PERUBAHAN PERFUSI JARINGAN RESTI INJURI
GEJALA KLINIS
• Nyeri dada yang dirasakan pada daerah
retrosternal, berlangsung lebih dari 30
menit.
• Nyeri dapat menjalar ke lengan, bahu,
leher, rahang, bahkan ke pinggang dan
epigastrium.
PEMERIKSAAN FISIK
• Hipotensi atau hipertensi.
• Pada pemeriksaan umum dapat ditemukan
diaphoresis, kulit pucat dan dingin,
takikardia, dan suara jantung keempat (S4).
• Tanda – tanda gagal jantung juga bisa
terlihat apabila infark ini berkembang
menjadi gagal jantung.
jantung
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG)
Ditemukan adanya ST-elevasi dengan atau tanpa
gelombang Q patologis

LABORATORIUM (peenzim CK-MB, troponin, LDH)


RADIOLOGI
EKOKARDIOGRAFI
ANGIOGRAFI KORONER
PENATALAKSANAAN
1. Terapi konvensional
Medikamentosa
Diet
Pembatasan aktivitas

2. Terapi pembedahan
KONSEP DASAR ASUHAN
KEPERAWATAN
Pengkajian
Data subyektif
•nyeri dada yang menjalar ke lengan, bahu,
leher, dan rahang.
•Badan terasa lemah, berkeringat dingin,
sesak nafas, takut, marah pada
penyakit/perawatan yang tidak perlu.
DATA OBYEKTIF
•Pasien tampak gelisah, wajah meringis,
lemah, akral dingin, kulit pucat
•Pada pemeriksaan EKG terjadi elevasi
segmen S-T dengan atau tanpa disertai
gelombang Q patologis.
•Enzim jantung meningkat.
•Bunyi jantung S3 ( irama gallop ), ronkhi
paru, oedema extremitas dan peningkatan
JVP.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Nyeri akut b/d iskemia jaringan miokard d/d keluhan
nyeri dada,wajah meringis, gelisah.
• Syndrome defisit perawatan diri b/d kelemahan
sekunder akibat iskemia miokard d/d kelemahan
umum
• Anxietas b/d ancaman/perubahan kesehatan d/d
ketakutan, gelisah, peilaku menentang atau
menghindar
• Kurang pengetahuan mengenai kondisi, kebutuhan
pengobatan b/d kurang informasi tentang penyakit
jantung dan status kesehatan akan datang d/d
pernyataan masalah, pertanyaan.
• Kelebihan volume cairan b/d
peningkatan retensi natrium dan air d/d
bunyi jantung S3 ( irama gallop ), ronkhi
paru, oedema extremitas dan
peningkatan JVP
• Perubahan perfusi jaringan b/d
penurunan aliran darah ke jaringan d/d
kulit pucat, akral dingin.
• Gangguan pertukaran gas b/d transudasi
cairan ke paru d/d sesak nafas
• Resiko tinggi injuri b/d penurunan
kesadaran
PERENCANAAN
Dx 1 : Nyeri akut
Pantau/catat karakteristik nyeri
Kaji ulang riwayat angina sebelumnya
Bantu melakukan teknik relaksasi
Kolaborasi pemberian O2 sesuai indikasi
Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi

Dx 2 : Sindroma defisit perawatan diri


Kaji tingkat kemampuan aktivitas/perawatan diri
Banti ADL sesuai tingkat kebutuhan pasien
Ajarkan pasien tehnik menghemat energi dalam
melakukan ADL
Dx 3 : Kurang pengetahuan
Kaji tingkat pengetahuan pasien
Beri penjelasan faktor resiko, pembatasan
diet/aktivitas, obat, dan gelaja yang memerlukan
bantuan medis cepat.Kaji ulang tanda yang
memerlukan penurunan aktivitas

Dx 4 : Anxietas
Identifikasi persepsi pasien thdp ancaman
Kaji tanda nerbal/non verbal terhadap kecemasan
Orientasi pasien thd prosedur rutin dan aktivitas yang
diharapkan
Dorong kemandirian, pembuatan keputusan dalam
rencana pengobatan
Kolaborasi pemberian anti cemas
EVALUASI
• Nyeri berkurang/tidak terdapat keluhan nyeri.
• Mampu melakukan aktivitas visik sesuai
kondisinya
• Rasa cemas berkurang/ hilang
• Pasien mengerti tentang penyakitnya dan
kebutuhan pengobatan
• Volume cairan stabil, terjadi keseimbangan
antara pemasukan dan pengeluaran.
• Perbaikan perfusi jaringan
• Ventilasi adequat
• Tidak terjadi injuri


Terima
Kasih